Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Tembakan


__ADS_3

Jimmy berniat untuk menemui Luna. Ia mendapat informasi dari Riki bahwa Luna sedang berada di rumah Andin. Tapi karena Jimmy mempunyai jam praktik, dia harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu di rumah sakit, setelah itu dia langsung menuju rumah Andin.


Jimmy sudah masuk ke komplek Andin, sebentar lagi ia sampai. Ternyata Luna sudah ingin pulang, terlihat dari kejauhan. Luna sudah masuk ke dalam mobilnya, tidak jauh dari mobilnya ada anak buah Andin yang selalu mengikuti Luna kemanapun ia pergi untuk menjaga sahabatnya itu. Jimmy sudah mengetahui hal itu karena Riki juga lah yang memberitahunya. Jimmy memutar balik mobilnya, ia mengikuti mobil Luna. Mobil Luna berjalan goyang, di tengah jalan tiba-tiba ban mobil Luna bocor. Luna pun menepikan mobilnya di tepi jalan. Ia keluar dan melihat ban mobilnya, ketika Luna keluar dari mobil, Jimmy melihat ada seorang pria yang mendekati Luna. Pria itu menepuk pundak Luna. Jimmy memicingkan matanya, ia sangat terheran kenapa Luna langsung mau diajak oleh pria itu dan masuk ke dalam mobilnya begitu saja.


Jimmy terus mengikuti ke mana mobil pria itu membawa Luna karena ia tidak mengenal wajah dari pria tersebut. Anak buah Andin pun sama, mereka mengikuti ke mana mobil yang membawa Luna. Mobil itu ternyata ke arah sebuah gudang kosong, perasaan Jimmy sudah tak enak, ini sepertinya Luna diculik oleh suruhan mafia tersebut.


"Hai kamu, siapa kamu?" tanya Jimmy. Ia langsung keluar dari mobilnya, mata Luna terlihat sangat kosong, Ia menatap Jimmy, tapi seperti tidak mengenalnya.


"Sayang kamu kenapa? Kamu tidak mengenal aku?" Jimmy berusaha untuk mendekati Luna, tapi pria yang samping Luna langsung mengambil pistolnya dan mengarahkan ke kepala Luna.


"Jangan mendekat, jika tidak aku akan menembak kepala perempuan ini sekarang juga." Jimmy langsung memberhentikan langkahnya, ia tidak berani untuk melangkah lagi karena di kepala Luna terdapat sebuah pistol yang pria itu todongan. Pria itu membawa Luna ke dalam gudang, Luna sama sekali tidak berontak. Sebelum pria itu masuk ke dalam, tiba-tiba mendapat serangan dari seorang laki-laki yang berlari dan langsung menendang pria yang membawa Luna. Dia adalah anak buah Andin yang disuruh untuk menjaga Luna.


Pria itu tersungkur setelah di tendang oleh anak buah Andin. Pria masih memegang pistol, ia mengarahkan pistol tersebut ke arah Luna. Jimmy yang melihat itu langsung berlari menghadang peluru yang hampir melesat ke dada Luna.


DOR


Suara tembakan yang memuntahkan peluru panas terkena dada Jimmy, seketika itu Luna baru tersadar ketika ia melihat darah yang keluar dari tubuh Jimmy. Jimmy langsung luruh tubuhnya ke tanah memegangi dadanya yanh tertembak. Pria itu langsung diringkus oleh anak buah Andin.


Luna langsung memeluk tubuh Jimmy, ia menangis karena darah terus saja mengalir dari tubuh Jimmy.


"Sa...Sayang, maafkan aku." Jimmy sudah terkapar, kini kepalanya ada di paha Luna, ia memegang wajah Luna dengan tangan yang berlumuran darah.


Luna menangis melihat keadaan Jimmy.


"A...Aku benar-benar mencintaimu, to...tolong maafkan aku dan jangan tinggalkan aku," nafas Jimmy sudah tak beraturan tampak tersenggal-senggal menahan rasa sakit.


"Abang aku mencintaimu, maafkan aku ada rasa trauma aku


Tolong jangan tinggalkan aku Bang, Abang..." teriak Luna histeris karena Jimmy sudah tidak sadar dan wajahnya langsung memucat.

