Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Ingin Suami Seorang Dokter


__ADS_3

Flash Back On


Setiap pagi ada aja yang mengirim surat cinta dan diletakkan di kolong meja. Trio beauty girl atau triple A julukan dari 3 siswi yang bernama Shayna Angela Reesa, Alice Zhafira Afsari, dan Andina Anastashia. Mereka bukan hanya cantik tapi juga prestasi. 1 sekolah siapa yang tidak kenal mereka dengan segudang prestasinya.


Dari ketiga beauty girl yang paling populer adalah Angel.


"Aduh, banyak banget sih sampah di kolong meja. Capek aku ambilin satu persatu simpan dalam tas lalu buang pas di rumah. Penuh-penuhin isi tas aja tahu," decak kesal Angel.


"Salah sendiri punya paras terlalu cantik," sahut Alice.


"Dih, seperti nggak ada surat aja di kolong meja," celetuk Andin.


"Kayanya enak jadi Andin deh, nggak banyak bawa sampah. Hari ini ada berapa Din surat dari cowo yang nggak jelas?" tanya Angel.


"Alhamdulilah, nggak ada tuh. Punya paras yang pas-pasan nyantai aja. Daripada kaya kalian berdua setiap hari resah, istirahat pasti ada yang nembak padahal udah di tolak berkali-kali tapi tetap aja nembak lagi," ucap Andin.


"Kalau kita punya cowo agar nggak pada nembak kita bagaimana?" Alice memberikan usul.


"Ngaco kamu Alice, kita sudah kelas 3 mau ujian. Aku mau fokus belajar, kalian aja berdua kalau ingin punya pacar. Hidupku mah tenang di sekolah ini jarang ada yang suka sama aku," ucap Andin.


"Kena karma kamu ngomong seperti itu sama kita," ucap Angel kesal sambil mentoyor kepala Andin.


"Sahabat macam apa kamu Angel sumpahin sahabatnya sendiri, kepalaku di fitrahin tahu main toyor aja," decak kesal Andin.


Bel berbunyi tanda pelajaran di mulai. Andin langsung ke kelasnya. Ketika kelas 3, Andin tidak sekelas lagi dengan Alice dan Angel. Andin berlari ke dalam kelas tidak sengaja menabrak seseorang.


"Aduh," suara Andin kesakitan ketika jatuh.


"Maaf Kak, aku nggak sengaja," ucap yang bertabrakan dengan Andin.


"Kamu ketua OSIS yang baru di angkat yah?" tanya Andin.


"Iya Kak, namaku Rafif," ucap Rafif.


"Aku..." ucap Andin terpotong.


"Aku sudah tahu siapa Kakak, Kak Andin bukan," ucap Rafif. Andin hanya menganggukan kepalanya.


"Sorry, aku masuk dulu." Andin langsung berdiri dan masuk ke dalam kelas.


Ada senyuman licik di bibir Rafif.


Andin belajar dengan tenang di dalam kelas, walaupun kelasnya terpisah dengan kedua sahabatnya itu tapi Andin tetap fokus dengan belajarnya. Ada teman sekelas yang diam-diam sudah lama suka dengan Andin, sebelum mereka sekelas, ia sudah memperhatikan Andin. Dialah Riki, yang mempunyai perawakan tinggi, kurus, berkulit putih dan memakai kaca mata tebal sehingga teman-temannya menaklukkan dirinya dengan sebutan cungkring.


'Aku akan mengungkapkan perasaan aku kepada Andin, sebentar lagi kita lulus. Ah Andin kamu semakin lama semakin manis di mataku, jika ada kesempatan aku akan bicara langsung sama dia,' ucap batin Riki ketika menatap Andin di dalam kelas.


Bel istirahat berbunyi, semua murid berlari menuju kantin. seperti biasa Andin akan menunggu 2 sahabatnya itu di depan pintu kelas untuk ke kantin bersama-sama. Kelas sudah sepi, moment ini di pakai Riki untuk mengungkapkan perasaannya kepada Andin.


