Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Triple A


__ADS_3

Andin dan Riki dalam perjalanan, semalam Andin sudah membuat janji dengan Irsyad. Irsyad mengajak pertemuan mereka di danau, tempat pertama kali mereka bertemu. Andin menceritakan tentang semua tentang Irsyad kepada Riki. Ia tidak menutupi apapun kepada suaminya itu.


Andin menggenggam tangan Riki dengan sangat erat, ia melihat raut wajah Riki.


"Kenapa kamu lihat aku seperti itu?" tanya Riki.


"Kamu jangan cemburu yah Mas, aku hanya mencintaimu," ucap Andin.


"Ih siapa lagi yang cemburu, orang kamu sudah punya aku kok." Riki mencubit hidung Andin mancung.


"Terima kasih suamiku sayang," ucap Andin.


CUP


Andin mengecup bibir Riki sekilas, Riki malah memberhenti mobil di tepi.


"Kenapa kamu menepi Mas?" tanya Andin.


"Kamu sayang mancing-mancing aku," protes Riki.


"Mancing apa sih? Wajar kali istri cium suami sebagai tanda cinta," ucap Andin.


"Aku nggak mau sekilas, aku maunya seperti ini." Riki memajukan tubuhnya sampai tubuh Andin mentok ke jendela mobil, lalu Riki mencium Andin dengan penuh gairah.


"Puas Mas, mesok-mesok aku nggak mau cium kamu seperti itu. Kamu jadi beringas, jilbab aku jadi kusut jadinya," protes Andin.


"Aku nggak pernah puas cium kamu, kamu racun. Sudah meracuni aku dari SMA, tapi racun itu nangih mau coba dan coba lagi," ucap Riki sambil mencubit pipi Andin.


"Sudah Mas, jalan lagi ah," pinta Andin.


"Baik tuan putri, nanti di rumah lanjutin yah. Biar Natasha cepat punya adik." Riki mengedipkan sebelah matanya. Pipi Andin sudah merah merona.


Mobil Riki kembali berjalan menuju danau yang Andin beritahukan. Mereka sudah sampai dan memarkirkan mobilnya. Riki membukakan pintu untuk Andin dan menggandeng tangannya. Mereka berjalan menuju tempat janji kepada Irsyad. Ternyata Irsyad sudah datang sedang memandang danau di depannya. Andin menyapa dengan memberi salam.


"Assalamu'alaikum," ucap Andin.


Irsyad menoleh dengan senyuman karena mendengar suara Andin. Wajahnya berubah ketika melihat Riki dan menggenggam tangan Andin.


"Waalaikumsalam," ucap Irsyad dengan wajah tak bersahabat.


"Aku membuat janji ada hal yang ingin aku sampaikan kepadamu," ucap Andin.


"Kamu ingin memamerkan dia?" tanya Irsyad dengan menunjuk Riki.


"Aku bukan memamerkan dia, tapi untuk umumkan. Dia suamiku, aku telah menikah 3 hari yang lalu. Sah secara agama dan juga negara," ucap Andin.


"Kamu bercanda kan?" tanya Irsyad sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku nggak bercanda untuk suatu hubungan, maaf Irsyad hubungan kita sudah berakhir sebelumnya dan aku sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahan kita," ucap Andin.


"Kenapa kamu mempermainkan perasaanku Andin? Aku sangat mencintaimu dan kamu malah menikah dengan orang baru," tanya Irsyad dengan rasa yang sangat kecewa kepada Andin.


"Dia bukan orang baru yang ku kenal. Aku mengenal dia jauh sebelum aku mengenal kamu. Dia adalah teman semasa SMA ku, cinta pertamaku yang kukubur sebelumnya. Tapi Allah mentakdirkan untuk membuka cinta lamaku kembali. Bagiku kita bukan jodoh Irsyad, Allah telah menjodohkan aku kepada cinta pertamaku. Tolong terima kenyataan ini, kamu masih muda, kamu tampan dan bisa mendapatkan wanita yang lebih dari aku. Wanita yang masih perawan bukan janda seperti aku," ucap Andin.

__ADS_1


"Aku maunya kamu, aku mencintai kamu Andin. Tolong maafkan aku, ceraikan dia dan menikahkan denganku," pinta Irsyad.


"Pernikahan bukan mainan, aku tidak mau berbuat seperti itu. Aku sangat mencintai suamiku, dia belahan jiwaku," ucap Andin.


Irsyad menepis tangan Andin dan Riki lalu ia menggenggam tangan Andin.


"Maafkan aku sayang, kembalilah kepadaku," ucap Irsyad menatap Andin dengan berkaca-kaca.


