Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Janda CEO


__ADS_3

"Mas, aku ingin meminta restu papimu. Bagaimana kalau kita silaturahmi dengan papimu?" tanya Andin.


"Nggak sekarang sayang, papi masih marah sama aku. Mending ke apartemen mama, di sana juga ada Kak Intan," ajak Riki.


"Yah sudah boleh kita ke apartemen mami. Oh iya Mas, besok kamu ada jadwal di rumah sakit?" tanya Andin.


"Ada, memangnya kenapa sayang?" tanya Riki kembali.


"Aku ingin mengadakan konferensi pers besok mengumumkan pernikahan kita, aku tunggu kamu aja deh ketika ada jam kosong," ucap Andin.


"Eh jangan, lebih cepat di umumkan akan lebih baik. Aku suka jika masyarakat sudah tahu jika kita sudah menikah, menurutku akan lebih bagus," tolak Riki.


Mobil Riki melaju menuju apartemen mami Riki. Riki menggandeng tangan Andin setelah keluar dari mobil.


"Riki," teriak seseorang memanggil Riki.


"Oh Om Dirga dan Om Arga, kok kalian ada di sini?" tanya Riki aneh.


"Kami ke sini dengan papi kamu, dia ingin bertemu dengan mamimu. Ini siapa Riki?" tanya Dirga.


"Ini istri saya Om, kami baru menikah 3 hari yang lalu," jawab Riki.


"Loh, 3 hari yang lalu papi kamu kan rapat ke Singapur. Om Arga dan Om Dirga juga ikut ke sana," ucap Arga.


"Papi nggak menyetujui pernikahanku Om, karena istriku ini janda beranak satu. Tapi dia cinta pertama dan terakhir aku, aku tidak pernah mencintai wanita lain. Aku ada atau tidak ada restu papi tetap menikahinya Om," ucap Riki mengatakan genggaman tangan Andin.


"Om paham akan cinta kamu Rik, karena Om pernah muda," ucap Dirga.


"Sepertinya wajah istrimu familier deh, seperti sering muncul di layar tv. Nama istrimu siapa Riki?" tanya Arga.


"Andina Anastashia, pendesign dress yang sedang naik daun. Bahkan istriku menjadi bintang iklan juga," ucap Riki membanggakan Andin.


"Pantasan Om familier banget dengan wajah istri kamu, muda, cantik, terkenal dan CEO juga kan. Om pernah baca profilenya," ucap Arga.


"Iya Om, CEO pabrik kain dan juga CEO kampung design," ucap Andin.


"Wah hebat ternyata kamu Riki, pintar cari istri," ucap Dirga.


"Oh iya aku belum perkenalkan kamu dengan Om Dirga dan Arga maaf sayang bukan acuhkan kamu. Om Dirga ini tangan kanan papi jika papi berhalangan hadir maka Om Dirga ini yang menggantikan papi dan ini adalah Om Arga, dia merupakan direktur bagian keuangan papi," ucap Riki memperkenalkan Arga dan Dirga kepada Andin.


"Salam kenal Om, saya Andi," ucap Andin dengan menangkap kedua tangannya.


"Salam kenal Andin, kalian pasangan yang sangat serasi," puji Arga.


"Iya benar sangat serasi," ucap Dirga.


"Om Dirga, aku bisa minta bantuan Om. Istriku ini ingin pernikahan kami direstui juga oleh papi, barang kali Om bisa bantu untuk bicara dengan papi. Secara papi lebih dengerin omongan Om daripada aku," ucap Riki.


"Om akan coba bantu untuk bicarakan ini ke papi kamu, kamu nggak masuk ke dalam mumpung ada papi kamu, mungkin jika bertemu langsung dengan istri kamu. Papi kamu akan berubah pikiran," ucap Dirga.

__ADS_1


"Iya Mas, coba aja yuk masuk ketemu papi kamu," pinta Andin.


"Nggak sayang, aku nggak mau kamu sakit hati karena perkataan dari papi aku," tolak Riki.


"Mas jika kita nggak mencoba mana kita tahu," ucap Andin membujuk Riki.


"Kamu yakin?" tanya Riki.


"Insha Allah Mas, ayo," ajak Andin.


"Om, kami ke dalam dulu," izin Riki. Dirga dan Arga menganggukkan kepalanya.


Riki dan Andin masuk ke apartemen dengan menggandeng erat tangan Andin. Sampai di unit apartemen mami Riki, Riki menekan bel. Karena mami Riki sudah tahu akan kedatangan Riki dan Andin ia bergegas membuka pintu.


"Assalamu'alaikum Mi," ucap Andin sambil mencium punggung tangan mami.


"Wa'alaikumsalam, ayo masuk sayang." Mami Riki langsung merangkul pundak Andin untuk masuk. Riki mengikuti langkah Andi dari belakang.


