
Irsyad sangat terkejut dengan kedatangan Cindy yang sangat tiba-tiba dan langsung memeluk dia. Andin merasa panas dadanya, baru hari ini ia balas cinta Irsyad tapi mendadak ada perempuan cantik yang memeluk Irsyad.
Karena Andin sudah pengalaman di hianati maka dia tidak mau itu terulang lagi. Andin meletakkan Natasha terlebih dahulu, lalu ia dorong tubuh Cindy sampai Cindy terjatuh ke rerumputan.
"Mbak, jangan asal meluk-meluk pria milik orang lain yah. siapapun Mbak, dari mana pun asalnya. Saya tak suka melihat Mbak memeluk pria saya," ucap Andin geram. Andin menatap Irsyad dengan tajam.
"Sayang aku bisa jelaskan, dia bukan siapa-siapa aku," ucap Irsyad gelagapan dengan tatapan Andin yang tajam.
"Eh Mbak jangan asal dorong-dorong gitu aja dong, sakit tahu," ucap Cindy meringis kesakitan karena bokongnya terkena batu-batu kerikil di taman.
"Saya tahu sakit terjatuh, tapi sakitan mana dengan perasaan saya yang Mbak menyentuh pria saya, Irsyadku ini bukan barang jual beli yang bebas dipegang-pegang, apalagi di peluk," ucap Andin.
"Hah, pria kamu. Aku tahu Irsyad belum menikah, jangan ngaku-ngaku deh," ucap Cindy bertolak pinggang.
"Iya memang, dia belum menjadi suami saya tapi kami akan segera menikah. Jadi jangan dekat-dekati calon suami saya," ucap Andin bertolak pinggang tidak mau kalah dengan Cindy.
Cup
Irsyad langsung mencium pipi Andin, ini yang kedua kali Irsyad mencium pipi Andin.
"I love you. I don't care with this crazy girl," ucap Irsyad.
Cindy yang melihat Irsyad mencium pipi Andin mengepalkan tangannya.
"Irsyad, aku masih cinta kamu. Aku mau balik denganmu lagi. Aku tahu kamu masih mencintaiku kan?" ucap Cindy.
"Apa kamu bilang? Aku masih cinta sama kamu? Hahaha lucu, setelah kamu selingkuh kamu pikir aku mau balikkan dengan kamu. Ngomong aja nih sama kaos kaki aku ini. Ogah amat balikkan sama kamu. Kamu tidak ada apa-apakan dengan calon istriku ini." Irsyad memeluk pinggang Andin yang ramping.
"Sayang, kita pulang aja. Aku sudah nggak mood lagi," ajak Andin.
Irsyad langsung menggendong Natasha dan menggandeng tangan Andin. Andin merasa menang, ia menolehkan kepalanya dan memeletkan lidahnya.
Ketika Andin sudah masuk ke dalam mobil, ia memangku Natasha. Wajah Andin berubah seketika, dadanya masih panas melihat Irsyad dipeluk oleh Cindy.
"Kok cemberut? Aku kan sudah jelaskan," ucap Irsyad.
__ADS_1
"Tapi kamu belum menjelaskan kenapa kamu sepertinya nikmat dipeluk oleh mantanmu, nggak langsung mendorong. Kenapa harus aku yang dorong dia? Hangat yah di peluk sama mantan? waktunya 25 detik loh pelukan dia ke kamu, lumayan dihangatkan kan dengan pelukannya," ucap Andin jutek.
"Astagfirullah, kamu berpikir seperti itu. Aku siap nikah sama kamu besok biar kamu puas meluk aku, mau?" tantang Irsyad.
"Memangnya aku nggak punya kedua orang tua, main nikah besok-besok aja. Sudah ah antarkan aku ke hotel, kencan pertama bukannya buat hati aku bahagia malah membuat moodku down," ucap Andin.
Irsyad merasa bersalah, membuat Andin marah. Baru ia merasakan kebahagian bahwa cintanya diterima oleh Andin, tapi semua rencana Irsyad gagal gara-gara kedatangan Cindy.
"Aku nggak mau antar kamu ke hotel, aku nggak mau bawa kemarahan di hatimu. Andin aku sangat mencintaimu percaya itu. Dia memang mantan aku ketika SMA, dia selingkuhi aku. Kamu tahu siapa pria selingkuhannya? Sahabatku! Sahabat yang aku sangat percaya tapi malah menikam aku dari belakang. Aku tidak percaya lagi dengan cinta sampai aku bertemu denganmu. 10 tahun aku tak merasakan cinta. Kenapa aku marah atas perkataanmu yang kemarin? Mungkin bagimu biasa-biasa aja. Kalimat itu sama persis apa yang ia katakan ketika ia ketahuan selingkuh dengan sahabatku. Dia bilang 'Karena bagimu aku bukan siapa-siapa kamu.' Omongan kosong apa itu, padahal aku melakukan apapun untuk dia dulu," ucap Irsyad penuh emosi.