Riki panas melihat tangan Andin di genggam Irsyad. Riki memegang pipi Andin dengan kedua tangannya dan langsung mencium bibir Andin. Andin melepaskan tangan Irsyad dan mengalungkan tangan kanannya di leher Riki. Irsyad yang melihat itu langsung tak sanggup dan meninggalkan Andin dan Riki.


Setelah Irsyad pergi Andin melepaskan ciumannya.


"Mas, ih mesum banget kamu cium aku di depan orang," protes Andin.


"Kamu malah balas ciuman aku ayo, suka kan?" tanya Riki meledek.


"Aku nggak suka," ucap Andin. Ia langsung pergi.


Riki mengejar Andin dan menggenggam tangan Andin dengan erat.


"Aku tak akan sabar jika istriku dipegang dengan laki-laki lain, aku tak akan ridho jika istriku ditatap dengan cinta oleh laki-laki lain. Tetaplah disampingku sampai aku menua Andina Anastashia. You are forever my love," ucap Riki.


Kalimat Riki membuat Andin melayang, kata-kata manis yang selalu diucapkan oleh Riki. Tempat bermanja ketika Andin sedang ingin dimanja, tempat berbagi ketika mempunyai masalah.


***


Irsyad berjalan dengan cepat, air matanya jatuh di kelopak matanya. Ia langsung masuk ke dalam mobil, hatinya sangat hancur mengetahui wanita yang ia cintai sudah menikah.


"Kenapa...kenapa...aku benar-benar mencintainya. Tuhan...apakah ini karma aku yang aku dapat, aku sangat mencintainya. Andin...Andin..." teriak Irsyad di dalam mobil.


'Setiap aku tutup mataku, ku masih bisa mendengar suaramu memanggilku dan ku ingat semua kisah cinta kita. Ku kehilangan cintamu, tapi aku masih ingat waktu kebersamaanmu namun itu hanya sesaat. Kau pergi begitu cepat, ku tak bisa melupakanmu dengan cepat. Tidak bisa kuhapus ingatanku tentangmu. Walaupun aku sudah berusaha tapi itu sangat sulit. Aku bisa melihat dan memelukmu ketika mimpi dan saat ku bangun, kau telah pergi. Hilang begitu cepat,' ucap batin Irsyad.


Air mata Irsyad terus mengalir mengingat apa yang Andin katakan dan bagaimana Andin menikmati kiss Riki. Semuanya bagaikan mimpi bagi Irsyad, Andin benar-benar sudah pergi dan tak mungkin ia kejar lagi karena Andin sudah menikah dan tak mau ia lepaskan.


"Irsyad, apa yang kamu lakukan! Ah...bodoh...bodoh...wanita yang paling kamu cintai sudah milik orang lain gara-gara lidahmu yang tajam ini," teriak Irsyad di dalam mobil.


***


Alice sedang berbalas pesan kepada Dariel.


"Kak, bagaimana keadaan kamu hari ini?" tanya Alice di ujung telepon.


"Masih sakit cantik, duh obatnya nggak ada di sini lagi," ucap Dariel.


"Loh, semalam kan Kak Dariel sudah bawa. Aku yang ingatin Kakak," ucap Alice.


"Itu mah obat dari dokter, ini obat yang paling mujarab," ucap Dariel.


"Memangnya obat apa yang paling mujarab?" tanya Alice yang tidak paham.


"Obat mujarab aku itu kamu, kekasihku yang cantik. Kesini dong sayang, bawa masakan kamu. Aku belum makan nih, rasanya asin juga nggak apa-apa," ucap Dariel.


"Gombal banget sih Kak," ucap Alice.

__ADS_1


"Tapi suka kan, aku kangen kamu cantik. Please ke sini dong, jika kamu nggak ke sini aku nggak mau makan dan minum obat," ancam Dariel.


"Ih Kak, kok ngancam seperti itu. Baru semalam kita jadian, masa Kakak mau mati sih," decak kesal Alice.


"Kok kamu sumpahin aku mati sih? Please sayang ke sini yah," ucap Dariel memohon.


Alice senyam senyum sendiri ketika Dariel memanggil dia sayang.


"Iya Kak aku akan ke rumah Kakak tapi aku masak dulu yah, agak lama nggak apa-apakan," ucap Alice.


"Masak di sini aja sayang, aku kangen banget sama kamu," pinta Dariel.


"Baik Kak, aku ke rumah Kak Dariel sekarang. Bye Kak." Alice menutup teleponnya.


Bersambung


Andin hubungan halal dan sah


Alice hubungan on prosess


Angel hubungan gantung.


Bersambung


Jangan lupa komen-komen dan jempol kalian, aku lemes hari ini karena dikit yang komen.


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)


__ADS_1



__ADS_2