Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Just You


__ADS_3

Hari semakin malam, hanya dentingan jam dinding terdengar. Sangat sunyi, angin berhembus menerpa dedaunan di malam hari. Para binatang nyamuk, semut, ataupun mahluk Allah yang lainnya menjadi saksi bagi pasangan pengantin yang baru halal.


Kehalalan menjadi suatu kenikmatan yang telah Allah sungguhkan kepada sepasangan pengantin. Di awali dengan sujud meminta perlindungan dari godaan setan yang akan mengganggu jalannya untuk para keturunan yang soleh dan solehah. Doa dengan menyentuh kepala Andin dibacakan oleh Riki.


"Mas," ucap Andin merasakan belaian Riki penuh cinta.


Mimpi pun tak berani bagi Andin untuk mendapatkan Riki. Sebongkahan cinta Riki datang kepada Andin, bahkan intan berlian kalah silaunya, gemerlapnya dengan cinta yang telah diberikan oleh Riki.


"Sayang," panggilan Riki kepada Andin di bawah selimut yang menutupi tubuh mereka. Tangan Riki menggenggam tangan Andin. Ia berhati-hati agar tidak terkena tangan kiri Andin yang masih tahap penyembuhan.


9 tahun terpendam, rasa cinta, rasa penantian. 9 tahun perjuangan, untuk menerobos janji yang telah Andin berikan. Kini 9 tahun itu bagaikan bukti sejarah kisah mereka ketika anak-anak mereka akan datang di dunia yang kejam ini.


"Mas, sakit pelan-pelan," keluh Andin. Riki memberhentikan karena ia tidak mau wanita kesayangannya itu merasakan kesakitan.


"Bukannya kamu sudah pernah melakukan?" tanya Riki.


"Aku hanya melakukannya 2 kali. Pertama ketika ia memperkosaku itupun dalam keadaan aku pingsan, kedua ketika dia tak tahan akan nafsunya tapi sesudah ia menyalurkannya aku dibuang, pagi diacuhkan, malam aku ditinggal hanya putriku teman kesendirianku," jawab Andin.


"Aku berjanji tidak akan melakukan hal yang sama sayang. Kamu rilekslah, jangan tegang, percaya aku, aku suamimu, aku cintamu." Riki membawa Andin kenikmatan yang Allah memang sudah siapkan untuk sepasang insan halal. Melakukan ibadah inu sesudah halal akan lebih manis, akan terbang ke atas awan melayang dengan rasa syukur kepada Sang Pencipta.


Kini Andin merasakan perbedaannya, Riki sang pemimpin yang mencintainya dengan tulus membawa Andin kedalam alam bawah sadar menikmati permainan atas nama Allah, segudang pahala dan penuh keberkahan.


'Ya Allah, inikah rasanya. Sangat berbeda, diatas tubuhku kini suamiku yang sangat mencintai aku. Sungguh nikmat Ya Rabb semua ini, indahnya meneguk pahala dengan suami tercinta,' ucap batin Andin.


"Ma...Mas, sa...sayang, aku mau sampai." Andin memejamkan matanya karena baru pertama kali ia merasakan kenikmatan yang diberikan kepada suami barunya.


"Alhamdulilah," ucap Riki tersenyum menatap wajah sang istri yang terlihat sangat puas.


"Tahan sayang, aku sebentar lagi," ucap Riki dengan nafas berburu.


Berlayar sepasang manusia, sampai karam. Di bawahnya malam, dengan rembulan yang menuliskan awalan dari kehidupan baru nantinya.


Butiran-butiran yang mengalir masuk rahim, menembus dinding penjaga melewati rintangan yang nantinya akan bertemu cikal bakal buah dari sepasang manusia yang sedang mengarumi kapal karam dan sudah tertanam di sana.


"Alhamdulilah, Allah...terima kasih Mas, sudah memberikan kebahagian di malam ini," ucap Andin sambil membelai pipi Riki yang sedang tersenyum kepadanya.


"Aku juga mengucapkan terima kasih sayang, ini rasanya luar biasa. Aku tak akan henti-hentinya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan rasa nikmat ini padahal ini yang pertama buatku. Tapi aku seperti membuka segelmu," ucap Riki. Riki merebahkan tubuhnya di samping Andin. Mereka mengatur nafas agar kembali normal.


"Mas, mau punya anak berapa?" tanya Andin.


"Berapapun Allah kasihnya kepada kita," jawab Riki.


"Kalau aku nggak bisa hamil lagi, apakah Mas akan menikah lagi?" tanya Andin.


"Hari ini kita baru nikah, jangan tanya seperti itu. Pokoknya kamu wanita aku satu-satunya," ucap Riki sambil mengecup kening Andin.