"Andin tunggu," teriak Riki.


Langkah Andin terhenti ketika hendak ingin berjalan ke depan kelas.


"Iya ada apa Rik?" tanya Andin.


Riki menghampiri Andin, rasa grogi, gugup dan kaki gemetar untuk mendekati Andin bahkan dahinya sudah berkeringat.


"Kamu kepanasan Rik, memang AC nya nggak dingin." Andin merogoh sapu tangannya dan diberikan kepada Riki.


"Ini pakailah, keringetan gitu seperti melihat hantu aja tahu nggak sih." Riki menerima sapu tangan Andin dan mengelap dahinya.


"Aku bukan takut melihat hantu," ucap Riki.


"Terus mau ngomong apa?" tanya Andin.


Riki mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan hal ini. Ia tidak mau hanya terus dipendam walaupun Andin nantinya menolak dirinya.


"A...aku...." Riki menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan.

__ADS_1


"Aku suka sama kamu Andin, sejak kelas 1 aku terus memperhatikan kamu. Aku benar-benar menyukai kamu," ucap Riki sambil mengelap keringatnya. Riki tatap lantai ketika mengungkapkan perasaannya, dia tidak menatap mata Andin.


"Terima Riki," ucap Andin. Riki mengangkat wajahnya.


"Kamu tahu kan kita sudah kelas 3 SMA, aku ingin fokus belajar," ucap Andin. Ia langsung melangkahkan kakinya menuju kedepan pintu.


"Kamu menerima aku atau menolak aku?" tanya Riki. Andin tidak menjawab ia hanya memberikan senyuman kepada Riki.


Andin berlaru dari hadapan Riki, ia sudah bersama Angel dan Alice pergi ke kantin bersama-sama. Riki pun pergi ke kantin, ia laki-laki penyendiri yang tidak terlalu bergaul dengan teman-temannya. Langkah Riki terhenti ketika mendengar percakapan di dalam kelas karena ia tak sengaja ada yang menyebutkan nama Andin. Apapun yang bersangkutan dengan Andin, ia sangat ingin tahu.


"Raf, bagaimana misi? Nih uang 5 juta jika bisa dapat kiss Andin. Dari 2 sahabatnya dia yang paling polos, lu payah jika nggak berhasil. Jika baru Andin lu nggak bisa kiss, apalagi gua kasih tantangan kiss Angel. Gua mau bukti foto kalau lu berhasil kiss Andin. Gua kasih nih uang 5 jt buat lu," ucap Albert teman Rafif yang terkenal kaya.


"Tenang, gua akan kiss Andin dengan penuh gairah. lu tahu gua kan, mana ada cewe yang tolak pesona gua," ucap Rafif penuh percaya diri.


Riki yang mendengar percakapan mereka mengepal tangannya dengan erat. Perempuan yang dia suka akan dijadikan taruhan.


"Jika, aku bilang ini ke Andin langsung. Dia tidak akan percaya, lebih baik aku akan menjaga Andin dari kejauhan," ucap monolog Riki.


Riki benar-benar menjaga Andin, ia tidak akan pulang sebelum melihat Andin di jemput oleh supir ayahnya. Ia menjaga Andin dari kejauhan, pandangannya tidak lepas dari Andin.


Rafif yang sebagai ketua OSIS membuat mudah untuk memanggil Andin. Andin sudah dikenal akan gambar design dress, bahkan Andin selalu menang jika ada lomba design dress atau logo dengan sekolah lain. Rafif memanggil Andin untuk ke ruangan OSIS sambil membawa logo yang sudah ia design untuk lomba design logo antar sekolah.


Andin pergi ke ruangan OSIS, ia tidak tahu bahwa itu adalah jebakan. Rafif sudah setting ruangan OSIS kosong sehingga ia bisa menjalankan misinya. Rafif sudah memasang kamera untuk merekam aksinya.


