Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
CaMaMer


__ADS_3

"Kenapa Papi dan Mami diam? Yang aku katakan benarkan? Kalian hanya sayang Kak Intan. Sebenarnya aku ini anak kandung kalian bukan hah!" ucap Riki penuh emosi.


PLAK


Tamparan keras diterima oleh Riki dari sang papi. Mami Riki menghampiri Riki dan memegang pipinya yang merah.


"Nggak usah kasihanin aku Mi, karena kasih sayang itu sudah lewat aku butuhkan. Dapat restu atau nggak aku akan tetap menikahi wanita yang aku sudah lama cintai," ucap Riki. Riki mengambil kunci mobilnya dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah.


"Kamu berani keluar dari rumah ini sekarang, Papi akan coret nama kamu dari keluarga ini," ucap papi.


"Pi jangan kelewatan, jika Papi mencoret nama Riki dan mengusir dari rumah ini, maka Mami juga akan keluar dari rumah ini. Ini semua gara-gara Papi yang selalu mementingkan bisnis Papi daripada keluarga. Jujur Pi, Mami selama ini kesepian karena Papi lebih memilih bisnis Papi daripada Mami," ucap mami dengan mata yang berkaca-kaca.


"Jika Mami mau seperti itu, oke terserah kalian," ucap papi dengan menolak pinggang menatap Riki dan Mami.


"Ayo Riki, kita pergi dari rumah ini." Mami menarik lengan Riki untuk keluar dari rumah itu.


Riki membawa maminya untuk masuk ke dalam mobilnya. Mami terlihat sangat sedih karena di dalam mobil mami menangis. Riki menghela nafas.


"Mami mau kemana?" tanya Riki sebelum mesin mobil dihidupkan.


"Antarkan Mami ke apartement Mami," jawab mami.


Riki menghidupkan mobilnya dan berjalan menuju apartement. Sepanjang perjalanan ke apartement tidak adanya komunikasi antara Riki dan mami. Hening suasana di dalam mobil. Mobil Riki memasuki parkiran apartement.


"Riki, kamu anak kandung Mami dan Papi. Sakit rasanya kamu mempertanyakan tentang kamu anak kandung atau bukan. Mami yang hamil, melahirkan, menyusui kamu. Maafkan Mami terlalu memperhatikan Kakakmu, ada hal yang belum kamu ketahui Rik. Kak Intan sakit sejak kecil, leukimia. Kakakmu harus selalu transfusi darah. Mami berusaha untuk menemukan pendonor sumsum tulang belakang. Riki maafin Mami yang mentelantarkan kamu." Mami memeluk Riki dengan erat.


"Kenapa Mami baru bilang sekarang?" tanya Riki.


"Maafkan Mami Ki, Mami masuk dulu yah. Kamu nggak usah mengantar Mami. Kamu mau pergi menemui wanita yang kamu cintai kan?" tanya mami.


"Iya Mi, dia sedang sakit. Aku ingin merawatnya. Maafin Riki yah Mi, jika Mami ada waktu, aku mau kita berbicara. Aku ingin tahu kondisi Kak Intan," ucap Riki.


"Yah sudah kamu fokus dengan wanita yang kamu cintai," ucap mami.


"Mami setuju jika aku menikahi dia?" tanya Riki.


"Mami setuju asalkan putra Mami bahagia," jawab mami.


"Terima kasih Mi." Riki memeluk mami.


"Maafkan Mami, Mami sangat bersalah kepadamu," ucap mami.


"Hilang amarahku Mi, ketika aku tahu alasan Mami. Terima kasih Mami telah merestui aku dan dia," ucap Riki.


Mami keluar dari mobil Riki, mami tidak mau diantar sampai pintu apartement. Riki melihat punggung maminya yang memasuki apartement. Ia sangat senang karena memegang kantong restu dari wanita yang telah melahirkannya.


Riki langsung melesat ke rumah sakit dengan hati yang sudah lega karena mengeluarkan keinginan menikah kepada kedua orang tuanya, walaupun ia belum mendapatkan restu dari sang papi.


Ia langsung menuju ruang inap kamar Andin. Riki tak enak jika langsung masuk karena ada Luna dan Alice yang menjaga Andin di dalam. Mereka sedang tertidur pastinya karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Riki urungkan untuk masuk ke dalam, ia berbalik badan dan menuju ruangan pribadinya. Ruangan pribadi Riki mempunya sebuah ranjang khusus untuk dia beristirahat.


***


Pagi menyingsing, Riki terbangun. Ia membersihkan dirinya di ruang pribadinya. Rumah sakit adalah rumah bagi Riki selama ini. Riki pun sudah rapih dan berganti pakaian, kali ini ia akan memberikan kejutan untuk Andin. Riki langsung menjemput Natasha bersama kedua orang tua Andin.


"Natasha, Bunda sudah bangun. Mau ikut Om Dokter?" tanya Riki.


"Au Doktel," jawab Natasha.


Riki langsung membawa Natasha dan kedua orang tua Andin untuk menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Riki langsung menggendong Natasha. Di depan rumah sakit masih ada wartawan yang menunggu. Mereka mengejar berita tentang Andin. Andin menjadi seperti selebriti sejak designnya booming di pasaran.


Tok Tok Tok

__ADS_1


KLEK


Suara pintu di ketuk, Andin menoleh ke arah pintu. Ia tersenyum melihat Natasha di gendong oleh Riki dan kedatangan kedua orang tuanya.


Riki mendekati Natasha ke ranjang Andin. Andin membelai rambut Natasha. Andin tidak pernah menyalahkan takdirnya karena hamil Natasha di luar nikah, ia terima itu dan Natasha diberikan kasih sayang yang tak terhingga dari Andin.


