
Angel masih diam sepeninggalan Andin. Dia duduk di sofa yang jaraknya jauh dengan ranjang Jimmy. Memainkan handphonenya, tidak memperdulikan Jimmy.
Jimmy bertanya-tanya dalam hatinya, kesalahan apa yang telah di buatnya sampai Angel mengacuhkan dirinya padahal sebelumnya mereka bermesrahan.
"Sayang, boleh tolong ambilkan aku air. Maaf aku haus," pinta Jimmy.
Angel berjalan dan mengambil air. Ia ambil botol air mineral, dibuka dan dimasukan sedotan lalu langsung diberikan kepada Jimmy. Jimmy memegang botol itu, kemudian Angel langsung duduk kembali di sofa. Angel mengambil lagi handphonenya dan ia menonton anime detective conan edogawa.
Jimmy menatap sang istri, wajah Angel benar-benar tidak ada senyuman dan tidak mau menatap mata Jimmy. Angel merebahkan tubuhnya di sofa, tubuhnya menghadap langit-langit sambil menonton film animenya. Jimmy turun dari ranjangnya dia membawa tiang infus, sakin seriusnya Angel menonton dia tidak menyadari bahwa Jimmy berjalan perlahan ke arahnya. Sampai Jimmy sudah di dekat sofa Angel tidak sadar. Jimmy berdiri di atas kepala Angel lalu mendadak ia membungkukkan tubuhnya ke wajah Angel langsung Jimmy memberikan ciuman kepada Angel. Angel membulatkan matanya, ia langsung menolehkan kepalanya dan merubah posisinya menjadi duduk.
"Kenapa kamu menolak? Aku punya salah sama kamu?" tanya Jimmy.
Angel hanya terdiam, tidak menjawab pertanyaan Jimmy.
"Memang dari pertama aku menolak untuk di cium oleh suamiku sendiri?" Angel mulai membuka suaranya.
"Barusan nolak," ucap Jimmy.
"Tadi bibir kamu kena bibir aku nggak?" tanya Angel. Jimmy hanya menganggukan kepalanya.
"Artinya aku nggak menolak kamu, aku akan dosa jika menolak ajakan suami. Tapi kamu mending istirahat aja, nanti bukan cepat sehat malah lama di rumah sakit," ucap Angel.
"Kamu manggil aku nggak Abang lagi? Kamu kenapa sih marah seperti ini? Aku nggak ngerti," ucap Jimmy.
"Yah memang kamu nggak mengerti aku," ucap Angel.
Jimmy menghela nafasnya, susah menghadapi istri yang cantik tapi lagi ngambek. Jimmy tidak mau kembali ke ranjang, ia malah duduk di samping Angel. Angel ingin menghindar tapi Jimmy langsung menggenggam tangan Angel.
"Katakan apa salahku?" tanya Jimmy.
"Kamu cium dan sentuh aku tapi kamu bilang kita nggak ngapa-ngapain. Sepertinya kamu biasa yah sebelum nikah melakukan hal itu, atau kamu berpikir yang ngapa-ngapain itu ketika berhubungan int*m?" tanya Angel frontal.
"Astaga, kamu berpikir seperti itu? Wanita yang terdekat sama aku itu hanya kamu. Aku nggak sembarangan untuk cium wanita, aku hanya mencium kamu karena kamu istriku. Maafkan aku jika kalimatku itu menyinggung perasaanmu. Tujuan aku bicara seperti itu agar kamu tidak malu setelah melakukan itu dan ada sahabatmu yang datang. Jadi kamu nggak salting di depan sahabatmu itu, maaf jika niatku itu membuat salah paham," ucap Jimmy.
Angel menatap Jimmy, Jimmy menarik pinggang Angel sampai dekat dengan Angel.
"Aku hanya cinta mati sama kamu, apakah aku harus mati beneran baru kamu percaya bahwa aku men-" ucapan Jimmy terpotong karena Angel mencium Jimmy.
"Aku nggak mau jadi Janda, aku masih muda dan baru nikah sama kamu. Enak aja mau mati duluan," protes Angel.
__ADS_1
Jimmy langsung menyentuh bibir Angel kembali dengan bibirnya, kali ini Jimmy melakukannya sangat spicy eh cabe kali. Dan mulai turun menciumi anggota tubuh angel yang lain. Rasanya bagi Angel itu seperti nano nano, asam asin manis jadi satu. Bagi Jimmy, Angel adalah candu yang mematikan buat dirinya.
"Ba...Bang...stop," pinta Angel.
Jimmy memberhentikan aktifitasnya.
"Kenapa? Kamu masih marah sama aku dan nggak mau aku sentuh?" tanya Jimmy.
"No, jika kamu sudah sehat lebih baik kita pulang dan lakukan ini di rumah dengan persiapan. Aku mau melakukannya dengan indah." Angel memegang kedua pipi Jimmy, dahi mereka disatukan.
