
Mesin yang Dariel pesan dari rusia sudah sampai di Indonesia. Andin memusatkan kantor di Kampung Design semua. Dariel dibuatkan 1 ruangan untuk kerja meretasnya. Peralatan sangat lengkap dan pusat CCTV dari rumah Alice, Luna, Andin dan rumah orang tua Andin, juga pintu masuk Kampung Design. Untuk menjaga keselamatan seluruh yang terlibat. Andin menyuruh mama Dariel untuk tinggal di Kampung Design.
Dariel sedang berusaha menembus pertahanan big Bos karena pertahanannya sangat kuat. Dariel juga membuat benteng agar wilayah ketika meretas tidak diketahui oleh lawan.
"Kak makan dulu dari pagi Kakak belum makan." Alice membawakan makanan untuk Dariel. Dariel menghentikan aktifitasnya.
"Kamu nggak menemani Angel hari ini?" tanya Dariel.
"Mama Angel ke sana Kak, kebanyakan orang nanti kepenuhan. Hari ini lamaran resmi dibatalkan aja Kak, situasinya seperti ini," ucap Alice.
"Nggak bisa dong sayang itu rencana kita sebelumnya. Habis lamaran kita akan mendaftarkan pernikahan kita ke KUA. Aku ingin segera menghalalkan kamu, agar aku bisa menjagamu 24 jam," ucap Dariel.
"Ih manis banget ucapannya, menjaga aku 24 jam. Kalah Kak ngeronda," celetuk Alice.
"Kalau ngeronda jagain agar nggak ada maling, capek malam-malam harus melek. Kalau sama kamu aku ngeronda jagain wanita tercantik dalam hidupku," ucap Dariel sambil mencubit hidung Alice.
"Aku bilangin sama Mama Kakak yah, aku dibilang wanita tercantik bukan Mama," ancam Alice.
"Aduin sana, paling Mama akan bilang. Memang Dariel dimatanya hanya ada kamu, Alice sang bidadari milik Dariel." Dariel mengikuti gaya mamanya.
Wajah Alice sudah merah merona gombalan kecil yang diucapkan oleh Dariel berhasil membuat kupu-kupu di perutnya, bunga-bunga di hatinya.
Dariel mengambil makanan yang dibawakan Alice, ia memakan sampai menu yang di dalam piring tandas.
"Kakak tahu kenapa bumi mempunyai gaya gravitasi?" tanya Alice.
"Karena gaya tarik menarik sebuah benda menuju ke pusat bumi," jawab Dariel.
"Itu yang Kakak lakukan kepadaku, Kakak menarik aku sampai aku jatuh cinta ke pusat hati Kakak," ucap Alice.
"Selain pintar masak, kamu pintar gombal yah. Duh calon istriku, aku harus berterima kasih dengan Angel nih kasih bunga melati 2 karung buat dia," ucap Dariel.
"Hahaha kemarin aku bilang sama Angel, agar jangan nangis. Aku akan masakin masakan spesial ongsengan bunga melati buat dia agar nggak nangis lagi." Alice tertawa menceritakan itu.
Setelah berbincang dengan Dariel, Alice pulang ke rumahnya. Ia pulang bersama anak buah suruhan Andin. Alice tidak mau memberi tahu acara lamarannya kepada Andin dan Angel karena mereka sedang mengurus Jimmy di rumah sakit. Ia juga merasa tidak enak dengan sahabatnya mengadakan acara lamaran di saat salah satu sahabatnya mengalami kecelakaan. Tapi karena Dariel memaksa dengan tujuan agar bisa cepat mendaftarkan pernikahannya di kantor KUA.
Pada malam harinya Dariel berkunjung ke rumah Alice dengan mamanya. Acara yang sangat sederhana tapi sakral bagi kedua keluarga. Mama Alice bisa bernafas dengan lega karena putri pertamanya sudah move on dari Roby.
"Bismilah, kuselipkan cincin di jari manis kirimu karena aku baru menyelipkan cintaku kepadamu dan aku akan menyerahkan cinta sepenuhnya denganmu setelah kita menikah," ucap Dariel ketika menyelipkan cincin di jari manis Alice.
"Alhamdulilah," ucap kedua keluarga yang melihat proses pemakaian cincin lamaran.
Acara lamaran berjalan dengan lancar, walaupun hanya sederhana dan tanpa kehadiran kedua sahabatnya, Alice masih sangat bahagia di dalam hatinya.
