
Dariel menatap kelima body guard Roby, dia tidak bergeming menatap kelima body guard tersebut.
"Mau jadi pahlawan kesiangan rupanya, wajah mixmu akan babak belur oleh body guardku," ucap Roby.
"Jangan banyak omong kamu laki-laki pengecut, maju sini," tantang Dariel.
"Alice, kamu agak menjauh tapi jangan hilang dari pandanganku," ucap Dariel.
"Maju! Hajar cecurut itu," perintah Roby.
Dariel memasang kuda-kuda kaki, ia sudah sangat siap untuk meladeni kelima body guard Roby. Dariel mulai di serang oleh kelima body guard Roby sekaligus.
HAIT..BUGH!
Salah satu body guard Dariel memukul perut Dariel tapi Dariel langsung menangkap lengan body guard tersebut. Ia genggam kuat dan di plintir tangannya sampai body guard itu meringis kesakitan.
POW! BAM!
Dua orang body guard Roby maju bersamaan memukul dan menendang Dariel.
CIAT!
Dariel bisa menangkis pukulan dan tendangan dari kedua body guard Roby.
BANG! BUGH!
Dariel membalas dengan tendangan memutarnya, lalu mengambil kedua tangan body guard Roby lalu ia menendang salah satu body guard sampai terpental dan satu body guard lain di pukul bertubi-tubi oleh Dariel sampai mulutnya mengeluarkan darah.
"Kak Dariel awas sebelah kanan Kakak," teriak Alice.
SPLAS!
Gerakan salah satu body guard menggores lengan Dariel. Dariel menangkis pisau yang hendak di ingin menusuk punggung Dariel.
BUGH!
Dari kelengahan Dariel, satu pukulan terkena di wajah Dariel.
"Au..." ringis kesakitan Dariel.
"Kak lengan kamu berdarah," ucap Alice yang berdiri agak jauh menatap perkelahian Dariel dan body guard Roby.
Tanpa di duga salah satu body guard Roby memegang Alice dan menodongkan pisau di leher Alice.
"Jangan bergerak, pacar lu akan terluka," ucap body guard yang memegang Alice.
"Hai, kalian bangun gitu aja udah kalah, habisi dia," ucap Roby.
Karena Dariel melihat Alice yang sedang di sandra, ia tak bisa berbuat apa-apa. Dariel tak mau Alice terluka dan keempat body guard Roby mulai memukul dan menendang Dariel tanpa ada perlawanan. Alice menangis menatap Dariel dipukul habis-habisan.
Roby suruh membawa Alice untuk masuk ke dalam mobil, body guard itu mematuhi perintah Roby.
"Kak...tolong Aku," ucap Alice ketika ia ingin di masukan ke dalam mobil.
Dariel yang melihat Alice di bawa, ia marah. Dengan sisa tenaganya, ia menghajar keempat body guard Roby dengan membaby buta sampai mereka berempat terkapar tidak berdaya.
__ADS_1
Dariel berlari meghampiri Roby.
BUGH! BUGH!
Dariel memukul wajah Roby, melihat bosnya dipukul body guard Roby ingin menusuk punggung Dariel.
"Kak, awas di belakangku," teriak Alice.
BLESH!
Suara pisau yang menancap di perut Roby, Dariel berhasil menghindar dan body guard tersebut tidak menyangka bahwa yang ia tusuk adalah bosnya.
"Beg* lu, gua yang lu tusuk," ucap Roby dengan memegang pisau yang sudah menancap di perutnya.
"Bos...Sorry," ucap body guard.
Roby tumbang dan kelima body guard itu lari dengan membawa Roby.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dariel.
"Karena aku, Kakak babak belur seperti ini. Maaf Kak," ucap Alice menangis melihat keadaan Dariel yang wajahnya lebam.
"Jangan menangis cantik, itu sudah kewajiban aku untuk menjagamu. Malam ini kamu menjadi kekasihku," ucap Dariel.
Alice membantu Dariel untuk berjalan dan masuk ke dalam mobil jok belakang.
"Kotak P3K di mana Kak?" tanya Alice.
"Ada di depan, sudah aku nggak apa-apa," ucap Dariel.
