
Mobil Irsyad melaju dengan kecepatan rata-rata. Ia sampai di kantor polisi sekitar pukul 09.30 pagi. Irsyad dan Andin langsung masuk ke ruang kantor polisi untuk ditanyai tentang pelecehan Rafif terhadap Andin.
Sekitar 10 pertanyaan yang ditanyakan oleh Andin. Andin menjawab dengan lancar, Irsyad pun selesai ditanyai oleh polisi, setelah itu mereka menemui Rafif, Andin ingin mengatakan sesuatu kepada Rafif.
"Andin aku mau balik sama kamu, kita rujuk yuk Din. Aku masih sangat mencintai kamu kamu masih mencintai aku kan?" tanya Rafif.
"Hahaha sangat mencintai aku? Waktu aku gendut kamu menghina aku. Aku sudah tidak mencintai kamu, namamu sudah aku hapus di dalam hatiku sejak kamu selingkuh dengan Selly," jawab Andin.
"Bohong kamu, tidak mungkin kamu tidak mencintai aku. Buktinya kamu masih sendiri padahal kita bercerai sudah satu tahun yang lalu. Aku akan terus mengejarmu karena kamu masih single, belum mempunyai pasangan. Aku yakin di dalam hati kecilmu kamu masih sangat mencintai aku," ucap Rafif dengan penuh keyakinannya.
"Apa katamu? Aku masih sendiri? Aku sudah punya pasangan tapi memang aku tidak mau mempublikasikan, karena aku kan sekarang terkenal. Jika aku publikasikan maka gosip akan menyebar," ucap Andin.
"Bohong sekali kamu, pasangan dari mana? Aku selalu mengikuti kamu, tidak ada laki-laki yang dekat denganmu," ucap Rafif.
"Ini adalah laki-laki yang aku cintai, kami juga sudah berkomitmen tahun ini kami akan segera menikah." Andin langsung menggenggam tangan Irsyad. Irsyad terkejut ketika Andin berkata seperti itu. Andin menatap Irsyad dengan memberikan kode dari matanya, Irsyad pun bersandiwara bekerja sama dengan Andin.
"Itu sebabnya aku menghajarmu kemarin, karena kamu melecehkan calon istriku," ucap Irsyad dengan tegas. Rafif menatap Irsyad dan Andin bersamaan. Ia sangat tidak percaya itu karena Rafif selalu mengikuti kegiatan Andin. Bahkan ia menguntit Andin dan tidak pernah melihat Irsyad dan Andin berjalan bersamaan.
"Kalian pasti bersandiwara ya kan. Makanya kalau bohong itu jangan terlalu mengada-ngada, kalian itu tidak saling mencintai," ucap Rafif.
Tanpa aba-aba Irsyad langsung mencium pipi Andin. Andin sangat terkejut jantungnya berdebar-debar ketika Irsyad melakukan hal itu kepadanya.
__ADS_1
"I love you Andin," ucap Irsyad setelah mencium pipi Andin
"I love you too Irsyad," jawab Andin.
"Nanti kami akan mengundang kamu dan Selly ketika kami melakukan resepsi pernikahan. Tunggu saja ya, oh iya aku tidak akan mencabut tuntutanku, kali ini biar kamu merasakan dinginnya di penjara, tahun lalu aku mencabut laporanku karena permohonan dari kakakmu. Aku hanya berbelas kasih dengan kakakmu dan ibumu yang sakit ketika itu karena kamu masuk penjara, tapi aku mencabut itu ada perjanjian dengan kakakmu. Kamu juga sudah menandatanganinya, isi dari perjanjian itu bahwa kamu tidak mengganggu aku dan juga tidak menemui Natasha anakku, beberapa kali kamu mengganggu aku dan terakhir kamu mau melecehkan aku, sekarang kamu akan membusuk di penjara," ucap Andin.
Rafif mengepalkan tangannya. Ia tak percaya Andin berbuat seperti itu. Andin yang dikenal dahulu sangat polos, lugu, bisa dibohongi dengan mudah. Kini sosok Andin sekarang sudah sangat berbeda, terlihat cerdas, cantik, elegan. Rafif menatap Irsyad, Irsyad pun wajahnya tampan, berbadan besar, terlihat otot-otot di tubuhnya. Rafif memang tampan, tapi jika dilihat masih lebih tampan Irsyad.
