Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Pemutusan Kerja Sama


__ADS_3

Tok Tok Tok


"Andin," ucap Luna di balik pintu. Andin tidak menjawab Luna, ia hanya diam saja.


"Alice, Andin sepertinya menangis. Bagaimana ini? Aku sudah melihat Andin menderita dari suami dahulu, kini Andin terluka hatinya dengan pria yang baru ia terima, pria yang baru masuk di dalam hidupnya," ucap Luna.


"Kita sebagai sahabatnya jangan tinggalkan Andin, kita genggam tangannya agar ia kuat kembali," ucap Alice. Alice memegang handle pintu ternyata Andin tidak mengunci pintunya.


"Terbuka, kita masuk aja," ucap Luna.


Luna dan Alice masuk ke dalam kamar Andin. Mereka melihat Andin yang sedang terduduk di meja rias dengan meletakkan kepalanya di meja tersebut. Pundaknya bergetar. Andin menangis dalam diam. Luna dan Alice langsung memeluk erat Andin.


"Din, kita tahu kok perasaan kamu bagaimana. Kamu boleh menangis sekarang, jangan di tahan. Tapi setelah itu kamu harus membusungkan dada, dan katakan aku bukan janda konyol tapi janda spesial," ucap Luna.


"Kita selalu sama kamu Din, kamu nggak sendiri," ucap Alice.


Andin mengangkat kepalanya, ia menatap kedua sahabatnya dengan mata yang masih basah.


"Angel, bantu aku untuk berhenti kerja sama dengan Bu Ratna. Aku akan bayar ganti rugi memutuskan kerja sama," ucap Andin.


"Kamu yakin ingin memutuskan kerja sama, tinggal 1 bulan lagi Din. Nggak mau menahannya? 2 miliar Din untuk memutuskan kerja sama sepihak," ucap Luna.


"3 miliar pun aku akan bayar Lun, aku nggak mau Irsyad mendekatiku lagi dengan bantuan Bu Ratna," ucap Andin.


"Oke akan aku urus, kamu tenang aja," ucap Luna.


"Alice, pilihkan bahan-bahan yang hight quality. Aku ingin membuat fashion show mandiri dengan mengusung ide mu. Couple design dari kain yang paling bagus dari hasil pabrik kita," ucap Andin.


"Baik Andin, tenang aja soal itu," ucap Alice.


"Misi kita tetap jalankan, jangan sampai putus. Aku ingin menyeret Roby ke dalam penjara," ucap Andin.


"Terima kasih Din, aku sangat beruntung punya sahabat seperti kamu." Luna mencium pipi Andin.


"Ih Angel, aku normal. Jangan cium pipiku. Aku mau mandi agar hatiku ikut dingin. Kalian temanin Jimmy dan Dariel saja, aku tidak apa-apa," ucap Andin.


"Aku akan suruh pulang aja, nanti kita bisa panggil 2 lelaki itu," ucap Luna.


"Terserah kalian, karena aku setelah mandi ingin pergi," ucap Andin.


"Kemana?" tanya Alice.


"Ngemall, shopping," jawab Andin.

__ADS_1


"Ikut..." jawab serentak Luna dan Alice.


Alice dan Luna keluar dari kamar Andin, mereka menemui Jimmy dan Dariel. Ternyata Irsyad masih ada di rumah Andin.


"Andin bagaimana?" tanya Irsyad.


"Dia baik-baik saja, kenapa? Pak Lurah pikir Andin akan menyesal untuk memutuskan tali cinta kalian? Andin tidak peduli itu," ucap Alice.


"Aku mau bertemu Andin." Irsyad ingin ke kamar Andin tapi Luna menghadangnya di depan.


"Jangan lancang yah, mau masuk ke kamar bukan mahram. Mending kamu keluar dari rumah ini, bukankah tadi Andin menyuruh kamu untuk meninggalkan rumah ini. Jangan ganggu Andin lagi," ucap Luna.


"Andin calon istriku," ucap Irsyad.


"Kemarin, hari ini Andin sudah membatalkan untuk menikahimu bahkan dia tidak mau melihat wajahmu lagi," ucap Luna.


"Dok, Dariel, maaf hari ini nggak jadi yah, kata Andin maaf nanti dia akan mengatur pertemuan ini lagi," ucap Alice.


"Aku mengerti keadaan Mbak Andin," ucap Jimmy.


Jimmy mendekati Luna, "aku pulang dulu, temani Mbak Andin. Ia butuh dukunganmu."


"Kamu hati-hati di jalan yah," ucap Luna.


"Iya sayang, assalamu'alaikum," ucap Jimmy.


"Waalaikumsalam."


"Dariel, tolong bawa pergi pak lurah ini dari sini. Aku nggak mau jika Andin keluar dari kamar lihat dia," ucap Luna.


"Nggak usah, aku akan keluar dan aku akan menemui Andin lagi lain hari," ucap Irsyad.


"Aku jamin, Andin nggak akan menerima kehadiranmu lagi. Andin bukan janda konyol, dia janda istimewa," ucap Alice yang menimpali. Kedua sahabat Andin itu melihat Irsyad sudah tidak ada karismatik lagi.


