
Andin dan Luna membuat tenang Alice.
"Kamu minum dulu," Luna memberikan air mineral kepada Alice. Alice meminum air itu sampai habis.
"Tatap mata aku Alice, aku, Angel ada di sini. Kamu aman di sini. Tugas kamu selesai, nggak usah untuk membujuk Dariel lagi karena ia sudah menyetujui kerja sama dengan kita," ucap Andin menyentuh kedua pipi Alice. Alice melihat ke arah pintu, ia melihat Dariel berdiri di depan pintu kamar.
"Lun, bisa suruh Kak Dariel ke sini? Aku ingin berterima kasih kepadanya karena sudah menghajar semua preman yang melecehkan aku," pinta Alice.
Luna menghampiri Dariel dan menyuruh dia untuk menemui Alice.
"Kak, aku berterima kasih sama kamu. Berkali-kali sudah menolong aku. Lain kali aku traktir Kakak untuk mengucapkan terima kasihku," ucap Alice.
"Nggak usah pikirkan itu, aku iklas menolong kamu. Bagaimana dengan perasaan kamu, sudah lebih tenang?" tanya Dariel.
"Sudah mendingan Kak, karena kedua sahabatku berada di sisiku. Mungkin mereka sudah menceritakan trauma aku, yang menggagalkan pemerkosaan adalah kedua sahabatku ini. Mereka 2 perempuan yang pernah disakiti pria yang pernah mereka cintai sebelumnya, tapi mereka sangat kuat," ucap Alice.
"Sama denganmu, kamu juga perempuan yang kuat." Spontanitas tangan Dariel membelai rambut panjang Alice. Luna langsung menabok tangan Dariel agar tak menyentuh sahabatnya itu.
"Jangan sentuh-sentuh sahabatku. Setelah aku baca chat aplikasi hijau kamu ternyata kamu playboy ikan teri," decak kesal Luna.
"Apaan sih kamu Angel, coba aja baca semuanya. Memang aku tanggapi mereka, mereka hanya melihat wajahku aja plus pekerjaanku, nggak ada yang tulus," ucap Dariel.
"Sama denganmu. Dimanapun Alice cantik kan, aku tahu kartu AS kamu Dariel," ucap Luna tidak mau kalah.
"Sudah deh jangan berantem, Alice lagi syok. Kalian berdua malah berantem seperti tikus dan kucing," ucap Andin. Alice malah tersenyum melihat Luna dan Dariel bertengkar adu kalimat. Melihat sisi lain dari Dariel.
"Dariel besok bisa kita kumpul lagi, aku akan mengajak calon suamiku," pinta Andin.
"Wah Andin, cepat banget naik statusnya. Dari kekasih jadi calon suami," ucap Luna.
"Biar aku nikah duluan dari kamu," ucap Andin sambil tersenyum lebar.
"Kamu sudah punya calon Angel?" tanya Dariel.
"Aku sudah tunangan, bulan depan nikah." Angel memperlihatkan cincin berlian tunangannya.
"Kenalin dong, biar nanti nggak salah paham sama aku. Aku kan tampan," ucap Dariel.
"Dih najis." Luna bergidik geli.
"Benar kata Dariel, besok kita ketemukan dengan para lelaki kita," ucap Andin.
Luna tampak tak berbicara, ia tampak bingung.
"Kenapa kamu Lun?" tanya Andin.
"Aku belum cerita tentang ini Din sama dia, aku yakin dia pasti nggak bolehin aku balas dendam," ucap Luna.
Andin menghela nafasnya.
"Kita akan tahu sifat mereka, setelah mengetahui rencana kita Lun. Aku memang nggak ada dendam dengan Roby, aku melakukan ini untuk arti persahabatan kita. You are ill, i'm ill. You are happy, i'm too. Aku juga nggak mau membenarkan perbuatan Roby yang hampir menghilangkan nyawa sahabatku. Aku diam-diam mencari informasi tentang kecelakaan itu, informan aku mengatakan bahwa ada 1 saksi yang melihat kecelakaan itu, tapi Roby menghilangkan saksi itu. Informan aku terus mencari bukti-bukti bahwa Roby telah merencanakan sesuatu di mobilmu," ucap Andin. Luna langsung memeluk Andin dengan erat.
