Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Dariel Peduli dengan Alice


__ADS_3

Dariel berdiri di hadapan bapak yang telah melecehkan Alice.


"Siapa lu? Mau jadi pahlawan kesiangan?" tanya bapak itu tanpa malu.


"Lu berani lecehin dia?" Dariel bertanya balik.


"Apa urusannya sama lu? Lu nggak tahu siapa gua. Lu aja nggak kenal sama dia." Bapak itu bertolak pinggang menantang Dariel.


"Alice tangan kanan atau kiri bapak ini yang melecehkan kamu?" tanya Dariel. Alice tidak fokus lagi, ia terus menangis. Tubuhnya sudah sangat ketakutan. Alice mempunyai trauma setelah ia hampir di periksa dengan Roby. Alice malah berjongkok mendekap lututnya dan terus menangis.


"Tuh dia aja nggak hiraukan pertanyaan lu, udah lu sana, jangan ikut campur," ucap bapak itu.


Dariel makin panas dengan tingkah laku bapak itu tanpa ada rasa bersalah kepada Alice. Dariel langsung menendang dada bapak itu.


BUGH


Ternyata bapak itu adalah kepala preman, tempat gym itu ada 6 anak buah yang langsung menyerang Dariel. Dariel memang punya sabuk hitam karate, pencak silat dan kungfu itu langsung bersiap dengan kuda-kudanya.


BUGH BUGH


BAM BAM


Dengan hitungan 5 menit ke 6 anak buah bapak itu terjatuh dan terguling-guling di lantai memegang tangan, kaki, perut yang dipukuli oleh Dariel. Jangan ditanya wajah mereka bagaimana karena sudah dipastikan wajah mereka babak belur. Dariel melihat bapak itu dengan sangat tajam. Bapak itu menelan salivanya sangat susah. Mata Dariel sangat marah, tidak ada rasa kasihan, ia langsung memukul wajah bapak itu. Dariel mencengkram wajah bapak itu.


"Jangan sentuh wanita gua, dia itu adalah kekasih gua! Jika berita ini sampai ke kantor polisi jangan harap keluarga lu akan baik-baik saja, ngerti kan lu!" Bapak itu menganggukan kepala, ia sudah sangat takut.


Dariel mendekati Alice, ia sangat lembut ketika berbicara dengan Alice.


"Mbak Alice, kamu sekarang sudah aman. Kita keluar dari sini," ucap Dariel.


Dariel memakaikan jaketnya dan merangkul Alice untuk pergi dari tempat gym itu.


"Biar aku mengantarkan kamu yah, mana kunci mobilmu? Aku yang akan menyetir." Alice memberikan kunci mobilnya. Ia tidak ingin pulang ke rumahnya, Alice memberikan alamat Andin. Agar Dariel bisa mengantarkan ia ke rumah Andin.

__ADS_1


Dariel sudah masuk ke dalam mobil Alice, ia hanya terdiam dan menangis. Tubuhnya pun bergetar karena ia benar-benar trauma atas perbuatan Roby, pelecehan itu mengingatkan perlakuan Roby atas dirinya.


'Kok aku sangat khawatir dengan kondisi dia yah? Padahal baru 1 minggu aku kenal sama dia,' ucap batin Dariel.


Dariel mulai menyalahkan mesin mobil dan mengarahkan mobil untuk menuju alamat yang Alice berikan kepadanya. Dariel memasuki kompleks, satpam pak Untung memeriksa Dariel tapi ketika melihat Alice. Pak Untung langsung membukakan jalan untuk masuk ke kompleks perumahan elit tersebut.


Kini mobil Alice sudah terparkir di depan rumah Andin. Dariel langsung membukakan pintu mobil untuk Alice.


"Lun, seperti suara mesin mobil Alice," ucap Andin.


Luna dan Andin membukakan pintu ketika Alice memberi salam. Ketika pintu di buka, Alice langsung memeluk Andin dengan erat.


"Alice, kamu kenapa menangis?" tanya Andin.


Luna menatap Dariel, Dariel tidak mengenal Luna. Karena wajah Luna sudah di operasi.


"Lun, suruh masuk pria itu. Kamu kenal dia kan. Sahabat kamu," ucap Andin. Luna mempersilahkan masuk dan duduk untuk Dariel. Sedangkan Andin menenangkan Alice yang terus menangis dan mengantarkan ke dalam kamar.