Irsyad keluar dari rumah Andin, ia menatap rumah Andin dengan nanar. Hati Andin ia dapati sangat susah tapi ia menghancurkan hati Andin dalam sekejap dengan sebuah kalimat yang tak akan Andin lupakan dengan kalimat itu.


***


Luna mendatangi kantor Ratna, di tasnya sudah ada cek 2 miliar sebagai ganti rugi pemutusan kerja sama yang telah Andin berikan. Ia ke kantor Ratna dengan Alice.


Tok Tok Tok


"Iya silahkan masuk," ucap Ratna di dalam ruangan.

__ADS_1


"Siang Bu," ucap Luna.


"Siang, silahkan duduk Mbak Luna dan Mbak Alice," ucap Ratna.


Luna dan Alice duduk.


"Saya datang ke sini atas perintah dari Andin," ucap Luna.


"Andin nya nggak ikut? Memangnya ada apa? Sepertinya sangat serius," tanya Ratna.


"Maaf Bu Ratna, saya to the point saja langsung. Andin memutuskan kerja sama dengan perusahaan Ibu. Sesuai perjanjian yang sudah disepakati, Andin sudah menyiapkan ganti ruginya." Luna mengeluarkan cek 2 miliar dari dalam tas. Ratna sangat terkejut dengan hal ini, kemarin bahkan ia masih berkomunikasi mengenai fashion show berikutnya.


"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Andin memutuskan tiba-tiba seperti ini?" tanya Ratna.


"Adik Bu Ratna tidak menceritakan tentang apa yang ia ucapkan kepada Andin?" tanya Luna.


"Andin bertengkar dengan Irsyad?" tanya Ratna.


"Bukan hanya bertengkar bahkan Andin membatalkan pernikahan mereka. Mungkin Bu Ratna berpikir Andin tidak profesional, tapi ini Andin lakukan agar ia nyaman dalam pekerjaannya. Ia mau design dengan hati tenang dan tidak tertekan," ucap Luna.


"Apa yang Irsyad katakan kepada Andin? Sampai ia sangat marah?" tanya Ratna. Luna menghela nafasnya lalu ia menceritakan kepada Ratna. Ratna tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia tak menyangka Irsyad bisa berbicara seperti itu, menghina Andin.


"Sekarang saya paham kenapa Andin marah sampai membatalkan pernikahannya dengan Irsyad, saya terima keputusan Andin. Walaupun hati saya berat untuk melepaskan Andin," ucap Ratna.


"Terima kasih Bu Ratna sudah paham dengan keputusan Andin. Saya mewakili Andin sangat berterima kasih telah memberikan pelajaran tentang Fashion dari Bu Ratna. Mohon maaf atas keputusan ini yang membuat Bu Ratna kecewa. Kalau begitu saya dan Alice undur diri dulu, assalamuaikum," ucap Luna.


"Waalaikumsalam."


Setelah Luna dan Alice pergi, Ratna langsung pergi. Ia menelepon Irsyad karena ia ingin bertemu. Irsyad sudah tiba di tempat janjian dengan kakaknya.


"Kak ada masalah apa menelepon aku di jam kerja?" tanya Irsyad.


"Kenapa kamu menghina Andin dengan masa lalunya?" tanya Ratna.


"Kak Ratna tahu dari mana? Andin menceritakan itu semua? Aku akan selesaikan masalahnya hari ini Kak dengan Andin. Ia hanya marah sesaat, pasti akan kembali lagi bersamaku," ucap Irsyad percaya diri.


"Bodoh kamu melepaskan Andin. Andin bukan janda konyol tapi dia adalah mutiara janda. Kamu anggap Andin marah sesaat? Kamu anggap membatalkan pernikahan denganmu juga marah sesaat? Kamu salah jika berpikir seperti itu. 1 jam yang lalu, Andin memutuskan kerja sama dengan Kak Ratna dan dia berani membayar kerugian 2 miliar padahal kerja sama tinggal 1 bulan lagi. Itu artinya dia tidak mau melihat wajahmu lagi, dia muak melihat kamu Irsyad. Kamu sebut itu marah sesaat. Kamu salah besar," ucap Ratna.


Irsyad terkejut. Ia sangat tak menyangka akan hal ini. Ia terduduk lemas, Andin sudah benar-benar tidak mau dengan Irsyad kembali. Nasi sudah menjadi bubur. Bubur tidak bisa dikembalikan lagi berbentuk nasi. Bagaimana caranya agar bubur yang tanpa rasa bisa dinikmati dengan rasa menggoyang lidah dan ketagihan. Rasa bubur sesuai selera orang yang merasakannya.


Seperti itulah wanita, ketika hatinya sudah tergores, maka tak akan kembali baik-baik saja. Bagaimana caranya agar wanita itu bisa suka kembali, hanya wanita yang bersangkutan yang bisa merasakan dan menilai.


Bersambung

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca bab ini...


sssttt jangan lupa like, komen para reader tercinta. Love sekebon karet. 😘😘😘😘😘


__ADS_2