Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Pulang


__ADS_3

Malam ini Andin hanya di jaga oleh Riki. Luna dan Alice pulang bersama, karena besok Andin sudah diperbolehkan untuk pulang. Ketika Andin sedang berdua dengan Riki. Jimmy masuk ke ruang rawat inap Andin.


"Dokter Riki, maaf malam-malam aku datang ke sini. Boleh aku berbicara dengan Andin?" tanya Jimmy.


"Mau bicarakan tentang Angel yah, silahkan. Tapi aku tetap di sini yah," ucap Riki. Jimmy menganggukan kepalanya.


"Andin, tolong aku agar Angel bisa menerimaku kembali. Aku benar-benar menyesal berbuat seperti itu, aku sangat mencintai Angel," ucap Jimmy memohon.


"Aku tidak bisa membantu Dokter Jimmy. Hanya Dokter Jimmy yang bisa membuat kepercayaan Luna kembali lagi," ucap Andin.


"Bagaimana aku bisa mengembalikan kepercayaan itu lagi, sedangkan dia sudah tidak mau menerima aku kembali," ucap Jimmy sudah sangat menyesal.


"Jika Dokter Jimmy benar mencintai sahabatku, buat dia merasakan bahwa Dokter sangat mencintainya. Luna trauma dengan sebuah hubungan, aku terkejut ketika dia menerima Dokter untuk bertunangan. Artinya Luna ketika itu sudah mulai nyaman, merasa dilindungi oleh Dokter. Wanita itu ketika nyaman lamban laun akan tumbuh cinta, tapi sayang kejadian kemarin membuat Luna melepas kenyamanan itu. Setiap wanita yang menyukai seorang pria, pasti akan marah jika sang pria memuji kecantikan wanita lain," ucap Andin.


"Aku menyesal dengan perbuatanku. Aku pikir itu biasa ketika bertemu teman lama," ucap Jimmy.


"Bagi kami bertiga itu tidak sama. Baik aku, Angel, Alice akan sangat marah jika pasangan kita berbuat seperti itu. Tahu kenapa Dok? Karena kami pernah merasakan pahitnya cinta, pahitnya kegagalan, dan pahitnya penghianatan. Waktu sekolah kami bertiga dijuluki triple beauty girl atau triple A beauty karena nama kami bertiga diawali huruf A. Tapi anehnya hidup kami tidak secantik wajah kami," ucap Andin.


"Lalu aku harus bagaimana?" Jimmy mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia sangat frustasi Luna memutuskan pertunangan mereka.


"Berkorban untuk Angel, seperti Mas Riki berkorban 9 tahun menunggu aku, membuat hatiku luluh seketika. Dokter harus tunjukkan pengorbanan agar Angel bisa melihat kesungguhan cinta Dokter," jawab Andin.


Ting ada notifikasi instagram muncul di layar handphone Andin. Andin membukanya, ia menghela nafas ketika melihat itu.


"Dokter Jimmy, coba lihat instagram Luna. Dia baru posting sesuatu di ig nya," ucap Andin.



Kini asesoris lenganku sudah aku lepas. Melepas kenyamananku yang sudah tercipta.


Jimmy langsung lemas membaca postingan Luna. Ia tak menyangka akan sesakit ini yang ia rasa. Cinta yang sebenarnya sudah di dapatkan dari Luna, ia buang begitu saja. Jimmy keluar dari ruangan Andin dengan sangat hancur hatinya.


"Sayang, Angel dan Jimmy bisa bersatu lagi nggak? Aku melihatnya kasian, Dokter Jimmy terlihat sangat menyesal oleh perbuatannya," tanya Riki.


"Aku nggak tahu Mas, hanya takdir yang bisa menjawab. Oh iya Mas, ketemuan dengan Irsyad setelah kita nikah aja yah," ucap Andin.


"Kenapa berubah pikiran? sebelumnya kamu menolak," tanya Riki.


"Mau memamerkan kemesrahan, agar ia sadar. Aku bukan jodohnya tapi jodohmu," jawab Andin.


Riki langsung tersenyum mendengar alasan dari Andin.


Keesokan harinya Andin sudah siap untuk kepulangannya. Riki dengan setiap membantu Andin. Mereka keluar dari pintu belakang dan menyamar agar para wartawan tidak memburu berita Andin. Rencananya Andin akan mengadakan konferensi pers setelah ia menikah dengan Riki.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Luna dan Angel mengalihkan para wartawan agar Andin bisa keluar dengan mudah. Riki mulai menjalankan mobilnya menuju kediaman rumah orang tua Andin. Andin sudah tak sabar menemui putrinya. Sudah seminggu dia tidak bisa bertemu, mereka hanya melakukan video call.

