
Luna sudah berada di dalam mobil bersama Jimmy, sejak bertemu dengan Roby. Luna menjadi sangat pendiam, Jimmy merasakan hal itu.
"Kamu baik-baik aja?" tanya Jimmy. Luna hanya menganggukan kepalanya.
Jimmy menjalankan mobilnya tidak ada percakapan antara mereka, Jimmy menatap Luna. Ternyata ia tertidur. Mobil Jimmy tidak mengarah ke kediaman Andin tapi ia mengarahkan ke Ancol. Luna tidak sadar bahwa Jimmy menjalankan mobilnya ke Ancol. 2 jam perjalanan, kini mobil Jimmy memasuki daerah Ancol. Luna membuka matanya.
"Loh ini kan bukan rumah Andin, kenapa kamu ke sini," protes Luna. Hatinya sangat kesal.
"Kamu calon istriku, aku tidak bisa tenang langsung pulang dengan suasana hati kamu yang tidak enak. Aku bawa ke sini, setidaknya kamu akan have fun. Kita masuk ke sea world, ayo turun sayang." Jimmy membuka pintu mobil dan langsung menggandeng tangan Luna tanpa izin. Jimmy membeli tiket untuk masuk ke sea world.
Luna pertama kali masuk sea world Indonesia. Setelah kembali dari Inggris Luna langsung bekerja di kantor ayahnya, sayang tidak lama karena Roby membunuh Luna. Roby hanya tahu bahwa Angel sudah meninggal karena para wartawan menyampaikannya berita seperti itu.
Membawa Luna ke sea world adalah hal tepat, karena info dari Andin bahwa Luna suka lautan, senyum di bibir Luna ketika melihat berbagai jenis air tawar. Luna tak sadar bahwa dari masuk sea world Jimmy selalu menggandeng Luna.
"Cantik ikan-ikannya," ucap Luna.
"Kamu senang?" tanya Jimmy. Luna menganggukan kepalanya lalu tersenyum kepada Jimmy.
"Terima kasih," ucap Luna.
Luna sesekali melirik Jimmy, ia merasakan bahwa Jimmy tulus kepadanya. Tapi masih dini jika Luna mengucapkan bahwa Jimmy sosok yang baik. Ia tidak mau terlalu mencintai seseorang.
"Luna, dulu aku punya kekasih tapi ia selingkuh dengan sahabatku. Sejak itu aku tidak percaya akan cinta. Ketika aku bertemu denganmu dan mengetahui kisah masa lalumu, aku berpikir itu sama denganku. Lama-lama entah kenapa hatiku seakan tertarik kepadamu. Ucapanku ini bukan hanya gombal semata. Aku benar-benar mencintaimu, itu sebabnya aku langsung melamarmu. Jika aku sudah menikahimu maka aku yakin kamu milikku dan tidak akan diambil oleh laki-laki lain. Aku tahu kamu belum mencintaiku, tapi berjanjilah kepadaku setelah kita menikah kamu mau belajar untuk mencintaiku," ucap Jimmy.
Luna terguguh atas cerita Jimmy. Ia tidak menyangka bahwa ada trauma cinta di diri Jimmy. Luna pun tak bisa berbicara apa-apa, karena dirinya juga masih terlihat baru mengenal Jimmy. Jimmy juga baru cerita tentang masa lalunya, mereka harus sama-sama terbuka. Jadi nantinya ada benih-benih cinta setelah mereka melakukan akad pernikahan.
"Aku bisa mencintai seseorang tergantung orang itu memperlakukan aku seperti apa, karena aku sudah mengalami kegagalan dan hampir mati karena aku sangat mencintainya. Hari ini aku bertemu dengannya, tubuhku masih gemetar karena ada rasa takut di hatiku melihat dia," ucap Luna jujur.
Tanpa aba-aba, Jimmy memeluk Luna. Mata Luna membola.
"Aku berjanji tidak ada orang lain yang boleh menyakitimu." Luna ingin melepas pelukan Jimmy tapi entah kenapa ia merasa nyaman di peluk oleh Jimmy. Luna menangis dalam pelukan Jimmy.
"Kenapa kamu menangis." Jimmy menyeka air mata Luna. Luna hanya menggelengkan kepalanya.
"Boleh kita pulang, kita sudah menyusuri tempat ini," pinta Luna.
"Tapi sebelum pulang, aku ingin berfoto denganmu. Boleh?" tanya Jimmy.
"Boleh," jawab Luna.
Jimmy berdiri di belakang Luna. Luna selfy dengan Jimmy, di dalam foto itu Luna tersenyum dengan cantik. Luna langsung Share ke whatsapp Jimmy. Mereka segera pulang untuk menuju rumah Andin. Jalan sedikit macet, 3 jam perjalanan dari ancol ke rumah Andin.
"Terima kasih untuk hari ini kamu mengajak aku untuk ke sea world," ucap Luna.
"Iya sama-sama, kamu istirahat yah. Aku akan rindu sama kamu, ingin buru-buru halalkan kamu agar setiap hari bertemu denganmu," ucap Jimmy.
