Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Aku Pengagum Lamamu


__ADS_3

Alice tersenyum manis ketika proses pemindahan nominal rekening Roby berhasil dipindahkan.


"Kita masuk ke semua nomor rekeningnya sekarang," ucap Dariel.


Alice masih duduk di samping Dariel, ia tersenyum ketika menatap wajah Dariel yang sangat serius sedang mengotak atik kode untuk menembus pertahanan kode bank milik Roby.


"Kamu lihat ini, dia simpan di 4 bank. 2 bank di Belanda dan 2 bank di Indonesia. Kita akan menguras dalam waktu bersamaan," ucap Dariel.


Sudah 1 jam Dariel meretas rekening bank milik Roby, ia sudah berhasil untuk membobol pertahanan rekening Roby. Alice diperintahkan untuk mengklik enter. Alice dengan senang hati menyentuh tombol enter.


"Ah...selesai." Dariel merentangkan otot-otot yang tegang.


"Terima kasih Kak, atas bantuannya," ucap Alice.


"Terima kasihnya nanti malam yah, aku ingin berkencan dengan kamu," bisik Dariel di telinga Alice.


"Hari ini?" tanya Alice terkejut.


"Kamu siap-siap, nanti aku jemput. Dandan yang membuat kamu nyaman aja. Aku mau ketika kamu berkencan denganku kamu memiliki perasaan yang nyaman," ucap Dariel.


Dariel tidak meminta Alice menjadi lebih cantik, ia hanya menyarankan agar ia berpenampilan yang nyaman. Alice baru merasakan sisi lain dari Dariel, terlihat playboy ternyata dia setia dari penuturan Luna. Ketika Dariel di dapur Luna membeberkan semua sifat dari Dariel. Bukan hal sembarangan Luna menyuruh membuat makanan menjadi asin. Kelak ketika sudah menikah alangkah bahagia seorang istri ketika masakannya tetap dipuji walaupun ke asinan. Istri juga akan tahu kesalahannya karena akan sama-sama makan dalam satu meja.


Luna tak mau sembarang mendorong sahabatnya masuk ke jurang. Mereka bertiga sama-sama saling menjaga. Memang nasib Alice tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan Andin atau Luna.


Kini Alice dan Luna sudah berada di rumah, mereka sudah berada di dalam kamar Alice.


"Lun, malam ini aku diajak kencan sama Kak Dariel," ucap Alice.


"Jalanin aja dulu, kamu sudah tahu keluarga Dariel. Hari ini sepertinya dia sengaja menggiring kita ke rumahnya, rupanya ingin mengenalkan kamu. Buktinya mama Dariel sudah tahu kamu ternyata. Dariel sering sebut nama kamu dengan mamanya," ucap Luna.


"Aku harus bagaimana?" tanya Alice.


"Jadi diri kamu sendiri. Tadi kan Dariel bilang lakukan yang membuat kamu nyaman," jawab Luna.


"Aku mau pakai rok, waktu Andin kasih design dia, aku nyaman memakainya," ucap Alice.


"Aku tanyain ke Andin mau?" Luna menawarkan kepada Alice.


"Nggak enak, kan baru kemarin Andin baru nikah. Aku nggak mau ganggu Andin dan Riki," ucap Alice.


"Ini pukul 2, masa sih mereka ibadah bermandi keringat siang-siang. Adanya Natasha yang akan ganggu mereka," ucap Luna.


"Ih ngomongnya fulgar," protes Alice.


"Hahaha lah bagi mereka berbuat itu memang ibadah, mendulang pahala dan menikmati surga dunia. Kalau kita lakukan itu haram, dosa, berzina, hukumannya cambuk 100 kali di asingkan selama 1 tahun itu kalau sama-sama belum menikah. Tapi jika selingkuh yang sama-sama sudah punya masing-masing maka hukumannya di rajam. Apa itu rajam, dipendam dalam tanah seluruh tubuh hanya terlihat kepala dan di timpuk pakai batu sampai meninggoi," ucap Luna.


"Hukum apa itu? Serem banget," ucap Alice meringis ngeri.


"Itu hukum islam, ada dalam materi fiqih," jawab Luna.


"Ini beneran Angel sahabat aku kah? Kamu kan 4 tahun di Inggris, dari mana kamu tahu itu?" tanya Alice.


"Ada deh, jika kamu sudah merasa cocok dengan Dariel. Langsung tantang dia buat lamar kamu," ucap Luna.

__ADS_1


"Cepat banget sih, aku belum percaya 100% Kak Dariel cowo yang baik atau nggak," ucap Alice. Ia tidak mau memikirkan itu terlalu jauh.


"Untuk soal jawaban yang cepat dan pasti. Itu mudah salat tahajud aja," ucap Luna.


Alice yang mendengar Angel tentang nasihatnya, ia tidak percaya bahwa sahabatnya berbicara seperti itu. Alice menatap Luna dengan sangat dalam.


"Alice, kenapa sih kamu? Jangan tatap aku dengan tatapan aneh seperti itu. Aku Angel sahabat kamu," ucap Luna.