__ADS_1


"Abang... bangun... Bang... bangun, tolong jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu," teriak Luna sambil memeluk kepala Jimmy. Para pengawal Luna langsung memasukkan tubuh Jimmy ke dalam mobil Jimmy, 2 anak buah Andin membawa Jimmy ke rumah sakit. 2 anak buah membawa pria yang menculik Luna ke kampung Design untuk membawa ke markas. Orang itu kepalanya di tutup dengan kain hitam oleh anak buah Andin, tujuannya agar tidak tahu kemana dia akan di bawa.


Luna terus aja menangis di dalam mobil, ia berkali-kali meminta maaf kepada Jimmy. Rasanya ia tidak sanggup kehilangan Jimmy. Jimmy menolong Luna, jika Jimmy tidak menghadang maka Luna lah yang tertembak.


"Bertahan Bang, aku mohon jangan tinggalkan aku." Luna menggenggam tangan Jimmy yang sudah lemas.


"Pak tolong cepat Pak jalannya." pinta Luna. Mulutnya sudah bergetar karena rasa takut akan kehilangan seseorang yang ia cintai. Ia sudah merasa kehilangan Tete, sepupunya yang menyelamatkan hidupnya.


Salah satu anak buah Andin yang membawa Jimmy ke rumah sakit menelepon Andin dan memberitahu kejadian sebelumnya, yang menyebabkan Jimmy tertembak dan sedang dalam perjalanan rumah sakit.


Mobil Jimmy sudah terparkir di rumah sakit. Jimmy langsung dibawa ke ruang UGD. Luna mengikuti sampai ruang UGD lalu disuruh menunggu di keluar. Ia menangis sendirian, bajunya penuh dengan darah Jimmy, tangannya pun juga ada darah Jimmy. Tubuh Luna luruh ke lantai. Dia merasa bersalah akan Kejadian ini, tak berapa lama Andin, Alice, Dariel dan juga Riki tiba di rumah sakit. Andin melihat Luna yang duduk menutup wajahnya dengan kedua lututnya. Ia menghampiri Luna dan langsung memeluk Luna dengan erat.


"Andien, ini salah aku. Aku yang menyebabkan Jimmy sampai tertembak seperti itu, kenapa bukan aku saja yang tertembak," ucap Luna di dalam tangisannya.


"Lun, Jimmy sangat mencintai kamu. Dia pun tidak mau melihat kamu tertembak, makanya dia menggantikan kamu. Jangan merasa bersalah karena ini bukti bahwa Jimmy sangat sayang kepada kamu," ucap Andin.


"Aku takut Andin, kehilangan dia. Aku mencintainya Andin. Karena traumaku, aku takut untuk mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya kepada dia," ucap Luna.


Andin mendekati mama Jimmy.


"Tante aku khawatir dengan keadaan Angel. Dia mempunyai trauma ketika kecelakaannya dulu kehilangan sepupunya dan sekarang ia tampak syok karena Jimmy tertembak tepat di depan matanya. Angel merasa sangat bersalah karena Jimmy menghadang peluru yang hampir mengenai Angel. Aku mewakili Angel minta maaf atas kejadian ini. Tolong jangan salahkan Angel," ucap Andin memohon kepada mama Jimmy.


"Kami menganggap Angel adalah anak kami sendiri karena Jimmy sangat mencintai Angel, dia menceritakan kesalahannya yang telah menyakiti hati Angel dan membuat Angel terluka. Kami yang seharusnya meminta maaf kepada Angel, tapi kami menunggu agar Jimmy menyelesaikan masalahnya sendiri dengan Angel agar dia tidak kehilangan Angel," ucap mama Jimmy.


"Terima kasih Tante sudah menyayangi sahabat saya, karena sahabat saya yang satu itu mempunyai trauma yang sangat dalam. Ia kehilangan sepupunya yang meninggal di depan matanya, kini Luna melihat lagi orang yang ia cintai, yang ia sayangi mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Angel, traumanya ini terulang lagi," ucap Andin.


Alice sedang berusaha untuk membujuk Luna agar membersihkan dirinya dari darah Jimmy.


Bersambung

__ADS_1


Luna nasibmu 🥺🥺🥺


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)


__ADS_1



__ADS_2