
Luna langsung menelepon kedua orang tua Alice. Andin mengatakan bahwa Alice ada di rumahnya, ia beralasan ada kerjaan yang harus dibahas sehabis Alice makan malam dengan Roby. Karena sudah malam jadi Andin mengajak Alice untuk menginap ke rumahnya.
Para bodyguard dan Untung juga ke rumah Andin. Andin memperselilahkan mereka untuk masuk ke dalam dan duduk di sofa. Andin masuk ke dalam kamarnya, ia mengambil uang untuk para bodyguardnya dan juga Untung.
"Saya ucapkan terima kasih kepada para Bapak yang telah menolong sahabat saya Alive. Ini apa yang telah saya janjikan kepada para Bapak." Andin memberikan amplop kepada keempat bodyguard-nya.
"Kami juga berterima kasih Bu Andin telah mempercayakan kami. Ini adalah pertama kali kami mendapatkan uang halal, ternyata rasanya beda ketika kami menjadi preman," ucap salah satu dari bodyguard Andin.
"Jika saya butuh, saya akan gunakan para Bapak lagi," ucap Andin. Para bodyguard senang mendengar ucapan Andin.
"Pak Untung, saya juga berterima kasih kepada Bapak. Saya tidak menyangka loh Bapak bisa menyadap suara, Insya Allah komplek ini akan aman jika Bapak yang menjaganya ini untuk Bapak, tolong diterima ya Pak rezeki Bapak dan juga anak-anak Bapak." Andin memberikan amplop coklat kepada Untung.
"Terima kasih banyak Bu Andin atas kesempatan bekerja sama dengan Bu Andin," ucap Untung.
"Ya sudah kami permisi dulu Bu, sudah malam. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih." 4 bodyguard dan Untung, mereka meninggalkan kediaman Andin dengan wajah tersenyum karena mereka mendapatkan uang dari Andin.
Luna dan Alice sudah berada di kamar Andin. Alice masih merasa syok dengan apa yang terjadi, dia tidak menyangka bahwa Roby akan melakukan hal seperti ini, sudah dipastikan ia tidak akan menikahi Roby karena memaksa dia untuk berhubungan intim sebelum menikah.
"Alice kamu minum dulu ini." Andin memberikan air mineral kepada Alice. Alice pun menerima dan meminumnya sampai habis.
"Aku akan berkata jujur kepadamu Alice, yang telah aku rahasiakan sejak 1 bulan yang lalu," ucap Andin.
"Apakah ini menyangkut dengan Roby, Andin?" Andin menganggukkan kepalanya.
Andin memegang tangan Luna dan juga tangan Alice. Mereka menyatukan tangannya.
"Selama ini kita mencari Angel 'kan, sebenarnya Angel itu sudah bersama kita, tapi kita tidak menyadari. Aku pun sama tidak menyadari akan keberadaan Angel. Alice, Luna adalah sahabat kita Angel," ucap Andin.
"Apa? Luna sahabat kita Angel? Mana mungkin Andin, Luna ini mempunyai wajah seperti artis korea yang cantik. Angel sahabat kita juga cantik tapi wajahnya tidak seperti Luna," ucap Alice.
"Itu yang menjadi inti yang akan aku ceritakan hmmm..." Andin terlihat ragu untuk menceritakan ini dengan Alice karena Alice baru saja mendapatkan pelecehan dari Roby, jiwanya pasti masih syok dengan kejadian tersebut, dia ragu untuk mengatakan saat itu juga tentang apa yang terjadi kepada Luna.
"Katakan Andin, sebenarnya apa yang tidak aku tahu?" tanya Alice mendesak Andin.
"Kamu pernah ceritakan bahwa Angel akan segera menikah 'kan, kamu tahu pria yang akan menikahi Angel dahulu? Dia adalah Roby, Robby mantan calon suami Angel." Alice yang mendengar itu sangat syok dia menggelengkan kepalanya.
"Kamu bohong 'kan Din? Jangan bohongi aku Andin, kamu tahu aku tidak suka dibohongi," ucap Alice dengan air matanya yang tidak habis keluar dari kelopak mata.