***


"Mas Riki, tangan aku sembuhnya kapan? Aku mau design lagi," tanya Andin. Ia sangat rindu untuk mendesign.


"3 bulan lagi sayang, itupun jangan dipakai terlalu berat. Kamu kan bisa mendesign dengan tangan kanan kamu," ucap Riki.


"Aku akan coba," ucap Andin.


"Biar tanganku ini menjadi tangan kirimu," ucap Riki sambil mengecup pucuk kepala Andin.


"Mas, aku ingin buat konferensi pers untuk pernikahan kita. Sebelum aku melakukan itu, boleh aku berbicara dengan Irsyad?" izin Andin.


"Boleh, tapi harus ada aku," ucap Riki.


"Itu tentulah Mas, aku tidak akan menemui lawan jenis tanpa didampingi oleh kamu."


Cup


Riki mengecup singkat bibir Andin.


"Mas, kita sedang di ruang tamu. Nanti mama dan ayah lihat aku malu," protes Andin.


"Ih kamu Mas, kita sedang menunggu dokter Jimmy. Kamu kan suruh dia ke sini untuk antar obat buat aku. Nanti tiba-tiba ia datang bagaimana?" Andin mencubit pinggang Riki.


"Aduh sakit sayang," ringis Riki.


"Kalau mau mesum sama aku di kamar sayang." Andin mengusap-usap pinggang Riki yang bekas ia cubit.


"Nanti malam yah, agar cepat dapat adiknya Natasha." Riki menaik turunkan alisnya.


"Insha Allah." Andin hanya tersenyum menatap Riki.


Kring Kring


Suara handphone Andin berdering, Riki mengambil handphone Andin dan diberikan kepadanya.


"Luna yang telepon," ucap Riki. Andin mengambil handphonenya.


"Assalamu'alaikum Lun, kamu sehat?" tanya Andin.


"Wa'alaikumsalam, alhamdulilah sehat. Kamu Din? Ah lupa yayang dokter kalau sakit langsung yayang Riki yang obatin kamu," ucap Luna di balik telepon.


"Haha bisa aja kamu Lun." Andin tertawa.


"Din, aku boleh minta rok nggak yang waktu itu kamu bawa. Ada di kampung designkan, di kantor?" tanya Luna.

__ADS_1


"Aduh, aku bawa ke rumah. Kamu ke sini aja, belum aku pakai kok. Kamu mau pakai rok? Tumben," tanya Andin.


"Untuk Alice, malam ini dia ada kencan dengan Dariel," jawab Luna.


"Wah ada kemajuan yah mereka. Awalnya pura-pura, lama-lama menjadi cinta," ucap Andin.


"Yah sudah, aku ke sana yah. Assalamu'alaikum," ucap Luna.


"Oke, Wa'alaikumsalam," ucap Andin menutup teleponnya.


"Aduh Mas, aku lupa. Dokter Jimmy mau ke sini, Luna juga mau ke sini. Nanti disangkanya aku ngerencanain ini," ucap Andin khawatir.


"Jangan khawatir, biarkan mereka bertemu. Belum tentu juga kedatangan mereka bersamaan atau nggak," ucap Riki.


"Semoga Mas, aku juga ingin melihat kedua sahabatku bahagia karena bagiku mereka bukan hanya sekedar sahabat tapi saudariku. Aku sayang dengan mereka Mas," ucap Andin.


"Aku tahu itu sayang karena aku dulu ada diantara kalian bertiga. Aku tahu bagaimana dekatnya kalian, bagaimana saling membantunya kalian. Angel membantu kamu dan Alice untuk belajar, kamu membantu Alice dan Angel untuk mendesign pakaian mereka ala-ala anak SMA kala itu dan Angel akan membawa ke tukang jahit dan kamu tahu siapa langganan Angel itu Bu Rohaya. Kalian memakainya untuk hang out dan Alice yang menyiapkan makanan untuk kalian jika kalian belajar bersama. Alice jago masak kan," ucap Riki panjang lebar.


"Kok Mas Riki tahu itu, aku baru tahu juga yang menjahit design aku ketika SMA ternyata Bu Rohaya. Ya Allah aku nggak menyangka itu Mas. Kenapa juga Mas bisa tahu dengan aku dan kedua sahabatku?" tanya Andin penasaran.


"Jika seseorang yang sedang jatuh cinta pasti orang itu akan mengorek informasi orang yang dicintai. Begitu juga aku ketika itu, mencintai kamu diam-diam sejak kelas 1 SMA. Aku pengagum lamamu." Riki membelai pipi Andin. Andin menyandarkan kepalanya di dada bidang Riki, dia suka menghirup bau tubuh suaminya itu.


Bersambung


Banyakin komen dan jempol nya dong Pleaseeeeee, Authoress rela nih jempol nya pada pegel mengetik dari kata-kata, dikumpulkan menjadi sebuah kalimat, dari kalimat dikumpulkan menjadi sebuah paragraf dan dari beberapa paragraf terbentuk 1 bab.❤❤❤❤❤


Kalau mau berteman sama Authoress di ig yuk mampir @kak_farida


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)

__ADS_1




__ADS_2