Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Jangan Pergi Andin!


__ADS_3

Riki menatap wajah Andin, dia tersenyum.


"Aku tahu ketika kamu berubah menjadi gendut, kamu gemesin. Detektif yang aku sewa memberikan foto-fotomu ketika kamu gendut. Apakah rasa aku berkurang ketika melihat foto kamu ketika gendut Din, nggak. Ternyata rasa cintaku begitu kuat denganmu, aku bisa seperti sekarang ini atas dorongan kamu Din. Andin, boleh aku panggil kamu sayang?" Riki meneteskan air matanya, tetesan air mata Riki mengenai kelopak mata Andin.


"Maaf Din, kelopak matamu basah gara-gara air mataku. Maaf yah aku cengeng, Rafif memang laki-laki berengs*ek membuat kamu menderita. Kamu tahu 'kan orang tuaku tak pernah menganggapku ada, apa-apa yang di prioritaskan kakakku yang kuliah di Amerika karena kakakku cerdas. Tapi ketika aku berhasil masuk UNPAD kedokteran, wajah orang tuaku tampak syok. Lucu sayang wajah mereka, anak yang mereka remehkan kini menjadi dokter. Ketika aku di terima di UNPAD ayahku langsung membangun sebuah rumah sakit, akhirnya kekayaan ayahku bisa aku rasakan. Rumah sakit ini dibangun atas namaku, dan sekarang aku meneruskan S2 ku sebagai dokter spesialis bedah umum, jika aku ambil spesialis kandungan takutnya kamu cemburu karena aku akan menangani wanita-wanita hamil, yah kamu tahu sendiri dokter kandungan pasti pegang-pegang wanita. Aku nggak mau, malu juga. Aku kangen lihat senyummu, aku kangen suaramu, aku menunggu kamu membuka matamu sayang." Riki mengelus-elus kepala Andin.


KLEK


"Dok, ini vitaminnya." Perawat memberikan vitamin yang akan disuntikkan melalui infus.


Riki memberikan vitamin untuk Andin.


"Panggil dokter Anestesi, suruh jaga ketat perkembangan pasien. Jika ada perkembangan atau sesuatu langsung lapor ke saya. Dia adalah wanita spesial bagi saya," ucap Riki.


"Pasien ini bernama Andin Dok, pendesign dress yang sedang naik daun. Di luar rumah sakit banyak wartawan yang meminta keterangan akan kondisi Andin," ucap perawat.


"Jangan sampai mereka masuk ke rumah sakit, ingat laporkan setiap saat tentang kondisinya kepadaku," ucap Riki.


Riki keluar dari ruang ICU, di luar ia melihat Alice dan Angel yang sedang duduk di kursi.


"Riki, bagaiman kondisi Andin?" tanya Alice.


"Belum ada perkembangan, aku sudah menyuruh dokter anestesi untuk selalu memeriksa kondisi Andin," jawab Riki.


"Rik, kamu masih suka dengan Andin?" tanya Angel.


Riki tidak menjawab pertanyaan Angel.


"Maaf, aku harus memeriksa pasien lain," ucap Riki.


Angel dan Alice saling bertatapan, mereka bertanya-tanya di dalam hati masing-masing.


"Lun, apa ada cerita yang terlewatkan sama kita yah. Kita setelah lulus langsung ke Inggris sedangkan Andin kuliah di Jakarta. Lost contact juga selama kita di Inggris, Andin mengganti nomor handphone secara tiba-tiba dan sosial medianya nggak aktif-aktif," ucap Alice.


"Aku juga sempat menanyakan itu di benakku, ada apa dengan Andin. Aku bertemu Andin ketika di rumah sakit tempat aku check up, aku terkejut ketika mengetahui Andin sudah menikah dengan Rafif dan mempunyai anak darinya karena setahu aku, Andin benci dengan Rafif karena kasus pencabulan di sekolah. Aku awal bertemu Andin sangat kasian Alice, aku menangis di belakang Andin setelah ia cerita kelakuan Rafif setelah menikah. Aku menyamar jadi perawat dan kuperkenalkan diriku sebagai Luna, aku sudah memberi kode bunga melati, bahwa aku ini Angel," ucap Luna.


