Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Saya ijin kan Wulan jadi model


__ADS_3

Saat Agus turun pelan pelan dari kursi roda, melihat pintu kamar perawatannya ternyata ada Nesya dan Radit yang masuk kedalam kamar perawatannya


" Bagiamana keadaan kamu sekarang?" Tanya Nesya melihat Agus yang baru turun dari kursi roda


" Masih sama kondisinya, ada apa kalian kesini?" Tanya Agus yang sudah pernah mendengar cerita tentang Radit dan Nesya, walaupun tidak sepenuhnya diceritakan ke Agus


" Kalian mau minum apa?" Tanya Wulan melihat Radit dan Wulan yang duduk di sofa


" Yang ada didalam kulkas saja" Lanjut Nesya


" Ada apa kalian kesini?" Tanya Agus yang penasaran dengan kedatangan Nesya dan Radit ke kamar perawatan nya.


" Maksud kedatangan kita kesini, untuk mewarkan Wulan untuk jadi model, koleksi baju baju maupun barang barang di toko saya." Lanjut Radit yang kasih tahu maksud kedatangan ke rumah sakit bersama Nesya

__ADS_1


" Kita lihat Wulan punya potensi untuk jadi model, soal bayarannya kita terserah Wulan maunyaa berapa? jika sesuai pendapatan UMK perbulannya akan kita berikan? bagaimana apa Wulan setuju kerja sebagai model? dan apa Agus mengijinkan Wulan untuk kerja?" Tanya Nesya melihat Agus dan Wulan.


" Saya sih terserah Agus saja, jika diberikan ijin yah saya akan berusaha kerja seprofesional mungkin." Lanjut Wulan bahagia karena Nesya menawarkan pekerjaan yang bagus untuk Wulan.


" Saya ijin kan Wulan jadi model, selama Wulan tidak merasa kelelahan dan jatuh sakit saya tidak masalah ko, saya suka calon istri saya punya pekerjaan menjadi model." Lanjut Agus yang tidak keberatan jika Wulan kerja


" Serius sayang? terimakasih sayang sudah memberikan aku ijin untuk bekerja sayang." Tanya Wulan bahagia, karena Agus memberikan ijin untuk Wulan kerja yang bener.


" Serius sayang, aku tidak akan melarang kamu bekerja sayang, selama kita belum menikah tidak masalah kamu kerja apapun sayang, terimakasih sudah minta ijin ke aku." Lanjut Agus bahagia karena Wulan menghargai Agus sampai minta ijin segala


" Iyah Radit nanti saya datang ke ruko besok, terimakasih Radit dan Nesya sudah memberikan pekerjaan untuk saya." Lanjut Wulan bahagia, karena kali ini pekerjaan yang ditawarkan Nesya lebih baik dari pada jadi ART seperti dulu.


Dilain sisi, Bowo dan Santoso nongkrong bersama, setelah pulang kerja, Bowo melihat perempuan seksi duduk sendirian di cafe, langsung menghampirinya

__ADS_1


" Duduk sendirian saja, apa boleh saya temani?" Tanya Bowo, mata nakalnya melihat perempuan didepannya dari atas kepala sampai bawah kaki.


" Tentu boleh, silahkan saja kebetulan saya makan sendirian kok." Ucap perempuan didepan nya Bowo, dengan centil.


" Setelah makan rencananya kemana?" Tanya Bowo basa basi, berharap bisa bersenang senang sepanjang malam.


" Belum tahu kemana, memangnya kenapa?" Tanya perempuan didepannya Bowo dengan centil, sambil merapihkan rambutnya


" Bagaimana kalo ikut saya jalan jalan? dari pada tidak tahu mau kemana kan?" Tanya Bowo, kakinya sengaja senggol kaki perempuan didepannya


" Hemm, boleh juga sih, bagaimana setelah makan? oh yah anda tidak habiskan makanan anda?". Tanya perempuan didepan Bowo, menahan geli dikakinya karena. Bowo sengaja senggol kakinya


" Oh sudah selesai sih, yah sudah gabung yuk bersama temen saya, kita bisa langsung jalan jalan kalo begitu " Lanjut Bowo senyum puas, karena rayuannya berhasil

__ADS_1


" Tentu boleh" Lanjut Perempuan didepan nya Bowo, membalas kaki nya Bowo untuk disenggol


Bowo langsung berdiri dan ngajak perempuan didepannya untuk jalan menuju Santoso, yang dari tadi duduk melihat Bowo merayu perempuan yang tadi duduk sendirian.


__ADS_2