
Riki mempersiapkan pernikahannya, ia yang mengurus sendiri semua urusan data-data untuk akad nikahnya. Riki sudah mendaftarkan pernikahannya di KUA. Ia meminta agar pernikahannya dilakukan minggu depan. Riki yang melakukan perlengkapan akad sendiri karena Andin masih belum sehat total.
Mereka akan menikah di kediaman rumah orang tua Andin. Andin hanya mengundang para teman-teman sebagai syukuran. Andin juga menugaskan Luna agar kampung desain turut diuang dalam akad pernikahannya.
Acara pernikahan Andin dan Riki sangat tertutup, mereka tidak ingin para wartawan mengetahui acara pernikahan mereka. Riki mengurus semua dengan sangat rapih sampai para wartawan tidak bisa mengendus pernikahan mereka.
Kini Andin sudah di rias, wajah Andin tampak sangat cantik. Walaupun lengan Andin masih menggunakan gips namun kecantikannya tidak berkurang sedikitpun. Riki dan Maminya sudah datang. Kakak Riki pun datang dari amerika, Riki sudah melarang agar kakaknya tidak usah datang, karena takut akan kesehatannya tapi ia bersikeras untuk datang. Hanya papi Riki yang tidak menghadiri acara akad nikah.
Riki terlihat tampan dengan setelah jas dan berdasi merah. Kulitnya yang memang putih membuat wajahnya menjadi lebih glowing. Kini Riki sudah berada di sebuah meja yang di depannya ada ayah Andin sebagai wali nikah untuk Andin.
Ayah Andin menggenggam tangan Riki.
"Ananda Ahmad Riki Danesh bin Danesh Chairil Delana, saya nikahkan dan saya kawinkan Ananda dengan anak perempuan saya Andina Anastashia binti Haddaq Kameel Liban dengan mas kawin uang tiga puluh tiga juta rupiah dibayar tunai." Ayah Andin menghentakkan tangan Riki.
"Saya terima nikah dan kawinnya Andina Anastashia binti Haddaq Kameel Liban dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Riki mengucapkan kabul dengan lancar.
"Sah?"
"Sah...sah," ucap para saksi.
"Alhamdulilah," ucap para tamu yang menghadiri akad nikah tersebut.
Setelah akad nikah Riki membaca Al-quran, suara Riki sangat merdu. Orang-orang tak menyangka jika Dokter Riki memiliki suara yang bagus dan bisa membaca Al quran dengan tartil. Ketika SMA memang Riki bergabung di ekschool rohis. Hening suasana ketika lantunan ayat suci dibacakan oleh Riki.
"Andin selamat, sekarang kamu sudah menjadi istri Riki." Alice dan Angel langsung memeluk Andin.
"Aku gugup nih," ucap Andin.
"Ya Allah inu tangannya dingin banget seperti batu es. Jangan gugup Din ada Angel di sini temani kamu untuk bertemu Riki. Ayo temui suamimu Din. Aku keluar duluan," ucap Alice.
Andin mengalungkan lengannya di lengan Luna.
Andin ditemani Luna keluar untuk menemui Riki, banyak para undangan tamu yang takjub ketika Andin keluar dan memasuki tempat ijab kabul, Andin sangat cantik berbalut baju kebaya pengantin berwarna putih bernuansa adat Jawa. Mami Riki yang melihat Andin tersenyum bahagia, begitu melihat menantunya yang.
"Riki istrimu sangat cantik, pantas kamu mengejar dia, nggak sia-sia kamu menunggu 9 tahun," ucap mami.
"Iya Rik, cantik banget. Sudah CEO 2 perusahaan, orangnya baik. Walaupun depat pas janda tapi ini janda berkwalitas Rik," puji Intan, kakak Riki.
Riki tersenyum melihat Andin yang sekarang menjadi istrinya. Di mata Riki, Andin sangat manis dan cantik. Ia menarik nafas lalu mengeluarkannya perlahan mengurangi kegrogian. Ada rasa bahagia telah memperistri Andin, rasa cinta penuh untuk istri sahnya itu. Bahu Riki di tepuk oleh mami membuyarkan lamunan Riki dengan menatap Andin tanpa berkedip.
"Riki, segitu terpesonanya kah kamu melihat istrimu? Sambut istrimu, jemput dia," ucap mami.
"Ah iya Mi." Angel melepaskan tangan Andin lalu Riki mengambil tangan Andin. Riki mulai menyematkan cincin nikah di jari manis, tangan kanan Andin. Setelah cincin disematkan lalu Andin mencium punggung tangan Riki dengan takzim.
Andin dan Riki menandatangani buku nikah mereka. Kini mereka sudah sah menjadi suami istri, status mereka mendadak berubah. Andin awalnya berstatus janda kini sudah berubah menjadi istri. Riki yang berstatus bujang kini berubah menjadi suami.
__ADS_1
Kini mereka sungkeman dengan orang tua mereka. Andin mencium tangan mami.