"Apanya yang nggak apa-apa, lihat lengan Kakak masih mengeluarkan darah. Darahnya harus diberhentikan dulu," ucap Alice.
Bibir dan pelipis Dariel robek, Alice membersihkan luka di pelipis dan di bibir Dariel. Kedua mata mereka saling menatap, Dariel tiba-tiba memegang pipi Alice.
"Sudah, hentikan. Aku tidak kuat melihat kamu sedekat ini. Wajah kamu sangat cantik, aku berusaha tidak menyentuhmu karena agar hatimu tahu bahwa aku sangat menghormatimu," ucap Dariel memohon. Alice mematung ketika Dariel berkata seperti itu.
"Tapi Kak, luka Kakak harus diberikan obat dulu," ucap Alice.
"Biar aku saja yang bersihkan, kamu tolong bawa mobil dan antarkan aku ke klinik, biar dokter yang menangani aku," ucap Dariel.
"Baik Kak, sebentar Kak." Alice mengambil bantal agar kepala Dariel nyaman.
"Pakai ini Kak agar nyaman," ucap Alice.
Alice masuk ke dalam jok pengemudi, ia menjalankan mobilnya dan mencari klinik terdekat. Sesekali Alice melihat Dariel yang meringis kesakitan di kaca spion. Hatinya sangat tersentuh ketika Dariel rela dipukuli oleh body guard Roby agar Alice tidak dilukai.
"Kak, memang aku cantik? Kan Angel lebih cantik, bukankah Kak Dariel melihat wajah Asli Angel sebelum operasi? Kenapa tidak tertarik dengan Angel," tanya Alice yang sedang menyetir mobil Dariel.
"Kamu dan Angel berbeda. Kecantikan Angel aku anggap sebagai adikku tapi kecantikan kamu aku anggap sebagai kekasihku. Jadi dimataku kamu lebih cantik dari Angel," ucap Dariel dengan tersenyum. Alice menatap di kaca spion senyuman Dariel tersebut.
"Kenapa Kak Dariel suka sama aku?" tanya Alice kembali.
"Pertanyaan itu aku nggak bisa jawab, karena aku bukan hanya sekedar suka tapi cinta. Cinta tak ada logika, ia bisa datang begitu aja tanpa permisi. Cinta bisa terasa manis jika dibungkus dengan ketulusan tapi cinta bisa terasa pahit jika dibungkus dengan penghianatan," jawab Dariel.
Alice memberhentikan laju mobilnya di tepi jalan. Ia menoleh kebelakang dan menatap Dariel.
__ADS_1
"Kenapa berhenti?" tanya Dariel.
"Aku berhenti karena aku ingin memarkirkan hatiku di hati Kakak. Aku menerima cinta Kakak, terima kasih sudah melindungi dan tidak menyentuhku malam ini. Padahal Kak Dariel bisa menciumku ketika tadi kita bertatap mata. Terima kasih Kak Dariel sudah membela aku di tempat gym ketika aku dilecehkan," ucap Alice.
"Beneran kamu terima aku?" Dariel tidak percaya bahwa Alice menerima cintanya. Alice tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Terima kasih Alice sayang, luka tak sakit karena sudah tertutup dengan rasa cintaku yang kamu terima," ucap Dariel dengan sumberingah.
"Aku jalankan lagi yah mobilnya menuju klinik atau rumah sakit," ucap Alice.
"Sebentar, aku pindah duduk di depan boleh?" izin Dariel.
"Boleh Kak," jawab Alice.
Dariel berpindah duduk di jok depan. Kini mereka duduk bersebelahan. Dariel menatap Alice dengan senyumannya.
"Kak, jangan menatap aku seperti itu. Aku tidak fokus untuk menyetir jadinya, aku nggak mau kita kecelakaan berdua di dalam mobil. Baru juga jadian," celetuk Alice.
"Ih nauzubilah, jangan bilang gitu dong. Aku belum nikah sama kamu masa kecelakaan sih," protes Dariel.
Bersambung
Ada yang baru jadian nih....
Jangan Lupa komen yang membangun, jangan komen next, up dan lanjut doang hihihi biar Authoress cemunut nih
Terima kasih yang sudah membaca bab ini.
Jangan lupa komen-komen dan jempol kalian.
Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)
__ADS_1