Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Luna sang hacker


__ADS_3

Luna sudah siap untuk berangkat dengan Andin. Andin sudah berjanji dengan Ratna, Ratna ingin membuat fashion show di sebuah mall. Andin sangat antusias untuk mengikuti fashion show ini karena berkolaborasi dengan 3 desainer terkenal salah satunya Andin. Andin akan bertemu dengan desainer terkenal yang lain, sehingga dia akan bersosialisasi lebih luas lagi dengan sesama designer.


"Ih Subhanallah, cantik banget sih sahabatku yang satu ini," ucap Andin ketika ia melihat Luna. Luna memakai dress hitam designu Andin kontras dengan kulitnya yang putih, celana jeans, dan rambutnya yang terurai, hitam bergelombang dan memakai bando warna merah.


"Ayo Andin," ajak Luna.


Andin mengajak anak serta baby sitternya. Mereka masuk ke dalam mobil menuju kantor Ratna. Sesampainya di kantor Ratna, Andin berjalan masuk berdampingan dengan Luna, sang baby sitter membawa troli untuk membawa Natasha. Setiap pasang mata melihat ke arah Andin.


"Sepertinya pernah lihat deh," desas desus para karyawan ketika melihat Andin. Mereka tak mengenali kini tubuh Andin sudah semampai dengan berat badan 55kg, tinggi 173 cm. Mereka baru sadar itu Andin ketika Andin memasuki ruang CEO karena jadwal Ratna hari ini hanya bertemu dengan Andin.


Tok Tok Tok


"Masuk," teriak Ratna.


Andin membuka pintu, Ratna memicingkan matanya. ia tidak mengenali Andin.


"Bu Ratna, ini saya Andin. Kok bengong gitu?" tanya Andin. Ratna menghampiri Andin, melihat dari ujung kaki sampai kepala.


"Ini beneran Mbak Andin?" tanya Ratna tak percaya.


"Iya Bu, saya Andin. Masa ia saya bohong sama Ibu. Ini kenalkan yang di samping saya? Salah satu gadis yang Ibu tolong," ucap Andin sambil memegang bahu Luna.


"Alhamdulilah, Mbak Luna sudah baik-baik saja," ucap Ratna.


"Terima kasih banyak Bu, sudah membawa dokter yang profesional untuk membedah kepala saya," ucap Luna.


"Terima kasih kepada Allah, karena takdir saya ketemu Andin, lewat Andin saya bisa tahu kamu Mbak Luna." Ratna berkata dengan sangat bijak.


"Luna menjadi tangan kanan saya untuk mendesign Bu, dia juga hacker jadi rahasia design baru yang saya akan segera luncurkan bisa terjaga. Luna lah yang mengatur jadwal saya, dia lulusan menajemen bisnis di Inggris," ucap Andin membanggakan Luna.


"Wah, bersyukur kamu mempunyai sahabat Mbak Luna, ternyata selain cantik juga cerdas," ucap Ratna.


"Saya lebih bersyukur Bu mempunyai sahabat seperti Andin. Karena rasa kasih sayangnya besar walaupun kita hanya seorang sahabat," ucap Luna dari lubuk hati paling dalam.


"Sudah ah jangan main puji-pujian gitu, kita nggak akan mulai rapatnya," ucap Andin.


"Jadi Mbak Andin tema untuk fashion show kali ini adalah cantik dan elegan," ucap Ratna mulai menjelaskan.


"Untuk warnanya Bu?" tanya Andin.


"Warna yang kontras, jadi jika seseorang yang memakai gaun itu akan langsung menatap karna warnanya yang kontras tapi tetap cantik dan elegan," jawab Ratna. Andin manggut-manggutkan kepalanya.


"Pelaksanaannya kapan dan di mall mana?" tanya Andin kembali.


"Pelaksanaan 1 bulan lagi, kita akan mengadakan di mall Z salah satu mall terbesar di Jakarta, pengunjungnya dari golongan menengah ke atas, istri para pejabat biasanya nongkrong di mall itu. kamu pasang status di Instagram, pasti banyak yang akan datang ke mall itu." Ratna memang mempunyai ide yang sangat cerdik melihat pasaran.


Rapat selesai, Andin dan Luna bersalaman dengan Ratna dan mereka keluar dari ruang Ratna. Luna dan Andin memakai kaca mata hitam membuat mereka tampak orang berada.


"Pagi, Bu Andin," salah satu karyawan Ratna menyapa Andin.


"Selamat pagi." Andin menjawab dengan senyumnya.

