Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Penjagaan Ketat


__ADS_3

"Aku minta dikumpulkan semua anak buah Pak Ucup masing-masing ada satu orang yang sangat piawai dalam ilmu bela dirinya untuk menjaga kedua sahabatku dan keluargaku bisa apa Ucup? Karena aku takut Bosnya Roby akan menyelidiki kekayaanku tampaknya mereka ingin membuat jatuh miskin dan mati perlahan-lahan," pinta Andin.


"Insya Allah bisa Bu Andin, aku akan mengumpulkan seluruh anak buahku dan akan disebar sesuai permintaan Bu Andin," jawab Ucup.


"Pak Untung tolong pasang CCTV di rumahku dan tidak boleh ada yang tahu di mana letak CCTV. Intinya CCTV itu tersembunyi pusat kontrol CCTV letakkan di kamarku, tapi nanti pasangnya pas keluarga suami saya tidak ada di rumah," ucap Andin.


"Baik Bu Andin, saya akan menyiapkan CCTV. Mau berapa titik untuk dipasang?" tanya Untung.


"9 titik agar bisa lebih dipantau secara keseluruhan setiap sudut. Aku juga minta, nanti di rumah barunya Luna terpasang CCTV. Aku tidak mau sahabatku ini sampai ada berita kematiannya yang kedua kali," pinta Andin.


"Baik Bu, saya akan menyiapkan kemungkinan besok saya akan pasang CCTV di rumah Mbak Luna terlebih dahulu, nanti jika keluarga suami Ibu tidak ada di rumah maka saya akan memasangnya," ucap Untung.


"Luna nanti bantu aku. Aku akan tetap desain karena tangan kananku masih bisa berfungsi. Aku pinjam tangan kirimu. Aku minta bantuan karena kamu yang tahu sela-sela untuk promosi desainku dan aku minta bantuan ketika aku gambar kamu juga ikut membantuku," pinta Andin.


"Aku siap Din, membantu kamu. Aku akan dukung semua aktivitas kamu," ucap Luna.


"Sepertinya aku sudah membicarakan semuanya kepada kalian. Semoga kita bisa bekerja sama untuk misi aku ini karena kami bertiga Aku, Alice, dan Angel memang terlihat menjadi incaran bos mafia. Aku tidak tahu apa tujuan mereka mengincar kami bertiga dan ini juga menyangkut keberlangsungan Kampung Desain karena Kampung Desain bisa berjalan atas otak kami bertiga. Jadi aku mohon kepada Pak Ucup untuk menjaga kedua sahabatku dan juga keluargaku. Jangan sampai kecolongan. Untuk pak Untung aku mohon untuk pasang CCTV setiap titik. Agar kita lebih waspada karena kita bukan menghadapi orang biasa, Lun kamu mau melihat rumah barumu sekarang atau besok?" tanya Andin.


"Besok aja Din, karena kan di rumah kamu hanya ada Mbak Ayu dan Natasha. Riki sedang keluar," jawab Luna.


Setelah mereka selesai melakukan rapat ketiga orang kepercayaan Andin meninggalkan kediaman Andin.


"Terima kasih kamu sudah membelikan aku rumah. Aku sayang kamu sebagai sahabatku bukan karena aku menginginkan hadiah darimu, tapi kasih sayangku murni aku berikan kepadamu sebagai sahabat lamaku," ucap Luna


"Lun aku nggak pernah berpikir bahwa kamu memanfaatkan aku justru karena dukunganmu yang mengajariku. Aku berani untuk melepaskan Rafif dan menjadi janda 1 tahun. Kini hasilnya kamu bisa lihat sendiri aku sudah menjadi CEO di pabrik kain ayahku dan juga aku mendirikan Kampung Desain yang merupakan ide dari kamu," ucap Andin.


"Aku juga mengucapkan terima kasih karena kamu sudah memikirkan keselamatan aku dan Alice," ucap Luna.


"Lun ajak kedua orang tua kamu, adikmu untuk tinggal di rumah baru agar keamanan bisa lebih terjamin. Karena jika mereka tetap di Bogor aku takut merekalah yang akan menjadi sasaran." Andin sangat memikirkan keselamatan keluarga Luna.


"Iya Din, aku akan jemput mereka di Bogor setelah aku melihat rumah baru sekalian besok aku membawa barang-barangku untuk aku pindahkan. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih sahabatku," ucap Luna sambil memegang lengan Andin.


"Ah kamu Lun seperti dengan siapa, memangnya kamu baru kenal aku setahun, 2 tahun? Kita ini sahabat nggak usah terlalu mengucapkan banyak terima kasih karena harus kita saling mendukung antara satu dan yang lainnya. Aku juga sayang kamu Lun," ucap Andin.


***


"Sayang, olesin salepnya pelan-pelan dong. Sakit banget, kayanya gemes banget kamu sama aku," protes Dariel ketika Alice sedang memberikan salep untuk memar di wajahnya.


