Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Ambil Hak yang di Rampas


__ADS_3

"Aku mau ambil mobil dulu." Andin mengambil kunci di tangan Luna.


"Andin, bunga melatinya tolong sekalian bawa ke dalam yah. Tadi aku lupa bawa, hari ini aku belum mencium bunga melati," pinta Luna.


"Ok." Andin berjalan ke luar untuk mengambil mobilnya.


"Bu terima kasih yah, sudah di izinkan nitip mobil," ucap Andin ketika pamit membawa mobilnya.


"Iya, Mbak Andin santai aja," ucap tetangga Andin.


Andin menjalankan mobilnya, tak sengaja melihat sesosok yang ia kenal. Menatap dengan tatapan ke arah rumahnya.


"Ngapain Rafif di depan rumahku, duh kenapa banyak laki-laki benalu sih hari ini. Nggak ada laki-laki yang tampan, baik, penyayang, nggak selingkuh. Enaknya di apain nih yah si Rafif benalu?" gumam Andin di dalam mobil. Rafif tidak mengenali mobil Andin karena Andin menjual mobil lamanya dan membeli mobil baru setelah perceraiannya. Ketika design nya terkenal ia membeli lagi mobil sport berwarna merah.


handphone Andin berdering, Andin melihat siapa yang menelepon. Andin langsung mengangkatnya.


"Andin ambil mobil lama banget?" tanya Luna.


"Lun, ada benalu naik motor di depan rumah aku," jawab Andin.


"Benalu? Siapa?" tanya Luna bingung.


"Mantan suamiku," jawab Andin sinis, karena dia kesal dengan Rafif yang celangak celinguk memperhatikan rumah Andin.


"Kayanya masih penasaran tuh Din sama kamu," ucap Luna di ujung telepon.


"Lalu bagaimana? Aku nggak mau ketemu dia malam-malam gini. Jika aku masuk, pasti ngejar aku." Andin kebingungan mencari cara agar Rafif pergi dari sana.


"Telepon satpam komplek dan suruh usir Rafif, kongkolikong sama satpam untuk bohongin Rafif bahwa kamu sudah pindah dari rumah itu," ide Luna di pakai Andin. Andin langsung menelepon satpam komplek, dan memberitahukan rencananya. Setelah satpam komplek paham dengan keinginan Andin merekapun mendekati Rafif.


Andin melihat dari dalam mobil, terlihat ada percakapan dia antara satpam dan Rafif. Andin menunggu sampai Rafif pergi dari rumahnya.


"Rafif kayanya nggak percaya tuh aku pindah. Semoga satpam bisa meyakinkan Rafif," gumam Andin di dalam mobil.


Terlihat sulit agar Rafif bisa percaya dengan ucapan satpam. Setelah 30 menit menunggu, Rafif menyalahkan motornya dan pergi dari rumah Andin. Andin bisa bernafas dengan lega. Andin menghidupkan mesin mobilnya dan berhenti di depan rumahnya, Andin turun dari dalam mobil.


"Pak Untung tunggu," teriak Andin.


"Bu Andin, kirain di dalam rumah," ucap Untung, satpam.

__ADS_1


"Saya tunggu di sana Pak, mau masuk mobil eh ada mantan. Saya nggak mau di ganggu lagi Pak. Pak Untung bisa minta bantuan, jika ada yang cari rumah saya bilang saya sudah pindah yah Pak. Banyak pada cariin saya pas di rumah, karena pas saya pulang. Saya ingin istirahat Pak," pinta Andin.


"Siap Bu, tugas saya agar warga komplek ini bisa nyaman tinggal di sini," ucap Untung.


"Ini Pak, untuk beli kopi. Bagi-bagi juga yah untuk teman-teman Pak Untung di pos. Bilang dengan mereka apa yang saya katakan," ucap Andin.


"Ya Allah Bu, ini banyak banget." Untung memegang 10 lembar uang merah.