"Aku cinta sama kamu, aku rela ma-" ucapan Jimmy terpotong karena Angel mengecup bibirnya dengan singkat.
"Sudah aku katakan jangan ucap kata mati, aku tidak mau jadi janda muda seperti Andin," protes Angel.
Jimmy membelai rambut panjang Angel.
"Kamu Maha Karya Tuhan yang paling indah. Kamu bagiku merupakan berlian berharga yang salalu akan kujaga. Maaf, selalu menyakitimu. Izinkan aku untuk selalu ada di sampingmu," ucap Jimmy.
"Kamu memang sudah berhasil mendapatkan aku Bang, hatiku, tubuhku, sudah paket lengkap," ucap Angel.
Angel membantu Jimmy untuk kembali ke ranjangnya.
***
Tok Tok Tok
"Permisi..." ada seseorang di balik pintu rumah Andin yang sedang mengetuk pintu.
"Mas, sepertinya ada orang deh," ucap Andin ketika berada di dalam kamarnya.
"Mami pasti sudah membukakan pintu, kita di kamar aja. Kamu istirahat, sini kepala kamu di paha Mas," pinta Riki. Tangannya sedang memegang handphone karena sedang mengirimi berkas-berkas penting ke rumah sakit tempat Riki bekerja. Riki benar-benar melepas kekayaan demi memilih Andin, jabatan dirut rumah sakit ia tinggalkan dan bekerja di rumah sakit lainnya.
Tok Tok Tok
"Riki." Mami mengetuk pintu kamar Riki dan Andin.
"Mas, dipanggil Mami tuh. Itu tamu kamu berarti yang datang," ucap Andin.
"Siapa sih yang datang hari libur, gangguin waktu aku sama kamu aja," gerutu Riki.
__ADS_1
"Lihat dulu Mas, siapa yang datang," ucap Andin.
Dengan malas Riki membuka pintu kamarnya, Andin mengikuti langkah Riki dari belakang. Sesampainya di ruang tamu ada seorang anak berusia 4 tahun langsung memeluk kaki Riki.
"Papa," teriak anak laki-laki itu.
Andin langsung menatap tajam Riki, ada seorang wanita cantik yang menghampiri Riki.
"Siapa kalian?" tanya Riki.
"Mas Riki, kamu nggak kenal aku? Atau pura-pura lupa? Aku Lilis, mantan yang kamu campakkan setelah mengetahui aku hamil, yang memelukmu itu putramu namanya Dewa," ucap perempuan itu.
"Jangan ngaku-ngaku kenal aku yah, aku tidak kenal sama kamu." Riki melepaskan pelukan anak itu dan memundurkan langkahnya.
"Kenapa kamu berpura-pura tidak kenal aku, dulu kamu berjanji kepadaku untuk menikahiku. Aku sudah memberikan kesucianku kepadamu, kamu sangat manis berucap ketika menyentuhku tapi ketika kamu tahu aku hamil, kamu campakkan aku," teriak Lilis.
Riki menggenggam tangan Andin, tapi Andin melepaskan genggaman itu. Ia tidak banyak bicara dan langsung masuk ke dalam kamar lalu mengunci diri.
"Sayang...Sayang, sumpah aku tidak kenal wanita ini. Pasti ini ada yang menyuruh dia untuk menghancurkan rumah tangga kita," ucap Riki di balik pintu. Riki terus mengetuk-ngetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari Andin.
"Siapa yang menyuruh kamu? Katakan!" teriak Riki geram.
"Mas, kenapa kamu lupa." Lilis memeluk tubuh Riki.
Mami dan Intan yang mendengar keributan, langsung datang ke ruang tamu dan mata mereka membulat ketika ada seorang wanita yang memeluk Riki dengan erat.
"Rik, apa yang kamu lakukan?" Mami datang dan raut wajahnya sangat marah.
"Mi, ini bukan seperti apa yang Mami lihat dan Mami pikirkan. Aku tidak kenal dengan wanita dan anak ini." Riki melepaskan pelukan Lilis dan ia mendorong tubuh Lilis.
"Aku kekasihmu ketika kamu masih kuliah dan ini putra kita, jika kamu tidak percaya silahkan tes DNA. Kamu tidak akan lari lagi jika terbukti bahwa Dewa adalah putramu Mas. Tega kamu tidak mengakui Dewa." Lilis menangis dan langsung menggendong putranya.
"Keterlaluan kamu Rik, menyakiti hati Andin," ucap Mami.
"Mami nggak percaya aku? Dasar wanita murahan, katakan siapa yang menyuruh kamu!" teriak Riki.
Lilis kekeh bahwa dia adalah mantan kekasihnya, Riki sampai sangat marah dia mendorong Lilis dan putranya sampai keluar rumah dan ia menyuruh Untung agar mengusir wanita itu dari rumahnya.
Bersambung
__ADS_1