"Terima kasih sudah menerima Riki dan mendorong Riki sampai ia sukses seperti sekarang. Mami sangat bahagia mempunyai menantu designer terkenal. Papi akan menyesal tidak hadir setelah ia tahu siapa kamu sebenarnya. Kamu harus sabar yah dengan Riki. Jaga kejujuran dan kepercayaan dalam suatu pernikahan," wejangan dari mami Riki.
"Iya Mami, terima kasih atas wejangannya. Andin juga berterima kasih Mami telah melahirkan putra yang dimata aku sangat sempurna dan memberikan cinta yang tulus kepadaku," ucap Andin.
Riki kini mencium punggung tangan kepada ayah Andin.
"Riki, tolong jaga putri kesayangan ayah. Dia sudah sering tersakiti, jaga hatinya agar ia tidak merasakan sakit hati kembali. Jaga juga cucu ayah, perhatikan dia seperti putrimu sendiri. Karena kamu menikah dengan janda yang mempunyai anak satu, kamu bukan hanya mendapatkan Andin tapi juga Natasha sudah satu paket kamu dapatkan," ucap ayah.
"Iya Ayah, aku akan jaga hati Andin dan juga menganggap Natasha sebagai putriku sendiri. Aku janji itu ayah," ucap Riki.
Riki dan Andin juga meminta doa kepada mama Andin.
Setelah acara sungkeman selesai, kini acara foto pasangan pengantin baru. Fotografer dari saudari Andin, ia mengarahkan posisi yang bagus agar pengambilan gambar bagus pula. Andin juga tidak lupa berfoto dengan kedua sahabatnya.
Kini acara makan-makan. Para undangan disajikan makanan yang tampak lezat. Acara makan ini merupakan tanda syukuran atas pernikahan bukan makan-makan resepsi. Semua memberikan selamat kepada Andin dan Riki.
Matahari mulai condong, tamu satu persatu sudah pulang. Angel dan Alice pun pamit kepada Andin.
"Ceritakan yah malam pertama dengan cinta pertama bagaimana," bisik Alice di telinga Andin.
"Tidak akan aku ceritakan kepada kalian berdua, jika ingin merasakan maka cepatlah menikah jangan terlalu terbayang dengan masa lalu kalian," balas bisikan Andin di telinga Angel dan Alice. Mereka tersenyum kecut di sindir Andin.
Di rumah kedua orang tua Andin kini sudah sangat sepi. Tinggal anggota keluarga inti.
"Natasha, Ayah bersih-bersih dulu yah. Habis itu baru nanti digendong sama Ayah," ucap Andin.
"Nda au." Natasha langsung meletakkan kepalanya di pundak Riki.
"Mas, sepertinya Natasha ngantuk. Ini jadwal tidur siangnya," ucap Andin.
"Biar, aku akan membuat Asha tidur dulu. Kamu mandilah duluan," ucap Riki.
Kakak dan Mami Riki sudah pulang. Andin dibantu mamanya membuka asesoris yang ia kenakan ketika akad. Andin tidak bisa melepaskan sendiri karena tangannya masih di gips.
"Terima kasih Mah, sudah bantu aku," ucap Andin.
"Mamah keluar dulu yah," ucap mama.
Andin langsung mandi. Ia sangat hati-hati dengan tangannya. Kini Andin sudah selesai, rambutnya pun sudah basah karena keramas. Ia membuka pintu kamar mandi, ada ketukan pintu. Ia terkejut karena Riki masuk ke dalam kamar.
"Kenapa kamu terkejut seperti itu? Lupa yah aku sudah menjadi suami kamu," ucap Riki.
Riki melajukan kakinya mendekati Andin.
__ADS_1
"Masya Allah, kamu cantik sayang. Buka jilbab tetap cantik dengan rambut kamu itu. Terakhir aku lihat rambut kamu 9 tahun yang lalu, bertemu denganmu sudah menggunakan jilbab, bersyukur aku sudah menikahimu," ucap Riki.
"Rambut aku basah, Mas bagaimana sih? Bilang rambut aku cantik." Andin mengeringkan rambutnya dengan handuk menggunakan satu tangannya. Riki langsung meraih handuk itu lalu Andin di suruh duduk dan Riki mulai mengeringkan rambut Andin dengan telaten. Sesekali Riki mencuri cium pucuk kepala Andin.
"Mas," ucap Andin protes.
"Kenapa sayang, kamu sudah halal bagiku jadi kamu nggak bisa protes lagi." Riki mencium pipi Andin. Seketika itu juga Andin membolakan matanya.
Bersambung
Entah apa tindakan Riki selanjutnya 😁
Terima kasih sudah membaca bab ini. Semoga kalian sehat yah. love you sekebon kuaret.
Mari berkomentar positif, like nya juga dong, sekalian follow aku. Et dah banyak amat maunya si Authoress hehehe namanya juga usaha.
kalau mau berteman di ig yuk mampir @kak_farida
Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)
__ADS_1