
"Terima kasih Mami sudah jauh-jauh datang ke sini untuk suapin aku," ucap Andin.
"Iya sayang, Mami senang melakukannya. Mami ingin mengucapkan terima kasih dengan kamu. Kamu yang membuat Riki mempunyai semangat. Terima kasih sudah mendorok untuk Riki menjadi dokter," ucap mami.
"Itu bukan karena aku Mi, tapi Mas Riki sendiri yang melakukan itu semua," ucap Andin.
"Sebagai ucapan terima kasih Mami sudah menyiapkan acara pernikahan kalian. Nikah 1 minggu lagi. Hari ini Mami akan ke rumah orang tuamu untuk resmi melamar kamu," ucap Mami.
"Apa?" Andin terkejut dengan ucapan dari mami Riki.
"Kenapa? Kamu nggak mau cepat menikah dengan Riki?" tanya mami.
"Bukan seperti itu Mi, tapi cepat sekali. Mas Riki nggak bilang sama aku," ucap Andin.
"Nggak usah lama-lama, niat baik harus disegerakan. Agar kamu juga bisa ada yang rawat, pemulihan pasti membutuhkan waktu," ucap mami.
"Sayang, apa kamu masih ragu dengan aku? Aku ingin segera menghalalkanmu, agar aku bisa merawat kamu dengan maksimal. Contoh menyuapi makan kamu, kamu makan aja nggak mau aku suapin. Sungguh aku ingin rawat kamu sampai kamu pulih, aku sangat mencintai kamu. Jangan siksa aku lagi dengan menunggumu," ucap Riki.
Andin terdiam, ia berpikir untuk menimbang-nimbang keputusan ini. Riki memang terbukti untuk menunggu akan janji yang Andin buat.
"Aku setuju," jawab Andin.
"Alhamdulilah, terima kasih sayang," ucap Riki.
"Mami ikut senang, nikah minggu depan tapi resepsi menunggu kamu sehat yah. Mami butuh data-data kamu untuk mendaftarkan ke KUA," ucap Mami.
"Iya Mami, aku akan telepon sahabat aku untuk mengambil data-data aku di rumah," ucap Andin.
"Rik, telepon orang tua Andin. Hari ini kita datang ke rumah orang tua Andin," ucap mami.
Riki langsung menghubungi kedua orang tua Andin. Mereka pun terkejut dengan keputusan Andin dan Riki sekaligus bahagia Andin telah menemukan laki-laki yang cintanya tulus. Orang tua Andin lebih dihargai dengan keluarga Riki. Karena ketika Irsyad, kedua orang tuanya belum secara resmi melamar Andin kepada mereka.
"Kami minta bantuan Angel dan Alice agar mereka bisa menemani kamu di sini. Aku dan Mami akan ke rumah orang tuamu," ucap Riki. Andin menganggukan kepalanya.
Mami setelah itu pergi dari ruang rawat inap, untuk menyiapkan lamaran untuk hari ini.
"Aku sangat berterima kasih sama kamu, terima kasih Din sudah menerima keputusan Mami untuk kita." Riki tersenyum menatap Andin, ia tanpa sadar menumpahkan emosinya dengan meneteskan air mata.
Ini bukti jika Riki benar-benar menunggu dan mencari Andin. Dengan dia menangis di depan Andin dengan rasa senangnya menunjukkan bahwa Riki benar-benar sangat mencintai Andin.
"Mas, jangan menangis. Aku pun bahagia, ini seperti mimpi cinta pertama aku datang padaku untuk menagih janji. Cinta yang aku telah kubur dan tak pernah lagi aku berharap karena aku merasa tidak pantas bersanding dengan kamu. Terima kasih sudah menunggu aku dengan waktu yang cukup lama, terima kasih masih mencintaiku, terima kasih untuk datang kepadaku," ucap Andin.
"Ah ingin rasanya seminggu itu berjalan dengan cepat, agar aku bisa memelukmu dengan erat," ucap Riki.
***
"Dariel tadi kata kamu Andin bersyukur lepas dari Irsyad. Kenapa kamu mengatakan itu? Dia terlihat sangat baik," tanya Angel.
"Jangan melihat seseorang dari cover nya aja, tapi lihat dari sisi lainnya. Kamu dengar sendiri bagaimana Irsyad menghina Andin," ucap Dariel.
Flash Back On
"Irsyad, kamu itu nggak ada waktu untuk aku. Kamu hanya mengurus OSIS," protes Cindy.