__ADS_1


Mobil Riki mulai memasuki pekarangan rumah dan memikirkannya. Riki mengambil kursi roda dan membantu Andin untuk duduk di kursi roda. Riki mendorong kursi roda Andin untuk masuk ke dalam rumah. Natasha berlari menghampiri Andin, gadis kecil Andin yang wajahnya sangat mirip dengan Andin.


"Bunda...Ayah..." teriak Natasha.


Andin terkejut dengan sebutan ayah untuk Riki. Riki langsung menggendong Natasha dengan sayang.


"Bunda masih belum bisa gendong Asha, tangannya masih sakit. Biar ayah yang gendong kamu," ucap Riki.


Natasha sudah terlihat lengket dengan Riki. Entah apa yang dilakukan Riki membuat putri Andin satu-satunya sangat lengket. Andin yang melihat itu tersenyum, Riki terlihat seperti seorang ayah untuk Natasha. Natasha memang tidak pernah merasakan kehangatan seorang ayah. Umur 6 bulan Rafif sudah menikahi Selly dan sudah berpisah. Natasha sudah tidak ingat dengan ayah biologisnya. Ia tidak pernah menanyakan tentang Rafif.


"Ayah, otat ana? Kemayin Ayah janji," ucap Natasha.


"Ih tuan putri masih ingat aja dengan janji Ayah. Tentu dong Ayah bawa banyak lagi, ada di dalam mobil nanti kita ambil yah. Tapi sekarang Ayah mau antar Bunda ke kamarnya dulu agar Bunda bisa istirahat," ucap Riki. Natasha menganggukan kepalanya.


Kedua orang tua Andin ikut bahagia melihat hal itu. Andin masuk ke dalam kamarnya. Kini ia sudah di atas ranjang.


"Aku pulang dulu yah, Luna sudah memberikan berkas-berkasmu. Hari ini aku ingin meminta surat di kelurahan," ucap Riki.


"Alhamdulilah, kita tinggal bukan di tempat Irsyad menjabat. Jika iya maka ia akan mempersulit surat itu Mas." Andin sedikit tertawa.


"Kamu yah bisa aja, aku pergi dulu sayang. Kamu istirahatlah dan jangan lupa minum obatnya," ucap Riki.


"Iya Pak Dokter," ucap Andin.


"Assalamu'alaikum, calon istri Mas." Riki keluar dari kamar Andin.


***


Luna di dalam kamar Alice terdiam. Tangannya melihat foto dirinya dan juga Jimmy. Foto pertama kali berkencan ke sea world. Luna benar-benar sedih, tapi ia takut untuk menerima Jimmy kembali. Takut akan disakiti oleh laki-laki yang ia cintai.


"Lun, sudah jangan sedih. Makan dulu yuk, aku dapat kiriman pizza nih," ucap Alice sambil memperlihatkan kotak pizza.


"Dari siapa?" tanya Luna.


"Dari Kak Dariel, katanya ini buat aku dan kamu agar kamu nggak stress katanya," jawab Alice.


"Dih mana ada aku stress maka pizza, ngadi dia. Modus dekatin kamu karena dia tahu kamu suka pizza," ucap Luna.


"Kamu sedekat apa sih sama Kak Dariel, sepertinya dekat banget sih?" tanya Alice.


"Dulu sih dekat banget, aku juga kenal sama mamanya Dariel," jawab Luna.


"Nggak disangka pacaran tuh kalian berdua?" tanya Alice.


"Ketika itu Dariel kan pacaran dengan Cindy dan aku sudah tunangan. Kami benar-benar sahabat, nggak lebih. Kenapa kamu tertarik dengan Dariel?" tanya Luna penuh selidik.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya. Aku juga nggak mau cepat-cepat suka dengan seseorang. Kalau di khianati sakit banget hati Lun, para lelaki suka banget menghianati kepercayaan," ucap Alice.


"Memang kita aja kali yang belum beruntung. Suatu saat kita pasti menemukan cinta yang tulus. Kuncinya satu Alice," ucap Luna.


"Apa?" tanya Alice.


"Masih suka dengan lawan jenis hahaha," jawab Luna.


"Jangan berpikir aku nggak doyan sama cowo lagi yah dan doyannya sama jenis kaya kamu Lun. Ihh...geli aku," ucap Alice.


Luna bisa melupakan sejenak dengan masalahnya. Mereka berdua memakan pizza tersebut sambil mengobrol ringan sambil tertawa kecil.


Bersambung


Terima kasih sudah membaca bab ini. Semoga kalian sehat yah.


Mari berkomentar positif, like nya juga dong, sekalian follow aku. Et dah banyak amat maunya si Authoress hehehe namanya juga usaha.


kalau mau berteman di ig yuk mampir @kak_farida


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)

__ADS_1




__ADS_2