
Agus yang pusing ribut bersama Wulan, memutus kan nunggu diwarung saja, beruntungnya Agus simpan bahan masakan didalam kulkas jadi Agus bisa masak didalam warung.
" Pusingnya punya istri yang tidak mau melakukan apapun, selama hamil apa lagi selama sembilan bulan astaga. jadi rindu Nesya jadinya, dimana yah dia sekarang dan penasaran Nesya tinggal dimana sampai sekarang tidak ada kabar sama sekali." Ucap Agus langsung masak nugget, Lagi lagi Agus rindu sosok istri yang sekarang seolah hilang ditelan bumi. begitu sulit untuk ditemui.
Dilain sisi, Nesya ketemuan bersama Bowo dan Santoso untuk mengatur rencana, untuk ke rumah barunya Agus, karena Nesya ingin secepatnya cerai karena Nesya sudah jadian bersama Radit.
" Yah sudah sekarang saja kita kesana, kamu siap kan yang bisa dibawa, begitu juga dengan saya, supaya Agus dan Wulan semakin stres dengan kehadiran kita." Ucap Santoso, yang ingin menagih pinjaman nya Agus.
__ADS_1
" Ide yang bagus, baik lah saya akan siap kan semuanya, dan dibantu Radit sekarang, soalnya saya dan Radit sudah jadian membuat saya tidak ingin Radit di cap perebut istri orang apa lagi dianggap selingkuh." Ucap Nesya yang tidak tega, jika Radit dicap plakor.
" Serius sudah jadian? selamat yah Radit akhirnya bisa meluluhkan hatinya Nesya? bahagiakan Nesya yah, karena selama ini Nesya tidak merasakan kebahagian dan perhatian dari suaminya?" Tanya Bowo ikut bahagia, mendengar Nesya dan Radit sudah jadian.
" Iyah serius, tadi kita jadian nya, insya Allah saya akan membahagiakan dan menjaga Nesya penuh dengan cinta. sudah cukup penderitaannya Nesya, sudah waktunya Nesya mendapatkan kebahagian yang baru." Ucap Radit, Radit berharap selalu mampu setia dan selalu bisa membahagiakan Nesya dengan berbagai cara.
Santoso dan Bowo ikut bahagia, karena akhirnya Nesya mendapatkan penggantinya Agus. walaupun belum resmi bercerai setidaknya Nesya tidak merasakan kesendirian lagi.
__ADS_1
Dilain sisi, Wulan bener bener kesel, dengan Agus yang tidak menghargai masakannya sama sekali, Wulan sudah cape cape masak walaupun hasilnya gagal, membuat Wulan membuang semua hasil masakannya saking keselnya.
" Biarin deh mati perlahan, mas Agus sudah tidak sayang lagi ke aku, sudah tega siksa aku hidup susah seperti ini dan tidak menghargai masakan sama sekali, sudah susah susah masak dihargai kek, ini justru marah marah tidak jelas." Protes Wulan dengan kesalnya, Wulan merapihkan dapur sendirian, karena malas minta bantuan Agus walaupun badan semakin lelah dan sakit, tapi Wulan sudah tidak peduli sama sekali.
Dilain sisi, Nesya menyiapkan surat perceraian, surat surat memiliki toko sendirian, bahkan Nesya mampu biayai pengeluaran perusahaan diakibatkan keteledoran Agus selama kenal Wulan selama ini.
" Semuanya sudah lengkap, tidak sabar melihat ekspresi mas Agus dan perempuan sampah itu, saat tahu saya mampu membuat perusahaan bangkit kembali setelah mengalami krisis dan tidak membuat karyawan kehilangan pekerjaan." Ucap Nesya dengan bangganya
__ADS_1
Nesya memasukan dokumen yang dibutuhkan saat ketemu Agus dan Wulan, kedalam tas kerjanya yang sengaja Bowo tawarin ke Nesya karena sewaktu waktu Nesya pasti akan ke perusahaannya.