Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Berharap saja Nesya mau memaafkan kamu


__ADS_3

Agus menurunkan Wulan di apartemen nya, dan mengantar Wulan untuk masuk kedalam unit apartemen nya, sejujurnya Agus tidak tega meninggalkan Wulan sendirian


" Maafkan aku sayang, aku harus ke rumah melihat kondisinya Nesya. besok aku janji akan kesini lagi." Ucap Agus merasa bersalah, sudah merusak hari bahagianya Wulan


' Iyah sayang, hati hati dijalan.' Ucap Wulan, Wulan mencium Agus sebelum membiarkan Agus pergi bersama Bowo.


Agus minta Bowo baawa mobilnya dengan kecepatan penuh, karena Agus takut terjadi apa apa dengan Nesya bisa bisa dirinya jatuh miskin kalo ketahuan menelantarkan Nesya selama ini.


" Radit bilang, Nesya koma dan sudah ada di rumah sakit." Ucap Bowo melihat Agus yang terlihat murung, Bowo tidak bisa memprediksikan ekspresi murungnya Agus karena takut kehilangan Nesya atau takut perusahaannya hancur.

__ADS_1


" Walaupun di rumah tidak ada ART, untungnya masih ada Radit yang bisa membantu Nesya dan untungnya Radit laki laki baik tidak akan seenaknya ke Nesya lagian dia perempuan culun, mana mau Radit sama perempuan kampungan seperti Nesya hahaha." Ledek Agus dengan ketawa puas, kalo bukan karena orang tuanya mana mau menikahi Nesya.


" Saya lihat lihat Nesya perempuan cantik loh, kemarin pas dia tidur saya lihat secara langsung, memangnya saja dia tidak suka dandan menor seperti Wulan. Berharap saja Nesya mau memaafkan kamu selama ini mengabaikan Nesya." Lanjut Bowo melihat Agus yang terlihat marah karena ucapannya.


" Dia kan cinta sekali dengan saya, mana ada yang mau laki laki normal dengan perempuan kumel seperti Nesya, saya yakin mau memaafkan saya, saya tidak akan biarkan dia meninggal kan saya, karena saya punya kewajiban menafkahi Wulan dan kita berencana program punya anak. butuh biaya sangat banyak." Lanjut Agus percaya diri, kalo Nesya tidak akan mudah meninggalkan nya, karena selama ini cuek dan tidak memberikan kabar pun Nesya tidak pernah marah sama sekali.


" Yah kita lihat saja." Lanjut Bowo malas komentar lebih banyak, komentar banyak pun percuma karena diotak dan hatinya cuman ada Wulan seorang perempuan matre yang tidak tahu diri.


" Nes, bangun dong, katanya mau buka butik dan mau mandiri tidak mau bergantung bersama suami cuek kamu itu. semuanya sudah siap loh, lowongan pekerjaan sudah saya sebar informasinya. masa pemilik toko seperti ini sih." Ucap Radit dengan pelan, Radit tidak ingin kehilangan Nesya, berharap Nesya mau membuka matanya.

__ADS_1


" Bagaimana kondisinya Nesya?" Tanya Agus tiba tiba masuk kedalam kamar perawatannya Nesya.


" Masih sama pak, masih memejamkan matanya, walaupun panasnya sudah turun tapi Nesya masih koma." Ucap Radit menatap Nesya dengan sedih


" Yah sudah kamu tungguin dia sampai bangun, kalo butuh apa apa telefon saya saja, saya mau pulang karena badan saya sangat lelah, tadi saya sudah bayar semua biaya pengobatannya Nesya." Ucap Agus cuek, Agus tidak sabar ingin ketemu Wulan dan gulet panas sebelum tidur.


" Anda baru datang pak, apa tidak sebaiknya anda yang temani Nesya disini pak? ajak ngobrol Nesya pak supaya cepat sadar pak?" Tanya Radit heran dengan sikapnya Agus sama sekali tidak peduli dengan keadaan istrinya.


" Sampai besok disini bro, pagi baru kamu ke kantor bareng saya." Bujuk Bowo, Bowo tidak ingin Radit berfikir negatif atas sikap cueknya Agus.

__ADS_1


" Ah kalian ini, baik lah, kalian berdua pulang lah, biar saya tungguin dia disini, kalian siapkan makanan dan baju ganti saya." Lanjut Agus dengan kesal, keinginan ketemu dengan Wulan gagal total.


" Nah begitu dong, baik lah akan saya bawakan makanan, baju tidur, dan baju kerja untuk besok." Lanjut Bowo bahagia karena setidaknya Agus mau luluh juga.


__ADS_2