Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Rasa Cinta yang Besar


__ADS_3

Andin memegang pipinya yang baru dicium oleh Riki. Melihat ekspresi Andin itu, Riki malah mengerjai Andin. Dia mencium lagi pipi yang satunya.


'Astagfirullah, kenapa jantung aku deg degan gini. Tubuhku langsung terasa lemas, hanya dicium pipi. Ada apa denganku ini?' ucap batin Andin.


Andin beranjak dari tempat duduknya, ia ingin ke luar kamar tapi langkah Riki lebih cepat. Riki sudah berdiri di depan pintu. Ia mengunci pintu dan kuncinya ia ambil.


"Mas, aku mau keluar sebentar," ucap Andin.


"Nggak boleh," ucap Riki.


"Loh kok nggak boleh sih? Natasha nanti cariin aku Mas," alasan Andin. Padahal ia sangat kikuk satu kamar dengan Riki.


"Natasha sudah tidur tuh, tadi sudah aku buat tidur dan ada di kamarnya. Mama temanin Natasha tidur, jadi tugas kamu sekarang temani aku yang tidur," ucap Riki sambil berjalan menghampiri Andin. Andin memundurkan langkahnya.


'Andin kenapa seperti baru menikah yah, apakah Rafif benar-benar tidak tertarik mahluk Allah yang sempurna ini. Kenapa Andin terlihat grogi sama aku,' ucap batin Riki.


Riki menarik pinggang Andin yang ramping. Ia tersenyum manis menatap Andin, memperlihatkan kedua lesung pipinya. Tangan Riki yang satunya sudah membelai pipi Andin dengan lembut. Mata Andin terkunci dengan mata Riki.


'Masya Allah, cantiknya. Ini beneran Andin sudah menjadi istriku?' tanya batin Riki.


Riki mulai memajukan kepalanya, sesuatu yang ingin ia sentuh kembali.


"Boleh aku menyentuh ini?" Riki memegang bibir Andin. Seperti terhipnotis Andin langsung menganggukan kepalanya. Andin menutup matanya tanda siap kissing pertama setelah menikah dengan Riki. Riki melihat bibir Andin yang tipis, sangat ingin ia mencoba lagi setelah Andin sudah halal baginya. Riki mendekatkan wajahnya, nafas Riki terasa menyapu wajah Andin. Semakin dekat jarak antar mereka, 1 cm lagi ia akan merasakan bibir hangat wanita halalnya.


Tok Tok Tok


"Bunda..." suara ketukan pintu langsung mata Andin terbuka.


"Mas suara Natasha," ucap Andin.


Raut Riki mendadak berubah, Andin tersenyum melihat itu. Ia juga merasa bersalah karena kemauan suaminya jadi tertunda.


"Mas menikah dengan paket janda beranak satu, maaf yah," suara penyesalan Andin terdengar.


Riki membelai pipi Andin penuh dengan kasih sayang.


"Jangan minta maaf, aku paham. Ini juga masih siang. Nanti malam aja ketika Natasha tertidur pulas." Riki memeluk Andin dengan erat. Membelai rambut Andin yang sudah mulai mengering.


Riki membukakan pintu kamar.


"Kamu kenapa bangun sayang?" tanya Riki. Tubuhnya dibungkukkan agar sejajar dengan Natasha.


"Ayah, atu mau bobo ama Bunda," ucap Natasha. Riki langsung menggendong dan memasukkan Natasha ke dalam kamar. Andin melambaikan tangannya ke Natasha, diletakkan Natasha di samping Andin.


"Jangan terkena tangan Bunda yang kiri yah. Tangan Bunda masih sakit," ucap Riki.

__ADS_1


"Iya Ayah." Andin memeluk Natasha dengan erat.


"Aku mandi dulu," ucap Riki. Ia beranjak ke kamar mandi.


Natasha jika tidur memang harus Andin yang memeluk Natasha terlebih dahulu setelah itu baru Natasha akan dipindahkan ke kamarnya. Kini Natasha sudah terlelap tidur. Andin mengelus-elus rambut Natasha.


KLEK


Pintu kamar mandi terbuka.


"Mas, baju ganti sudah aku siapkan di sana." Andin memalingkan wajahnya, ketika ia melihat Riki hanya memakai handuk untuk menutupi bagian bawahnya. Wajah Andin memerah, karena tubuh Riki ternyata terawat. Ototnya terlihat sangat sempurna di mata Andin.


Riki melangkahkan kakinya untuk mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan Andin.


"Natasha sudah tidur?" tanya Riki.