"Aku kan ketua OSIS Cindy, kamu harus mengerti aku," ucap Irsyad.
"Kamu selalu berbicara seperti itu, jangan-jangan kamu udah nggak cinta lagi sama aku. Kamu punya perempuan lain, iya kan. Katakan kepadaku dengan jujur," teriak Cindy.
__ADS_1
"Bicara apa sih kamu, aku hanya mencintai kamu tapi kamu kenapa nggak pahamin aku sih. Aku harus memimpin rapat, aku harus mencari sponsor untuk memanggil band terkenal ke sekolahan ini. Please Cindy pahami aku," ucap Irsyad.
"Aku nggak mau dengar dengan alasan kamu lagi, aku sudah lelah Irsyad. Punya pacar seperti nggak punya pacar, kita mending break dulu aja." Cindy meninggalkan Irsyad begitu saja. Alih-alih di dalam pikiran Cindy, Irsyad akan mengejar dia dan merayu tapi ternyata tidak Irsyad membiarkan Cindy pergi begitu saja. Cindy berlari ke roof sekolah, ia menangis di pojokan. Kebetulan di sana ada Dariel, Dariel yang mendengar ada tangisan ia menghampiri suara asal dari tangisan.
"Cindy? Kenapa menangis? Siapa yang membuat kamu menangis?" tanya Dariel.
"Irsyad nggak perhatian lagi sama aku Riel, dia lebih mementingkan OSIS dari pada aku, sepertinya dia nggak cinta lagi sama aku. Irsyad sudah nggak romantis lagi, bahkan week end dia nggak menelepon aku lagi. Hubungan kami sepertinya sudah mau berakhir," ucap Cindy dengan rasa kecewanya.
"Irsyad masih cinta kok sama kamu, coba bicarakan pelan-pelan. Kalian pacaran dari kelas 1 loh, sebentar lagi jabatan Irsyad juga akan tergeser karena kita akan naik kelas menuju kelas 3 lalu lulus, kemudian kuliah. Coba kamu temui dia sepulang sekolah di ruang OSIS, kamu masih cinta sama Irsyad kan?" ucao Dariel berusaha untuk menenangkan Cindy.
"Iya aku sangat mencintainya," ucap Cindy.
Sejak saat itu Dariel dan Cindy semakin dekat karena Dariel tahu tentang Irsyad. Irsyad merupakan sahabat Dariel sejak kelas 3 SMP, kala itu Dariel baru kembali ke Indonesia. Dariel sebelumnya tinggal di Inggris dengan ke dua orang tuanya tapi setelah papa Dariel meninggal, mamanya memutuskan untuk kembali lagi ke Indonesia.
Dariel mempunyai paras mix Inggris Indonesia, membuat cewe-cewe di sekolah itu berlomba-lomba untuk mendapatkan cinta Dariel, tapi Dariel tidak suka dengan perempuan yang agresif.
Sepulang sekolah, Cindy pergi ke ruangan OSIS. Ia akan meminta maaf kepada Irsyad. Tapi belum dia membuka pintu OSIS, Cindy dikejutkan dengan pemandangan yang membuat ia sesak di dadanya.
'Ternyata ini alasan kamu Irsyad, berubah kepadaku dan tidak mau hubungan kita diketahui oleh teman-teman. Dibelakang aku kamu bermesrahan dengan perempuan lain,' ucap batin Cindy.
Cindy melihat, ada perempuan yang duduk di paha Irsyad. Irsyad pun tidak risih dengan hal itu, ia malah memegang pinggang perempuan itu. Terlihat sangat mesrah dan membuat Cindy panas melihatnya, perempuan itu menciumi setiap inci wajah Irsyad, Irsyadpun mendiami itu. Dan sampai mereka melakukan ciuman di ruang OSIS tersebut. Cindy tak kuat lagi untuk melihatnya, ia foto itu dan langsung melabrak Irsyad.
"Ini yah yang namanya rapat OSIS?" teriak Cindy.
Irsyad terkejut, ia langsung memberhentikan ciumannya.
"Cindy," ucap Irsyad terkejut.
"Aku paham kenapa kamu tidak perduli lagi sama aku, kamu selingkuh di belakang aku." Cindy berlari sekencang-kencangnya dengan membawa sesak di dada. Ia tak melihat ke arah depan sehingga menabrak Dariel.
"Cindy kenapa kamu menangis?" tanya Dariel.
