
"Bu Andin, pria yang menyerang Mbak Luna ada di markas," ucap Ucup.
Andin mendapat telepon dari Ucup, ia mendengar cerita keseluruhan sebenarnya apa yang terjadi kenapa bisa kecolongan sampai Jimmy tertembak.
"Kenapa Luna bisa menurut aja diajak oleh pria itu?" tanya Andin di ujung telepon.
"Pria yang kami sekap namanya Bara, ia bilang menghipnotis Mbak Luna. Mbak Luna tidak sadar bahwa dia di bawa oleh Bara," jawab Ucup.
"Sekap dia sampai dia berkicau tentang bos besarnya," perintah Andin.
"Siap Bu," ucap Ucup tegas.
Telepon pun berakhir.
Andin menghampiri Alice, menanyakan keadaan Angel saat ini. Alice tidak berhasil membujuk Angel, Andin tak tega melihat sahabatnya mengalami trauma lagi.
"Mas, bisa memberikan Angel obat penenang? Agar dia bisa beristirahat Mas. Dia bersikeras menunggu dokter keluar," ucap Andin.
"Kita tunggu dulu tindakan apa yang dokter akan lakukan kepada Jimmy, setelah itu baru kita urus Angel," ucap Riki.
Klek
Dokter keluar, Angel langsung berdiri.
"Dok, bagaimana calon suami saya?" tanya Luna.
"Pasien harus segera di operasi untuk mengeluarkan pelurunya," jawab dokter.
"Calon suami saya akan baik-baik aja kan Dok?" tanya Luna kembali.
"Doakan saja yah Mbak, dokter hanya berusaha tapi hasilnya yang menentukan tetap Allah. Keluarga calon suami Mbak mana?" tanya dokter.
"Saya ayahnya Dok," jawab ayah Jimmy.
"Kami perlu tanda tangan persetujuan untuk melakukan operasi Pak," ucap dokter.
Perawat memberikan kertas yang berisi surat persetujuan untuk operasi Jimmy. Ayah Jimmy langsung menanda tanganinya. Operasi disiapkan oleh para tim medis, tubuh Jimmy di bawa ke ruang operasi. Luna langsung mengikuti ranjang yang membawa Jimmy.
"Bang, kamu harus bangun. Aku menunggu kamu Bang, jangan tinggalkan aku. Aku akan sangat marah jika kamu melakukan itu," ucap Luna sambil berjalan di samping ranjang Jimmy. Ketika di pintu ruang operasi, Luna meminta berhenti sebentar.
"Abang Jimmy, aku sayang kamu, aku cinta kamu," bisik Luna di telinga Jimmy, lalu ia mengecup pipi Jimmy.
Luna menangis kembali ketika tubuh Jimmy bawa masuk ruang operasi. Andin dan Alice langsung menghampiri Luna dan memeluknya dengan erat.
"Jimmy akan sehat lagi Angel, Insha Allah," ucap Alice.
"Aku nggak mau kehilangan dia Alice, aku nggak mau," ucap Luna.
__ADS_1
"Dia akan berkumpul sama kita lagi, dia akan menikahimu. Kamu bersihkan dulu tubuhmu yuk," ajak Andin.
"Nggak, aku nggak mau. Darah ini adalah darah Abang Jimmy. Aku nggak mau tukar baju, aku nggak mau cuci tangan," teriak Luna melepas pelukan sahabatnya itu.
Andin menyuruh Riki untuk memberikan obat penenang, Riki sudah mendaftarkan Luna sebagai pasien. Riki menyuntikkan obat penenang di lengan Luna. Luna memberontak karena tahu akan diberikan obat penenang.
"Rik, aku nggak mau," teriak Luna.
Dengan terpaksa Dariel dan Alice memegangi Luna, lalu Riki menyuntikkan obat penenang. Luna pingsan setelah diberikan obat penenang dan langsung di bawa ke ruang rawat inap. Dengan telaten Andin dan Alice membersihkan tubuh dan mengganti baju Luna. Mereka tak membuang baju yang darahnya masih menempel di baju. Andin melipat baju itu dan disimpan.
"Alice, tolong jaga Angel. Aku ingin bicara dengan Dariel di luar," ucap Andin.
"Iya Din, aku akan menjaganya," ucap Alice.
Andin keluar untuk menemui Dariel.
"Dariel, kamu langsung pesan alat itu sekarang. Berapa nomor rekening kamu, aku transfer sekarang," ucap Andin.
"Aku sudah menelepon mereka, alat siap dikirim." Dariel memberikan nomor rekeningnya. Lalu Dariel langsung menghubungi orang rusia untuk memesan alat itu.
"Berapa hari sampai?" tanya Andin.
"1 hari paling lama 2 hari," jawab Dariel.
Semua menunggu operasi Jimmy yang sedang berjalan. Selama 5 jam Jimmy dioperasi, akhirnya selesai dengan sukses. Keadaan Jimmy harus dipantau terus karena dirinya harus melewati masa kritis. Luna sudah sadar dan meminta kepada Alice agar di izinkan keluar dari kamar. Sewaktu Luna sadar, ia mengamuk karena pakaiannya di ganti.
"Alice, please. Aku mau melihat Abang Jimmy," ucap Luna memelas.
"Kamu juga nggak bisa dekatin Jimmy, dia di ruang ICU," ucap Alice.
"Alice, aku mohon." Luna berlutut.