"Kak, malam ini aku sangat bahagia, ucap Alice.
__ADS_1
"Jangan terlalu bahagia sekarang sayang, nanti setelah menikah aja. Aku ingin membuat kamu bahagia sedunia hidup dan menua bersamaku," ucap Dariel.
Alice mengantarkan Dariel dan mamanya ke mobil karena mereka akan pulang ke Kampung Design. Mama Dariel masuk ke dalam mobil terlebih dahulu memberikan ruang waktu Alice dan Dariel.
"Doakan aku agar aku bisa menangkap mantanmu yang telah menyakitimu. Aku berjanji akan menjagamu dengan jiwa dan ragaku. Aku sayang kamu Alice, aku sangat mencintaimu," ucap Dariel.
"Terima kasih Kak, aku juga sayang banget sama Kakak." Alice memeluk Dariel.
***
Markas Kampung Design
"Katakan siapa bos lu?" tanya Ucup beserta anak buahnya sedang menanyai Bara, pria yang menembak Jimmy.
"Hahaha sampai mati gua nggak akan bilang sama lu pada," teriak Bara.
"Dengerin apa yang gua bilang sama lu, kalau lu bisa kerja sama sama gua, gua akan jamin keselamatan lu. Tapi jika lu keluar dari sini, gua nggak jamin bos lu itu akan biarin lu hidup," ucap Ucup.
"Cuih...bos gua nggak akan membunuh gua, karena dia nggak akan berani," ucap Bara tertawa.
"Yakin banget bos lu nggak akan bunuh lu hahaha...gua tahu sifat bos, dia nggak akan berpikir bahwa lu sudah berkicau sama gua." Ucup mengasah pisau di depan Bara.
"Gua sudah masuk penjara beberapa kali, lu tahu apa yang gua lakukan dulunya? Gua tus*k 10 kali ke perut orang yang bikin gua kesel, gua culik anak perawannya, gua pake dia. Kalau lu udah berkeluarga gua akan bunuh lu dulu lalu gua akan cari keluarga lu, gua akan bawa anak perempuan lu, atau adik kakak lu tahu kan apa yang gua akan lakukan," ucap Ucup sambil meletakkan pisau di pipi Bara dan menggoresnya sedikit.
"Boys...hajar dia, berani ngeremehin gua," ujar Ucup kepada keempat anak buahnya yang ada dalam 1 ruangan.
BUGH BUGH
Suara pukulan dan jeritan kesakitan menggema di ruangan itu. Ucup keluar dari ruang penyekapan.
"Bang, memang Abang pernah lakuin itu? Bunuh, perkosa, culik," ucap anak buah Ucup.
"Hahaha gua pernah tusuk orang tapi orang itu nggak sampai mati, tapi gua nggak pernah culik, perkos*. Anti gua sakitin wanita karena gua dilahirin sama wanita," ucap Ucup.
"Idih Abang, mukanye serem tapi ternyata hatinya hello kitty," ucap anak buah Ucup.
"Sial lu, lu mau bilangkan mantan preman berhati hello kitty. Terus aja lu bully gua." Ucup memperlihatkan kepalan tangannya yang ditunjukkan ke atas kepada anak buahnya.
"Sorry Bang, ampun dah. Gua nggak mau babak belur ditonjokin sama lu," ucap anak buah Ucup.
Ucup menelepon Untung.
"Assalamu'alaikum Bro, gua perlu bantuan lu nih," ucap Ucup di ujung telepon.
"Waalaikumsalam, bantuan apaan Bang?" tanya balik Untung.
__ADS_1
"Tolong, cari informasi tentang Bara. Siapa keluarganya dan di mana alamatnya," pinta Ucup.
"Oke Bang, aku akan cari tahu siapa Bara. Aku akan berkomunikasi teman polisi khususku dulu. Kalau sudah dapat aku akan kasih kabar ke Bang Ucup," ucap Untung.
"Oke Bro, thanks," ucap Ucup.
Teleponpun berakhir.
Bersambung
Mau double up hari ini?
Jika aku membuat novel baru di NT apakah kalian akan membaca?
Jangan lupa komen-komen dan jempol para reader yang manis. Terima kasih yang sudah membaca, kasih jempol, tulis komen, yang subscribe, yang paling oke yang follow aku, yang paling manis yang kasih bintang 5 dan yang paling keren yang vote novel ini. Love you reader manis sekebon karet.
Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)
__ADS_1