
Wulan menahan rasa sakit akhirnya memaksakan diri untuk pulang ke kontrakannya Agus, Wulan tidak memiliki siapapun di kota ini, membuat Wulan tidak tahu harus kemana. disaat Wulan sampai di kontrakan betapa kagetnya melihat barang barangnya, sudah ada di depan rumah.
" Agus, apa apaan ini? kenapa semua barang barang saya ada disini?" Tanya Wulan dengan kesalnya.
" Baru dari rumah sakit, langsung pulang kasihan sekali kamu, tidak ada biaya sama sekali yah, mulai sekarang kamu bukan istri saya lagi, silahkan keluar dari sini, kamu manusia sampah bagi hidup saya dan saya menyesal memungut kamu." Ucap Agus dengan tegasnya, menatap sinis melihat Wulan mulai nangis.
" Astaga bener bener tega kamu jadi manusia, saya lagi kesakitan habis keguguran justru di usir seperti ini, kejamnya kamu jadi manusia." Ucap Wulan ambil tasnya, walaupun menahan sakit tapi Wulan berusaha untuk bisa tegar didepan Agus.
" Sampah seperti kamu wajib dibuang, dengan begini saya lebih bebas mendekati Nesya tanpa ada pengganggu sama sekali." Tegas Agus merasa bersyukur akhirnya bisa bebas dari Wulan dan berharap bisa kembali bersama Nesya.
" Hati hati kebanyakan mimpi nanti semakin gila kamu, kalo saya lepas dari kamu bisa mencari lebih baik dari kamu, sedangkan kamu semakin gila kehilangan saya dan semakin jauh dari nesya. mana mau Nesya kembali bersama laki laki gila seperti kamu." Ledek Wulan, Wulan menatap Agus dengan tatapan sinis, dan pelan pelan jalan meninggalkan rumah kontrakannya Agus.
Agus mengepalkan tangannya,setelau mendengar hinaan yang disampaikan Wulan tadi, Agus langsung masuk kedalam rumah dari pada melihat Wulan kesulitan jalan meninggalkan rumahnya.
__ADS_1
Dilain sisi, Bowo koreksi proposal yang dibuat Nesya, Bowo senyum bangga karena Nesya semakin menguasai pekerjaannya.
" Alhamdulillah Nesya, kamu semakin hebat dan saya semakin yakin kamu mampu menjalan kan perusahaan ini dengan baik." Ucap Bowo merasa bangga karena Nesya semakin menguasai pekerjaannya
" Alhamdulillah yah, semakin tidak sabar mengisi hari hari saya duduk di kursi kebesaran ini. saya akan bekerja semaksimal mungkin memimpin perusahaan ini, yah sudah saya pulang dulu yah, sampai ketemu besok Bowo." Ucap Nesya merasa bahagia karena semakin membangga
" Yah sudah sana, siap siap yah, untuk pidato besok." Lanjut Bowo, Bowo merasa menyesal baru deket dengan Nesya setelah Nesya jadian dengan Radit.
Radit dan Nesya langsung pergi meninggalkan ruangannya Nesya, Nesya ingin menyiapkan hari bersejarah bagi hidupnya Nesya
" Silahkan saja, tunggu diluar, karena percuma Bu Nesya pergi dari pagi sampai sekarang belum pulang." Tegas Satpam dirumahnya Nesya
" Tidak masalah bagi saya" Tegas Agus tidak mau menyerah sebelum rujuk dari Nesya, untuk kembalikan kondisi ekonomi nya.
__ADS_1
Tidak lama Agus berdiri didepan pagar rumahnya Nesya, mobil Nesya sampai rumah dan betapa kagetnya Nesya melihat Agus ada di depan rumahnya.
" Mau apa lagi kamu kesini? sudah jelas kan kita bercerai?" Tanya Nesya males melihat Agus lagi
" Aku tahu kamu terpaksa mengajukan perceraian karena ada Wulan kan? tenang saja perempuan itu sudah keguguran karena kebodohan dia dan dia sudah aku usir dari rumah hari ini juga. jadi tidak ada penghalang untuk memperbaiki rumah tangga kita sayang." Ucap Agus berharap Nesya mau luluh dan mau kembali.
" Kamu manusia macam apa hah? istri keguguran bukannya di tenangkan ini justru di usir dari rumah? kamu manusia bener bener tega Agus. jangan harap dan mimpi setelah kamu usir Wulan membuat saya mau kembali bersama kamu? kamu manusia paling menjijikan yang pernah saya kenal?" Tanya Nesya tidak habis pikir bisa bisanya Agus dengan teganya usir Wulan setelah keguguran
" Sorry bro, sekarang Nesya milik saya, setelah kalian resmi bercerai saya dan Nesya akan segera nikah. jadi tolong jangan ganggu Nesya lagi." Tegas Rudi sudah cukup sabar menghadapi keegoisan Agus selama ini.
" Hahahaha, mimpi kamu mau mendapatkan majikan kamu, ingat Drajat kamu Radit." Ledek Agus tidak terima jika Radit dan Nesya jadian.
" Sayang, masuk yuk biarin Agus gila ini di luar rumah saja, biar dia diladeninya oleh satpam saja." Lanjut Nesya langsung gandeng tangannya Radit dan ngajak Radit masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Agus berusaha menghalangi langkah Nesya kalah cepat dengan gerakan satpam dan anjing penjaga, membuat Agus tidak berani nekat masuk kedalam rumah Nesya. Agus semakin benci dengan Radit berani nya rebut Nesya dari hidupnya.