
"Angel nanti kamu pakai baju aku aja yah, nggak usah ke rumah Andin untuk ambil baju kamu," ucap Alice
Alice dan Angel sedang berjalan menuju ke luar rumah sakit.
"Kita ini bertiga sahabat yang kompak yah! Ukuran badan kita sama, untung aja aku kasih saran dengan Andin buat diet. Kalau nggak tubuh Andin masih segini." Angel merentang tangannya ke arah kiri ke kanan, mendeskripsikan tubuh Andin yang awal pertemuannya sangat gendut. Andin juga melakukan operasi untuk membuang kulit sisa dari program dietnya.
"Hahaha bisa aja kamu Angel." Alice tertawa terbahak-bahak.
"Hai cuy, ini rumah sakit jangan ketawa kaya gitu," protes Angel.
"Satu lagi jangan panggil aku Angel, takutnya ada Roby. Bisa gawat jika ia tahu aku masih hidup," ucap Angel.
"Angel, tunggu aku..." teriak Jimmy mengejar Angel.
"Nah, itu malah Babang Jimmy yang teriak namamu hahaha." Angel langsung menyuapi biskuit ke mulut Alice sakin lebarnya Alice menertawakan Angel.
"Sahabat macam apa kamu," protes Alice dengan mulutnya yang penuh dengan biskuit.
Alice dan Angel memberhentikan langkahnya, mereka menunggu Jimmy yang sedang berlari mendekati mereka.
"Ada apa Bang?" tanya Angel.
"Kamu lagi nggak jaga Andin kan?" tanya Jimmy.
"Iya kami di suruh pulang untuk istirahat, ada Riki yang berada di sana," jawab Angel.
"Ikut aku sekarang bisa? Capek nggak kamu?" tanya Jimmy kembali.
"Untuk?" Angel bertanya, ia tampak mengerutkan dahinya karena Jimmy sudah menarik lengan Angel untuk mengikuti langkahnya.
"Alice, aku pinjam dulu. Nanti aku antar ke rumah kamu kan? Nggak mungkin ke rumah Andin karena nggak ada siapa-siapa di sana," tanya Jimmy.
"Iya silahkan," jawab Alice. Angel melambaikan tangannya kepada Alice.
"Kita mau kemana Bang? Kamu bertanya aku tapi sebelum aku jawab Abang udah narik lenganku," protes Luna.
Angel masuk ke dalam mobil Jimmy.
"Kamu sukanya apartement atau rumah?" tanya Jimmy.
"Maksudnya?" Luna bingung, ia tidak paham apa maksud pertanyaan Jimmy.
"Pernikahan kita menghitung minggu, aku ingin membeli rumah atau apartement untuk tempat rumah tinggal kita setelah menikah. Kamu lebih memilih yang mana? Apartemen atau rumah," ucap Jimmy.
"Aku lebih suka rumah," jawab cepat Angel.
"Oke, kita lihat-lihat. Jika mau setuju kita langsung ambil." Jimmy membelai rambut Angel.
"Aku kangen kamu sayang, kamu selalu sibuk tambah lagi pas Andin kecelakaan," ucap Jimmy.
"Andin sahabatku, nggak mungkin jika aku meninggalkannya. Lagi pula Riki bos Abang kan. Nggak nyangka banget aku, Andin cintanya sama dokter," ucap Angel.
"Kalau kamu, cinta dokter juga nggak?" tanya Jimmy. Jimmy memegang tangan Angel tapi langsung dilepas oleh Angel.
"Aku belum cinta sama dokter," jawab Angel.
"Kamu kejam banget sih, udah mau nikah juga kita," ucap Jimmy.
"Remember, nggak ada sentuhan fisik setelah nikah. Aku sudah menyiapkan surat perjanjian, kamu tinggal menanda tanganinya," ucap Angel.
"Ya Allah sayang, kamu benar-benar belum punya rasa denganku?" tanya Jimmy.
"Kan aku sudah bilang denganmu barusan, belum," jawab Angel.