"Cindy," panggil Dariel.
"Aku butuh tempat untuk berteriak," pinta Cindy.
"Kita ke roof aja," ajak Dariel. Mereka langsung ke roof. Sesampainya di roof Cindy langsung berteriak agar perasaannya sedikit melega. Cindy menceritakan itu semua, karena perasaannya yang hancur Cindy tanpa sadar memeluk Dariel dan menangis di dadanya.
Karena Dariel biasa hidup di Inggris untuk memeluk wanita itu hal yang sudah biasa, agamanya pun masih minum ketika itu.
"Tega banget Irsyad melakukan itu, bahkan dia belum pernah mencium aku. Dia benar-benar dari awal tidak mencintai aku, aku pikir dia alim tapi aku salah berpikir seperti itu. Dia nggak mau mencium aku, jika berjalan hanya pegangan tangan, tapi dengan cewe di ruang OSIS dia berciuman dengan panas," ucap Cindy.
"Kamu mau merasakan ciuman seperti itu?" tanya Dariel.
"Aku ingin Irsyad melakukan itu kepadaku," ucap Cindy jujur.
Dariel malah langsung mencium Cindy tanpa izin. Dariel di Inggris sudah pernah melakukan hal itu dengan teman sekelasnya dulu. Tapi sang mama selalu mengingatkan Dariel agar no s*x dengan para wanita. Itu hanya dilakukan ketika menikah. Mama Dariel tegas dengan hal itu.
Cindy terbawa dengan ciuman dari Dariel yang sangat lihai sampai tanpa sadar Cindy mengalungkan tangannya di leher Dariel. Teryata Irsyad mengejar Cindy dan melihat adegan ciuman Dariel dan Cindy.
"Cindy, oh bagus yah. Pacarku dan sahabatku saling membalas ciuman." Irsyad bertepuk tangan.
"Kamu juga melakukan itu, kamu selingkuh dibelakang aku Irsyad," ucap Cindy. Tubuhnya masih terasa lemas, karena itu merupakan ciuman pertamanya yang diambil oleh Dariel.
"Kita putus, dan kamu Dariel. Kamu bukan sahabatku lagi," ucap Irsyad.
Flash Back Off
__ADS_1
"Setelah aku selidiki, ternyata Irsyad sering melakukan hal itu dengan cewe yang Cindy lihat. Ketika kami lulus aku kuliah di Inggris dan ternyata Cindy juga kuliah di sana. Kami bertemu lagi dan akhirnya pacaran. Tapi di dalam hati Cindy, dia sangat mencintai Irsyad. Cinta pertamanya, Cindy malah selingkuhin aku," cerita Dariel.
"Jadi your girl friend was ex Irsyad's girl friend?" tanya Angel.
"Yes, she was," jawab Dariel.
"Lagi kamu main nyosor-nyosor aja," ucap Angel.
"Di Inggris kan biasa melakukan itu," ucap Dariel.
"Tapi di Indonesia, nggak biasa," ucap Angel.
"Aku lihat biasa sih, bahkan sampai bobol. Berapa banyak anak SMA yang virg*n sekarang? Indonesia sudah masuk budaya barat, kunci satu yaitu ibu. Seorang Ibu harus mengajari anaknya dari pelecehan. Seperti lagu TOTELALA," ucap Dariel.
"Apa tuh TOTELALA?" tanya Alice.
"Jika seseorang, ajak ke tempat sepi, sentuh area pribadi, buatku tak enak hati. TOTELALA TOTELALA (TOlak TEriak LAri dan LApor). Aku anak yang berani lindungi tubuh sendiri. Jika seseorang paksaku tak bercerita dan beri hadiah imbalan buatku takut tak nyaman. TOTELALA (TOlak Teriak LAri dan LApor), ingat TOTELALA." Dariel malah bernyanyi.
Note Authoress)
(Kalau mau dengar lagunya cari di mbah Go*gle ketik TOTELALA) yang nyanyi guru dongeng anak saya. Alhamdulilah anak saya 2 tahun berturut-turut juara 3 bertutur se kota tangerang)
"Ajarkan anak-anak untuk melindungi diri dengan lagu, simple tapi anak-anak paham," ucap Dariel.
Bersambung
Terima kasih yah sudah membaca bab ini. Semoga nggak bosan. Sumbangan support kalian dengan komen yang membangun dan juga likenya yah.
Yang belum follow aku, follow yuk.
Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)
__ADS_1