__ADS_1
"Aku tidak bohong, Roby hanya mengincar kekayaan dari Angel, setelah mendapatkan apa yang dia mau. Roby merancang untuk membunuh Angel, mobil Angel di sabotase. Remnya blong sehingga ia mengalami kecelakaan mobil. Mobil Angel terbakar, bersyukur ada seseorang yang menyelamatkan walaupun wajah Angel sudah terbakar. Angel juga mengalami pendarahan otak, itu sebabnya satu bulan yang lalu aku berbohong kepada kamu untuk mencari bahan membuat kain, padahal sebenarnya aku menemani Angel untuk operasi pendarahan di otaknya, karena dokter yang sebelumnya menangani Angel mengatakan untuk harapan untuk hidup sangat sedikit. Alhamdulillah aku menemukan dokter yang dikenalkan oleh Bu Ratna, akhirnya Angel bisa dioperasi dan saat ini dia masih tahap pemulihan." Andin menghempaskan nafasnya dengan kasar, ia sangat berat menceritakan ini semua kepada Alice, tapi dia harus menceritakannya.
"Artinya wajah yang sekarang itu adalah hasil operasi?" tebak Alice kepada Luna. Luna menganggukan kepalanya.
"Ketika aku bercermin melihat wajahku yang rusak, aku mengalami depresi. Kedua orang tuaku akhirnya membawa aku ke Korea untuk operasi wajahku, biayanya sangat mahal sampai harta yang tersisa habis untuk biaya operasi wajahku," jawab Luna.
"Lalu kenapa suaramu berubah? Suara kamu bukan seperti Angel." Alice masih meragukan bahwa Luna adalah Angel.
"Untuk soal itu, kecelakaan yang menimpaku mengakibatkan pendarahan di otakku, wajah rusak terbakar, pita suara juga mengalami kerusakan, aku mendapatkan operasi pita suara di korea juga. Sehingga suaraku berubah." Andin baru menyadari bahwa suara Luna dan Angel itu tak sama.
"Buktikan bahwa kamu adalah Angel, sahabat aku pasti tahu tentang sahabatnya," ucap Alice.
"Kamu Alice jika makan sayur sop pasti akan memisahkan kentang, karena kamu tidak suka kentang, minuman kesukaan kamu adalah jus strawberry. Kalau Andieln suka teh kemasan, ia sangat suka mencoba berbagai macam teh dalam kemasan." Alice langsung memeluk Luna dengan erat, ia percaya bahwa Luna adalah Angel. Alice menangis mendengar cerita Andin, nasib Luna sangat menyedihkan, ia beruntung mempunyai sahabat yang menolong dirinya dari kurungan Roby malam ini.
"Angel aku sangat kangen sama kamu. Aku kangen saat-saat kita bertiga, ternyata kalian yang menyelamatkan aku dari Roby, aku bersyukur mempunyai dua sahabat seperti kalian," ucap Alice.
"Bisakah kita memenjarakan Roby?" tanya Andin.
"Susah Andin, tidak ada bukti di hotel kamar, kamar hotel pasti tidak ada CCTV dan Alice masuk ke dalam hotel dengan kemauan sendiri tidak ada paksaan jadi tidak terlihat di CCTV bahwa ada pemaksaan dari Roby, begitupun di restoran. Jadi kita tidak punya bukti apapun, penyadap suara juga tidak merekam percakapan yang telah kita dengar sebelumnya," ucap Luna.
"Rencana apa yang kalian akan buat?" tanya Alice.
"Rencana memenjarakan Roby, tapi akulah yang jadi umpannya. Luna tuh yang punya ide, aku disuruh menjadi janda gatel." Andin berkata dengan wajah cemberut.
"Wajahnya jangan gitu Andin, jelek udah kurus juga wajah kamu, udah cantik, jangan cemberut kayak gitu," protes Luna.
"Andin tertawa ketika wajahnya di tempeleng oleh Luna. Kebiasaan Angel ketika sekolah selalu menempeleng kepala Andin.
"Alice kamu bingung ya dengan percakapan kita, nanti aku akan menjelaskan ini. Sudah malam lebih baik kita tidur, bersih-bersih dulu tubuhku merasa lengket," ucap Luna.
"Oh iya Din, kamu nggak jemput putri kamu Natasha?" tanya Luna.
"Tadi aku sudah mengirim pesan singkat kepada Mamah bahwa aku tidak bisa menjemput Natasha, jadi Natasha dan baby sitter nya masih berada di rumah kedua orang tuaku, lagi pula nggak mungkin dong Natasha aku jemput malam ini juga, sudah pukul 10.00 malam," ucap Andin
Mereka berpelukan bertiga mengenang masa-masa SMA dahulu, setelah mereka bersih-bersih mereka tidur satu ranjang bertiga.
Persahabatan yang sejati akan saling tolong-menolong ketika sahabatnya kesusahan, bukan malah meninggalkan ketika sahabatnya berada di titik terendah.
__ADS_1
Bersambung
✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan
Love dari author sekebon karet ❤💞
__ADS_1