"Aku manusia yang sangat beruntung mempunyai sahabat kamu," ucap Luna.
"Aku juga," ucap Alice memeluk Andin.
***
"Hallo, assalamu'alaikum Mas, kamu ada waktu nggak hari ini. Aku ingin mempertemukan kamu dengan laki-laki teman Luna," ucap Andin di ujung telepon.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, akan aku usahakan sayang," ucap Irsyad.
"Yah sudah aku tutup yah. Assalamu'alaikum," ucap Andin.
"Wa'alaikumsalam," ucap Irsyad.
Luna pun sama meminta Jimmy meluangkan waktu hari ini. Semalam mereka sudah sepakat bahwa pertemuan diadakan di rumah Andin.
Pada pukul 1 siang Irsyad dan Jimmy sudah tiba di rumah Andin. Tinggal tunggu kedatangan Dariel, karena Dariel akan datang setelah mengajar. Luna menceritakan terlebih dahulu kepada Jimmy tentang misi ini. Jimmy tidak setuju, Luna membalas dendam karena ia takut Luna akan terluka. Tapi Luna terus mencoba untuk meyakinkan Jimmy dan Jimmy pun menyetujui rencana trio beauty girl.
"Natasha mana sayang?" tanya Irsyad.
"Di rumah orang tuaku Mas," jawab Andin.
"Mas Irsyad mau tambah kopi lagi?" tawar Andin.
"Air putih aja," ucap Irsyad.
Andin membawakan air putih dingin untuk Irsyad.
Tok Tok Tok
"Assalamu'alaikum," terdengar suara di balik pintu.
"Wa'alaikumsalam." Luna yang membukakan pintu. Dariel datang, ia langsung dipersilahkan masuk. Irsyad dan Andin yang sedang berbincang seketika menatap Dariel yang baru datang. Irsyad langsung berdiri dan menatap tajam kepada Dariel.
"Sayang, dia teman Luna yang kamu ceritakan?" tanya Irsyad.
"Iya Mas, namanya Dariel," jawab Andin.
"Aku tak sudi dia yang menjadi pengawalmu untuk misi kalian bertiga," ucap Irsyad tegas.
"Irsyad gua minta maaf sama lu, gua salah sama lu," ucap Dariel.
"Diam lu, Dariel," ucap Irsyad.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya Andin.
"Iya sangat kenal aku dengan dia, dia sahabat aku yang menusuk aku dari belakang. Dia adalah selingkuhan Cindy, sahabat yang paling aku percayai, sahabat yang aku anggap sebagai saudara tapi dibelakangku dia main gila dengan Cindy bahkan dengan mataku sendiri Dariel mencium bibir Cindy dengan sangat nikmat," ucap Irsyad. Andin terkejut dengan cerita Irsyad.
"Jadi kalian 1 SMA?" tanya Andin. Irsyad menganggukan kepalanya.
"Batalkan misi itu, aku nggak mau kamu ikutan balas dendam. Lagi pula Roby laki-laki itu tak membuat kesalahan denganmu," pinta Irsyad.
"Aku tidak akan membatalkan misi ini Mas, para sahabatku menderita. Penjahat itu masih berkeliaran dengan harta keluarga Angel. Nyawa Angel hampir lepas dari raganya, kesucian Alice hampir ternodai. Aku tidak akan membatalkan misi ini," ucap Andin.
"Kamu tidak mau mendengarkan aku? Kamu lebih memilih sahabatmu daripada aku?" tanya Irsyad.
"Mas coba tabayun dulu dengan Dariel, mungkin dia ada yang mau disampaikan," ucap Andin.