Tok Tok Tok


Andin menarik knop pintu dan masuk ke ruang OSIS, Rafif menghampiri Andin tanpa Andin tahu ruangan sudah di kunci oleh Rafif.


"Ini design logo yang sudah aku design." Andin memberikan flash disk kepada Rafif.


"Oke Kak." Rafif mengambil dan mengantonginya. Andin langsung ingin kembali ke kelas tapi pintu terkunci


"Rafif, kok pintu terkunci." Andin terkejut ketika Rafif sudah berada di belakangnya sedang menciumi rambut Andin yang hitam.


"Rafif jangan kurang ajar yah kamu," ucap Andin geram. Tubuh Andin sudah di kunci oleh Rafif, Rafif sudah mulai mengelus pundak Andin yang masih tertutup seragam sekolah.


"Kurang ajar kamu!" Teriak Andin.


"Aku ingin hanya mencium bibirmu Kak." Rafif memaksa Andin untuk berciuman tapi Andin terus berontak, ia menendang s*langk*angan Rafif. Terasa nyeri yang Rafif rasakan.


"Sial!" Rafif sudah marah dan gelap mata. Andin sudah menangis dan minta tolong tapi tidak ada orang yang datang. Rafif semakin mendekati Andin.


KLEK


Pintu terbuka.


Riki dan salah satu guru datang dan membuka pintu ruang OSIS. Riki terkejut dengan rambut Andin yang sudah berantakan dan menangis. Riki membuka jaketnya dan diberikan kepada Andin.


"Pak proses Rafif, hukum dia Pak. Dia sudah membuat Andin sok seperti ini," ucap Riki.


Rafif langsung di bawa ke ruang BP untuk dilaporkan atas perbuatannya. Rafif menatap Andin dan Riki penuh kebencian.


Andin spontanitas memeluk Riki dengan erat.


"Aku takut...aku takut..." suara Andin bergetar karena sangat takut.


"Kamu aman sekarang, aku nggak akan biarkan laki-laki lain menyakitimu, aku akan menjagamu." Riki membantu Andin berdiri. Dengan kejadian ini Andin pulang ke rumahnya, salama 1 minggu ia tidak masuk sekolah. Setiap hari Angel dan Alice akan mampir ke rumah Andin untuk memberi semangat kepada Andin dan memberi catatan pelajaran yang sudah di foto copy oleh dua sahabatnya itu.


Sejak kejadian itu Andin menjadi dekat dengan Riki. Riki tak canggung lagi ketika berbicara dengan Andin. Mereka sering belajar bersama, karena Andin siswi yang cerdas, ia membantu belajar Riki. Sudah 6 bulan sejak kejadian itu walaupun Riki dan Andin terlihat dekat tapi Andin tak pernah menjawab pertanyaan Riki. Andin menerima perasaan Riki atau tidak.


"Andin bagaimana dengan pertanyaanku?" tanya Riki.


"Pertanyaan yang mana Rik? Aku nggak ingat," ucap Andin.


"Kamu terima aku atau nggak. Aku sayang kamu, boleh aku menjadi kekasihmu?" tanya Riki.


"Aku anak satu-satunya dari keluargaku Ki, nantinya akan menggantikan posisi ayahku kelak menjadi CEO di pabrik kain, aku akan membuktikan bahwa aku bisa. Aku juga suka mendesign, pasti aku sangat sibuk. Aku ingin mempunyai kekasih seorang dokter agar jika aku kelelahan ada yang merawat aku dan nggak menyusahkan kedua orang tua aku," ucap Andin.

__ADS_1


"Jika aku berhasil menjadi dokter, kamu mau jadi kekasih aku dan kamu tidak malu jika bersama aku karena tubuhku yang tinggi kurus?" tanya Riki. Andin terdiam, ia tidak menjawab.


"Din, jangan diam ketika aku bertanya. Kita sebentar lagi lulus aku perlu jawabanmu. Jika kamu menolak kita masih bisa menjadi teman bukan," ucap Riki.