Andin sampai memberikan obat penenang untuk Alice, yang memang selalu di bawa oleh Alice. Alice tertidur setelah meminum obat itu. Andin keluar dari kamar setelah Alice tertidur, ia bergabung dengan Luna dan Dariel.


"Kamu kenal aku?" Dariel terkejut karena Luna mengenalinya, Dariel mengingat-ingat siapa perempuan yang berada dihadapannya.


"Kamu bingung aku kenal kamu?" Luna tersenyum miring.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Dariel penuh tanda tanya besar.


"Bagaimana pacar kamu? Masih sama dia? Atau kamu sudah tahu bahwa dia perempuan murahan?" tanya Luna.


"Angel? Nggak mungkin Angel diberitakan sudah meninggal karena sebuah kecelakaan. Jenazahnya hangus terbakar," ucap Dariel.


Luna mengambil handphone yang sudah ia modifikasi, menelepon nomor Dariel tapi handphonenya tidak ia letakkan di telinga hanya di pegang seperti sedang bermain handphone. Dariel mengangkat telepon dari Luna, Luna tersenyum miring. Data whats app Dariel langsung pindah ke handphone Luna.


"Wah mahasiswa kamu banyak yang chat kamu yah, padahal paras kamu biasa-biasa aja menurutku . Santi, sinta, Rara, Zahra, Riri." Luna menyebutkan nama-nama yang telah mengirim pesan singkat ke Dariel.

__ADS_1


"Mau aku baca satu persatu chat mahasiswa kamu?" sambung Luna.


"Kamu benar-benar Angel? OMG...ini beneran si error jelek? Aku minta maaf nggak percaya sahabat aku sendiri. Bagaimana kamu bisa hidup? Lalu wajahmu?" tanya Dariel yang makin penasaran.


"Ternyata apa kata Alice benar, kamu laki-laki gampangan sekarang, kenapa? Karena jomblo sekarang? Sekarang baru percaya aku, dulu maki-maki aku dan mengusir aku. Aku nggak mau bicarakan masa lalu persahabatan kita. Kamu apakan Alice sampai traumanya muncul kembali," ucap Luna dengan geram.


"Jelek jangan salah paham dulu, aku yang selamatkan Alice. Alice di lecehkan di tempat gym," ucap Dariel.


"Apa? Di lecehkan?" Andin sangat terkejut.


"Ah...aku menyesal Alice aku tugaskan untuk mendekatimu, jika aku tahu sekarang kamu tidak membenciku. Aku yang akan datang kepadamu, jadi Alice tak mengalami pelecehan lagi." Luna menangis karena sahabatnya berkorban untuk dirinya.


"Maksud kamu Alice ditugaskan mendekati aku apa?" tanya Dariel terkejut.


"Tenang aku bisa jelaskan. Aku Andin sahabat Alice." Andin menceritakan tentang Luna dan Alice dan rencana untuk menjebak Roby agar bisa dijebloskan ke penjara.


"OMG jadi wajah kamu di operasi plastik dan pernah mengalami koma hampir mati dan Alice hampir di perkosa sama cowo berengs*k itu. Gila tuh cowo maniak s*x doang dan incar harta. Aku akan bantu kalian, rasanya mau tonjok aja tuh cowo dan tendang alat repr*duksinya agar habis sekalian," ucap Dariel.


Luna dan Andin saling bertatapan, ternyata mudah meminta bantuan Dariel.


"Dariel, maaf sebelum kita bekerja sama. Calon suamiku ingin bertemu, dia orangnya cemburuan," pinta Andin.


"No problem," ucap Dariel.


"Ah...Jangan..." Andin dan Luna terkejut mendengar teriakan Alice. Mereka langsung berlari ke kamar untuk melihat Alice, Luna dan Andin langsung memeluk Alice.


"Tenang aku dan Angel ada di sini, jangan takut Alice...jangan takut," ucap Andin berusaha untuk membuat Alice tenang. Alice menangis, luka traumanya terbuka lagi. Setelah 1 bulan ia mencoba untuk lupakan kejadian malam itu.


"Maafkan aku, menyuruh kamu mendekati Dariel," ucap Luna. Ia juga menangis.


Dariel melihat keadaan Alice dari pintu karena pintu kamar terbuka. Ia mau masuk tapi tak berani untuk berjalan mendekati Alice takut ia histeris ketika melihat ada laki-laki.


Bersambung

__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca bab ini. Komen, like aku ucapkan banyak-banyak terima kasih 😘😘😘


__ADS_2