"Aku juga tidak kenal kamu, walaupun sudah kamu kasih kode bunga melati dan bubuk kayu gaharu. Kamu kan tahu aku dan Andin nggak paham kode-kode malah di kasih kode," ucap Alice.


Luna dan Alice berhenti berbicara karena kedatangan Jimmy dan Dariel.


"Sayang kamu sudah makan?" tanya Jimmy kepada Luna.


"Sudah Bang," jawab Luna.


"Kak Dariel kok bisa tahu?" tanya Alice.


"Aku terkejut melihat berita bahwa Mbak Andin kecelakaan lalu aku langsung telepon Dokter Jimmy, alhamdulilah kemarin pas ketemuan saling tukar nomor telepon. Ini aku bawakan kamu cemilan dan coklat hangat bagian buat Luna juga ada tuh." Dariel memberikan paper bag yang berisi burger dan coklat hangat.


"Terima kasih Kak," ucap Alice.


"Bagaimana keadaan Andin?" tanya Dariel.


"Masih koma Kak, doakan Andin yah Kak agar cepat sadar," jawab Alice.


"Pasti itu, aku akan mendoakan Mbak Andin. Kamu sabar yah, Andin Insha Allah akan baik-baik aja." Dariel mengelus kepala Alice.


"Eh jauhin tangan kamu, pegang-pegang sahabat aku," protes Luna menyingkirkan tangan Dariel dari kepala Alice. Dariel berdecak kesal dengan Luna.

__ADS_1


***


Pagi mulai menyingsing, sekitar pukul 8 pagi semua berkumpul di depan ruang ICU. Bahkan keluarga Luna langsung ke Jakarta setelah di telepon oleh Luna. Keluarga Alice pun datang untuk melihat Andin. Mereka menguatkan kedua orang tua Andin. Irsyad pun ada diantara mereka tapi jarak menunggu tidak berada tepat di depan ruang ICU, jaraknya agak jauh.


"Bagaimana kondisinya," tanya Riki ketika memasuki ruang ICU kepada dokter anestesi.


"Stabil Dokter Riki, saya selalu mengecek kondisinya," ucap dokter anestesi.


Mesin EKG berbunyi, detak jantung Andin menurun. Riki langsung mendekati Andin.


Riki nelakukan RJP (resusitasi jantung paru). Riki menekan terus dada Andin. Perawat memanggil para dokter untuk membantu Riki. Pihak keluarga terkejut karena para dokter dan perawat masuk ke ruang ICU Andin tergesa-gesa.


"Bang, kenapa dengan Andin?" tanya Luna kepada Jimmy ketika Jimmy ingin masuk ke ruang ICU.


"Andin drop, jantungnya melemah. Aku masuk dulu sayang," ucap Jimmy langsung masuk ke ruang ICU.


"Andin, kamu harus kuat Din, jangan tinggalkan aku. Aku bisa gila jika kamu pergi," ucap lirih Riki.


"Berikan kejutan, cepat berikan kepadaku." Dokter anestesi memberikan alat defribrilator kepada Riki.


"100 joule," ucap Riki.


"Sudah menyalah Dok," ucap perawat.


Dug...Dug


Tubuh Andin diberikan kejutan listrik dari alat defribrilator.


"Din, kamu harus menepati janjimu. Aku sudah menjadi dokter. Andin!" teriak Riki yang terus memacu jantung Andin menggunakan alat defribrilator.


Teriakan Riki terdengar di luar ruang ICU membuat orang-orang yang sayang dengan Andin terkejut. Mereka melihat Riki yang sedang berusaha agar jantung Andin stabil. Kedua sahabat Andin sudah menangis. Isak tangis terdengar di luar ruang ICU.


"Om Dokter sedang bangunin Bunda agar bisa bangun sayang," jawab Luna dengan berlinang air mata.


"Naikin lagi 150 joule," teriak Riki.


"Andin...kamu kuat...kamu wanita kuat, mana Andinku...kamu sakit? Aku sekarang yang mengobatimu sesuai janjiku dulu. Ayo Andin kembali, aku datang menagih janjimu."


Riki terus saja memacu jantung  Andin, EKG perekam jantung berbunyi dan bergaris lurus.  Riki berusaha keras agar denyut jantung Andin bisa berdetak kembali. Ia melakukan berkali-kali tapi garis lurus masih saja terlihat, tidak ada garis turun naik di monitor EKG.


