Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Nikah Yuk


__ADS_3

Luna dan Jimmy di dalam satu mobil. Luna tak tahu Jimmy akan mengajaknya ke mana. Ia hanya tahu bahwa Jimmy ingin berkencan dengan dia. Luna dengan dorongan dari Andin agar lebih mengenal Jimmy terlebih dahulu.


"Kita mau ke mana?" tanya Luna.


"Ke rumah aku, aku ingin memperkenalkan kamu kepada kedua orang tuaku," jawab Jimmy.


"Apa? Memperkenalkan aku kepada kedua orang tuamu? Aku kan belum menjawab iya atau tidak tentang perasaanmu. Lagi pula kamu mengatakan kencan bukan memperkenalkan aku kepada kedua orang tuamu." Mobil yang dilanjutkan oleh Jimmy mendadak ia tapikan dan Jimmy berbicara kepada Luna.


"Aku serius dengan kamu, walaupun menurut kamu aku cepat untuk mengungkapkan perasaanku padamu, tapi jujur aku jatuh cinta kepadamu ketika aku mengoperasi kamu. Aku tidak mau berlama-lama seperti orang-orang yang berpacaran bertahun-tahun, tapi menikahnya dengan orang lain. Benarkah kamu tidak menyukai aku sedikitpun? Atau gini aja kita menikah, aku berjanji tidak akan menyentuhmu jika kamu tidak mengizinkan aku untuk menyentuhmu. Aku tahu kamu belum mencintai aku, tapi sejalannya pernikahan itu aku berharap kamu belajar untuk mencintai aku," ucap Jimmy.


"Pernikahan itu bukan main-main, aku tidak mau main-main dengan pernikahan. Aku mau pernikahan berdasarkan cinta," ucap Luna.


"Tapi aku mencintai kamu," ucap Jimmy.


"Tapi aku tidak mencintai kamu," ucap Luna.


"Kamu bukan tidak mencintai aku, tapi belum mencintaiku, lain konteksnya.


Oke kita jalan dulu sebentar, aku beri waktu kamu satu jam untuk berpikir. Selama 1 jam pikirkan matang-matang, kamu ingin menikah denganku atau tidak. Aku akan membuat perjanjian hitam di atas putih tidak akan menyentuhmu selama 3 bulan jika kamu setuju menikah denganku. Ketika selama 3 bulan itu aku tidak membuatmu jatuh cinta, maka aku akan melepasmu," janji Jimmy.


"Tidak... Tidak...aku tidak sebodoh itu, enak di kamu, tidak enak di aku. Kamu laki-laki duda dan aku perempuan janda. Janda yang masih perawan. Aku tidak mau itu,aku mau menikah berdasarkan cinta," ucap Luna kekeh.


"Benar kamu tidak ada getaran-getaran ketika berdekatan dengan aku?" Jimmy memajukan wajahnya dekat dengan wajah Luna, mata mereka saling bertatapan. Luna didekati lawan jenis seperti itu merasa sangat gugup, ia langsung memalingkan wajahnya tidak menatap mata Jimmy.


"Kenapa kamu malingkan wajahmu?" tanya Jimmy.


"Bukan mahram, jangan dekat-dekat aku!" ketus Luna.


"Makanya itu aku mau halalkan kamu, jadi kita akan menjadi mahram." Luna menjadi ketar ketir sendiri di dalam mobil, dia tidak bisa berfikir. Pertemuannya dengan Jimmy itu karena antara pasien dan dokter, itu pun dalam satu bulan ini mereka intens bertemu karena Luna selalu check up tentang kesehatannya. Tak disangka malah pertemuan selama 1 bulan intens tersebut Jimmy mempunyai perasaan lebih terhadap Luna. Bukan sebagai pasien dan dokter tetapi sebagai lawan jenis.

__ADS_1


"Atau kamu tidak yakin? Baiklah jika kamu tidak yakin, aku akan mengantarkan kamu ke rumah Mbak Andin sekarang dan aku tidak akan mengganggumu kembali, aku tidak mau membuang waktu untuk berlama-lama." Jimmy menyalahkan mesin mobilnya kembali, ia memutar arah menuju rumah Andin. Luna meremmas-remmas bajunya karena dengan waktu secepat ini, dia tidak bisa berpikir jernih. Walaupun dia pintar, lulusan dari Inggris, hacker, tapi untuk masalah cinta seperti ini. Luna tidak bisa menjawab ucapan Jimmy. Tapi hatinya merasa kecewa ketika Jimmy memutar balik mobilnya. Ia menatap wajah Jimmy ketika Jimmy menyetir mobilnya.


"Baik aku terima kamu. tapi sesuai perjanjian. Jangan sentuh aku sebelum aku jatuh cinta kepadamu." Luna mengucapkan kalimat tersebut dengan menutup mata, dia tidak percaya mengucapkan hal itu kepada Jimmy. Dokter yang mengoperasi kepalanya kini dia akan menjadi calon kepala rumah tangga.


"Benarkah? Kamu yakin mau menerima aku?" tanya Jimmy dengan senyuman lebar.


