Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Rasa Trauma Luna


__ADS_3

"Wa'alaikumsalam, iya Andin ada apa?" tanya Alice di balik telepon.


"Kamu dan Luna bisa ke rumah sakit temani aku. Mas Riki dan Maminya siang ini mau ke rumah orang tuaku," jawab Andin.


"Mau ngapain sampai Mami Riki mau ke rumah ortu kamu? Lamaran? Nggak mungkin, masa cepat banget," ucap Alice.


"Iya benar, memang mau lamar aku. Kenapa nggak mungkin? Apapun di dunia ini mungkin jika Allah sudah berkehendak, malah minggu depan kami akan mengadakan akad nikah, resepsi jika keadaanku sudah pulih," ucap Andin.


"Luar biasa Riki, garcep banget. Oke aku akan ke sana dengan Luna. Tapi nggak tahu deh Luna mau atau nggak ke sana," ucap Alice.


"Ada apa dengan Luna? Bertengkar dengan dokter Jimmy," tanya Andin.


"Kamu tanya aja deh sama Luna, jika dia mau ikut aku ke sana. Yah sudah aku tutup yah." Alice menutup telepon dari Andin.


"Andin minta kita ke sana?" tanya Luna.


"Iya, Riki dan Mami nya mau ke rumah ortu Andin. Lamaran secara resmi," ucap Alice.


"Wah Irsyad, patah hati lagi nih," ucap Dariel.


"Aku bersyukur Andin nggak jadi sama Pak Lurah. Setelah dengar cerita kamu, jadi nggak respect aku," ucap Luna.


"Kamu mau ikut nggak Lun, ke rumah sakit?" tanya Alice.


"Aku ikut, Andin butuh teman di sana," ucap Luna.


"Kita ke rumah sakit dulu yah Kak Dariel," ucap Alice berpamitan.


"Nanti aku akan hubungi kamu," ucap Dariel.


Alice dan Luna menuju rumah sakit, di dalam mobil Luna terdiam. Entah apa yang ia pikirkan. Alice memarkirkan mobilnya, mereka turun bersama menuju kamar rawat inap Andin. Tak dipungkiri Luna sangat senggan jika bertemu dengan Jimmy. Rasa cemburunya sudah muncul, jika seorang tidak menjaga rasa pasangannya maka rasa yang telah ada akan menghilang lambat laun.


Ketika berjalan di lorong rumah sakit, Luna berpapasan dengan Jimmy. Luna pura-pura tidak melihat Jimmy, ia terlihat sangat menghindar. Jimmy meraih tangan Luna.


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Jimmy.


"Andin sudah menunggu aku, lagi pula aku lagi malas bicara denganmu," jawab Luna.


"Please, maafkan aku dan bicarakan ini denganku," ucap Jimmy memohon.

__ADS_1


"Lun, mending kamu komunikasikan ini dulu deh. Aku akan ke kamar Andin duluan, jangan berlarut larut masalah ini," saran Alice.


"Mau bicara di mana?" tanya Luna.


"Di ruanganku," jawab Jimmy.


"Yah sudah aku duluan Lun," ucap Alice. Luna menganggukan kepalanya.


Luna mengikuti langkah Jimmy dari belakang dan masuk ke dalam ruangan Jimmy.


"Katakanlah, agar cepat masalah ini," ucap Luna tegas.


"Sayang maafkan aku, aku nggak maksud memuji wanita lain. Itu aku hanya basa basi ketika bertemu teman lama. Bagiku kamu adalah perempuan yang paling cantik di mana aku," ucap Jimmy sambil memegang tangan Luna. Tapi Luna langsung menghentakkan tangannya agar genggaman Jimmy terlepas dari tangannya.


"Basa basi? Di depan calon istri kamu berbicara basa basi dengan wanita lain dan kamu acuhkan aku? Seolah-olah aku tidak ada di sana, itu yang kamu bilang basa-basi?" tanya Luna.


"Kamu cemburu sayang?" tanya Jimmy.


"Iya aku cemburu, ketika calon suamiku memuji kecantikan wanita lain di depanku tapi rasa itu yang mulai tumbuh, kini sudah terkikis," jawab Luna.


"Maafkan aku please, aku berjanji tidak akan seperti itu lagi. Pakai kembali cincin pertunangan kita," mohon Jimmy.


"Kenapa? Aku sudah minta maaf kepadamu. Aku sungguh mencintaimu Angel," ucap Jimmy.


"Aku hampir mati dengan tunanganku, aku masih punya trauma. Aku mulai membuka hatiku sedikit untukmu tapi kamu telah membuat hatiku ini berkata, bahwa aku tidak berarti bagimu. Tunanganku juga dulu bilang sangat mencintai tapi nyata di hatinya tidak ada aku. Kamu sudah mengingatkan aku hal itu, terlalu cepat aku menerimamu kala itu. Lebih baik simpan cincin itu dan berikan kepada perempuan yang benar-benar kamu cintai," ucap Luna.


