Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Rencana


__ADS_3

"Hari ini kamu nyatakan perasaanmu kepadaku, akupun meminta waktu denganmu untuk menjawab. Irsyad tolong sabar yah, ketika makan, kita aja harus pelan-pelan agar nggak tersedak. Begitu juga dengan jawabanku," ucap Andin.


Andin berpamitan dengan Ratna dan meninggalkan butik Ratna.


Kini Andin dan yang lain sudah berada di dalam mobil. Mereka hendak mengantarkan Mbak Ayu dan Natasha untuk ke kediaman orang tua Andin. Setelah itu Andin mengajak kedua sahabatnya ke mall.


"Kita cari makanan di dalam mall yah, aku sudah sangat lapar," ucap Andin.


"Makanan berat yah, sekalian untuk makan malam. Aku nggak makan siang tadi," usul Alice.


Mereka akhirnya memilih restoran Jepang, di sana bisa memilih makanan berat ataupun hanya penutup mulutnya.


"Din, aku mau tanya kamu. Boleh tanya nggak?" tanya Luna.


"Kamu kan bilang sudah ada rasa sama Irsyad, kenapa masih meminta waktu? Kalau dalam islam kan, taaruf namanya yah. Yang ketemuan, lihat wajah, lalu saling tukar CV masing-masing, di hati cocok. Bismilah nikah. Aku lihat Irsyad dari keluarga baik, tampan, orang berada juga, punya jabatan," tanya Luna.


"Hah, Andin suka sama Pak lurah? kita hanya 4 hari nggak ketemu, 2 sahabat aku sudah menyukai pria baru? Kenapa kalian nggak pernah cerita sih? Nggak mau berbagi cerita memangnya?" protes Alice.


"Proses jalannya sangat cepat Alice. Aku juga nggak tahu rasa pasti aku," jawab Luna.


"Din, jawab dong pertanyaan Luna," ucap Alice.


Andin menghela nafasnya.


"Alasan pertama, aku belum yakin dengan Irsyad walaupun aku mempunyai rasa dengan dia. Aku akan salat istikharah dulu meminta petunjuk Allah. Lun, aku mau sistim islam langsung nikah, no pacaran. Lagi pula aku janda, jadi aku mau mengenal banget siapa irsyad dan Irsyad harus meyakinkan aku agar hatiku terikat cintanya," jawab Andin.


"Wah dalem banget jawaban Andin, itu yang pertama lalu alasan berikutnya?" tanya Alice.


"Kedua, Roby masih berkeliaran belum masuk bui. Rafif sudah di penjara tinggal Roby, jika aku menerima Irsyad sekarang, aku nggak yakin Irsyad akan menyetujui rencana ini. Aku ingin mengembalikan kekayaan keluarga kamu Angel, dan sakit hati kedua sahabatku," ucap Andin.


Luna dan Alice yang mendengar alasan Andin langsung memeluk Andin, mereka tidak menyangka Andin akan berbuat seperti itu.


"Din, aku banyak berhutang budi sama kamu," ucap Luna.


"Aku juga, jika Andin dan kamu Lun tidak menyelamatkan aku. Mungkin sekarang aku sudah kotor karena kesucianku di renggut oleh Roby berengs*k itu," ucap Alice.


"Untuk itu, aku mengajak kalian ke sini untuk membicarakan ini. Kita harus cepat bergerak agar cepat selesai, karena Luna pasti akan cepat menikah dengan dokter Jimmy," ucap Andin.


"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Alice.


"Lun, orderan ibunya Roby belum kan?" tanya Andin.


"Iya belum, masih ada antrian beberapa lagi," jawab Luna.


"Dahulukan orderannya agar aku bisa dekat dengan Roby, aku akan mengorek informasi tentang bisnis Roby, aku butuh pengawal tapi sepertinya jangan pakai mantan preman kampung design, bodyguard yang tampangnya bukan bodyguard. Kalian punya kenalan?" tanya Andin.


"Aku punya kenalan, aku kenal dia di inggris. Anak blasteran inggris indonesia. Agak selengean sih tapi kalau sudah dekat baik buaget, dia sabuk hitam karate dan pancak silat, aku dengar dia sedang belajar kungfu. Dia yang ajarkan aku hack juga. Profesor lagi, tapi aku nggak bisa menemui dia sempat ada masalah sebelumnya karena aku adukan bahwa pacarnya selingkuh tapi malah pacarnya itu membalikkan fakta bahwa akulah yang membawa selingkuhan itu agar aku bisa dekat dengan temanku ini. Alice bantu aku yah untuk membujuk dia. Namanya Dariel, aku akan kasih alamatnya ke kamu Alice," ucap Luna.