"Angel, apa-apaan sih kamu," ucap Alice sambil mengangkat tubuh Luna.
"Aku anterin, janji sama aku. Jangan kacau seperti ini, Angel yang aku kenal adalah wanita yang kuat. Ada aku, ada Andin yang selalu siap membantu kamu. Yakin calon suami kamu akan bangun, kalau bisa kita menikah di hari yang sama. Seru pastinya kita nikah barengan, resepsian bertiga. Andin kan belum mengadakan resepsi," cetus Alice.
"Kamu yah pikirannya." Luna menepuk pundak Alice dan tersenyum.
"Nah gitu dong senyum, ini baru sahabat aku Angel. Nanti aku traktir jika kamu senyum terus seperti ini," janji Alice.
"Aku akan traktir bunga melati sekarung biar kamu puas makan tuh bunga melati, nanti aku ongseng pakai cabe bawang biar maknyus rasanya," ucap Alice kembali.
Luna menatap Alice dan mencubit bibir Alice karena kalau ngomong ngasal, Alice tertawa dan langsung mengajak Luna untuk ke ruang ICU melihat Jimmy.
***
"Mami yakin mau gugat cerai Papi?" tanya Intan yang mengantar Mami ke pengadilan agama untuk mengurus surat perceraian.
__ADS_1
Mereka keluar ketika acara masak-masak Andin bersama para sahabatnya. Mami tidak memberitahukan hal ini kepada Riki, ia hanya bilang ingin berbelanja dengan Intan. Merekapun tidak tahu akan kejadian yang menimpa Jimmy.
"Mami sudah nggak kuat lagi bersama Papi Nak, Papi terlalu egois. Perusahannya aja bukan anaknya yang dipercayai tapi orang lain. Mami mau perusahaan Riki atau kamu yang pegang karena kalian darah daging Papi. Papi juga nggak pernah mendengarkan usulan dari Mami. Mami seperti dianggap patung dan kebutuhan biologisnya aja," ucap mami.
"Mami, maafkan Intan. Karena penyakit Intan ini Mami harus bolak balik Amerika Indonesia. Penyakit Intan ini juga yang membuat aku menjauhi Mami dari Riki. Aku nggak menyangka bahwa Riki sangat menderita karena karena aku," ucap Intan sangat sesal.
"Kamu nggak salah sayang, kalau bukan Mami yang urusin kamu siapa lagi? Papi nggak perduli sama anak-anaknya, memang Mami yang salah dengan Riki. Mami nggak cerita tentang kamu," ucap Mami mengelus rambut Intan yang panjang.
Mami mendaftarkan gugatan cerainya di pengadilan agama, ia memberikan berkas-berkas yang di butuhkan. Mami bilang akan menceraikan papi bukan hanya isapan jempol belaka. Ia benar-benar melakukan hal itu, lebih baik berpisah daripada pasangannya tidak pernah menghargai akan keberadaannya dan juga anak-anaknya.
"Kenapa Papi sangat percaya dengan Om Dirga Mi?" tanya Intan.
"Dirga itu karyawan Papi ketika awal-awal Papi membangun perusahaan, Papi merasa Dirga sangat membantu Papi, kerjanya juga sangat loyal," jawab mami.
"Om Dirga dan Om Arga itu adik kakak bukan si Mi? Sepertinya mereka berdua kemana-mana pergi bareng dan Om Arga kepercayaan Papi juga kan Mi," tanya Intan kembali.
"Iya, tapi kerjaan yang penting itu dilimpahkan ke Dirga. Itu yang buat Mami kesal, kenapa nggak Riki atau kamu, setiap Mami protes Papi langsung marah, sebenarnya siapa istri Papi? Mami atau Dirga? Lebih didengar Dirga daripada Mami istrinya sendiri," ucap mami.
"Mami cemburu?" tanya Intan.
"Sangat cemburu Mami, Mami seperti nggak dianggap. Sudah yuk kita pulang, takut Andin dan Riki menunggu kita," ajak Mami.
***
Markas Mafia
"Ahhh...Gila...Gila...kenapa gagal lagi. Bara sampai tertangkap," kesal big Bos.
"Rafif, selidiki di mana Bara berada secepatnya. Turunkan semua anak buahmu untuk mencari Bara. Habisi Bara jangan sampai dia berkicau dan membongkar semuanya," perintah big Bos.
"Baik Bos saya akan melakukan itu, saya tidak akan mengecewakan Bos," ucap Rafif penuh keyakinan.
"Robert, gua mau percepat rencananya. Agar perusahan itu hancur dan jatuh ketangan gua, lakukan dengan rapih. Gunakan keahlian teknologi lu." ucap big Bos menepuk pundak Robert, orang kepercayaan ahli teknologi.
"Semuanya! Kalian harus bekerja keras jika kalian mau kaya, pakai otak kalian. Jangan pada bod*h gagal terus. Jika misi ini gagal, gua nggak akan menjamin sama keluarga lu semua, paham lu semua!" geram big bos.
"Paham Bos," ucap para anak buah bos besar.
Bersambung
Kok nggak ada yang bertemanan di ig aku sih (@kak_farida)
Jangan lupa komen-komen dan jempol para reader yang manis. Terima kasih yang sudah membaca, kasih jempol, tulis komen, yang subscribe, yang follow aku dan yang paling keren yang vote novel ini. Love you reader manis sekebon karet.
ckckck
Ngurut Dada aku
__ADS_1