"Gombal, buaya kamu," ucap Luna. Luna membuka pintu mobil tapi dengan sigap Jimmy turun dan mengantarkan Luna sampai pintu terbuka.
"Bagus dong buaya, buaya itukan setia dengan pasangannya," ucap Jimmy.
Tok Tok Tok
"Assalamu'alaikum, Andin," ucap Luna di balik pintu.
"Wa'alaikumsalam." Andin membukakan pintu untuk Luna.
"Hmm yang berkencan lumayan lama yah," ucap Andin.
__ADS_1
"Tadi aku langsung membawa Luna untuk bertemu dengan kedua orang tuaku dan lusa kedua orang tuaku akan langsung ke Bogor untuk lamar Luna. Kamu dampingi Luna yah," ucap Jimmy.
Andin terkejut, ia menatap Luna. Luna hanya tersenyum kepada Luna.
"Aku permisi dulu yah," ucap Jimmy. Luna menatap Jimmy sampai mobil Jimmy tidak terlihat lagi.
"Sepertinya dokter Jimmy hebat nih, langsung ditemui sama orang tuanya. Udah jangan dilihatin orangnya sudah pergi," ucap Luna.
"Apa sih kamu Din," ucap Luna.
"Hutang cerita kamu sama aku," ucap Andin.
Luna membersihkan dirinya terlebih dahulu. Kemudian ia menceritakan semua kepada Andin apa yang terjadi, Andin juga menceritakan apa yang terjadi.
"Kenapa hari ini kita bertemu mantan sih?" ucap Luna.
"Nggak tahu, aku nggak ngerti juga," ucap Andin.
"Artinya tadi kamu 1 mobil dengan pak lurah?" tanya Luna. Andin menganggukan kepalanya.
"Sepertinya ada kejadian nih di mobil," ucap Luna menggoda.
"Kejadian apa sih? Ngaco kamu, lagi pula aku janda dia perjaka mana mau dia sama aku," ucap Andin.
"Cie....dari kalimatnya kamu mengharapkan pak lurah menerima kamu sebagai janda nih," ledek Luna.
"Dahi kamu kenapa memar?" tanya Luna.
"Kamu pikir apa?" tanya Andin kembali.
"Ngaco, memang aku janda gatel? Bukan lurahnya yang cium aku tapi mobilnya, gara-gara lurah rem mendadak ketika aku berkata jujur bahwa aku jendis," ucap Andin.
"Siapa yang nggak mau sama jendis yang berkwalitas, terkenal, banyak uang, cantik, baik, pada ngantri Din," ucap Luna.
Dedd Dedd
Handphone Andin berdering, Luna sempat melirik.
"Duh, baru di omongin. Sudah berasa tuh orangnya. Jodoh nih kayanya," ledek Luna. Andin mendapatkan telepon dari Irsyad.
"Sttt diam," ucap Andin.
"lood speaker Din," bisik Luna.
"Kepo," ucap Andin.
Andin berdiri beranjak untuk jauh dari Luna.
"Assalamu'alaikum," ucap Luna di ujung telepon.
"Wa'alaikumsalam, aku menelepon kamu karena besok ada panggilan dari kantor polisi mengenai mantan kamu," ucap Irsyad.
"Pukul berapa?" tanya Andin.
"Pukul 10 pagi, nanti aku jemput pukul 9 yah," ucap Irsyad di ujung telepon.
"Nggak usah kita ketemuan di kantor polisi aja," ucap Andin.
__ADS_1
"Bersama-sama aja datangnya, yah sudah aku tutup teleponnya. Selamat istirahat," ucap Irsyad langsung menutup teleponnya.
"Belum aku membalas ucapannya tapi sudah di tutup aja," gumam Andin kesal.
"Ada apa Din?" tanya Luna.
"Besok aku dan Irsyad ke kantor polisi, dia mau jemput aku, aku akan jeblosin Rafif ke penjara. Kali ini aku nggak akan cabut laporanku," jawab Andin.
"Oh lurah tamvan itu namanya Irsyad, cie...sepertinya Bapak lurah kepincut janda berkwalitas nih," ledek Luna. Andin langsung melempar bantal sofa ke wajah Luna.
Kini mereka sudah sama-sama berada di dalam kamar mereka masing-masing.
Luna membuka status Whatsapp, ada yang menarik perhatian Luna yaitu status WA Jimmy, dimana dia upload status foto selfy mereka berdua dan ada tulisan statusnya.
"Hari ini aku jalan-jalan dengan calon istriku, Insha Allah aku akan segera menghalalkanmu. Love you my sweet heart," isi status Jimmy.
Luna yang melihat status itu mengirim pesan kepada Jimmy di dalam statusnya.
"Terima kasih untuk hari ini." Luna memberikan icon senyuman. Wajah Luna memerah ketika melihat foto mereka berdua, ia baru sadar di foto tersebut ia memasang wajah Luna dari samping dan tersenyum.
Bersambung
✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan
Love dari author sekebon karet ❤💞
__ADS_1