Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Janda gatel


__ADS_3

Andin langsung menuju rumah kedua orang tuanya. Ia tidak memberitahukan bahwa Luna adalah Angel kepada kedua orang tuanya.


Andin langsung menemui Natasha. Natasha ketika melihat Luna malah mau di gendong olehnya. Alasan Luna tidak mau menggendong Natasha waktu ke rumah Andin pertama kali, karena dia takut ketika menggendong Natasha akan jatuh. Pendarahan di kepalanya menyebabkan keseimbangan tubuhnya berkurang.


"Hai, Natasha. Kangen yah sama Tante," ucap Luna. Luna sudah ingat sedikit mengenai kehidupan Andin sebelumnya. Luna menggendong Natasha, putri Andin itu selalu tertawa ketika di gendong oleh Luna.


"Lun, kok anak aku malah ketawa-ketawa di gendong sama kamu. Ketika aku gendong nggak ketawa," protes Andin.


"Dia suka lihat wajah cantikku kali Din." Luna senyam senyum mengucapkan itu.


"Ih mentang-mentang wajahnya seperti artis korea." Andin berdecak kesal.


Natasha sangat girang di gendong oleh Luna, Luna menciumi pipi Natasha sampai anaknya Andin itu tertawa terbahak-bahak.


"Mah, aku bawa mobil yang satu yah. Mobil baruku aku titip di sini. Nggak muat Mah kalau pulang bawa baby sitter dan Natasha," ucap Andin.


"Lagi kamu beli mobil pelit penumpang, hanya bisa 1 penumpang aja di mobil merah kamu itu," ucap mamah Andin.


"Mah, mobil kece itu. Aku butuh itu, agar terlihat designer elit. 'Kan yang pesan design aku juga istri para artis dan pejabat Mah," ucap Andin.


"Tapi ingat, jangan sombong, harus tetap rendah hati. Jaga sikap kamu, karena orang-orang melihat janda sebelah mata. Cari ayah baru buat Natasha Andin, dia butuh sosok ayah. Move on dong dari Rafif ber*ngsek itu." Mamah Andin terus mengingatkan Andin menjadi manusia yang selalu bersyukur.


"Iya, Mamahku sayang. Aku dan Luna pamit yah, kini rumahku nggak sepi, aku tinggal dengan Luna jadi kerjaan aku lebih ringan Mah." Andin mencium pipi mamahnya dan juga ayahnya.


Andin menaiki mobil lamanya, Natasha masih nempel dengan Luna. Andin mulai menjalankan mobilnya, ia berhenti sebentar di supermarket membeli cemilan dan bahan masakan yang habis di rumah.


"Suster, ambil aja yang suster mau buat cemilan suster di rumah. Jangan malu-malu, suster sudah saya anggap keluarga." Andin tersenyum kepada baby sitter Natasha.


"Terima kasih Bu," ucap baby sitter.


Andin mengambil beberapa makanan untuk dietnya dan juga cemilan untuk Natasha. Andin juga membelikan Luna makanan kesukaannya.


"Lun, ambil itu yang banyak. Sejak SMA kamu kan suka keripik kentang itu." Luna malu-malu mengambilnya tapi Andin malah mengambil banyak untuk Luna. Andin memang tak sayang memberikan sesuatu untuk orang lain. Hati Andin bahagia ketika seseorang yang dibelikan tersenyum.


Setelah selesai belanja, Andin membayarnya di kasir dan memasukan semua belanjaannya di mobil bagian belakang. Andin melanjutkan perjalanan untuk pulang. Hari sudah mulai sore menjelang malam. Langit sudah kemerahan, bertanda sebentar lagi mau memasuki waktu magrib.


"Itu mobil siapa di depan rumah?" Andin memberhentikan mobilnya. Ia melihat mobil yang terparkir di depan rumahnya, ia menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas siapa pemilik mobil itu.


"Sepertinya aku pernah lihat plat mobilnya Din, di mana yah." Luna mengingat di mana ia melihatnya.

__ADS_1


"Andin, mobil Roby. Gila dia gerak cepat mau dekatin kamu," sambung Luna ketika mengingat plat mobil Roby. Andin memikirkan cara agar Roby tidak melihat Luna yang tinggal bersama dia.


"Lun, kamu bisa nyetir kan. Kepala kamu sakit nggak?" tanya Andin.