"Sayang...No...No...Jangan pergi, kembali...Kembali! Andin...Andin...," teriakan Riki menggema di ruang ICU.


Para suster dan dokter menangis, melihat sikap Riki yang tidak rela jika Andin pergi. Riki terus memacu jantung Andin walau tanda mesin EKG tidak berubah. Cinta yang besar diperlihatkan dari Riki


"Dokter Riki, ikhlaskan Andin. Ia sudah pergi. Kamu melakukan itu sudah 30 menit," ucap Jimmy.


"Diam Dokter Jimmy, Andinku masih hidup jangan bilang dia pergi," teriak Jimmy dengan linangan air mata. Riki terus memberi kejut listrik kepada Andin.


"Sayang...Andin, kamu dengar aku 'kan. Aku akan menjagamu, tidak akan ada laki-laki yang menyakitimu lagi. Andin...kembali kataku." Jimmy menghentikan tangan Riki. Riki mendorong Jimmy sampai Jimmy terjatuh.


"Dokter Riki, sadar! Andin sudah nggak bersama kita lagi," ucap Jimmy.


"Diam kamu Dokter Jimmy, Andin masih di sini. Biar aku yang membangunkan Andin, Andin pasti bangun." Riki membelai pipi Andin.


"Tolong kembali sayang." Riki memberi kejutan listrik lagi kepada Andin.


Tu tut...Tu tut, tiba-tiba mesin EKG memperlihatkan garis turun naik. Ada pergerakan dari tangan Andin.

__ADS_1


"Sayang kamu kembali." Riki tersenyum, Jimmy langsung memeriksa Andin.


"Tekanan darah naik menjadi normal," ucap Jimmy.


Tubuh Riki luruh ketika mengetahui Andin telah kembali, ia langsung sujud syukur kepada Allah. Kakinya lemas, ketakutan kehilangan Andin bagi Riki merupakan ketakutan yang sangat menyeramkan bagi hidupnya. Kehilangan Andin sama seperti kehilangan nyawanya.


"Dokter Jimmy, aku mau penjagaan ketat untuk Andinku," ucap Riki.


"Dokter Riki, Andin membuka matanya," ucap Jimmy. Riki langsung berdiri dan menatap mata Andin, ia menggenggam dan mencium tangan Andin.


Andin mengalami mati suri, dalam hal medis dinamakan Lazarus syndrome atau the Lazarus phenomenon, yaitu kondisi kembalinya fungsi jantung dan pernapasan yang sempat terhenti (return of spontaneous circulation) setelah resusitasi jantung paru atau CPR dihentikan.


Tindakan CPR ini biasanya dilakukan pada orang yang mengalami henti jantung, koma, atau tidak bisa bernapas spontan.


Biasanya orang yang mengalami mati suri akan kembali ”hidup” setelah dinyatakan meninggal dalam waktu sekitar 10 hingga 30 menit. Namun, pada kasus yang sangat jarang terjadi, ada juga orang yang bisa kembali hidup dalam waktu beberapa jam setelah ia dinyatakan meninggal.


Ketika mengalami henti jantung, koma, atau gagal napas, seseorang perlu segera mendapatkan pertolongan berupa CPR.


Meski berperan penting dalam membantu fungsi jantung dan paru-paru agar bisa kembali bekerja, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa tindakan ini terkadang bisa menyebabkan penumpukan udara di dalam rongga dada dan paru-paru. Hal ini membuat seolah-olah sirkulasi dan aliran darah terhenti.


Namun, setelah CPR dihentikan selama beberapa waktu singkat, tekanan udara yang meningkat ini bisa perlahan menurun, sehingga membuat aliran darah dan pernapasan pasien kembali lancar.


Kondisi ini biasanya terlihat ketika pasien yang mendapatkan CPR bisa kembali menunjukkan respons tubuh, seperti tersadar, bernapas spontan, batuk, atau kembali bisa bergerak.


Bersambung.


"Ya Allah Andin, Authoress juga nggak rela kamu pergi. Kalau reader bagaimana?"


Terima kasih sudah menghayati dalam membaca bab ini. Saya ucapkan terima kasih atas komen dan like bab ini. Follow aku yang belum follow jika ada novel baru nanti akan dapat notifikasi.


Love sekebon karet dari Authoress.


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)

__ADS_1




__ADS_2