Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Kencan Pertama


__ADS_3

"Loh, Luna nya mana Pak, kok Pak satpam yang anter baju ini?" tanya Alice ketika membuka pintu.


"Mbak Angel eh Mbak Luna lagi ada diskusi penting sama Non Andin, katanya tentang Fashion show peragaan pakaian couple," jawab pak satpam.


"Yah Allah Lun, banyak amat sih kerjaannya. Harusnya selesaikan satu-satu dulu," ucap lirih Alice.


"Makasih Pak sudah bawakan," ucap Alice.


"Sama-sama Mbak Alice, kalau gitu saya permisi dulu Mbak," ucap pak satpam.


Alice langsung telepon Luna.


"Lun, kok kamu nggak pulang. Mana mau Kak Dariel pakai baju couple gini. Masa aku yang memintanya," ucap Alice di ujung telepon.


"Tenang aku sudah telepon Dariel, dia mau pakai itu. Kamu berikan aja baju itu ke Dariel, kamu bisa make up sendiri kan? Ingat senyaman kamu. Sudah dulu yah aku lagi sibuk dengan Andin." Luna langsung menutup teleponnya.


Tut Tut


"Ya Allah udah di tutup aja deh," gumam Alice kesal.


Alice melihat jam dinding, pukul sudah menunjukkan pukul 7 malam, ia masih mempunyai waktu 1 jam untuk mempersiapkan dirinya. Alice bergegas untuk mandi terlebih dahulu, ia memilih menunggu azan isya agar ia sudah merasa tenang.


Kini Alice duduk di depan cermin, ia sudah memakai design yang Andin berikan, make up tipis yang ia bubuhi di wajah cantiknya. Ia tidak suka bermake up tebal, bibir tipisnya ia olesi lipstik berwarna pink. Terlihat sangat anggun diperpadukan design Andin.


"Andin sahabatku memang kamu berbakat sejak dulu. Waktu SMA kita pakai designmu hanya untuk hang out agar foto-foto kita keren, kini design kamu aku pakai untuk berkencan. Make up aku ketebalan nggak yah?" ucap monolog Alice.


Tok Tok Tok


"Teh, ada Pak Dariel mau ketemu Teteh," ucap Tasya dibalik pintu.


"Iya Dek, Teteh akan segera ke bawah," jawab Alice.


Alice keluar kamar dengan membawa baju couple.


"Teh," panggil Tasya.


"Apa Dek?" tanya Alice.


"Teteh pacaran sama Pak Dariel?" tanya Tasya penuh selidik.


"Belum Dek, kamu nggak suka jika Teteh jadian dengan dosenmu?" tanya Alice.


"Aku senang Teh, karena Teteh sudah mulai move on. Aku khawatir jika Teteh nggak suka sama cowo lagi gara-gara Roby brengs*k itu," ucap Tasya tulus.


"Yah sudah Teteh jalan dulu yah, jika mama dan papap tanya aku, bilang aja jujur. Dah Dek." Alice melambaikan tangannya kepada Tasya.


Alice menghampiri Dariel yang sedang duduk di ruang tamu menunggu kedatangannya.


"Maaf Kak, lama nunggu yah?" tanya Alice.


"Nggak terlalu kok, mana baju design Andin?" pinta Dariel.

__ADS_1


"Ada di paper bag ini, tapi jangan tukeran baju di sini Kak. Nanti pas di pom bensin kita berhenti untuk ganti baju Kakak, Nggak marah kan?" tanya Alice.


"Aku nggak marah kok, malam ini kamu semakin cantik. Ayo kita jalan," ucap Dariel.


Dariel membukakan pintu mobil untuk Alice. Alice tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Setelah Alice sudah duduk di jok depan, Dariel mengambil buket bunga mawar merah di bagasi mobil. Setelah itu baru ia masuk ke dalam mobil.


"Bunga cantik untuk wanita aku yang cantik malam ini," ucap Dariel sambil memberikan buket bunga kepada Alice. Alice menerima buket bunga dengan perasaan yang campur aduk. Manis sikap Dariel di awal kencannya.


Dariel menghidupkan mesin mobil dan mulai menjalankan. Mobil mengarah ke arah ancol.


"Kita mau ke Ancol Kak?" tanya Alice.


"Iya, nggak apa-apa yah. Aku nggak ajak kamu ke tempat yang jauh. Aku nggak mau image aku jelek di mata kedua orang tuamu ketika aku mengajak kamu di tempat yang jauh dan tidak pulang ke rumah malam ini. Kita mampir ke pom bensin dulu yah, aku akan ganti baju agar kita couple." Dariel mengarahkan mobilnya ke pom bensin. Alice memberikan baju design Andin kepada Dariel.


"Sebentar yah, aku nggak lama," ucap Dariel ketika keluar dari mobil.