__ADS_1


"Tuh kan benar Bu Andin," bisik karyawan yang lain.


"Cantik yah sekarang, sudah langsing," puji office boy.


Andin tersenyum karena mereka nggak kenal Andin karena sangat berubah.


"Wah Andin, kamu jadi pusat perhatian," ucap Luna.


Andin dan Luna terus berjalan untuk keluar dari kantor Ratna, ketika mereka berjalan. Andin berpapasan dengan Selly, tapi Selly tak mengenali itu Andin ketika berpapasan. Andin berhenti dan menoleh kearah Selly, Selly terus saja berjalan. Andin tersenyum kemudian berjalan kembali.


"Mbak dan Natasha ke rumah Mamah yah. Aku takut jika Natasha lelah," ucap Andin.


"Iya Bu Andin, ini Natasha juga tidur." Andin membelai putri kecilnya dengan lembut.


Mereka masuk ke dalam mobil, Andin mengantarkan Natasha dan baby sitternya terlebih dahulu. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya.


"Din, ke kantor Roby yuk," ajak Luna.


"Mau ngapain Lun, aku lagi malas jadi janda gatel," ucap Andin.


"Kamu nggak ketemu dia, jadi pemeran janda gatel nggak usah di perankan," ucap Luna.


"Terus, ngapain kita ke kantor Roby?" tanya Andin kembali.


"Udah ke sana aja, aku mau main sedikit," ucap Luna sambil memegang bunga melati dan ia cium kehidungnya.


Andin melaju ke kantor Roby, perusahaan ayah Angel ketika belum di ambil oleh Roby. Mereka masuk ke wilayah perkantoran Roby, Luna menyuruh memarkirkan mobilnya.


"Kita di dalam mobil aja Lun?" tanya Andin. Luna menganggukkan kepalanya.


"Bismillah...." Luna menekan tombol Enter.


Blam


Luna meretas CCTV di gedung perusahaan Roby. Andin menatap Luna dengan kagum.


"Gila kamu Lun, kamu ternyata banyak rahasia yang belum aku tahu. Di Inggris sebenarnya belajar apa sih kamu? Pernah bobol bank yah di Inggris." Luna yang mendengar ucapan Andin berdecak kesal.


"Sembarangan, memangnya aku penjahat apa." Luna memukul lengan Andin. Andin hanya menyengir memperlihatkan giginya yang putih.


"Aku mau tahu ngapain dia di kantor?" ucap Luna.


"Loh, kok kamu mau tahu kegiatan Roby sih? Masih cinta kamu sama Roby?" tanya Andin.


"Punya sahabat ngomong nggak di saring lagi, ngapain aku masih cinta yang pernah membuat aku hampir mati," ucap Luna.


Luna menyuruh Andin jangan berisik, ia ingin melihat CCTV. Di dalam CCTV Roby sepertinya sedang menunggu seseorang, tidak lama ada perempuan yang datang, ia langsung duduk di paha Roby, dan mulai menggerayangi tubuh Roby. Dari raut wajah Roby, ia sangat menikmati sentuhan-sentuhan halus dari perempuan itu. Roby tek tinggal diam ia juga mulai menggerayangi tubuh dari perempuan itu.


"Lun, ih aku geli melihatnya," ucap Andin.


"Sudah pernah lakuin juga dengan mantan suami, tuh jadi Natasha." Andin menatap Luna dengan tajam.

__ADS_1


"Udah ah, kita langsung ke rumah Bu Rohaya," ucap Andin dengan nada kesal.


"Tunggu dulu Andin lagi hot nih, aku sedang rekam bukti untuk Alice agar matanya bisa melotot melihat siapa Roby sebenarnya." Luna mendadak tertawa.


"Andin lihat, Roby sudah di ubun-ubun. Ada yang masuk begitu aja. Jadi mereka langsung lepas dari penyatuan," ucap Luna.


"Geli aku lihatnya," ketika Andin melihat, ia memelototkan matanya ternyata yang Luna bicarakan itu adalah Rafif. Rafif membuka pintu ruang Roby begitu saja.


"Gila lu Rob, gituan di dalam kantor," ucap Rafif. Andin melihat laptop Luna dengan serius.


"Sahabat macam apa lu, masuk nggak ketuk pintu main nyelonong masuk aja. Gua dikit lagi di puncaknya." Roby marah.


"Lun, itu mantan suami aku," ucap Andin.


"What? OMG," teriak Luna terkejut. Luna memang ingatannya belum kembali total jadi dia tak ingat wajah dari Rafif.


"Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui." Andin tersenyum miring.


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2