
Alice menatap Dariel, ia tampak terkejut dengan apa yang Dariel lakukan. Kali ini ia pun bingung untuk menjawabnya karena ia baru mengenal Dariel beberapa minggu, niatnya menerima Dariel karena ia ingin mengetahui sifat Dariel terlebih dahulu akan tetapi Dariel berani untuk langsung melamar Alice dengan menggunakan cara ayam.
"Kok kamu diam? Jawab dong, aku ini serius," ucap Dariel.
Alice menatap mata Dariel. Ia benar-benar tidak tahu akan jawabannya kali ini.
'Ya Allah, apa yang harus aku jawab? Aku memang menyukai Kak Dariel, bagaimana aku tidak menyukainya? Ia sudah menyelamatkan aku dan wajahnya juga tampan, setiap wanita yang melihat dia pasti menginginkan dia sebagai kekasihnya. Wajahnya sangat tampan, tapi hatiku masih ragu karena aku belum mengenal Kak Dariel,' ucap batin Alice.
"Bibir Kak Dariel masih sakit yah?" Alice mengalihkan pembahasan dengan menyentuh bibir Dariel.
"Yang akan tambah sakit di sini, jika kamu menolak aku. Tolong jawablah." Dariel mengambil tangan Alice dan diletakkan ke dadanya.
Baru kali ini Alice menyentuh dada Dariel. Ia sangat kikuk dengan perbuatan Dariel, ingin memindahkan tangannya tapi Dariel tidak mau melepaskan.
"Kak, aku baru kenal kamu beberapa minggu ini. Tidakkah ini terlalu cepat Kak? Dan kamu melamar aku nggak romantis banget sih, masa di dalam ayam cincin diletakkan. Seharusnya di tempat romantis gitu. Ini lamaran di dapur," protes Alice.
"Kenapa aku memilih melamar kamu di dapur? Karena aku mendapat info dari Angel bahwa kamu suka memasak. Masakan kamu juga enak sebab itulah aku melamar kamu di dapur, agar setiap kamu memasak kamu ingat aku, setiap kamu melihat ayam kamu mengingat bagaimana caranya aku melamarmu. Aku tidak mau melamar wanita spesialku seperti kebanyakan orang sudah mereka lakukan. Sudah basi dengan cara itu meletakkan cincin di dalam es krim, kalau aku meletakkan cincin di dalam ayam lebih unik," jawab Dariel.
"Aku tidak mau melamar untuk yang kedua kalinya. Jika kamu menolak aku itu artinya hubungan kita sampai sini aja, walaupun aku sudah jatuh cinta kepadamu pada pandangan pertama. Aku akan mengubur cintaku, aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi. Tapi aku akan tetap membantumu untuk memenjarakan mantanmu itu," sambung Dariel.
Alice makin tersudut dengan situasi ini. Di satu sisi dia masih mau mengenal Dariel dan ingin tetap menjadi kekasihnya. Tapi Dariel tidak mau seperti itu, Alice harus menjawab lamaran Dariel. Yes or no.
"Percayalah, aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan berkhianat di belakangmu, aku tidak akan menduakanmu." Dariel berusaha untuk meyakinkan Alice.
"Datang ke rumahku, pinta oleh ayah dan mamaku untuk meminang aku," ucap Alice pada akhirnya.
"Maksud kamu, kamu menerima lamaran aku?" tanya Dariel memastikan.
Alice mengulurkan tangannya, untuk disematkan cincin di jari manisnya. Dariel tersenyum, ia mengambil tangan Alice dan menyelipkan cincin di jari manis Alice. Dariel langsung memeluk Alice, wajah Alice sangat terkejut dengan pelukan Dariel yang tiba-tiba.
"Terima kasih sudah menerima aku, i love you," ucap Dariel di dalam pelukannya.
"I love you too, aku pegang janji Kakak. Tolong jangan khianati dan sakiti hatiku," ucap Alice. Kepala Alice telat berada di dada Dariel.
"Ehem...kalian masak beneran? Atau sedang meracik bumbu cinta?" tegor mama Dariel yang tiba-tiba datang.
Alice langsung melepaskan pelukan dari Dariel.
"Mah." Dariel mengangkat tangan kiri Alice dan memperlihatkan cincin yang tersemat di jari manis Alice.
__ADS_1
"Alice menerima kamu untuk menjadi istrimu?" tanya mama. Mama Dariel sempat ragu Alice mau menerima Dariel. Karena sikap Alice seperti kurang tertarik oleh Dariel. Bukan kurang tertarik dengan Dariel tapi kurang yakin. Dariel di mata Alice seperti playboy.
"Iya Ma, Alice calon mantu Mama sekarang," jawab Dariel.
Mama Dariel menghampiri Alice dan langsung memeluk Alice. Dari gerak tubuhnya bahwa mama Dariel sangat menyayangi Alice.