Riki menuntun Andin untuk membersihkan diri.


"Kamu mau mandi atau tidak? Jika mau mandi aku siapkan air hangat. Tapi jika kamu nggak mau mandi sekarang kamu bersih-bersih aja dan wudhu," tanya Riki sambil mengelus rambut Andin.

__ADS_1


"Sekarang aja Mas," jawab Andin.


Riki menyiapkan air hangat untuk Andin, ia tak mau jika Andin kedinginan mandi di tengah pagi hari. Rasa bahagia telah menjadi suami Andin seutuhnya. Kini Riki tidak ada rasa ketakutan lagi kehilangan Andin karena Andin sudah ia miliki seutuhnya.


***


Keesokan paginya di kediaman Alice, Dariel menelepon Alice sangat pagi.


"Hallo, assalamu'alaikum. Pagi cantik," ucap Dariel di ujung telepon.


"Wa'alaikumsalam, Kak jangan panggil aku kaya gitu ah," protes Alice.


"Loh kenapa? Memangnya mau aku panggil ganteng? Kamu kan perempuan yah aku panggil cantik lah," ucap Dariel.


"Aku nggak suka," ucap Alice ketus.


"Nanti malah kamu kangen loh panggilan aku seperti itu," ucap Dariel.


"Nggak bakal," ucap Alice.


"Eh biasanya doa omongan itu kebalikan loh, awas nanti jatuh cinta," ucap Dariel tertawa kecil di ujung telepon.


"Pede banget kamu Kak, kalau Kakak hanya ngomong seperti ini aku tutup aja. Mau mandi aku," ucap Alice.


"Tunggu, hari ini datang ke rumahku bersama Angel. Aku akan mulai meretas rekening mantan kalian. Aku butuh data hasil peretasan Angel agar lebih cepat aku masuknya," ucap Dariel.


"Pukul berapa?" tanya Alice.


"Apa hubungannya Kak?" tanya Alice.


"Datang bawakan masakan kamu, kamu dari Bandung kan. Makanan di Bandung enak-enak, pokoknya buatkan makanan tradisional dari Bandung," pinta Dariel.


"Ogah, memang aku istri Kakak. Aku bisanya masak air dan mie rebus," ucap Alice.


"Insha Allah kamu akan jadi nyonya Dariel, mie rebus boleh deh. Buatnya di runah aku biar mie nya tetap hangat. Aku siapkan bahan-bahannya," ucap Dariel.


"Suruh aja ART di rumah Kakak, kenapa harus aku sih," ucap ketus Alice.


"Kalau nggak mau yah sudah nggak apa-apa, nggak usah ke rumah aku. Hanya hari ini aja aku tawarkan. Tomorro, no way," ancam Dariel.


"Okay...Okay... i will cook for you, special for you. Are you satisfied!" ucap Alice kesal.


"Hahaha sure baby," goda Dariel.


"Come to my home at 9 o'clock, don't be late honey," ucap Dariel,


Alice mendengar Dariel bicara tambah malas.


"Okay, aku tutup teleponnya. Assalamu'alaikum," ucap Alice langsung menutup meneleponnya.

__ADS_1


Angel baru selesai mandi, Angel melihat Alice sedang kesal. Bicara bisik-bisik seperti mencaci maki seseorang.


"Kamu kenapa pagi-pagi sudah menyumpah-nyumpahin gitu. Lagi sumpahin siapa sih?" tanya Luna.


"Sahabat kamu Lun, menyuruh kita untuk datang ke rumahnya pukul 9 pagi. Kamu suruh bawa data-data peretas yang berhasil kamu tembus katanya agar lebih cepat peretas rekening Roby," jawab Alice.


"Bagus dong, berarti Dariel gasken. Agar masalah ini cepat selesainya, sudah gerah aku mau lihat Roby membusuk di penjara," ucap Luna.


"Iya bagus, tapi ada syaratnya. Aku di suruh buat makanan buat dia, masakan aku. Nyebelin banget," ucap Alice sambil mengacak- acak rambutnya.


"Kita kerjain yuk," ajak Luna.


"Caranya?" tanya Alice.


"Tuangin banyak garam dalam masakan kamu," jawab Luna sambil menaik turunkan alisnya. Alice tersenyum dan memberikan jempol kepada Luna.


Bersambung


Eh Authoress kenapa jadi sedikit pujangga?


Terima kasih yang sudah memberikan jempolnya, komen, bintang lima, subscribe, vote di novel ini.


Kalau mau berteman sama Authoress di ig yuk mampir @kak_farida


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)

__ADS_1




__ADS_2