Alice tidak menunggu lama sekitar 7 menit, Dariel sudah mengganti bajunya.


"Pas banget di tubuh aku, Andin memang pendesign hebat. Itu apa ditanganmu?" tanya Dariel melihat toples di tangan Alice.


"Aku mau minta maaf Kak, karena jujur aku sengaja masak dengan rasa asin. Ini sebagai penggantinya, aku buat kue ini sebagai cemilan aku. Setiap cemilan aku buat sendiri, buat Kakak." Alice memberikan toples berisi kue nastar untuk Dariel.


"Boleh aku makan sekarang?" tanya Dariel. Alice menganggukan kepalanya. Dariel membuka tutup toples dan ia memakan satu nastar.


"Wah enak banget buatan kamu," puji Dariel.


"Kak Dariel suka?" tanya Alice.


Setelah mencicipi beberapa kue, lalu ia menyimpannya. Dariel mulai menjalankan mobilnya kembali. Masuk ke kawasan pantai Ancol, Dariel mengajak Alice ke suatu tempat. Ternyata di sana Dariel sudah menyiapkan makan malam romantis di tengah pantai.


Mata Alice berkaca-kaca, selama tunangan dengan Roby. Ia tidak pernah memperlakukannya seperti Dariel, bagi Alice ini sangat romantis.


Makan malam, di tengah pantai yang di susun sangat manis oleh Dariel ada musik live yang Dariel sewa.


"Kak Dariel menyiapkan ini semua?" tanya Alice.


"Bagiku ini bukan kencan karena imbalan karena aku membantumu bagiku ini adalah kencan nyata dimana kita saling mencintai. Walaupun nyatanya kamu nggak mencintai aku. Alice, aku jatuh cinta sama kamu. Kamu mau menjadi kekasihku?" tanya Dariel dengan menatap mata Alice.


"Maaf Kak..." ucap Alice terhenti.


"Jangan jawab sekarang, aku akan menunggu jawaban kamu. Kita nikmati aja makan malam kali ini, jangan pikirkan jawaban kamu," ucap Dariel.


Mereka makan malam romantis bersama, dengan deru suara laut dan alunan lagu live. Dariel sangat perhatian kepada Alice. Ia memotong daging steak dan baru diberikan kepada Alice. Dariel juga memberikan jus strawberry sebelum Alice meminta, Angel yang memberikan info bahwa Alice menyukai jus strawberry.


"Maaf," ucap Dariel yang mengelap saus steak di pinggir bibir Alice dengan tisu.


'Ya Allah, dia memperlakukanku manis sekali. Apakah aku buka hatiku untuk dia? Dia terlihat tulus?' ucap batin Alice.


Hari sudah mulai malam, Dariel menyudahi kencannya karena ia tidak mau Alice pulang malam ketika sampai rumah. Mereka menuju parkiran mobil, Alice memberhentikan langkah kakinya dan menarik lengan Dariel.


"Kamu kenapa?" tanya Dariel.

__ADS_1


Alice hanya menatap laki-laki yang ada dihadapannya.


"Lama tidak bertemu sayang." Alice bertemu dengan Roby. Dariel menatap Roby karena ia memanggil Alice dengan ucapan sayang. Tangan Alice kini digenggam erat oleh Dariel.


"Roby, minggir aku mau pulang," ucap Alice.


"Wow sudah berubah kamu memanggil aku yah, kamu kan yang meremas semua rekening aku?" Roby menatap mata Alice dengan tajam.


"Atas dasar apa kamu menuduh aku? Memangnya aku tahu caranya meretas. Jika tidak ada bukti kamu jangan asal menuduh," ucap Alice lantang. Ia tidak boleh terlihat takut di depan Roby.


"Siapa lagi yang dendam sama aku? Kembalikan semua uangku!" Roby ingin menarik tubuh Alice tapi Dariel menghalanginya.


"Jangan sentuh kekasihku, 1 ujung kuku kekasih ku sakit maka 1 tulangmu akan aku patahkan!" ucap geram Dariel.


"Oh sudah punya kekasih baru rupanya kamu ini, cepat juga kami move on," ucap Roby. Roby menghentikan ibu jari dan telunjuknya ketika itu keluar 5 orang yang mempunyai badan besar menghampiri Alice dan Dariel.


Bersambung


Pegel juga jempol tulis 2 bab di sana, 2 bab di sini. 😁


Banyakin komen dan jempol nya dong Pleaseeeeee, Authoress rela nih jempol nya pada pegel mengetik dari kata-kata, dikumpulkan menjadi sebuah kalimat, dari kalimat dikumpulkan menjadi sebuah paragraf dan dari beberapa paragraf terbentuk 1 bab.❤❤❤❤❤


Kalau mau berteman sama Authoress di ig yuk mampir @kak_farida


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)


__ADS_1



__ADS_2