Mobil Jimmy, melesat menuju kavling rumah yang ia sudah cari lama untuk ia tinggalin setelah menikah dengan Angel. Walaupun Angel mengatakan belum cinta dengan dirinya tapi Jimmy selalu memperlakukan Angel dengan sangat istimewa. Kini mobil Jimmy memasuki kavling perumahan elit. Jimmy memarkirkan tepat di kantor pemasaran kavling rumah.
"Selamat siang Pak, Bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya satpam ketika mereka hendak masuk.
"Siang, saya mau melihat dan bertanya-tanya tentang kavling perumahan ini. Saya lihat di google perumahan ini terlihat sangat nyaman," ucap Jimmy.
__ADS_1
"Oh Bapak silahkan masuk ke bagian pemasaran, di sana Pak." Satpam itu menunjuk ke arah meja bagian pemasaran.
"Terima kasih Pak," ucap Jimmy.
Jimmy dan Angel masuk, mereka berjalan tanpa berpegangan tangan. Angel berjalan sejajar dengan Jimmy.
"Permisi," ucap Jimmy ketika di meja bagian pemasaran. Seorang wanita keluar dari dalam dan menemui Jimmy dan Angel.
"Jimmy?" tanya perempuan itu.
"Siapa yah? Kok kenal saya?" tanya Jimmy.
"Aku Sinta, Jim, teman sekelas kamu," jawab Sinta.
"Ah...iya aku ingat, wah kamu tambah cantik yah," puji Jimmy.
Angel yang mendengar Jimmy memuji teman sekolahnya itu langsung menatap Jimmy, tapi Jimmy tidak menyadari hal itu. Mereka terus berbincang, seolah-olah Angel tidak ada di sana. Membuat perasaan Angel seketika itu juga geram.
"Jika kamu suka dengan perempuan itu, nikah aja sama dia jangan sama aku." Angel berbisik di telinga Jimmy dan langsung keluar dari kantor itu. Jimmy baru sadar dengan apa yang telah ia lakukan terhadap Angel. Jimmy langsung mengejar Angel tapi ia tak menemukan Angel. Angel melihat Jimmy yang sedang mencarinya. Ia bersembunyi di salah satu rumah yang belum di huni.
"Angel...Angel..." teriak Jimmy. Ia mencoba menelepon Angel tapi nomor Angel non aktif.
"Nomor yang Anda tuju sedang di luar jangkauan, silahkan hubungi beberapa saat lagi," bunyi operator notifikasi.
Jimmy menuju mobilnya, ia terkejut ada cincin yang di gantung oleh karet rambut milik Angel.
"Ya Allah, dia marah, sampai mengembalikan cincin pertunangan. Ah bodoh banget sih kamu Jim, gila calon istri ada di samping malah ngobrol dengan perempuan lain." Jimmy menendang ban mobilnya. Ia masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.
Angel keluar dari persembunyiannya kemudian dia order ojek online. Tidak lama Angel menunggu, 5 menit ojek online itu sudah tiba.
"Bang mampir ke pasar kembang rawa belong dulu yah, nanti saya tambahkan ongkosnya," ucap Angel.
"Baik Mbak," ucap ojol.
Ojol mulai menjalankan motornya menuju pasar kembang rawa belong. Angel membeli melati, tidak tanggung-tanggung sebanyak 1 kantong plastik besar. Setelah itu Angel langsung menuju rumah Alice. Ia bernafas lega, bahwa Jimmy tidak ada di rumah Alice untuk mencarinya. Angel langsung masuk ke rumah Angel. Tasya yang membukakan pintu.
"Teh Angel, sudah di tunggu dengan teteh di atas," ucap Tasya.
Angel langsung menuju lantai 2 untuk menuju kamar Alice
Tok Tok Tok
KLEK
Angel masuk, Alice menatap Angel dengan keheranan. Pasalnya Angel membawa 1 kantong besar bunga melati.
KRING....KRING....
Bunyi handphone Alice.