"Maaf kan aku." Andin menatap mata Irsyad dan mengusap air mata Irsyad penuh kasih sayang. Natasha tertidur di pangkuan Andin. Irsyad mendekatkan wajahnya ke wajah Andin, ia melihat bibir Andin. Andin menyadari bahwa Irsyad ingin menciumnya. Ia langsung memalingkan wajahnya.
"Maaf, jika kamu ingin mencium bibirku. Nanti jika kamu sudah halalkan aku. Kamu cium pipi aku aja itu sudah salah," ucap Andin.
"Maafkan aku," ucap Irsyad. Ia malu dengan ucapan Andin.
"Aku nggak mau di cap janda yang gampangan, boleh di cium sebelum menikah," ucap Andin setelah Irsyad meminta maaf. Tambah merasa bersalah lagi Irsyad ketika Andin melanjutkan ucapannya.
"Aku tidak salah jatuh cinta denganmu, aku antarkan kamu ke hotel sekarang," ucap Irsyad.
Andin berpikir sangat dewasa, dengan pengalamannya yang hidup dengan pria lintah darat. Menghisap darah Andin sampai habis lalu menghinggap ke tubuh lain untuk menghisap darah dari tubuh yang lain. Semua jawaban Allah yang Andin doakan semua tertuju kepada Irsyad. Ia percaya bahwa Irsyad akan menjadi suami yang baik untuk dirinya menutup kekurangannya dengan kelebihan Irsyad.
Andin sudah tumbuh menjadi wanita yang logis, berpikir sebelum bertindak. Bersikap tenang sebelum menyelesaikan masalah.
Mobil Irsyad mulai jalan dan memberhentikan di sebuah restoran sunda. Irsyad langsung berlari ke belakang bagasi mobil.
"Ngapain dia malah membuka bagasi, bukan bukakan pintu mobil," gumam Andin.
Ternyata Irsyad mengeluarkan stroller. Irsyad berlari ke pintu depan mobil dan membukakan pintu untuk Andin.
"Natasha letakkan di stroller agar ia tidurnya nyaman dan kamu juga enak jika makan," ucap Irsyad sambil mengambil Natasha dan meletakkannya di stroller.
"Dari mana kamu dapat stroller?" tanya Andin.
"Beli, sebelum aku ke hotel kamu," jawab Irsyad.
__ADS_1
"Biar aku yang dorong, ayo kita masuk," sambung Irsyad.
'Alhamdulilah, semoga kamu pria yang dipilih Allah untuk aku,' ucap batin Andin.
Sampai mereka masuk dan memesan makanan untuk mereka berdua. Andin membuka percakapan.
"Hmmm tolong izinkan aku membantu sahabatku." Andin sangat memohon kepada Irsyad.
"Aku nggak mau kamu ada kontak fisik sama cowo itu," ucap Irsyad.
"Makanya kamu jaga aku, Luna bisa hack untuk meretas data kantornya Roby. Luna juga punya kenalan yang jago pancak silat, karate. Alice yang akan membujuk kenalan Luna untuk menjadi body guard aku," ucap Andin.
"Ya Allah, cowo lagi," ucap Irsyad kecewa.
"Percaya sama aku, aku tidak semudah untuk jatuh kepelukan laki-laki lain," ucap Andin terus meyakinkan Irsyad.
"Tapi aku mau bertemu dulu dengan kenalan Luna itu," pinta Irsyad.
"Iya, kamu akan bertemu dengan pria itu dulu," ucap Andin.
"Baiklah aku setuju, tapi tetap dengan pengawasanku," ucap Irsyad.
"Iya Mas," ucap Andin.
"Tadi kamu manggil aku apa? Mas?" tanya Irsyad.
"Nggak suka? Mau pakai aku, kamu aja?" tanya Andin.
"Aku suka banget sayang, suara kamu seksi ketika panggil aku Mas." Irsyad membuat Andin tersenyum.
"Tentang mantan kamu, jika dia berani peluk kamu lagi seperti tadi. Aku patahkan tangannya," ucap Andin dengan tatapan yang ingin memakan orang.
Bersambung
Saya ucapkan terima kasih kepada kalian yang telah mendukung saya.
__ADS_1