"Aku masih bisa nyetir Din, kepalaku nggak sakit kok," jawab Luna.


"Kamu bawa ini mobil, kamu parkir agak depanan nanti aku telepon yang punya rumah, numpang titip mobil sebentar. Kamu masuk lewat belakang sama Natasha dan baby sitter. Aku akan mengalihkan Roby agar tidak melihat kamu. Aku turun di sini." Luna duduk di jok sopir, Andin turun dan membawa belanjaan sedikit yang ia beli sebagai alibi ketiak bertemu Roby.


Andin menelepon tetangganya, tetangga Andin yang sangat baik. Andin juga pernah memberikan gaun designnya secara gratis. Jadi mudah bagi Andin untuk mendapatkan izin. Andin berjalan menuju rumahnya, ia memberikan kode agar Luna menjalankan mobil. Andin berpura-pura tidak tahu bahwa Roby datang ke rumahnya.


"Roby...kok kamu tahu rumah aku? Alice nggak sama kamu?" tanya Andin. Ia pura-pura terkejut melihat Roby.


"Aku tahu alamat kamu dari instagram, karena mamah aku penggemar kamu. ketika aku cerita bahwa aku kenal kamu, mamah meminta aku untuk mendesigkan gaun untuk dirinya," ucap Roby.


"Wah kalau order, ada caranya. Maaf nggak bisa langsung ke aku. Kamu kirim email dahulu nanti Luna yang akan memeriksa setiap email yang masuk dan dia yang memberikan jadwal kapan dressnya selesai. Maklum yang antri banyak dari istri para pejabat." Andin sengaja membanggakan dirinya agar terdengar hebat di mata Roby.


"Oh seperti itu, nggak boleh langsung yah? Kamu kok jalan kaki mobil kamu kemana?" tanya Roby. Andin melihat Luna sudah ingin melewati pintu belakang.


"Aku habis belanja buat cemilan aku, mobil sudah masuk garasi. Mau jalan aja beli cemilannya malas naik mobil. Memang designnya mau seperti apa Roby?" Tangan Andin memegang pundak Roby, ia memulai aksi menggoda Roby apalagi penampilan Andin sangat cantik, dan tubuhnya wangi tercium, membuat Roby gugup di buatnya. Baru di sentuh pundaknya doang Roby sudah gugup, ketika itu Luna langsung masuk ke pintu belakang Andin sudah merasakan lega ketika Luna sudah masuk rumah.


"Eh maaf menyentuh pundak kamu," ucap Andin. Roby malah mengambil tangan Andin dan mengelus tangan Andin. Andin langsung menarik tangannya.


"Aku minta email untuk order design kamu." Roby mengambil handponenya, Andin mendekatkan tubuhnya. Pundak Andin dan Roby berdekatan, Andin menyebutkan emailnya dan di catat oleh Roby di dalam handphonenya setelah mencatat, Roby menatap Andin dengan dalam. Ia melihat bibir Andin yang sangat seksi, Andin sadar apa yang ia lihat. Andin malah menggoda Roby, dia menggigit bibir bawahnya terlihat sangat sensual bagi play boy seperti Roby.


Roby terdiam melihat gerakan bibir Andin.


"Sudah di simpan?" suara Andin membuyarkan lamunan Roby. Entah apa yang Roby bayangkan.


"Su...sudah," jawab Roby terbata-bata.


"Yah sudah aku tunggu email kamu yah, aku mau istirahat dulu. Tubuhku lelah." Andin melembutkan suaranya, terdengar seksi di telinga Roby.


"I...iya...Aku akan kirim email. A...aku permisi dulu. Terima kasih yah Andin," ucap Roby. Andin melambaikan tangannya dan mengedipkan mata ketika Roby melihat dia di dalam mobil.


Andin buru-baru masuk ke dalam rumah. Luna sudah menunggu Andin masuk, ia sempat mengintip di balik jendela aksi dari Andin.


"Wah Andin, kamu ada bakat akting juga ternyata."Luna tertawa geli.


"Gila aku, jadi janda gatel. Ih...kaya bukan aku tadi," ucap Andin.

__ADS_1


"Teruskan Din, aksimu. Aku suka aktingmu," ucap Luna. Andin mencubit pinggang Luna.


"Senang banget sahabatnya berubah jadi janda gatel." Andin bercibik kesal kepada Luna. Luna hanya tertawa melihat Andin marah.


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan



__ADS_1


Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2