
Andin tidur sambil memegang handphonenya berharap Irsyad membalas pesan singkatnya. Ketika Alice sudah selesai membersihkan diri, Andin sudah terlelap tidur sambil memegang handphone.
"Ya Allah, kamu lelah banget Din dan berharap banget dapat balasan pesan singkat pak lurah," gumam Alice. Alice merebahkan tubuhnya di samping Andin, ia menyusul Andin ke dalam mimpi.
Andin terbangun pukul 3 pagi, tubuhnya terasa lelah. Ia melihat jam di handphonenya.
"Aku ketiduran, ya Allah belum salat isya." Andin langsung bangun dan bergegas mengambil wudhu, ia salat isya sekalian salat malam. Dalam masih memakai mukena, Andin melihat handphone nya. Ia menghela nafas karena tidak ada balasan pesan singkat dari Irsyad.
"Ah, aku nggak mau mengharapkan dia lagi. Jika seperti itu aja dia marah banget padahal aku sudah meminta maaf apalagi sudah menikah sama dia," gumam Andin.
Andin membangunkan Alice karena waktu subuh sudah tiba.
"Alice bangun, sudah subuh," ucap Andin sambil menggoyangkan tubuh Alice.
Alice membuka matanya, ia langsung membersihkan diri dan menyegarkan salat subuh. Andin memandikan Natasha, setelah selesai barulah dia yang mandi.
"Alice kita sarapan dulu, setelah itu kita langsung pulang ke Jakarta," ucap Andin.
"Iya, kita pulang," ucap Alice.
Andin dan Alice sarapan dengan begitu tenang, Andin juga menyuapi putrinya untuk makan.
"Assalamu'alaikum, pagi cantik." Irsyad tiba-tiba datang dan berbisik di telinga Andin. Irsyad datang dengan membawa buket bunga mawar. Andin menoleh dan mata mereka bertatapan, karena terkejut dengan kedatangan Irsyad. Andin tersedak, ia batuk karena merasakan tenggorokannya sakit sampai wajahnya memerah. Irsyad panik, ia menepuk-nepuk pundak Andin dan memberikan air mineral.
"Andin, sepertinya nanti aja yah pulangnya. Aku mau ke rumah Luna dulu ada yang mau aku bicarakan. Aku permisi yah, have time for both. Pak Lurah tolong jaga Andin," ucap Alice sambil meninggalkan Andin dan Irsyad.
"Astagfirullah, kamu kenapa buat orang kaget sih. Kenapa nggak balas pesan singkat aku semalam. Aku takut tahu kamu nggak mau ketemu aku lagi," ucap Andin mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.
"Jadi kamu takut kehilangan aku?" tanya Irsyad.
"Dari mana kamu tahu aku berada di hotel ini dan aku sedang sarapan di sini?" Andin tidak menjawab pertanyaan Irsyad, ia malah berbalik tanya.
"Tentu dari kedua sahabat kamu, Luna dan Alice," ucap Irsyad.
Andin menepuk dadanya karena masih terasa sakit akibat tersedak.
"Kamu nggak apa-apakan. Maafkan aku karena membuat kamu terkejut, aku hanya ingin membuat kejutan manis untuk kamu. Aku sengaja nggak membalas pesan kamu karena aku mau mempersiapkan kencan pertama kita," ucap Irsyad.
__ADS_1
"Aku teruskan dulu sarapannya. Natasha juga belum selesai sarapan. Aku harus suapin dia," ucap Andin.
"Kamu makan aja, biar aku yang suapin Natasha," ucap Irsyad. Irsyad langsung menyuapi Natasha, Natasha begitu antusias di suapi oleh Irsyad. Sesekali Andin melirik Irsyad bibirnya tertarik sedikit.
"Kamu belum sarapan kan? Nggak apa-apa yah psepiring sama aku makannya." Andin menyuapi Irsyad. Irsyad tersenyum dan menerima suapan Andin.
"Ternyata lebih nikmat sarapan ketika disuapin dengan orang yang aku cintai," ucap Irsyad.
"Makanan nikmat itu karena, satu baca bismilah dulu. Kedua memang perut terasa lapar," ucap Andin.
"Alhamdulilah, aku jatuh cinta dengan wanita yang tepat, sudah dinasehati sama kamu, terima kasih yah. Hmmm kamu sudah mempunyai jawaban untuk aku?" tanya Irsyad.
"Aku sudah menjawabnya, kenapa kamu masih mempertanyakannya lagi," ucap Andin.
"Kapan kamu menjawab aku?" tanya Irsyad heran.
"Makanlah ini, jangan banyak bicara." Andin terus menyuapi Irsyad.