"5 lembar untuk Bapak, 5 lembar untuk teman satpam Bapak di pos. Terima yah Pak, rezeki dari Allah nggak boleh di tolak." Andin tersenyum kepada Untung, dia tahu keadaan keluarga Untung sering kekurangan makanan untuk anak-anaknya.


Untung menangis menerima uang dari Andin


"Loh, kok Bapak menangis sih? Apa saya salah ngomong sama Bapak? Maaf kan saya Pak jika salah ngomong," ucap Andin mengerutkan dahinya karena melihat Untung menangis.


"Saya sangat berterima kasih, saya tahu Bu Andin kan yang diam-diam kasih beras dan uang di depan pintu rumah saya? Bu Andin begitu baik hati, saya ucapkan terima kasih banyak Bu. Waktu Bu Andin memberikan itu diam-diam sejak kemarin anak saya teriak lapar. Dari beras dan uang yang Bu Andin berikan, ada senyuman lagi dari anak saya karena perut mereka sudah kenyang." Untung ingin bersujud tanda berterima kasih dengan Andin tapi Andin langsung mengangkat tubuh Untung agar tidak bersujud di kakinya.


"Pak jangan bersujud seperti itu, saya manusia biasa. Tidak pantas Pak," ucap Andin sambil mengangkat tubuh Untung yang ingin bersujud.


"Usap tangisan Bapak, malu jika di lihat orang. Nanti orang berpikir aku ngapain Bapak, dan menghina aku sebagai janda gatel. Bapak jangan bilang siapa-siapa yah jika yang memberikan itu diam-diam adalah saya, rahasiakan ini," sambung Andin.


"Semoga Bu Andin mendapatkan jodoh lagi yang sayang sama Bu Andin, bukan karena fisik Bu Andin tapi karena kebaikan hati Bu Andin." Untung menghapus air matanya.


"Amin...Saya permisi dulu yah Pak mau masuk rumah. Semangat yah Pak jaga komplek ini," ucap Andin.


"Parah banget nih bocah, sahabatnya lagi ketar ketir dia sudah tidur duluan di sofa. Pakai selimut putih lagi kaya mayat di tutupin," decak kesal Andin.


Andin tak mau membangunkan Luna, entah kenapa Luna tidur di sofa padahal Andin sudah menyiapkan kamar. Andin melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah berganti pakaian, Andin mengambil Natasha dari baby sitternya. Natasha tertidur pulas, Andin menggendong Natasha dan meletakkan di atas ranjang dan Andin merebahkan tubuhnya di samping Natasha.


***Noveltoon***


Andin mendengar teriakan Luna memanggil namanya, ia bergegas keluar kamar untuk memeriksa keadaan Luna.


"Luna ada apa?" tanya Andin.


"Kamu bilang ada apa? Sahabat macam apa kamu, doain sahabatmu mati cepat? Masa kamu letakkan di atas tubuhku bunga melati," protes Luna.


"Hahaha...kamu pakai selimut putih, tutup semua sampai ke kepala. kamukan minta di bawakan melati, yah nggak salah dong aku letakkan melatinya di atas tubuhmu," ucap Andin tanpa ada rasa salah.


"Ih sahabat rese, aku nungguin kamu semalam sampai ketiduran di sofa," ucap Luna.

__ADS_1


"Yah sudah sih jangan marah, nanti cantiknya hilang. Mandi sana pukul 9 aku ada pertemuan sama Bu Ratna. Kamu ikut okay." Andin mencubit pipi Luna. Luna bercibik kesal dengan kehamilan Andin.


Luna berjalan untuk menuju kamar mandi, setelah selesai Luna memakai baju yang sangat cocok untuk Luna. Dia juga make up dengan sederhana tapi terlihat sangat cantik. Luna tersenyum ketika melihat wajahnya kini. Luna perlu waktu untuk menerima wajah baru setelah wajah aslinya hancur karena terbakar dalam mobil.


"Syukuri apa yang ada, ambil kembali hak yang sudah di rampas," gumam Luna dengan melihat pantulan wajah di cermin.


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2