Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Strategi Ikan Super


__ADS_3

Keesokan harinya Angel dan Alice pergi ke kafe Ceria, tempat yang sudah mereka janjian kemarin lewat telepon. Angel dan Alice datang terlebih dahulu daripada Dariel. Setelah 5 menit menunggu Dariel akhirnya datang ke kafe Ceria. Angel melambaikan tangannya ke arah Dariel, Dariel langsung tahu bahwa itu adalah Angel dan Alice, dia langsung menghampiri mereka.


"Sorry, telat," ucap Dariel.


"Nggak apa-apa, kita baru nunggu 5 menit kok. Mau pesan apa? Kita berdua juga belum pesan nih," ucap Angel.


Mereka melihat buku menu dan mulai memesan makanan dan minuman.


"Apa kabar Alice? Tambah cantik aja kamu," ucap Dariel.


"Jangan tebar pesona deh sama sahabatku," decak kesal Angel.


"Namanya juga usaha Angel," ucap Dariel.


"Kalau di luar, jangan panggil nama aku Angel tapi Luna. Kalau tiba-tiba Roby nggak sengaja lewat, bisa tahu jika aku masih hidup," pinta Luna.


"Jadi aku disuruh datang ke sini mau apa?" tanya Dariel.


"Kami ingin meminta bantuanmu tentang misi untuk memenjarakan Roby karena kita nggak mungkin menunggu pemulihan Andin," ucap Alice.


"Sudah pernah meretas Roby Lun?" tanya Dariel.


"Sudah, tapi aku harus ke kantor dia," jawab Angel.


"Aku bisa meretas dia dari jarak jauh, bahkan aku bisa meretas nomor rekening dan sekaligus menguras uangnya," ucap Dariel yang sangat meyakinkan.


"Beneran? Wah keren yah kemampuan kamu sekarang. Makin berkembang," puji Angel.


"Tapi kita harus mempunyai bukti tentang ke kejahatannya," ucap Alice.


"Kita pasang CCTV di rumahnya," usul Dariel.


"Bagaimana caranya, penjagaannya sangat ketat," ucap Angel.


"Aku punya cari tapi harus ada imbalannya dong, masa gratis," ucap Dariel.


"Cih...nolongin sahabat minta imbalan," protes Luna.


"Angel, you are my best friend. I just want to get something special for my payment. I will give you my best talent professional. Come on, I'm just asking for a simple payment," ucap Dariel.


(kamu adalah teman terbaikku. Saya hanya ingin mendapatkan sesuatu yang istimewa untuk pembayaran saya. Saya akan memberi Anda profesional bakat terbaik saya. Ayolah, saya hanya meminta pembayaran yang sederhana.)


"What do you want to pay?" tanya Angel.


(Mau bayaran apa kamu?)


"Permisi, ini pesanannya sudah siap," ucap pelayan kafe membawakan menu-menu yang mereka pesan.


Jawaban atas pertanyaan Dariel tertunda karena makanan dan minuman yang mereka pesan sudah datang.


"Lun, tolong jus alpukat. Haus banget nih," pinta Alice. Luna mengambilkan jus alpukat yang gelasnya di dekat Dariel. Alice langsung meminum jus tersebut.


"I want to be paid for a date with Alice," ucap Dariel mendadak.


(Aku ingin di bayar dengan kencan bersama alice.)


"Uhuk uhuk." Alice tersedat ketika ia sedang meminum jus alpukatnya karena mendengar permintaan Dariel. Luna menepuk pundak Alice.


"Dariel, apa-apaan kamu meminta bayaran aneh seperti itu." Angel sangat kesal mendengar Dariel meminta bayaran untuk berkencan dengan Alice.

__ADS_1


"Yah, itu terserah kamu. Mau atau nggak," ucap Dariel dengan entengnya.


"Aku mau," jawab Alice dengan cepat.


"Alice, jangan ngorbanin diri kamu deh," ucap Luna. Luna langsung menarik tangan Alice untuk pergi dari kafe tersebut tapi Alice menahan langkahnya.


"Lun, penjahat itu masih bebas berkeliaran. Kamu hampir mati, aku hampir hilang...huff." Alice tidak bisa melanjutkan perkataannya.


"Yah tapi nggak seperti ini juga kali, kita cari yang lainnya," ucap Luna kekeh tidak mau bekerja sama dengan cara membayar apa yang Dariel pinta.


"Bekerja sama denganku, di jamin bersih. Pria pengecut itu nggak akan tahu siapa yang akan meretas rekeningnya. Aku bisa membuat rekeningnya terkuras habis. Bukankah jika ia tidak ada uang akan mencari mangsa baru untuk memulihkan kekayaannya. Yah...nggak jauh dengan menggaet wanita kaya raya. Dia akan keluar, aku akan kasih ikan super untuk dia agar ikan super itu bisa mengikuti ke agar masukin ke perangkap tikus yang sudah aku buat. Terserah kamu, mau atau nggak. Aku hanya menawarkan ini hanya 1 kali dan aku bukan pria mesum, akan aku jaga sahabatmu," ucap Dariel.