"Sudah Mas, kamu bisa memindahkan. Dia tidak akan bangun, karena aku sudah memeluknya," ucap Andin.


"Sayang sini deh," ucap Riki. Andin menuruti apa kemauan suaminya.


"Ada apa Mas?" tanya Andin. Jantungnya sudah seperti irama rock and roll karena Riki masih belum memakai pakaian.


"Kamu suka dengan tubuhku?" tanya Riki. Pertanyaan Riki membuat Andin salah tingkah.


"Apa sih Mas pertanyaannya," ucap Andin tidak berani melihat.


"Bu..bukan seperti itu Mas, a...aku sangat suka." Andin menggigit bibir bawahnya. Riki mengambil tangan kanan Andin lalu diletakkan ke perut sixpecknya.


"Kalau suka sentuh dong, kamu sentuh aku sudah halal malah dapat pahala jika suami senang disentuh oleh sang istri. Merasa di hargai usaha aku membentuk tubuh seperti ini," ucap Riki.


Riki benar-benar menggoda Andin. Wajah Andin sudah sangat merah, jantungnya sudah berirama sudah tidak beraturan. Andin menarik tangan kanannya tapi Riki menahannya. Andin menuruti apa kemauan Riki, ia menyentuh perut Riki sampai ke bagian dada.


"Aku sudah lama menunggu ini sayang, disentuh olehmu. Dulu tubuhku tidak seperti ini, kurus sampai tulang rusuk aja terlihat sangat jelas. Tubuhku yang sekarang ini aku persembahkan untuk kamu. Wanita halalku, ibu dari anak-anakku kelak. Aku sangat mencintaimu Andina Anastashia, dalam pikiranku selama 9 tahun hanya dirimu tidak ada singgah wanita yang lainnya," ucap Riki. Tangan Andin berhenti mengelus tubuh Riki. Kini Andin menatap wajah Riki dengan dalam. Tanpa Riki perkirakan Andin langsung menyentuh bibir Riki dengan bibirnya. Riki terdiam, Andin lah yang bermain-main dibagian itu.


Andin mengeluarkan air mata, ia merasakan rasanya dicintai sangat besar oleh Riki. Ia mencium Riki dengan air mata yang terus mengalir, air mata kebahagian yang selama ini ia tidak dapatkan dari Rafif atau Irsyad. Riki memeluk pinggang Andin kini Riki membalas ciuman dari Andin. Ciuman penuh cinta, 5 menit mereka melakukan itu. Andin melepas tautan bibir mereka, kini dahi mereka saling bersentuhan. Riki menyeka air mata Andin dengan ibu jarinya.


"Terima kasih Mas, telah menunggu aku selama 9 tahun. Jika kamu tidak mencari aku mungkin kita tidak akan sampai ke titik ini. Sejujurnya aku hanya jatuh cinta kepada kamu, bukan hanya sekedar suka. Jika suka aku bisa menghilangkan rasa itu dengan mudah. Tapi ini cinta yang aku simpan selama 9 tahun juga, yang sudah aku kubur tapi terbuka ketika kamu datang," ucap Andin.


"Aku berterima kasih juga karena kamu sudah menceraikan Rafif dan menolak Irsyad jadi kamu memilih aku. Laki-laki satu-satunya yang kini menjadi milikmu," ucap Riki.


"Pakai baju Mas, ada Natasha di sini. Kita nggak mungkin melakukan yang lebih karena ada putri kita," pinta Andin.


"Baik sayang." Riki mengelus-elus pipi Andin.


Andin membalikkan tubuhnya, Riki bergegas memakai pakaiannya.

__ADS_1


"Aku pindahkan Natasha ke kamarnya yah," ucap Riki.


Riki mengangkat Natasha sangat hati-hati.


"Sayang, tolong bukakan pintunya," pinta Riki.


Andin membukakan pintu kamar dan Riki langsung membawa Natasha ke kamarnya. Ketika Riki keluar Andin memegang dadanya. Mengingat hal barusan yang ia lakukan membuat ia malu.


"Duh, kok aku yang duluan kiss Mas Riki sih. Kata-katanya membuat aku luluh dalam cintanya. Perutnya, dadanya, mana aku kuat melihatnya. Dia sudah milikku." Andin tersenyum bahagia.


Bersambung


"Ada yang senyam senyum bacanya?"


Terima kasih yang sudah memberikan jempolnya, komen, bintang lima, subscribe, vote di novel ini.


Kalau mau berteman sama Authoress di ig yuk mampir @kak_farida


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)


__ADS_1



__ADS_2