Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
mimpi yah kamu Wulan


__ADS_3

Nesya kasih tahu alasannya untuk datang ke rumahnya Agus, Agus merasa bahagia dan bangga melihat penampilannya Nesya yang sekarang sudah berubah dan jauh lebih cantik dari Nesya yang dulu.


" Saya ke sini untuk memberikan surat perceraian ini, dan saya mau kasih tahu kalo perusahaan sudah bangkit dari keterpurukannya" Ucap Nesya dengan bangga, Nesya memberikan surat perceraian ke Agus dan kasih lihat bukti kalo perusahaan sudah kembali normal.


" Kamu serius Nesya? berarti mas Agus bisa kembali memimpin perusahaan?" Tanya Wulan dengan bahagia, karena yang Wulan tahu Agus adalah pemimpin perusahaan.


" Hahahaha, mimpi yah kamu Wulan, setelah saya resmi bercerai perusahaan itu sepenuhnya milik saya, karena mertua saya kasih semua harta Agus ke saya jika Agus terbukti selingkuh dan tidak bisa bersikap adil. dan Selama ini kamu sudah sepenuhnya menguasai Agus perhatian, waktu, dan finansial saat Agus diatas kamu dengan mudah dan santai memanfaatkan nya kan. dan membiarkan Agus mengabaikan saya." Lanjut Nesya dengan sombongnya, Nesya sudah merasa puas menyiksa Agus dan Wulan sampai sekarang.


" Apa Nesya, jadi selama ini kamu tahu kalo perusahaan sudah bangkrut? tega sekali membiarkan saya hidup susah seperti ini?" Tanya Agus tidak menyangka Nesya tidak peduli, dengan kondisi Agus sama sekali

__ADS_1


" Saya baru tahu saat saya ketemu Bowo, untuk membicarakan perusahaan jika saya bercerai dengan kamu, dan betapa kagetnya saya jika perusahaan diambang kehancuran, dan saya yang membuat kamu dan istri sampah kamu keluar dari rumah saya dan kehilangan mobil. karena kalian tidak pantas mendapatkan harta saya sedikit pun." Lanjut Nesya sengaja bersikap sombong, memberikan balasan yang perih untuk Agus yang tidak bisa bersyukur atas nikmat yang diterimanya.


" Apa Nesya? sial sekali kamu jadi perempuan? kamu kan tahu saya lagi hamil muda, karena kamu saya harus hidup susah seperti ini jahatnya kamu?" Tanya Wulan penuh amarah, tidak menyangka penderitaannya karena ulah Nesya.


" Saya setuju apa yang dilakukan Nesya ke kalian, kalo bukan karena Nesya banyak orang yang kehilangan pekerjaan, hidup susah, dan nasip keluarganya akan ikut hancur karena keegoisan kalian." Ucap Bowo menatap Wulan penuh amarah.


" Selain itu, modal usaha yang kalian nikmati sekarang karena Nesya, dan Nesya pun memberikan pinjaman dengan bunga, supaya kalian tidak seenaknya lagi, jika kalian seperti dulu, kalian semakin sengsara hutang lebih besar karena bunga, dan kalian semakin tidak memiliki apapun." Ucap Santoso dengan sombongnya sesuai keinginan Nesya.


"Apa modal usaha ini atas perintah Nesya? kamu kenapa sejahat ini sama saya Nesya? apa kamu tidak bisa memaafkan kesalahan saya sedikit pun?" Tanya Agus semakin tidak menyangka istrinya bisa setega ini, dan setega ini membiarkan hidup Agus jadi orang susah.

__ADS_1


" Hahahaha, memaafkan? kamu lupa bagaimana sombong dan angkuhnya kamu saat membawa istri kamu ke rumah hah? bagaimana angkuhnya kamu perintah saya membersihkan rumah sekaligus melayani apapun kebutuhan istri kamu karena lagi hamil hah? ngaca Agus, sudah susah seperti ini menyalah kan saya?" Tanya Nesya dengan ketawa meremehkan melihat Agus dan Wulan.


" Pantas kalian bertiga kesini, terus mau kalian apa sekarang? kalian sudah puas balas dendamnya?" Tanya Wulan semakin kesal, karena semua penderitaan nya terjadi karena Nesya


" Puas sekali, sekarang perintah kan suami kamu tanda tangan surat cerai ini, kalian tidak mendapat kan harta saya sedikit pun setelah sidang perceraian." Lanjut Nesya senyum sinis melihat Agus sekarang sama sekali tidak berdaya.


" Selain itu bro, kamu harus bisa bayar hutang tepat waktu, jika tidak hidup kamu semakin sengsara. apa lagi istri sampah kamu akan melahirkan membutuhkan biaya cukup banyak dan biaya hidup semakin banyak." Lanjut Santoso terpaksa bersikap seperti ini, Agus kalo tidak dikerjain seperti ini tidak akan menyesal.


" Nesya enak sekali melarang Agus mendapatkan hartanya sama sekali, Agus sudah bertahun tahun menjalan kan perusahaan, masa sih tidak mendapatkan apapun setelah resmi bercerai?" Tanya Wulan tidak terima jika Agus tidak mendapatkan apapun, Wulan tidak mau Agus tidak memiliki uang sama sekali.

__ADS_1


" Hahahaha, perempuan ini sudah gila, temen temen lebih baik sekarang kita pulang. kita kesini saat mereka bayar hutang dan ketemu di persidangan perceraian saya saja. jangan sering ketemu mereka, pasti ikut gila seperti mereka. hahaha" Ledek Nesya ketawa puas, Nesya malas sekali menjawab ucapan Wulan sama sekali bagi Nesya, Agus dan Wulan adalah sampah di masa lalunya.


Santoso, Bowo, dan Radit. ikutin Nesya keluar dari rumahnya Agus, membiarkan Agus dan Wulan ribut dengan apa yang Nesya sampai kan tadi bersama Santoso, Bowo, dan Radit.


__ADS_2