"Aku benar-benar mencintaimu Angel," ucap Jimmy masih memohon. Luna menggelengkan kepalanya.


"Aku pikir, tidak ada lagi yang harus kita bicarakan. Aku permisi." Luna memegang handle pintu, tapi dicegah oleh Jimmy.


"Maafkan aku...aku mohon," ucap lirih Jimmy.


"Lepaskan tanganku atau aku adukan ke Riki," ancam Luna.


Jimmy membiarkan Luna keluar dari ruangannya, ia langsung terduduk, terdiam, tidak percaya akan keputusan Luna. Memulangkan cincin artinya ia membatalkan pertunangannya.


Luna berjalan menuju ruang rawat Andin dengan perasaan yang tercampur aduk. Rasa kesal, sekaligus rasa cinta yang sudah muncul. Trauma membuat jalan pikiran Luna berbeda, ia mengambil sudut pandang bahwa Jimmy bukanlah jodoh yang baik untuknya. Luna yang pernah mengalami kegagalan menyebabkan kepercayaan kepada lawan jenis berkurang.


Luna pernah hampir mati, wajah terbakar 50 persen, pita suara rusak, bahkan ia harus menahan sakit kepala karena ada pendarahan yang berada di kepala. Jika Andin tidak membantu dia untuk membiayai operasi mungkin di dunia ini tidak ada Angel lagi. Bagi Luna, dia diberikan kesempatan kedua untuk hidup di dunia ini. Dia tidak mau mengulang kesalah untuk kedua kalinya.

__ADS_1


KLEK


Suara pintu dibuka oleh Luna.


"Assalamu'alaikum." Luna mengucapkan salam ketika masuk ke ruang rawat inap Andin.


Andin dan Alice menatap kedatangan Luna. Luna duduk di kursi yang memang sudah ada di dekat ranjang Andin.


"Wa'alaikumsalam, kamu baik-baik aja kan?" tanya Andin. Ia tahu perasaan Luna saat ini. Andin sudah tahu cerita tentang Luna dari Alice. Awalnya Alice tidak mau cerita, biar Luna aja yang cerita tapi Andin memaksa.


Luna tiba-tiba menangis dihadapan Alice dan juga Andin. Alice langsung memeluk Luna.


"Bohong, jika aku bilang baik-baik saja. Kenapa nasib aku seperti ini, apakah Allah tidak sayang sama aku?" ucap Luna dengan diiringi isak tangisnya.


"Lun, Istigfar. Allah sayang sama kamu buktinya kamu mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup di dunia ini. Lun, masih banyak karunia Allah yang kadang tidak pernah kita sadari. Aku tidak jadi menikah dengan Irsyad ternyata Allah sayang sama aku, dibalik kegagalan ada suatu cerita yang baru aku tahu, Alice menceritakan kepadaku. Percayalah dibalik musibah ada suatu hikmah yang Allah tunjukkan kepada kita," nasihat Andin.


"Astagfirullah, maafkan aku. Kalian memang sahabat aku yang paling baik. Aku doakan kamu bahagia dengan Riki Din," ucap Luna.


"Amin."


Luna dan Alice menemani Andin. Ketika menjelang sore Riki dan Maminya datang lagi ke ruang rawat inap Andin. Luna dan Alice berdiri karena mempersilahkan Riki dan maminya berada di dekat Andin.


"Alhamdulilah, hari ini Mami dan Riki sudah resmi melamar kamu. Mami akan mengurus akad nikah untuk minggu ini. Kapan Andin bisa pulang Rik?" tanya mami.


"Insha Allah, besok sudah bisa pulang Mami. Tadi kata ayah kamu pulangnya ke rumah ayah aja, akad nikah akan dilaksanakan di rumah kedua orang tua kamu," ucap Riki.


"Rik, pakaikan cincin nya," ucap mami.


Riki mengambil kotak cincin di saku celananya, ia membuka kotak beludru tersebut.


"Bismillah, ini simbol cinta aku. Cinta yang nyata akan aku tunjukkan setelah kita menikah," ucap Riki sambil menyempatkan cincin di jari manis tangan kiri Andin.


Bersambung


Terima kasih sudah membaca bab ini. Semoga kalian sehat yah.


Mari berkomentar positif, like nya juga dong, sekalian follow aku. Et dah banyak amat maunya si Authoress hehehe namanya juga usaha.


kalau mau berteman di ig yuk mampir @kak_farida

__ADS_1


__ADS_2