"Papi ini istri Riki." Mami memperkenalkan Andin kepada papi Riki. Papi Riki yang semula duduk langsung berdiri dan menatap tajam ke arah Andin.


"Ini wanita yang membuat putraku membangkang," ucap papi Riki.


"Pi, jangan menghina istriku. Papi boleh menghina aku tapi jangan menghina istriku." Riki langsung berdiri di depan Andin.


"Segitunya kamu membela janda ini? Cih...sehebat apa kamu tanpa harta papi?" tanya papi Riki dengan Nada yang sudah meninggi.


"Berani kamu memanggilku papi? Aku tak akan merestui hubungan kalian berdua. Jika kamu mencintai Riki, ceraikan dia maka hidup Riki akan lebih bahagia. Jika kamu tidak menceraikan Riki maka Riki tidak boleh kerja di rumah sakit itu. Aku akan cabut hal Riki sebagai dirut rumah sakit," ucap papi Riki.


"Papi tidak bisa menjamin kebahagianku, aku lebih bahagia hidup dengan Andin daripada masa-masa remajaku yang selalu disisihkan oleh Kak Intan. Walau Kak Intan sakit, seharusnya papi sayang dengan aku. Tapi aku tidak merasakan kebahagian kesayangan Papi atau Mami, aku tidak akan menerima Andin untuk menceraikanku," ucap Riki menolak.


"Walaupun aku dilarang memanggil Papi tapi aku akan tetap memanggil Papi. Papi tahu hukum islam? Bahwa yang mentalak itu adalah seorang suami kepada istrinya. Istri tidak bisa mentalak seorang suami. Aku mencintai Riki dengan tulus, walau Riki bukan dirut rumah sakit lagi, itu tak masalah bagiku. Bagiku suamiku ini masih menjadi dokter pribadiku. Aku tidak sialau dengan harta, harta bisa di cari tapi cinta sejati tidak bisa didapatkan dengan mudah. Riki suamiku, kelak aku akan mengandung dari benihnya dan ia akan menjadi ayah dari anak-anakku, bagiku cukup ia menjadi suami dan ayah yang baik," ucap Andin.


Riki langsung memeluk Andin dengan erat dan mengecup pucuk kepalanya.


"Terima kasih sayang atas dukunganmu. Aku makin cinta sama kamu," ucap Riki


"Iya Mas, aku menerima kamu bukan karena kamu dirut rumah sakit, tapi memang aku cinta sama kamu," balasan ucapan cinta Andin.


"Dasar janda nggak punya rasa malu," hertak papi Riki. Ia ingin menampar Andin tapi tangannya langsung digenggam oleh Riki lalu Riki langsung mendorong tubuh papinya.


"Anak kurang ajar kamu," amarah papi Riki memuncak.


BUGH!


Wajah Riki di pukul oleh papi Riki, Riki tersungkur jatuh. Papi Riki ingin menendang tapi Andin menghadang dengan tubuhnya, tapi tangan kiri Andin yang retak yang terkena tendangan kaki papi Riki.


"Ah..." Andin kesakitan memegang lengan kirinya.


"Sayang, astagfirullah," ucap Riki sangat panik.

__ADS_1


"Mas sakit lenganku," rintih Andin.


"Papi benar-benar keterlaluan, lengan istriku retak ditambah Papi menendangnya. Jika lengan istriku bertambah parah, aku tak akan memaafkan Papi seumur hidup," bentak Riki.


"Riki, bawa istrimu ke rumah sakit sekarang," ucap mami.


Riki langsung menggendong Andin dan keluar dari apartemen itu.


"Mami, aku ikut. Aku khawatir dengan adik ipar, ia terlihat sangat kesakitan sampai wajahnya berubah menjadi pucat," ucap Intan.


"Iya ayo sayang, Mami tak sudi juga hidup dengan Papi mu ini. Papi, Mami akan menggugat cerai Papi. Mami pikir Papi ke sini sudah menerima Andin. Andin bukan janda sembarangan, dia adalah CEO 2 perusahaan. Mami rela jadi janda untuk membela menantu Mami itu, keluar Pi, Mami mau kunci apartemen Mami. Apartemen ini Mami beli dari uang Mami bukan dari harta Papi," ucap mami mengusir papi Riki.


"Aku tidak mau bercerai Mi," ucap papi.


"Haha lucu, tadi Papi suruh Andin menceraikan Riki tapi kini Papi takut Mami ceraikan. Keputusan Mami sudah bulat. Sana Pi keluar!" teriak mami mengusir papi.


Bersambung


Jangan lupa komen-komen dan jempol kalian, aku lemes hari ini karena dikit yang komen. Please jangan komen next, up, or lanjut.


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)



__ADS_1


__ADS_2