"Irsyad, gua tahu kesalahan gua. Tapi lu harus tahu awal mula gua khianat sama lu," ucap Dariel.
"Diam lu, gua nggak mau dengar apapun alasan dari lu. Andin calon istri gua, lu mau rebut dia juga dari gua? Nggak puas lu rebut Cindy dari gua. 10 tahun gua takut berhubungan dengan perempuan karena gua takut ditinggalin lagi. Setelah gua berani untuk jatuh cinta lagi terus lu datang seanaknya dan mau jadi bodyguard calon istri gua dengan misi konyolnya itu," ucap Irsyad.
"Mas, apa kamu bilang? Misi konyol? Kamu pikir sahabatku konyol gitu? Merekalah yang membantu aku dari keterpurukan. Luna walaupun sedang keritis dia berusaha untuk membantu aku bangkit dan ingin menyelamatkan Alice. Itu yang kamu anggap konyol?" Andin sudah tersulut emosi. Luna dan Alice mendekati Andin.
"Din, kamu tenang dulu yah. Jangan emosi di lawan dengan emosi itu kan yang terus kamu katakan kepadaku," ucap Luna.
"Aku nggak rela, ia berpikir misi kita konyol Lun," ucap Andin.
__ADS_1
"Jadi kamu nggak mau berhenti dari misi kamu itu, pantas suamimu berkhianat denganmu karena tidak puas denganmu jadi ia mencari kesenangan yang lain di luar sana, karena pemikiranmu terlalu konyol," ucap Irsyad.
Deg
Jantung Andin seperti di hunus berlati ketika mendengar ucapan Irsyad. Laki-laki yang mengisi hatinya kini sangat melukai hatinya. Irsyad telah membuka jahitan yang masih basah bagi Andin. Jahitan itu terbuka dan luka lama mengaga kembali.
"Kamu pikir aku konyol dan karena tingkahku yang konyol membuat mantan suamiku berselingkuh di belakangku. Hahaha bagus kamu mengatakan itu sekarang, pernikahan kita batal. Cintamu tak pernah tulus untukku. Mana mungkin seorang lurah bisa mencintai janda yang konyol beranak satu. Sungguh picik hayalanku itu, terlalu naif aku menyukaimu," air mata Andin sudah membasahi pipinya. Hatinya sudah sangat sakit dengan kalimat Irsyad yang dilontarkan.
Irsyad baru sadar telah menyakiti hati Andin. Ia ingin mendekati Andin, ia ingin meminta maaf kepada Andin tapi lidahnya kelu ketika melihat sorotan mata Andin yang sangat kecewa.
"Sa..."
"Jangan panggil aku sayang, aku hanya janda yang konyol. Hubungan kita sudah berakhir, silahkan kamu tinggalkan rumah aku!" teriak Andin. Andin langsung berlari ke lantai atas dan mengurung di dalam kamar.
"Pak Lurah, aku menyesal telah mendorong Andin untuk menerima cintamu," ucap Luna.
"Aku pikir kamu adalah obat untuk luka Andin tapi malah merobek luka lama Andin, aku pun menyesal menyuruh Andin ketika di Bogor berkencan denganmu," ucap Alice.
Kedua perempuan itu menyusul ke lantai dua untuk melihat kondisi Andin.
Lidah tak bertulang, maka jagalah lisan untuk para lelaki. Perempuan akan berlekuk lutut dan setia jika hatinya di sentuh oleh lisan pria yang manis dan diperlakukan sesuai dengan lisan yang sudah diucapkan. Dari lisan turunlah ke hati.
Bersambung
Aku menulis bab ini sampai pukul 1.26 karena jika aku menulis di pagi atau siang hari repot sama anak-anakku hehe.
Terima kasih yah yang sudah membaca bab ini. Terima kasih juga untuk yang like dan komen. Aku usahakan up setiap hari. I love you reader sekebon karet ❤❤❤
Ini bukti tanggal aku update.
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)
__ADS_1