Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Penyesalan Jimmy


__ADS_3

Jimmy memegang pipinya yang di pukul oleh Riki.


"Apa-apaan kamu mukul aku Rik? Jangan mentang-mentang kamu bos aku yah," ucap Jimmy penuh emosi.


"Aku yang seharusnya tanya sama kamu, apa-apaan kamu memperlakukan perempuan kasar seperti itu? Apakah kamu dilahirkan bukan dari rahim perempuan?" tanya Riki geram.


"Iya perempuan yang lain, yang mempermainkan perasaan aku. Aku salah mencintainya, dia diam-diam menghianatiku. Aku benci penghianatan, jika tidak suka bilang sejak awal. Dia telah menduakan aku dan malam ini dia mempunyai kencan dengan laki-laki lain," ucap Jimmy.


"Ngaco kamu ngomongnya, Angel nggak mungkin seperti itu. Aku tahu dia gadis yang baik tidak seperti apa katamu." Riki membela Angel.


"Tanya saja dengan istrimu, istrimu yang mengatakan bahwa Angel ada kencan malam ini," ucap Jimmy.


Andin panas mendengar ocehan dari Jimmy. Ia membantu Angel untuk berdiri.


"Dokter Jimmy, kamu salah paham yang mempunyai kencan malam ini bukan Angel tapi Alice. Angel membantu Alice untuk mengambil couple cloth designku. Sahabatku tidak pernah berkhianat, lagi pula jika Angel sedang dekat dengan orang lain apakah salah? Bukankah Angel sudah memutuskan pertunangan kalian. Belum menjadi suami sudah tempramen seperti itu. Aku tidak akan menyerahkan sahabatku ke tangan laki-laki seperti kamu dokter Jimmy." Andin memapah Angel untuk berjalan ke dalam rumah.


Jimmy syok mendengar penjelasan Andin, seketika itu dia menyesal dan menahan langkah Andin dan Angel dengan cara berlutut di hadapan Angel.


"Maafkan aku, sungguh aku benar-benar emosi, aku cemburu. Aku takut kehilanganmu. Tolong maafkan aku Angel," ucap Jimmy meminta maaf.


Angel tak menjawab ucapan Jimmy, dirinya teringat akan kecelakaan yang menimpanya 1 tahun silam. Angel memegang kepalanya, ketika itu ia merasakan kepalanya yang sakit. Bibir Angel sudah mulai pucat, penglihatan Angel sudah tidak jelas. Angel jatuh pingsan seketika itu juga.


"Ya Allah, Angel kamu kenapa?" tanya Andin menepuk pipi Angel.


Jimmy terkejut melihat Angel pingsan dengan refleks dia langsung menggendong Angel.


"Dokter Jimmy bawa Angel ke dalam," ucap Riki. Riki melihat istrinya syok dengan kondisi Angel. Riki pun memapah Andin untuk masuk ke dalam rumah, karena kondisi Andin juga belum sembuh total.


Kedua orang tua Andin terkejut melihat Angel di gendong oleh Jimmy karena pingsan.


"Angel kenapa?" tanya mama Andin.


"Nggak tahu Mah, tiba-tiba pingsan," jawab Andin dengan tubuh yang terasa lemas.


"Bawa ke kamar tamu dokter Jimmy," ucap mama Andin.


Tubuh Angel di letakkan di atas ranjang. Riki langsung mengambil peralatan pemeriksa umum.


"Sayang, maafkan aku sayang," ucap Jimmy merasa bersalah dan panik.


"Mau aku atau kamu yang periksa?" tanya Riki.


"Biar aku aja," jawab Jimmy.


Jimmy memeriksa tekanan darah Angel dan pernafasannya. Ia melihat bola mata Angel. Angel mempunyai tekanan darah rendah.

__ADS_1


"Andin, aku bisa minta tolong sama satpam suruh membelikan obat?" tanya Jimmy.


"Iya akan aku suruh satpam rumahku," jawab Andin.


Jimmy membuat resep obat untuk ditebus di apotek terdekat.


Jimmy memeriksa lengan Angel yang ia cengkram dan agak di pelintir. Ia meminta minyak kelapa asli untuk mengurut lengan Angel. Andin langsung memberikan minyak kelapa kepada Jimmy, ia mulai mengurut lengan Angel. Jimmy mempelajari massage juga dalam kedokteran.


Jimmy menangis ketika mengurut lengan Angel. Tangan yang sangat putih kini berwarna merah kebiruan. Jimmy meluruskan urat-urat yang tergeser sedikit, karena Angel sedang pingsan dirinya tidak merasakan kesakitan ketika di urut oleh Jimmy.


Obat yang diresepkan Jimny sudah ada semua. Jimmy menginfus lengan Angel, ia memasukan cairan vitamin penambah darah. Jimmy membelai rambut Angel dengan penuh kasih sayang. Ia benar-benar sangat mencintai gadis yang sedang berbaring tak sadarkan diri.