"Aku tidak sembarangan menyuapi seseorang, jika orang itu tidak ada di dalam hatiku," sambung Andin. Irsyad memberhentikan tangan Andin ketika suapan itu ada di bibir Irsyad.
"Artinya kamu menerima cinta aku?" tanya Irsyad.
"Gemesin banget sih kamu cantik," ucap Irsyad.
Mereka menyelesaikan sarapan mereka dan pergi berkencan untuk pertama kalinya di kebun Raya Bogor. Irsyad tanpa di minta Andin, ia langsung menggendong Natasha ketika turun dari mobil. Terlihat seperti keluarga kecil bahagia.
"Kamu beneran nggak mengganggu kerjaan kamu?" tanya Andin.
"Nggak sayang, biar nanti pas pulang aku sekalian akan menyelesaikan pekerjaan aku," jawab Irsyad.
Dipanggil sayang oleh Irsyad membuat Andin sangat malu.
"Cari bunga bangkai yuk, katanya lagi mekar. Aku belum pernah melihat bunga bangkai," ajak Andin.
Tanpa izin Irsyad langsung menggandeng tangan Andin. Karena Andin sudah cukup terkenal, ada orang yang mengenali Andin dan meminta foto dengan Andin.
"Mbak Andin ini siapanya Mbak Andin?" tanya fans Andin.
__ADS_1
"Saya calon suaminya, sebentar lagi kita akan menikah," celetuk Irsyad.
'Ah mati aku, Irsyad bicara seperti itu. Aku kan mau menjalankan misi dengan Luna dan Alice. Jika Roby tahu bahwa aku sudah punya kekasih, bagaimana aku bisa membantu kedua sahabatku,' ucap batin Andin.
Andin berubah, ia terdiam setelah Irsyad mengatakan hal itu.
"Kamu marah aku bilang dengan fans kamu bahwa aku calon suami kamu? Apakah kamu tidak mau menikah dengan aku?" tanya Irsyad tampak sedih. Andin menghela nafasnya.
"Kita cari tempat untuk berbicara, ada yang ingin aku ceritakan," ucap Andin sambil menarik tangan Irsyad. Ia tidak mau Irsyad salah paham kepada dirinya.
Andin menceritakan misi untuk membantu kedua sahabatnya.
"Apa? Kamu yang harus merayu pria brengs*k itu. Nggak, nanti kamu dipegang-pegang sama dia," ucap Irsyad tak setuju.
"Aku tidak akan membiarkan dia menyentuh aku, percaya padaku. Aku hanya ingin membantu kedua sahabatku," ucap Andin.
"Sayang, kamu itu sangat berharga bagiku. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa," ucap Irsyad.
"Lalu aku harus diam aja gitu, penjahat itu berkeliaran bebas. Luna hampir mati di buatnya, Alice hampir hilang kesuciannya. Bahkan kedua orang tua Luna jatuh miskin sekarang," ucap Andin dengan nada emosi, matanya sudah berkaca-kaca karena Irsyad melarang melanjutkan misi yang sudah ia dan teman-temannya rencanakan.
"Ya Allah, jangan menangis di kencan pertama kita. Maafkan aku, mungkin aku tak paham arti persahabatan. Tapi aku benar-benar kawatir sama kamu," ucap Irsyad.
"Kalau kamu khawatir sama aku, maka jaga aku. Percuma lengan kamu besar tapi nggak bisa jaga aku. Dada dan perut kamu six pack tapi nggak bisa dijadikan tameng untukku," ucap Andin sambil menangis.
"Kok kamu tahu aku punya perut six pack memang kamu pernah lihat aku tanpa pakai baju?" tanya Irsyad bercanda kepada Andin.
"Au ah aku kesal sama kamu," ucap Andin.
"Irsyad?" Irsyad terkejut, orang yang membuat ia patah hati dan sangat ia benci tiba-tiba ada di hadapannya dan langsung memeluk Irsyad sangat erat.
"Aku kangen kamu." Andin membulatkan matanya ketika melihat seorang wanita cantik yang memeluk Irsyad dengan erat. Baru ia jawab cintanya Irsyad, tapi malah ada wanita cantik memeluk kekasih Andin yang belum lama jadian.
"Cindy?" Irsyad terkejut dengan kedatangan mantan pacarnya itu.
Bersambung.
Aku akan tetap semangat menulis untuk yang suka novel ini. Walaupun ada saja hatter yang serang aku. Senang banget aku patah semangat dan mau ganjal rezeki aku di novel ini. Retting dari 5 turun 4,8 turun jadi 4,6 sekarang.
__ADS_1