Andin dan Irsyad keluar dari kantor polisi. Andin bisa bernapas dengan lega karena sudah bisa menghadapi Rafif. Dari dalam kantor polisi mereka bergandeng tangan. Andin langsung melepaskan gandengan tangannya dengan Irsyad.
"Maaf ya aku tadi berkata bahwa kita akan segera menikah," ucap Andin
"Aku berharap kamu tidak marah ya, karena aku berpura-pura mencintai kamu," ucap Andin
"Aku berharap kamu mencintai aku di dunia nyata, bukan hanya ke pura-pura seperti tadi," ucap Irsyad.
"Maksud kamu apa?" tanya Andin.
"Aku suka sama kamu, ketika kita bertemu pertama kali aku menghinamu. Aku malah kepikiran tentang kamu, aku merasa bersalah kepadamu, tapi rasa salah berubah menjadi rasa penasaran dan ingin bertemu kamu lagi Ketika itu wajahmu selalu terbayang-bayang di mataku, memang ini sedikit klise alasanku. Tapi itulah kenyataannya, kamu jangan menganggap aku berkata seperti ini karena kamu sekarang sudah terkenal atau sudah cantik, sebelum kamu terkenal dan sangat cantik saat itu aku sudah mulai jatuh cinta kepadamu," ucap Irsyad.
"Secepat itukah kamu jatuh cinta kepadaku?" tanya Andin.
__ADS_1
"Aku paham dengan pertanyaanmu. Memang tidak dapat dipercaya, apalagi kita baru bertemu dua kali, tiga kali dengan hari ini. Sebenarnya hari ini aku sengaja datang ke rumahmu sangat pagi, agar bisa sarapan bersama kamu ternyata aku makan masakan kamu. Jujur pula di jok belakangku, aku letakkan barang-barang ya sampai berisi penuh dengan barang-barangku, padahal aku mau kamu duduk di jok depan samping aku,"ucap Irsyad.
Andin terkejut dengan pengakuan Irsyad.
"Keluarga kamu pasti tidak setuju. Aku seorang janda beranak satu, kamu masih muda malah lebih muda dari aku. Kamu bisa mendapatkan perempuan yang sebanding denganmu," ucap Andin.
"Kalau aku cintanya dengan kamu bagaimana? Aku pun sudah mengatakan kepada keluargaku, Kak Ratna yang paling mendukung aku karena ia tahu tentang kamu dan orang tuaku juga setuju, apalagi kak Ratna terus memuji kamu di depan kedua orang tuaku." Irsyad terus membuat Andin percaya padanya.
"Mungkin saat ini cinta kamu hanya lewat sekelebat. Besok cinta kamu untukku akan hilang," ucap Andin.
"Andin, harus bagaimana aku membuktikan bahwa aku ingin memiliki kamu? Aku tidak akan memaksa kamu untuk menjawabnya, tapi pikirkan ini. Aku kasih kamu waktu satu minggu untuk memikirkan jawabannya. Jawaban apa kamu mau menerimaku atau tidak. Tidak usah jawab sekarang," ucap Irsyad.
"Lalu waktu di mall, kenapa kamu masih menghina aku sebagai sampah masyarakat? Jika kamu sudah menyukai aku ketika kita pertama kali bertemu, tidak mungkin kamu masih menghina aku," tanya Andin.
"Aku senang jika kamu marah, terlihat kamu memperhatikan aku, menatap aku karena rasa kesalmu. Wajahmu pun sangat menggemaskan ketika kamu marah." Irsyad tersenyum mengatakan itu.
Andin terdiam, tak bisa dipungkiri jantungnya berdetak kencang ketika ia berdekatan dengan Irsyad. Ia memang pintar menutupi perasaannya karena tidak mau di nilai sebagai janda gatel. Andin mengajak pulang setelah percakapan tentang perasaan Irsyad kepada Andin.
Betapa beruntungnya Andin dapat brondong, berwajah tampan, berbadan tegap. Andin pun akan memikirkan ini, seorang janda dinikahi oleh brondong dan brondong ini juga bukan orang sembarang, dia Pak Lurah, keluarganya pun orang berada.
Bersambung
__ADS_1