"Riki, aku berjanji jika kamu menjadi seorang dokter aku akan menjadi kekasihmu bahkan jika kamu melebihi target kesuksesanmu aku akan menjadi istrimu kelak. Kamu cowo yang baik Rik, terima kasih sudah menyelamatkan aku 6 bulan yang lalu," ucap Andin.


"Benar kamu akan menjadi kekasih ku jika aku menjadi dokter? Janji?" tanya Riki memastikan. Andin menyematkan kelingkingnya ke kelingking Riki.


"Aku janji Rik," ucap Andin.


Sejak saat itu, Riki semakin semangat untuk belajar. Murid biasa bisa masuk kedokteran UNPAD membuat semua murid yang kecerdasannya di atas Riki tercengang. Begitu dahsyat kekuatan cinta membuat orang biasa menjadi luar biasa. Tanpa sepengetahuan Angel dan Alice, Andin menjalin hubungan tanpa status dengan Riki. Mereka sering berbalas pesan singkat, walaupun Riki sangat sibuk ia akan menyempatkan diri untuk menelepon Andin. Mendengar suara Andin membuat Riki semakin semangat. Kini Riki sudah masuk koas, Andin pun sudah lulus kuliah.


"Aku sudah koas Din, sebentar lagi status kita akan menjadi kekasih kan. 2 tahun lagi aku resmi menjadi dokter," ucap Riki di balik telepon.


"Riki maafkan aku," terdengar suara tangisan Andin.


"Kamu kenapa menangis?" tanya Riki sangat khawatir.


"Maafkan aku, tidak menjaga diriku untukmu. Rafif dendam ke aku, aku berkenalan dengan seseorang di facebook untuk belajar bisnis perkainan tapi ternyata itu Rafif. Riki cari perempuan lain jangan aku, aku sudah kotor. Rafif mengambil kesucianku. Ia memperkosa aku Rik, terpaksa aku harus menikah dengannya karena aku hamil. Maaf...Maaf...aku tak bisa menempati janjiku. Aku sayang kamu Rik, tapi maaf aku tidak bisa menjadi kekasih atau istrimu. Aku tak pantas untukmu. Jangan cari aku lagi, selamat tinggal Rik," ucap Andin dan langsung menutup teleponnya.


"Hallo Andin...Andin...jangan nikah dengan dia, aku siap menikahimu...Hallo Andin..."


Tut Tut Tut


"Berengs*k lu Raf, benar-benar laki-laki berengs*k lu. Lu ambil Andin dari gua." Riki berteriak dia melempar apapun yang ia lihat.


Sejak awal Andin menikah dengan Rafif bukan karena cinta. Makanya ketika membuat perjanjian ketika mencabut gugatan di kepolisian, Andin ingin Rafif tidak bertemu dengan Natasha. Karena Natasha anak yang tidak diinginkan oleh Rafif. Natasha juga hanya bernasab dari Andin jika menikah Natasha wali nikahnya bukan Rafif tapi Andin. Setelah menikah, keadaan Andin sangat menderita karena perlakuan Rafif.


Apakah Riki berdiam diri, setelah ia berhasil meraih kesuksesannya. Ia tak pernah lupa dengan Andin. Riki menyewa detektif untuk mencari keberadaan Andin.


Cinta sejati akan datang menuju takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah. Tidak bisa ada yang merubah, siapa jodoh kita, apakah jodoh kita pilih? Bukan. Allah lah yang memilih, jodoh adalah cerminan diri kita walaupun jalannya berkelok kelok untuk menuju jodoh sehidup semati pasti kita akan di arahkan menuju ke sana.


Flash Back Off


Bersambung


Terima kasih sudah membaca bab ini. Panjang loh aku buatnya bab ini. Jangan malu-malu follow aku hehe. Jangan lupa tinggalkan jejak komen karena komen kalian memunculkan imajinasi aku yang tersembunyi. Sttt jangan lupa like nya para reader.


Love sekebon karet dari Authoress.


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)


__ADS_1



__ADS_2