
Alice bermalam di rumah Andin, karena keesokan paginya pukul 6 pagi mereka akan langsung berangkat ke Bogor. Ratna menawarkan pentata rias untuk acara lamaran Luna. Andin setuju, karena tidak ada waktu lagi. lamaran Luna sangat mendadak, semuanya serba instan.
Kini mereka sudah berada dalam 1 mobil. Di belakang mobil Andin ada mobil pentata Rias. Andin mulai menjalankan mobilnya.
"Bismillah," ucap Andin ketika mobil mulai berjalan.
Luna tampak gugup, Alice menggenggam tangan Luna. Luna dan Alice berada di jok belakang. Mbak Ayu memangku Natasha duduk di sebelah Andin. Karena mereka berangkat pagi sehingga jalanan tidak macet. Acara lamaran di adakan setelah isya.
Hanya 1 jam 30 menit, mereka sudah tiba di rumah Luna. Mobil Andin dan pentata rias di letakkan di lahan kosong milik tetangga. Orang tua Luna sudah menyewa lahan tersebut untuk parkir mobil acara lamaran. Luna sudah menceritakan asal usul dokter Jimmy, kedua orang tua Luna tentu mengenal Jimmy karena Jimmy lah yang telah mengoperasi pendarahan di otak Luna.
"Assalamu'alaikum," ucap Andin ketika memasuki rumah Luna. Andin langsung di sambut oleh kedua orang tua Luna.
"Waalaikumsalam, mari masuk Andin. Ini Alice? Masya Allah kamu tambah cantik aja Nak," ucap mama Luna.
"Bu, saya nggak cantik? Kok hanya Alice aja yang di puji," ucap Andin. Dia biasa bercanda dengan kedua orang tua Luna.
"Kalau kamu bukan cantik tapi anggun," ucap mama Luna.
"hehe Ibu bisa aja. Oh iya Bu, ini pentata rias sponsor dari bos aku," ucap Andin.
"Adik bos Andin, calonnya Andin Ma," celetuk Luna. Andin langsung memukul lengan Luna dan berdecak kesal.
"Dih pura-pura kesel, padahal senang tuh. Kalau mau senyum, senyum aja Bu Andin," ucap Luna.
Mereka segera menyiapkan prasmanan. Catering datang pukul 4 sore, sehingga makanan catering langsung di tata. Luna terlihat sangat gugup, awalnya dia tertawa-tawa, bercanda dengan kedua sahabatnya. Semakin sore Luna tampak gugup. Azan magrib berkumandang, mereka menyegerakan menunaikan ibadah salat magrib, Luna berdoa agar ini adalah jodoh yang terakhirnya.
Ternyata Luna berdoa juga dia, agar Jimmy jodoh terakhirnya. Mengharapkan berarti yah, Jimmy dokter spesialis muda dan tampan. Jika Luna tak tertarik maka Luna tidak normal. Authoress nasehatin Luna kemarin seperti itu.
__ADS_1
Pentata rias mulai make over keluarga Luna, untuk Luna ada pentata rias khusus. Alice dan Andin tidak kalah untuk di make over. Mereka tersenyum ketika melihat wajah mereka di pantulan cermin.
"Sebelum dokter Jimmy datang, kita foto bertiga dulu," ucap Alice sambil memegang handphonenya untuk melakukan selfi. Mereka mengambil foto selfi dengan beberapa gaya.
Waktu sangat cepat berlalu, kini keluarga dokter Jimmy sudah sampai di kediaman Luna. Andin menatap Irsyad, ketika ia datang bersama keluarga dokter Jimmy. Irsyad membalas tatapan Andin dan tersenyum, Andin langsung memalingkan pandangannya.
"Assalamu'alaikum," ucap papa Jimmy ketika masuk ke kediaman Luna.
"Wa'alaikumsalam," ucap papa Luna. Mereka semua dipersilahkan masuk. Keluarga Luna dan Irsyad duduk saling berhadapan. Luna masih berada di dalam, setelah kelurga Jimmy sudah masuk ke dalam rumah, Luna dipanggil untuk keluar. Jimmy tak berkedip melihat Luna, Luna sangat cantik sekali. Luna duduk di samping mamanya.
"Kami datang ke kediaman Nak Angel memang sengaja, untuk melamar Nak Angel untuk putra saya Jimmy. Putra saya ini sudah cukup umur malah dalam keluarga kami telat. Ini adik Jimmy namanya Tomy, ia sudah mempunyai 2 anak. Ini mama Jimmy, dan itu istri dan anak dari Tomy." Papa Jimmy memperkenalkan keluarganya kepada keluarga Luna.