"Terima kasih sudah menerima Dariel, Mama hanya ingin bilang dengannmu. Dariel itu selalu dikhianati oleh mantan-mantannya. Ia sempat tidak mau berhubungan dengan wanita lagi, tapi entah kenapa ketika ia bertemu denganmu Dariel seperti tersihir oleh daya tarikmu. Setiap hari selalu bercerita tentangmu, sepertinya ia benar-benar sangat mencintaimu," ucap mama Dariel sambil memeluk erat Alice.
Alice menangis ketika dipeluk oleh mama Dariel, selama ini ialah yang merasa sangat takut ketika ia sudah dekat dengan seseorang yang ia cintai, kemudian orang itu menghianati. Seperti cintanya kepada Roby yang saat itu ia sangat mencintai Roby, berangan-angan untuk menikah dan mempunyai keluarga kecil bahagia, hidup menua bersama tapi kenyataannya, Roby hanya pria yang memanfaatkannya dan ingin mengambil kesuciannya.
"Kenapa kamu menangis? Apakah ada perkataan Mama yang salah? Mama mohon maaf, tolong maafkan Mama jika perkataan Mama menyinggungmu." Mama Dariel memegang pipi Alice dengan kedua tangannya.
"Tante tidak berbuat salah, aku menangis karena terharu mendengar ucapan dari Tante. Jujur, aku takut berhubungan lagi dengan lawan jenis, takut untuk dikhianati ketika aku sangat mencintainya. Aku berharap Dariel tidak seperti mantanku yang hanya memanfaatkan aku dan juga menghianati cintaku," ucap Alice.
"Jangan panggil Tante lagi ya, panggil Mama. Insya Allah Dariel adalah pria yang baik, walaupun dia mempunyai darah Inggris tapi dia bukan pria playboy. Dariel tolong jaga Alice, Alice tolong jaga Dariel, jaga cinta kalian dengan ketulusan dan kejujuran. Ketika nanti kalian berumah tangga dua hal itu yang menjadi pondasi cinta kalian," pesan mama Dariel.
"I am not same with your ex fiance. I am promise to you, you are the only one in my deep heart," janji Dariel.
Alice tersenyum menatap Dariel.
"Teruskan masaknya Kak, aku juga sudah lapar," pinta Alice yang mengingatkan masak sebagai niat awalnya.
Kegiatan memasak jadi lebih berbeda. Alice menjadi cheft di dapur mama, ia begitu piawai memotong sayur, ayam. Bagi Alice sangat mudah untuk membuat menu-menu dengan berbahan ayam , ikan, dan sayur.
2 jam berada di dapur bersama keluarga Dariel tidak terasa. Menu-menu yang Alice masak kini sudah matang semua, Dariel membantu membawa menu-menu untuk di bawa di meja makan.
"Mah, maaf jika masakan aku nggak enak," ucap Alice.
Mama mencoba masakan Alice, ia makan sedikit dan langsung terdiam tidak ada satu katapun yang keluar. Sendok yang mama pegang langsung diletakkan di atas meja, helaan nafas halus yang mama keluarkan. Alice merasa masakannya gagal untuk calon mertuanya, wajah Alice pun berubah, ia langsung diam. Dariel memperhatikan Alice, tampak ada kekecewaan di wajah Alice.
"Mah, bagaimana rasa masakan Alice. Kok jadi diam gitu?" tanya Dariel.
"Kamu cobain aja, mama udah nunggu dari tadi, udah lapar tahu nggak," jawab ketus mama.
Alice makin merasa bersalah. Dariel mulai memcicipi masakan Alice. Ia memakan sedikit.
"Enak kok Mah," ucap Dariel takjub.
"Memang enak, kata siapa nggak enak. Mama kesel matangnya baru jam 11, kenapa nggak dari tadi. Ini gara-gara kamu Dariel melamar ala-ala kamu yang aneh. Cincin di taro di dalam ayam. Ini ayam buat mama semua, ikan juga, kamu makan sayurnya aja," ucap mama sambil menggeser ikan pepes dan ayam bakar kesukaannya di dekat dirinya.
__ADS_1
Alice langsung tersenyum, sebelumnya hatinya sudah sangat kecewa.
"Dih Mama prank calon mantu, sampai Alice tadi wajahnya berubah. Mamaku memang suka prank orang sayang, apalagi anaknya sendiri. Mah bagi ayam sama ikannya, pelit banget sih," ucap Dariel memelas.
"Oke Mama bagi." Mama mengambilkan 2 potong ayam dan 1 ikan ke dalam 1 piring.
"Berdua sama Alice, makan sepiring berdua. Jadi lebih romantis hehehe," ucap mama sambil tertawa kecil.
Alice tak menyangka, mama Dariel sangat ramah dan enak diajak berbicara. Ia sudah merasa nyaman dengan keluarga Dariel.
Bersambung
Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)
__ADS_1