"Dokter Jimmy," ucap Alice.
"Alice bilang sama dia aku belum sampai rumah," pinta Angel.
"Kenapa? Kalian bertengkar?" tanya Alice.
"Nanti aku ceritakan, please." Angel mengatupkan kedua tangannya. Ia memohon kepada Alice.
Alice mengangkat telepon dari Jimmy dan berbicara sesuai kemauan Angel. Setelah Jimmy menutup telepon, Angel menceritakan apa yang telah terjadi.
"Kenapa para cowo ketika mau nikah, banyak tingkahnya yah. Andin langsung batalkan pernikahannya, ini kamu juga," ucap Alice.
"Ketahuan kejelekannya sebelum menikah, baguslah jadi aku bisa pikir-pikir lagi untuk nikah sama dia," ucap Angel.
"Itu untuk apa bunga melati beli banyak seperti itu?" tanya Alice.
"Buat di sebarin di dalam kamar, agar wangi," jawab Angel.
"Memangnya kamar aku, kuburan basah di sebarin melati agar wangi. Nggak Angel...No...No...susah bersihinnya," ucap Alice.
__ADS_1
"Yah sudah kalau gitu, aku pulang ke rumah Andin aja deh. Di sana aku bebas, Andin nggak pernah protes aku melakukan ini," ucap Angel.
"Eh jangan, tetap di sini. Aku akan nggak bisa tidur jika kamu hanya tinggal sendirian di rumah Andin. Kamu boleh sebarin bunga melati ke setiap sisi rumah," ucap Alice.
Angel memang jika ada masalah dan merasa ketakutan, dia akan menciumi bunga melati. Harumnya bunga melati membuat diri Angel menjadi lebih tenang. Di dalam hatinya sangat panas ketika Jimmy tidak memperdulikan dirinya, setidaknya Jimmy seharusnya memperkenalkan dirinya sebagai calon istrinya.
'Aku sudah mulai menyukainya, rasanya dadaku panas ketika ia memuji kecantikan perempuan lain, apa wajahku ini oplas jadi dia tidak menganggapku cantik, lalu buat apa ia melamarku?' ucap batin Angel.
Angel membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan kemudian ia merebahkan tubuhnya di samping Alice.
"Alice, ada nggak sih laki-laki yang benar-benar tulus mencintai aku? Seperti Riki mencintai Andin, ia rela menunggu dan mencari Andin sampai 9 tahun," tanya Angel.
"Pasti ada Angel, mungkin masih di simpan oleh Allah. Kadang aku berpikir, waktu SMA kita bertiga populer. Kenapa lulus SMA, hidup kita dimainkan para lelaki yah? Padahal wajah kita nggak jelek, kamu ngerasa nggak? Bahwa wajah kamu cantik?" tanya Alice.
Angel malah menarik tangan Alice dan berdiri di depan cermin milik Alice.
"Menurut kamu wajah kita cantik nggak?" tanya Angel balik.
"Not bad," jawab Alice.
"Lalu kenapa para cowo mempermainkan kita terus sih. Aku lelah Alice, bahkan aku hampir mati di tangan laki-laki yang aku cintai dengan tulus," ucap Angel.
"Tapi yang menyakiti kita dari 1 cowo Angel," ucap Alice.
"Kita mulai lagi misi kita yah, aku akan telepon Dariel untuk bantu kita. Nggak usah menunggu Andin sehat," ucap Angel. Alice menganggukkan kepalanya.
"Hallo, Dariel. Besok bisa ketemuan? Di kafe tempat kita nongkrong dulu?" tanya Angel di ujung telepon.
"Boleh, ada Alice kan?" tanya Dariel.
"Iya, aku ke sana bersama Alice," jawab Angel.
"Oke, see you."
"See you." Angel menutup teleponnya.
Bersambung
Kira-kira apa rencana Angel tanpa Andin?
Terima kasih yang sudah membaca bab ini.
Jangan lupa komen-komen dan jempol kalian.
Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)
__ADS_1