"Kami terima kedatangan kelurga Nak Jimmy, saya tidak menyangka bahwa dari operasi kepala menjadi mengisi kepala dan turun ke hati hehe. Jujur kami terkejut ketika kemarin sore Angel menelepon karena Nak Jimmy mau melamar Angel. Alhamdulilahnya ada Andin sahabat Angel yang mempersiapkan penyambutan keluarga Nak Jimmy," ucap papa Luna.
"Saya dan istri saya juga terkejut, tiba-tiba Jimmy bawa gadis cuannntiknya bukan main seperti artis korea, di make makin cantik sekarang. Sepertinya mereka sudah ngebet agar cepat dinikahin," ucap papa Jimmy.
"Baiklah tanpa lama-lama, karena kami juga sudah lapar hahaha. Agar lamaran ini kita mulai," ucap papa Jimmy dengan candanya.
"Ih Papa malu-maluin sama calon besan," protes mama Jimmy.
"Mama pura-pura, kamu sudah lapar juga kan," ucap papa Jimmy.
"Tenang aja Tante, makanannya enak-enak. Ada asinan khas bogor lagi. Nampol pokoknya," ucap Andin.
"Mbak Andin saya fans Mbak Andin. Saya mau order yah tapi didahulukan jalur khusus," ucap mama Jimmy.
"Ma, ini lamaran Jimmy masa order dress sih," protes Jimmy.
__ADS_1
"Sekalian Jimmy sayang," ucap mama Jimmy sambil membelai pipi Jimmy. Jimmy tampak malu ketika mamanya melakukan hal itu. Luna melihat itu dan tersenyum.
"Anak mama," ucap Luna tanpa suara tapi gerakan bibirnya bisa dibaca oleh Jimmy. Jimmy langsung mengirim pesan singkat ke nomor Luna.
"Nanti setelah menikah kamu yah yang elus pipi aku. Bukan anak mama lagi, tapi kesayangan istri," isi pesan singkat Jimmy. Luna menggelengkan kepalanya tanda tidak mau. Jimmy tersenyum manis menatap Luna.
"Baik tanpa menunggu lama-lama, kini pemyematan cincin yang dilakukan oleh Jimmy kepada Luna," ucap papa Jimmy. Jimmy dan Luna kini ada di tengah-tengah keluarga. Jimmy mengambil cincin berlian yang sudah di pilih Luna. Jimmy mengambil tangan Luna dan menyelipkan cincin itu ke jari manis tangan kiri Luna.
"Insha Allah, setelah kita menikah aku akan membuat kamu bahagia dan melindungi kamu dari apapun," ucap Jimmy.
"Sesudah menikah aja? Jadi setelah lamaran kamu nggak mau buat aku bahagia dan melindungi aku?" tanya Luna.
"Bagaimana aku tidak mau melindungi kamu, kamu adalah calon istriku dan akan menjadi calon ibu dari anak-anakku," ucap Jimmy. Luna tersenyum atas ucapan Jimmy. Andin tidak lupa mendolumentasikan moment yang sangat berarti bagi sahabatnya itu.
Acara lamaran berjalan dengan lancar. Kini Luna resmi bertunangan dengan Jimmy. Mereka langsung membicarakan pernikahan Luna dan Jimmy, keluarga sepakat akan melangsungkan pernikahan bulan berikutnya.
Acara makan-makan di mulai setelah lamaran selesai. Para orang tua berbincang-bincang. Luna terlihat diperkenalkan dengan calon adik iparnya. Alice dan mbak Ayu sedang mengajak main Natasha. Andin kemana? Andin sedang memilih makanan, ia tidak mau makanan berat untuk menjaga tubuhnya agar tetap langsing.
"Kenapa kamu bingung untuk memilih makanan? Jika kamu gendut, aku tetap mencintai kamu kok," ucap Irsyad yang tiba-tiba ada di belakang Andin.
"Ah kamu sekarang bisa bicara seperti itu, nanti setelah jadi suami kamu campakkan aku," ucap Andin.
"Kalau kamu nggak percaya, kamu gendutin dulu aja badan kamu. Lalu aku akan segera nikahin kamu. Bagaimana mau?" tanya Irsyad.
"Enak aja, aku sudah menjaga tubuhku sampai seperti sekarang suruh digendutin," ucap Andin. Irsyad yang melihat Andin cemberut malah makin gemas dengan Andin.
"Tambah cantik kamu, jika cemberut seperti itu," bisik Irsyad.
__ADS_1
Bersambung