
Wulan mulai membiasakan merapihkan rumahnya, walaupun kesel melakukannya tapi Wulan tidak ada pilihan sama sekali selain mengalah, dan menjalan kan kewajiban sebagai ibu rumah tangga.
" Huh, ternyata jadi ibu rumah tangga itu tidak enak, cape sekali mengerjakan semuanya sendirian. andaikan bisa pakai jasa ART pasti tidak akan secape ini." Protes Wulan yang merasa lelah, setelah cuci baju harus melanjut kan sapu rumah.
Wulan pelan pelan sapu rumahnya, supaya tidak membahayakan janinnya, yang terlalu dipaksakan beraktifitas terus menerus.
Dilain sisi, Agus siap siap ke rumahnya Nesya, Agus sudah bertekad memperbaiki rumah tangganya sebelum resmi bercerai.
" Harus berhasil meluluhkan hatinya Nesya, rela deh meninggal kan Wulan yang tidak ada gunanya sama sekali." Ucap Agus, Agus diam diam membeli parfum supaya semakin cool dengan wangi parfum saat ketemu Nesya.
__ADS_1
Dilain sisi, Santoso dan Bowo kaget saat mendengar ceritanya Nesya jika Agus nekad ingin ketemu Nesya, dan minta rujuk kembali.
" Enak saja, disaat diatas dia seenaknya ke kamu, eh sekarang sudah dibawah baru sadar jika kamu istri yang lebih baik dari selingkuhannya." Protes Santoso tidak terima, perempuan disakiti berbulan bulan, eh sekarang ngaku hilaf dan minta kembali.
" Jangan mau Nesya, walaupun memang benar dia mau rujuk, tapi kasihan juga Wulan lagi hamil masa harus dibuang begitu saja, kasihan anaknya nanti saat jauh dari Agus, akan dikucilkan karena kesalahan orang tua dan Wulan korban keegoisan Agus yang tidak ada rasa bersyukur dengan keadaan dia yang hidup enak di masa lalu kan." Ucap Bowo, merasakan bagaimana Agus saat jaya jaya nya dan merasa kan bagaimana Agus di ambang kehancuran, bukannya berusaha lebih peduli ke perusahaan ini justru semakin mengabaikan tanggung jawab, dengan alasan Wulan tidak bisa ditinggal sama sekali.
" Kamu tetep tinggal dirumah, akan ada ART, anjing penjaga, dan satpam. selama proses perceraian kalian, kamu akan dijaga ketat setiap kamu di rumah tanpa ada kita bertiga." Lanjut Santoso, yang menjamin keselamatan dan keamanan Nesya.
" Terimakasih yah atas kepedulian yang kalian berikan untuk saya, saya jadi lega sekarang jika ada di rumah sendirian." Ucap Nesya merasa lega karena Santoso, Bowo, dan Radit. menjamin keselamatan dan keamanan Nesya selama di rumah sendirian.
__ADS_1
Nesya mengajak Santoso dan Bowo sarapan bersama sebelum keduanya, berangkat kerja dan memulai aktifitas paginya. Radit membantu Nesya menyiapkan sarapan bersama, Radit semenjak tinggal satu ruko bersama Nesya jadi bisa belajar masak dan hasil masakannya tidak mengecewakan sama sekali.
Dilain sisi, Wulan melihat Agus rapih padahal masih pagi, tidak biasanya Agus pagi pagi sudah rapih.
" Saya mau ketemu Nesya, kamu jagain warung yah selama saya pergi, kamu masak yah supaya saya pulang sudah bisa langsung makan." Ucap Agus seenaknya, dan melihat Wulan dengan senyum sinis.
" Enak sekali ayah, memangnya bunda apa diperintah seperti itu?" Tanya Wulan kesel mendengar ucapannya Agus yang seenaknya.
" Hahahaha, kamu lupa saat kamu ke rumah saya, kamu memperlakukan Nesya seperti ini kan, jadi jangan protes dan kerjakan apa yang saya perintah kan ke kamu tadi." Lanjut Agus dengan sombongnya, Agus menatap Wulan dengan sinis, dan langsung pergi begitu saja.
__ADS_1
Wulan mengepalkan tangannya setelah mendengar ucapan Agus barusan, yang semakin seenaknya ke Wulan.