"Kok aku sih Lun?" tanya Alice. Ia tidak setuju.

__ADS_1


"Siapa lagi? Andin jadi umpan, aku hacker, selain kamu siapa lagi?" tanya Luna balik.


"Oke deh," Alice pasrah.


"Bergerak cepat yah, ingan kamu harus bujuk Dariel agar bisa bantu kita. Keselamatan Andin sahabat kita ada di tanganmu Alice. Kamu tahu sendiri gimana kejamnya Roby. Aku hampir mati, kamu hampir diperkosa," ucap Luna.


"Kamu Lun, jadi ngeri aku denger nya," ucap Alice.


"Kamu jangan takut Alice, jangan sampai mundur karena kamu takut ini. Ingat perlakuan Roby dengan Luna dan kamu tentunya," ucap Andin.


"Bismilah, kita semua berdoa agar rencana kita berhasil," ucap Alice.


Makanan pesanan mereka datang, mereka makan bersama dengan sangat tenang dan bahagia. Terasa seperti mereka masih SMA, ngemall bersama para sahabat. moment yang tak akan bisa dilupakan masa-masa SMA.


handphone Andin bergetar, ada pesan singkat yang masuk.


"Andin, maafkan aku karena terlalu memaksa untuk menjawab pertanyaanku. Aku akan menunggumu, besok boleh aku ikut ke Bogor? Aku akan pergi dengan Kak Ratna karena dokter Jimmy mengundang Kak Ratna." Andin membaca pesan singkat Irsyad. Wajah Andin langsung berubah.


"Kenapa Andin?" tanya Alice.


Andin memberikan handphonenya, Luna dan Alice membaca pesan singkat Irsyad.


"Izinin aja Andin," ucap Luna.


"Aku jujur sama kalian yah, ketika aku dekat dengan Irsyad aku sangat gugup, grogi gitu kaya ABG yang kesem-sem, nggak banget sih aku ini. Sudah janda juga," ucap Andin.


"Cinta kadang membuat kita seperti bocah Andin, wajar kok. Lagi pula umur kamu juga baru 25 tahun. Masih muda," ucap Luna.


Wajah Andin panik, pipinya sudah tampak memerah. Dia jadi salah tingkah.


"Andin kamu belum kiss lips to lips kan sama Irsyad?" tanya Luna memastikan.


"Ah gila aja Lun, nggak sampai ke sana. Irsyad nggak sepanjang itu, dia orang sopan banget," jawab Andin.


"Terus kenapa kamu di tanya Alice jadi malu-malu kucing gitu," ucap Luna.


"Tadi pagi aku menemui mantan aku di penjara. Dia ancam aku akan terus mengejar aku karena ia mau rujuk sama aku," ucap Andin.


"Gila aja tuh laki, nggak tahu diri banget, muka tembok," ucap Alice.


"Rata dong mukanya haha," ucap Luna ketawa. Alice memasukan kentang goreng ke mulut Luna.


"Jangan ngangap gede-gede kalau ketawa," ucap Alice. Luna menempeleng kepala Alice.


"Ih kalian nggak berubah," ucap Andin.


"Berubah Din, wajah aku. Oplas!" ucap Luna.


"Terus Din..." ucap Alice.

__ADS_1


"Aku bilang, bahwa aku sudah punya calon suami. Rafif nggak percaya, aku langsung pegang tangan Irsyad dan memberikan kode kepadanya agar masuk dalam sandiwara. Rafif masih belum percaya, akhirnya Irsyad mendadak cium pipiku. Aku sempat terkejut tapi jantungku malah berdebar-debar. Habis keluar dari kantor polisi dia menyatakan cinta sama aku," ucap Andin.


"Duh...romantis...dari sampah terun ke hati," ucap Alice. Alice yang tahu pertama kali cerita tentang Andin membuang sampah sembarangan di danau.


"Din, kalau kamu jadi nikah sama pak Lurah, sepertinya harus berterima kasih sama seseorang Din," ucap Alice.


"Siapa?" tanya Andin.


"Sama abang tukang siomai," jawab Alice dengan cengerian kudanya. Andin menepuk pundak Alice.


"Nonton yuk habis makan," ajak Luna.


"Setuju, kita habiskan dulu makanannya," ucap Alice.


Andin tersenyum melihat tingkah laku kedua sahabatnya. Ia sangat bersyukur mempunyai mereka.


Bersambung


✍✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2