
Nesya dan Radit turun dari mobilnya dan jalan menuju lobi kantor, Nesya mengerutkan keningnya karena Nesya melihat Agus duduk sendirian di kursi taman.
" Dia ngapain disitu?" Tanya Nesya merasa bingung, karena masih pagi Agus sudah ke kantor.
" Dia siapa sayang?" Tanya Radit bingung dengan maksudnya Nesya.
" Siapa maksud anda Bu Nesya?" Tanya satpam kantor.
Nesya nunjuk orang yang dimaksudnya, Satpam yang hafal baju Agus tadi langsung bilang ke Nesya jika tadi Agus datang ke kantor.
" Ternyata tidak pulang, padahal tadi saya sudah bilang pak Agus untuk pulang Bu." Ucap satpam kantor yang merasa takut, jika Nesya marah.
__ADS_1
" Yah sudah tidak masalah pak, biar saya dan Radit yang ketemu dia, mau apa lagi dia disini." Ucap Nesya yang kesel melihat Agus, dia yang dulu sia sia kan Nesya, mengabaikan Nesya, dan sekarang datang menemui Nesya saat Nesya semakin yakin bercerai.
" Ya sudah yuk sayang, aku tidak mau calon istri aku di ganggu terus menerus oleh Agus." Ucap Radit ikut kesel, karena Agus tidak pernah menyerah.
Nesya dan Radit jalan mendekati Agus yang duduk sendirian di bangku taman kantor, Agus yang melihat Nesya datang langsung senyum bahagia.
" Selamat pagi sayang, aku sudah menunggu kamu dari tadi disini sayang." Ucap Agus dengan percaya diri.
" Aku tahu sayang, kamu menjadikan Radit pasti sebagai pelarian saja dan supaya aku cemburu kan sayang, aku tahu kamu mencintai aku kan. masa kamu mau bersama supir seperti Radit sayang, malu kali jika keluarga besar kamu tahu." Lanjut Agus dengan sombongnya, Agus tidak menyangka Radit berani sekali menggoda Nesya padahal statusnya Nesya masih istri sahnya.
Bugh
__ADS_1
Satu tonjokan mendarat sempurna dipipinya Agus, Radit yang kesal akhirnya menghajar Agus, enak sekali menghina Radit seperti itu.
" Lebih baik saya pak, bisa menghargai perempuan apa lagi Nesya perempuan baik baik, yang pantas di cintai dan diberikan perhatian, bukannya diabaikan seperti ini. anda sudah membuang perempuan sempurna seperti Nesya, lebih memilih perempuan tidak ada gunanya seperti Wulan. dan sekarang anda ngemis ngemis untuk kembali bersama Nesya, jangan harap Nesya mau bersama anda lagi, dan saya akan melindungi Nesya dari laki laki tidak ada gunanya seperti anda!" Bentak Radit penuh amarah, Radit tidak menyangka jika Agus seegois ini.
" Apa setiap orang tidak boleh mendapatkan kesempatan kedua, untuk memperbaiki kesalahannya? begitu juga dengan aku sayang? aku ingin sekali memperbaiki rumah tangga kita sayang, aku sudah membuang Wulan perempuan penggoda itu, demi bisa kembali bersama kamu." Lanjut Agus berusaha meyakinkan Nesya, jika Agus bener bener serius mau memperbaiki rumah tangganya
" Dasar cowok kejam, walaupun saya sudah tidak ingin bersama kamu setidaknya kamu hargai istri kamu, hargai dia dan sayangi dia. Wulan perempuan pilihan kamu bukannya kamu buang begitu saja. jangan egois jadi laki laki Agus, saya semakin tidak ingin kembali bersama kamu, karena kamu laki laki kejam dan egois." Tegas Nesya menatap sinis ke Agus, cowok payah yang tidak punya hati sama sekali.
" Kita kembali ke kantor saja sayang, percuma ngobrol bersama tembok seperti dia, cuman buang buang waktu saja." Sambung Nesya langsung gandeng tangannya Radit dan ajak Radit melanjut kan jalannya untuk masuk kedalam kantor.
" Cara baik baik tidak bisa, akan aku pakai cara kasar bahkan licik, aku yakin ada waktunya kamu sendirian sayang." Batin Agus, mengepalkan tangannya melihat Nesya dan Radit jalan begitu saja meninggal kannya.
__ADS_1