"Tadi kamu mau aku jawab, setelah aku jawab kamu bertanya lagi kepadaku," ucap Luna dengan kesal.


"Iya, maafkan aku. Kita ke rumah orang tuaku y, aku ingin segera memperkenalkan kamu kepada mereka karena mereka selalu ingin menjodohkan aku. Tapi aku menolak, aku sudah menemukan wanita yang aku sangat cintai, itu adalah kamu." Jimmy langsung memutarkan kembali mobilnya, ia menuju ke kediaman kedua orang tuanya.


Setibanya di kediaman kedua orang tua Jimmy. Jimmy langsung turun dari mobil, ia membukakan pintu mobil untuk Luna kemudian ia pegang erat tangan Luna. Luna ketika tangannya dipegang oleh Jimmy pertama terkejut.


"Belum buat perjanjian pranikah, kamu sudah sentuh aku." Luna memberhentikan langkahnya.


"Maksud menyentuh dalam perjanjian pranikah itu, menyentuh proses buat untuk membuat baby. Aku memegang erat tanganmu seperti ini agar kedua orang tuaku yakin. Jika sudah menikah aku boleh dong gandeng tanganmu dan juga menyentuh bibirmu," ucap Jimmy.


"Oke, setuju. I just touch your hand," jawab Jimmy.


"Nanti aku perkenalkan kedua orang tuaku dengan nama aslimu yah sebagai Angel." Jimmy meminta persetujuan kepada Luna.


"Iya perkenalkan dengan nama asliku saja," ucap Luna.


Kebetulan kedua orang tua Jimmy itu sedang berada di ruang keluarga. Jimmy langsung menghampiri mereka, mereka terkejut Jimmy menggenggam tangan seorang wanita dengan erat.


"Mah, Papa, perkenalkan ini Angel, calon istri yang Jimmy pilih. Luna langsung melepas genggaman tangan Jimmy dan ia mencium punggung tangan kedua orang tua Jimmy. Luna memang mempunyai akhlak yang sopan karena sejak dahulu kedua orang tuanya mengajarkan hal seperti itu


"Selamat siang Om, Tante," ucap Luna.


Kedua orang tua Jimmy langsung berdiri, mereka menatap putranya dengan keterkejutan.

__ADS_1


"Ini benar calon istrimu Jimmy? Kamu nggak nge-prank Mama sama Papa kan atau kalian buat perjanjian sebelum kalian menikah agar kamu tidak dijodohkan sama Mama dan Papa?" ucap Mama Jimmy penuh dengan tanda tanya.


"Apa sih Mah, Jimmy cinta lah sama Angel memang nggak percaya?" tanya Jimmy.


"Di mana kalian bertemu?" tanya Papa Jimmy.


"Angel pasien aku Pah, awal aku memeriksa Angel aku langsung jatuh cinta kepada Angel. Tapi sulit aku mendapatkan Angel, 1 bulan aku mengejarnya Pah, Mah. Akhirnya aku berhasil membuat dia menyetujui aku menikah dengannya," ucap Jimmy agar kedua orang tuanya percaya. Angel menatap Jimmy tidak percaya, padahal kenyataannya Jimmy baru mengungkapkan semuanya itu di mobil barusan, dalam waktu singkat pula.


"Jelas wajar kamu harus berjuang, Angel cantik banget. Ayo sayang sini duduk." Mama Jimmy menarik tangan Luna dengan lembut menyuruh Luna untuk duduk di sampingnya.


"Kamu lulusan mana kuliahnya?" tanya Mama Jimmy.


"Aku lulusan S1 di Inggris Tante, lalu pulang ke Indonesia bertemu dengan sahabatku Andin. Saat ini aku membantu dia sebagai tangan kanannya, bisa dikatakan Andin mempercayakan aku untuk mengurus semua," jawab Angel.


"Andin?" tanya Mama Jimmy.


"Andin Mah, Mama nggak tahu? Mama kan sering order desainnya Mbak Andin itu. Pendesain yang sedang naik daun, terkenal, hari ini Angel baru selesai dari fashion show desainnya Mbak Andin karena Luna kan tangan kanan Mbak Andin." Jimmy membantu untuk menjawab pertanyaan mamanya.


"Oh Andin pendisigner itu, wah tadi Mama lihat itu di TV, sekarang dia kurus loh, cantik sekarang. Ternyata calon mantu Mama tangan kanan Andin. Mama bisa order lewat kamu agar orderan Mama bisa di buat cepat." Mama Jimmy sangat senang mengetahui tentang Luna.


"Kapan kalian akan menikah?" tanya papa Jimmy.


"Jimmy datang dulu kepada kedua orang tuaku. Aku nggak bisa menikah tanpa restu dari mereka," ucap Luna.


"Oh iya, Om dan Tante belum lamaran. Lusa kami akan datang melamar yah. Di mana rumah kedua orang tuamu?" tanya papa Jimmy.


"Bogor Om," jawab Luna.


Luna tak menyangka, yang tadinya hanya kencan malah membicarakan tentang lamaran.

__ADS_1


__ADS_2