"Natasha jangan nakal yah, nurut sama Oppa dan Oma.


"Bunda, Asha ayang Bunda," ucap Natasha.


"Ya Allah, kamu sudah bisa panggil Bunda dengan sebutan benar. Putri Bunda sudah tambah besar." Andin terus membelai rambut Natasha.


"Bunda ulang yuk," ajak Natasha.


"Asha, Bunda belum bisa pulang karena Bunda baru bangun dari tidurnya. Bunda harus banyak istirahat karena tangan Bunda sakit," ucap Riki.


"Om doctol cembuhin Bunda," pinta Natasha.


"Iya cantik, Om akan obatin Bunda," ucap Riki.


Setelah 1 jam, Riki mengantar Natasha dan kedua orang tua Andin pulang terlebih dahulu. Karena Andin menyuruh agar putrinya jangan terlalu sering di bawa ke rumah sakit, takut ada virus yang masuk. Andin memang sangat menjaga kesehatan putrinya.


"Din, si Natasha cepat banget lengketnya sama Riki," ucap Luna.


"Lun kalau mau lengket sama Bundanya, yah harus lengket dulu sama anaknya. Bagaimana sih kamu," ucap Alice.


"Riki, tampan nggak Din," ledek Luna sambil memainkan alis matanya.


"Lebih macho dari Irsyad, puas!" ucap Andin.


"Ugh...sukanya yang macho sekarang," ucap Luna.


Tok Tok Tok


"Biar aku lihat dulu Din, pesan Riki kita harus jaga kamu dari Irsyad takut diambil kayanya," ucap Alice tertawa memamerkan gigi putihnya.


"Meledek aku terus kalian," decak kesal Andin.


Alice mengintip terlebih dahulu dari kaca pintu, setelah memastikan bukan Irsyad yang datang. Alice membukakan pintu.


"Ini benar ruang rawat Andin?" tanya wanita cantik dan elegan.


"Iya benar, Ibu dari teman-teman yoganya Andin yah? Silahkan masuk Bu, alhamdulilah kemarin Andin baru sadar dari operasi." Alice mengantar wanita itu untuk menemui Andin.


Andin memang rutin ke club Yoga, tempat berkumpulnya para istri pejabat, artis, pengusaha, mereka berpenampilan elegan dengan sering order design Andin langsung.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya wanita itu memegang tangan Andin.


"Alhamdulilah saya sudah lebih membaik daripada kemarin, maaf nama Ibu siapa yah? Sepertinya belum pernah melihat Ibu di club," ucap Andin.


"Oh saya anggota baru, baru masuk group WA karena saya salah satu fans Mbak Andin. Ternyata lebih cantik melihat langsung daripada di TV," puji wanita itu.


"Ibu bisa aja, wajah saya lagi pucat seperti ini," ucap Andin.


"Oh iya, ini saya bawa buah-buahan buat Mbak. Mau makan buah apa Mbak? Jeruk mau? Saya kupaskan kulitnya tangan Mbak masih sakit, saya harap bisa cepat sehat yah. Agar saya bisa order karya Mbak." Wanita itu mengupas buah jeruk dan menyuapi jeruk itu.


"Alice, Ibu itu kayanya fans banget sama Andin. Kelihatan peduli banget kayanya," bisik Luna kepada Alice.


"Andin kan lagi naik daun, kaya artis. Siapa yang nggak tahu Andin? Orang yang nggak punya tv atau handphone yang nggak tahu Andin," bisik Alice kepada Luna.


"Aduh Bu, saya jadi nggak enak. Baru kenal, Ibu sudah perhatian banget sama saya sampai suampin jeruk, terima kasih." Ibu itu terus menyuapi Andin sampai jeruk yang berada di tangannya habis.

__ADS_1


"Saya senang bisa berkenalan dengan Mbak Andin. Muda, berbakat, dan sudah menjadi pengusaha. Saya permisi dulu, semoga cepat sehat yah Mbak. Lain waktu saya akan mengunjungi Mbak lagi," ucap wanita itu.


"Kalau saya sudah sehat, gantian biar saya yang berkunjung ke tempat Ibu," ucap Andin sebelum wanita itu pergi.


"Saya pulang dulu yah Mbak."


"Terima kasih Bu, sudah menjenguk saya," ucap Andin.


Wanita itu keluar dari ruang rawat inap Andin. Tak selang waktu lama Riki masuk ke ruang rawat Andin. Wajahnya sangat senang ketika dia baru saja masuk.


"Kamu kenapa datang-datang senyam senyum?" tanya Andin.


"Kamu sudah kenalan dengan Mami aku yah?" tanya Riki.


"Hah! Mami kamu?" Andin bingung maksud dari Riki.


"Yang baru keluar jenguk kamu, itu Mami aku. Wanita yang melahirkan aku," ucap Riki.


"Yang suapin jeruk aku jadi Mami kamu?" tanya Andin terkejut.


"Wah Din, udah disuapin aja sama Camamer" ledek Alice.


"Kayanya undangan nikah teman kita duluan nih, calon Mami mertua udah jenguk langsung," ucap Luna.


"Ya Allah, aku nggak tahu itu Mami kamu. Aku nggak sopan banget, mass Mami kamu yang suapin aku jeruk padahal pertemuan pertama," ucap Andin.


"Kalau kamu sehat, kita kunjungin Mami. Kita berdua langsung meminta restu Mami buat nikah," ucap Riki.


Bersambung


Andin kedatangan Mami, malunya Andin di suapin jeruk dari tangan Maminya Riki.


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)



__ADS_1


__ADS_2