"Nggak mesum bagaimana, kamu aja selingkuh dengan mantan Irsyad," ucap Luna.


"Kan kamu nggak tahu cerita sebenarnya, alhamdulilah Andin terlepas dari Irsyad." Dariel mulai makan dengan santainya tanpa memperdulikan Luna.


Alice langsung duduk di sebelah Dariel. Luna menatap sahabatnya itu, tak rela jika pembayaran dengan mengencani Alice. Ia takut Alice akan sakit hati lagi seperti apa yang ia rasakan kemarin.


"Aku bersedia berkencan dengan kamu, asal kamu menjamin keberhasilan untuk memasukan Roby masuk ke penjara," ucap Alice.


"Tentu my princess, i will do it," ucap Dariel.


"Promise?" tanya Alice.


"Aku janji." Dariel tersenyum menatap Alice.


"Boleh aku pinta nomormu?" Dariel memberikan handphonenya, Alice langsung mengetik nomor handphonenya.


"Lun, duduk. Mumbazir loh kalau nggak di makan, udah di pesan juga. Banyak anak-anak jalanan yang kelaparan di luar," ucap Dariel.


"Awas kamu, jika kamu membuat sahabatku menangis. Aku tidak akan memaafkanmu," ancam Angel. Dariel hanya mengacungkan ibu jarinya.


***


Andin belum makan dari semalam, perutnya lapar tapi ia merasa canggung jika disuapin oleh Riki.


"Bisa panggil perawat nggak, buat suapin aku," pinta Andin.


"Memangnya kenapa sih?" tanya Riki.


"Takut kebawa perasaan aku, kita kan belum mahram," jawab Andin.


Riki menghela nafasnya, ia langsung mengeluarkan handphonenya dan menelepon seseorang.


"Assalamu'alaikum, Mami bisa ke rumah sakit nggak? Calon mantu Mami nggak bisa makan sendiri karena tangannya masih sakit, dia nggak mau aku suapin katanya belum mahram," ucap Riki di ujung telepon.


"Mas, ih apa-apaan sih. Masa kamu suruh Mami kamu datang ke sini buat suapin aku sih," protes Andin.


"Daripada kamu nggak mau makan, perut kamu nanti kena maag lagi. Aku nggak mau calon pengantinku sakit," ucap Riki. Mami mendengar perdebatan Riki dan Andin.


"Hahaha kalian ini, Mami akan ke sana. Menyuapi calon mantu Mami," ucap mami sambil tertawa.


"I love you Mami, aku tunggu. Dah Mami, see you." Riki langsung menutup teleponnya.


"Mas aku malu, masa Mamimu yang suapin aku makan sih." Andin masih protes akan hal itu.


"Jika kamu mau aku suapin, aku akan telepon Mami sekarang," ucap Riki.


"Nggak ah," ucap Andin.

__ADS_1


"Kenapa sih memangnya? Memang kamu takut apa sih? Bawa perasaan apa?" Riki bingung dengan sikap Andin.


"Ketika kamu menatap aku, kamu selalu senyum," jawab Andin.


"Yah iyalah, masa aku cemberut melihat wanita yang aku cintai. Aku pasti senyum sama kamu, salahnya apa memangnya?" tanya Riki.


"Salahnya adalah pertama senyumanmu mematikan logikaku, kedua lesung pipimu ketika tersenyum melelehkan hatiku. Aku takut imanku luntur," ucap jujur Andin.


"Hahahaha." Riki tertawa terbahak-bahak.


"Ih kamu kok malah tertawa? Nyebelin banget tahu nggak sih," protes Andin.


"Andina Anastashia, apalagi aku menatap wajahmu. Karena wajahmu menggelapkan semua di sekitarmu, jadi aku hanya melihat wajahmu yang sangat menggemaskan di mataku," ucap Riki.


Tok Tok Tok


KLEK


Mami Riki datang dan langsung menghampiri ranjang Andin.


"Ketemu lagi," ucap mami.


"Bu maaf, aku nggak kenali bahwa Ibu adalah Maminya Mas Riki," ucap Andin.


"Jangan panggil Ibu, panggil Mami seperti Riki memanggil saya. Nggak apa-apa kita kan memang baru pertama kali bertemu.


Mami Riki berkata dengan tutur kata yang lembut kepada Andin. Riki mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ia membelai kepala Andin yang masih tertutup jilbab instannya. Ingin protes tapi ia sungkan karena Mami Riki sedang berada di ruang rawat inapnya.


Bersambung


Double Up di hari minggu, hanya kuat double up yah. Jempolku pegel 😂😂😂 Semoga kalian terhibur yah membacanya.


Komen dan like dong yang belum follow aku, yuk follow sekarang.


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)

__ADS_1




__ADS_2