"Kak Dariel, manja banget habisnya. Kan bisa pakai sendiri, kakak pegang kacanya terus oleskan salepnya," ucap Alice.


"Kamu nggak iklas obatin aku? Yah sudah sini, aku aja yang oleskan. Aku tahu kamu belum cinta sama aku." Dariel langsung mengambil salep memar dari tangan Alice.


Alice menghela nafasnya.


"Kak, kok Kakak marah sama aku? Yah sudah aku minta maaf jika aku membuat Kak Dariel marah. Hari juga sudah mulai mau malam, aku pulang aja." Alice hendak beranjak dari hadapan Dariel, tapi Dariel langsung menarik tangan Alice.

__ADS_1


"Alice, aku hanya ingin diperhatikan sama kamu. Maaf jika sikapku ke kanak-kanakan, aku antar kamu pulang," ucap Dariel.


"Aku bisa pulang sendiri Kak, kamu masih sakit istirahat aja di rumah," tolak Alice.


"Sayang, aku nggak akan membiarkan kamu pulang sendiri. Aku nggak mau mantan kamu berulah lagi. Aku nggak mau calon istriku kenapa-kenapa," ucap Dariel.


"Roby kemarin tertusuk Kak, jadi nggak mungkin dia mengejar aku lagi. Aku pulang aja sendiri, Kakak istirahat aja," tolak Alice kembali.


"Kamu nggak mau aku jaga, walaupun kamu terima lamaran kalau? Perasaan kamu enggan yah jika aku antar? Aku tahu kamu belum sayang sama aku, tapi aku was-was jika kamu pulang sendirian," ucap Alice.


"Kak Dariel, aku punya perasaan yang sama dengan Kakak. Kata siapa aku nggak sayang Kakak, aku malah khawatir jika Kakak mengantar aku. Kakak masih sakit." Dariel menyentuhku wajah Alice dengan kedua tangannya.


"Please, izinkan aku mengantar kamu," mohon Dariel.


"Baiklah Kak." Alice menerima tawaran Dariel.


Alice berpamitan dengan mama Dariel, tampak mama Dariel sangat menyayangi Alice. Alice dipeluk dengan sangat erat sebelum ia pulang. Mereka masuk ke dalam mobil, Dariel sangat perhatian dengan Alice. Dariel memakaikan sitbelt untuk Alice.


"Terima kasih Kak," ucap Alice. Dariel hanya tersenyum menatap Dariel.


Di dalam mobil Dariel dan Alice tidak ada percakapan apapun. Sesekali Alice melirik ke arah Dariel, tapi Dariel hanya fokus melihat jalanan.


'Apa Kak Dariel marah yah. Kok nggak ngomong apa-apa sih? Biasanya banyak omong ketika di mobil,' ucap batin Alice.


Hati Alice ketar ketir ketika ia merasa Dariel sedang marah kepada dia. Alice memberanikan diri untuk menyentuh tangan Dariel.


Dariel menatap Alice lalu ia melihat tangan Alice sudah memegang tangannya.


"Aku nggak marah sama kamu," jawab Dariel.


"Terus kenapa diam aja?" tanya Alice. Dariel malah menggenggam tangan Alice. Ia memasukkan celah jemari Alice dengan jemarinya. Membuat sentuhan tangan Dariel membuat pacu jantungnya berdebar-debar.


"Karena kamu diam," jawab Dariel.


Tangan mereka saling menggenggam beberapa menit. Mobil Alice memasuki pekarangan rumahnya.


"Kamu pulang naik apa Kak?" tanya Alice.


"Taksi online aja," jawab Dariel.


"Masuk dulu yuk Kak, aku kenalkan dengan orang tua aku," ajak Alice.


"Setelah wajahku nggak terlihat babak belur yah sayang, aku akan langsung menemui kedua orang tuamu bersama dengan mama untuk lamaran resmi," ucap Dariel.


"Hati-hati Kak di jalan, telepon aku jika sudah sampai." Dariel menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Mereka keluar dari dalam mobil Dariel melangkahkan kakinya untuk keluar dari pekarangan rumah Alice. Alice berlari kecil mengejar Dariel dan memanggil namanya.


"Kak," teriak Alice.


Dariel membalikkan tubuhnya.


CUP


Alice mengecup pipi Dariel.


"Aku sayang Kakak, selamat malam." Alice langsung berlari masuk ke dalam rumahnya.


Dariel mengelus-elus pipi nya karena pertama kali Alice mencium dirinya. Perasaan Dariel seperti bertaburan bunga-bunga melati, walaupun di Inggris sering kiss dengan mantan-mantannya terdahulu tapi perasaannya kali ini berbeda. Seakan ada bom bunga yang bertaburan di dalam hatinya.


Bersambung


Alice sedang kasmaran nih...


Jangan lupa komen-komen dan jempol para reader yang manis. Terima kasih yang sudah membaca, kasih jempol, tulis komen, yang subscribe, yang follow aku dan yang paling keren yang vote novel ini. Love you reader manis sekebon karet.


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)

__ADS_1




__ADS_2