Angel membuka mata sekitar satu jam. Ia melihat sekelilingnya, di sana ia melihat Jimmy sedang berada di sampingnya. Andin dan Riki juga menunggu Angel.


"Andin..." panggil Angel.


Andin baru sadar bahwa Angel sudah sadar. Angel tak mau melihat Jimmy.


"Iya Angel," ucap Andin. Jimmy pindah dari samping Angel, ia sadar Angel tak mau dekat dengannya.


"Tolong, kirim couple cloth ke rumah Alice. Jangan bilang keadaanku seperti ini. Aku nggak mau kencan pertama Alice dengan Dariel batal gara-gara aku," pinta Angel.


"Ya Allah Angel, keadaan kamu seperti gini. Baru sadar ingatnya ke Alice," ucap Andin.


"Andin, Alice pernah merasakan pahitnya jatuh cinta. Ia hampir di perkosa dengan Roby, kamu pasti paham rasanya. Maaf mengungkit masa lalu kamu, bukan maksud aku mengingatkan kamu. Alice sedang membuka hatinya lagi, Dariel pria yang baik. Aku tahu dia, aku tahu keluarganya. Aku tidak akan mengenalkan ke sahabatku pria yang brengsek. Dariel tidak pernah main tangan walaupun ia sangat marah," ucap Angel.


"Aku boleh minta tolong satu lagi?" tanya Angel.


"Apa itu? Katakan aku akan melakukannya," ucap Andin.


"Aku tidak mau melihat dokter Jimmy ada di kamar ini," ucap Angel.


Jimmy langsung ke luar dari kamar itu. Ia tidak mau kesehatan Angel makin menurun. Riki juga keluar dari kamar, bagaimanapun juga Jimmy adalah teman rekan kerjanya. Ia merangkul Jimmy agar sabar.


"Seseorang yang mempunyai trauma di masa lalu itu tulusnya bukan main jangan ditanya, tapi penyakitnya cuma satu. Dia susah percaya kalau dia itu benar disayang atau dimanfaatin. Intinya seseorang yang punya trauma besar di masa lalu, cuma perlu terus menerus untuk diyakinkan kembali kalau perlu dengan berkorban agar ia bisa merasakan benar-benar dicintai dengan tulus," ucap Riki menasehati Jimmy.


"Aku bersalah, tadi aku sangat emosi. Dadaku panas ketika aku sangka Angel mempunyai kencan dengan pria lain. Aku sangat mencintainya sehingga aku takut kehilangan dia," ucap Jimmy.


"Rasa cinta dengan orang yang kita sayangi itu bagus, takut kehilangan itu artinya sangat cinta. Tapi cinta yang sehat penuh dengan kelembutan, menjaga perasaan pasangan. Jika ada masalah komunikasikan dengan kepala dingin. Wanita memang sebagian besar menggunakan emosi tapi emosi itu bisa kita redakan, kita tahu bagaimana menurunkan emosi orang yang kita cintai yaitu dengan cinta yang tulus," nasihat Riki untuk Jimmy.


"Terima kasih untuk konseling cintanya, aku akan berusaha memperbaiki diri aku dan terus mengejar maaf Angel. Aku akan menjaganya dengan cintaku. Aku akan tunjukkan bagaimana besarnya cintaku padanya," ucap Jimmy.


Di dalam kamar, Andin menemani Angel. Angel tidak berhenti menangis.


"Kenapa Bang Jimmy berlaku kasar sama aku? Tidak ada cinta yang terlihat dimatanya ketika lenganku dicengkeram keras olehnya," ucap Angel.

__ADS_1


"Coba gerakan lengan kamu, masih terasa sakit seperti tadi nggak," pinta Andin.


Angel menggerakan lengannya, tak terasa sesakit tadi.


"Berkurang sakitnya," ucap Angel.


"Jimmy yang message kamu, dia juga yang memasangkan infus ini. Tadi aku lihat dia belai rambutmu dengan sangat lembut. Dia menyesal melakukan hal itu, karena rasa cintanya sama kamu, dia cemburu dan takut kehilangan kamu," ucap Andin.


"Tapi dia menyakiti aku, seperti Roby yang menyakiti aku," ucap Angel.


"Jangan samakan dokter Jimmy dan Roby. Jimmy sudah mengakui kesalahannya, dia juga mengobati kamu bukan meninggalkanmu," ucap Andin.


Angel terdiam, ia tidak berbicara satu kata pun. Andin memberikan ruang untuk Angel agar perasaannya menjadi tenang.


Bersambung


Kalau mau berteman sama Authoress di ig yuk mampir @kak_farida


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)


__ADS_1



__ADS_2