Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Aku ingin pernikahan kita resmi


__ADS_3

Wulan dan Agus pulang ke apatermen dengan perasaan bahagia, Agus memerintah kan bodyguard untuk membelikan makanan, buah, dan susu ibu hamil.


" Sayang, selama aku hamil kan banyak makan, pasti semakin gemuk selama sembilan bulan. Apa ayah akan setia dengan keadaan baru aku?" Tanya Wulan manja dan kwatir


" Yah setia dong sayang, jangan kwatir yah, bunda seperti ini kan karena aku juga, masa aku tinggalin bunda karena gemuk karena anak aku sih." Ucap Agus meluk Wulan, supaya mengurangi rasa kwatirnya Wulan.


" Sayang, aku ingin pernikahan kita resmi, karena saat anak kita lahir akan banyak surat surat yang bakal dibutuhkan untuk masa depan anak kita." Lanjut Wulan, Wulan tidak ingin rumah tangganya dirahasiakan terus menerus.


" Resmi yah, baik lah nanti akan aku cari waktu yang pas untuk bunda ketemu Nesya langsung, aku setuju sayang." Lanjut Agus setuju dengan keinginan Wulan, bagi Agus sekarang Wulan adalah segalanya membuat Agus akan melakukan apapun demi kebahagian Wulan dan anaknya.

__ADS_1


" Aku tunggu kabar baiknya sayang" Lanjut Wulan merasa bahagia, karena akhirnya Agus mau meresmikan pernikahannya, Wulan tidak ingin masa depan anaknya jadi sulit karena status pernikahan yang cuman nikah sirih


Dilain sisi, Radit melihat Nesya sibuk dengan mesin jahit, membuat Radit tidak bosan menatap Nesya yang diam diam mengisi hatinya.


" Nesya kalo lagi serius terlihat cantik sekali" Batin Radit, Radit senyum senyum sendiri melihat Nesya.


" Radit, mau sampai kapan yah rumah tangga saya seperti ini terus, tidak ada komunikasi dengan mas Agus, kewajiban mas Agus juga dia telantarkan, nafkah kebutuhan hari hari saya juga tidak sepenuhnya dia penuhi." Ucap Nesya merasa bosan dengan pernikahannya, yang tidak sehat karena Agus selalu sibuk bekerja diluar kota setiap hari, bahkan tidak pernah nelefon sama sekali.


" Bercerai yah, kalo cerai mas Agus tidak akan memiliki apapun, karena semua harta yang mas Agus jalan kan sepenuhnya punya saya. apa Setega itu saya membuat mas Agus jadi miskin karena perceraian?" Tanya Nesya merasa tidak tega, membuat Agus jadi orang susah

__ADS_1


" Ya harus tega lah Nesya, Agus saja tega menelantarkan kamu kan selama ini. yah terserah kamu kalo mau bertahan dengan pernikahan ini, tapi kamu selalu merasa kesepian dan tidak bahagia sama sekali." Lanjut Radit yang faham dan wajar kalo Nesya ragu untuk memutuskan perceraian


" Nanti saya pikirkan saran kamu, terimakasih yah selalu bisa diajak berbagi cerita." Lanjut Nesya senyum bahagia, karena Radit selalu mengerti apa saja yang Nesya rasakan selama ini.


Dilain sisi, Agus ngelus lembut perutnya Wulan yang terlihat masih rata, Agus melihat Wulan merasa bahagia, tidak sabar menunggu hari Wulan melahirkan anak pertamanya.


" Bunda sayang, anak kita lagi apa yah sayang" Ucap Agus penasaran


" Entah lah sayang, oh yah kamu rencanakan resepsi pernikahan yang bunda ingin kan seperti apa, undangannya bunda yang pilih, dan saouvenirnya juga. konsep resepsi pernikahan kita, aku serahkan semuanya sesuai selera bunda sayang."Lanjut Agus, Agus tidak menyangka bakal melaksanakan resepsi pernikahan yang kedua kalinya

__ADS_1


" Iyah sayang, nanti aku pikirkan konsepnya yah, aku tidak sabar kita meresmikan pernikahan kita sayang." Lanjut Wulan, Wulan mencium keningnya Agus dengan rasa bahagia.


__ADS_2