Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Mulai Ada Titik Terang


__ADS_3

Mobil Dariel memasuki kampung design. Andin di sambut para warga bak lurahnya kampung design, karena kampung itu berkembang ketika Andin datang dan banyak tv swasta yang meliput kampung design. Andin juga melatih para pemuda yang berbakat dalam mendesign, Andin membagikan ilmunya dengan cuma-cumi. Secara tidak langsung Andin merupakan guru besar di kampung design.


Mobil Dariel berhenti di depan kantor informatika, pusat CCTV dari rumah Andin, Alice dan Angel. Walaupun Angel hanya di jaga 5 anak buah Andin yang siap siaga di dekat rumah orang tua Jimmy.


Mereka masuk ke ruangan itu. Dariel mulai mengotak atik perangkat yang dibeli dari Rusia. Layar besar terbuka, Dariel berhasil meretas pertahanan mafia. Andin membuka matanya.


"Perusahaan Papi Riki?" tanya Andin menatap Dariel.


"Jangan cepat menarik kesimpulan," ucap Dariel.


Dariel masuk lebih dalam lagi, ini pertahanan yang paling susah ia tembus. Dariel sampai 1 minggu untuk meretas ini.


"Alat ini sangat mahal, tapi sebanding dengan harganya. Pertahanan mafia tidak mengetahui ketika aku retas, halus sampai tidak terdeteksi. Sistem data-data mafia masih berjalan normal tapi jika aku menyebar virus pada sistem, boom seperti sebuah bom besar akan hancur semua dan perusahan Papi Riki juga ikut hancur," ucap Dariel.


"Maksud kamu bagaimana?" tanya Andin bingung.


"Papi Riki mempunyai 3 anak buah yang sangat berpengaruh di dalam perusahaannya. Perusahan bisa berkembang karena 3 orang ini, tapi sebenarnya 3 orang ini menghisap Papi Riki secara perlahan-lahan. Sayangnya dari 3 orang ini, aku tidak tahu yang menjadi otaknya." Penjelasan Dariel membuat Andin paham.


Dariel membuka 3 orang yang menjadi orang kepercayaan papi Riki.


"Mereka bertiga," ucap Dariel setelah menampilkan gambar dari ketiga orang itu di layar.


Andin menggelengkan kepalanya, ia tidak percaya ketika melihat wajah yang ia lihat di layar.


"Din, aku nggak sangka dia-," ucap Alice menutup mulutnya tak percaya.


"Kita nggak bisa menuduh dia, atau dia, atau dia yang menjadi dalangnya," ucap Dariel. Karena bos besar sangat rapih dalam membungkus masalah ini.


"Kita pancing pakai anak buah yang kita masih sekap. Lepaskan Bara tapi cara melepasnya seperti dia di tolong oleh bosnya. Bara akan berpikir berhasil lolos dari kampung design dan dia akan ke markas bos besar. Pasang penyadap pada tubuh Bara, suntik di lehernya. Sepertinya alat itu harus di pakai sekarang," ucap Andin.


Andin membeli penyadap yang dipasang dalam tubuh manusia dengan cara menyuntik. Alat-alat itu di beli dari Rusia. Andin tak kira-kira mengeluarkan uang sampai mencapai triliunan. Uang itu adalah tabungan Andin, ia kuras habis semua tabungannya. Sehingga kehidupan Andin sehari-hari dari pabrik kain dan bisnis design berhenti sejak dirinya mengalami kecelakaan. Tapi Andin tidak memperlihatkan kepada para sahabatnya.


Di tengah malam Andin mencoba untuk menggambar design tapi ia selalu gagal. Ketika Andin mendesign kedua tangannya bekerja. Dia menangis di tengah malam sendiri karena tidak bisa menggunakan tangan kirinya.

__ADS_1


Andin memanggil Ucup dan memberitahukan rencananya. Ucup paham dan langsung menjalankan perintah dari Andin.


"Dariel, aku minta biodata dari ketika orang ini dan tolong tembus sampai keluarganya. Barang kali kita bisa tahu dari latar belakangnya. Kirim ke aku yah jika sudah kamu dapatkan," pinta Andin.


"Baik Bos," jawab Dariel.


Andin menatap jam tangannya, sudah magrib. Ia sadar harus segera pulang, Andin bergegas untuk pulang. Ia tahu pasti Riki sedang menunggu kepulangannya, apalagi Andin mematikan handphonenya. Dariel mengantar Alice dan Andin untuk pulang.


"Terima kasih yah sudah mengantar aku, hati-hati di jalan," ucap Andin. Ia membuka pintu dan keluar dari mobil. Andin langsung mendapatkan pelukan dari Riki. Alice yang melihat itu tersenyum dan menyuruh Dariel menjalankan mobilnya meninggalkan area kompleks perumahan Andin.


"Aku mau gila menunggu kamu, aku pikir hari ini kamu tidak pulang," ucap Riki ketika memeluk Andin.


"Maafkan aku Mas membuat kamu khawatir." Andin membalas pelukan Riki. Ia membelai Rambut Riki.


"Aku tak akan membiarkan kamu pergi dari hidupku," ucap Riki. Andin melepas pelukan Riki.


"Mas masuk yuk, malu pelukan di luar. Kamu boleh peluk aku sepuasnya di kamar," ucap Andin sambil membelai wajah Riki.


Riki langsung menggendong Andin.


"Mereka paham karena 1 harian ini aku seperti kehilangan arah karena kamu membuat jantungku berhenti dengan sikapmu itu. Aku takut kamu meninggalkanku lagi, aku takut mencarimu lagi," ucap Riki sambil berjalan untuk masuk ke dalam rumah, Andin mengalungkan tangannya di leher Riki.


Mami dan Intan melihat dengan senyuman. Untungnya Tasya sedang main dengan baby sitternya di dalam kamar, jadi tidak tidak melihat adegan romantis ayah dan bundanya.


"Kakak jadi pengen nikah nih, buat iri aja kalian," celetuk Intan.


"Mas, turunin aku. Aku malu," pinta Andin.


Riki menuruni tubuh Andin.


"Assalamu'alaikum Mi, Kak." Andin mencium punggung tangan mereka.


"Waalaikumsalam, Mami lega kamu pulang sayang. Riki sangat gusar sejak kamu pergi. Rasa takutnya teramat besar, ia sangat mencintaimu. Tolong percaya dengan Riki, bahwa wanita itu bukan siapa-siapa bagi Riki," ucap Mami.

__ADS_1


"Iya Mi, aku perlu bicara dengan Mas Riki dulu," ucap Andin.


"Iya memang kalian harus bicara, jangan pakai emosi yah," ucap mami membelai kepala Andin yang tertutup jilbab.


Andin berjalan memasuki kamar di ikuti oleh Riki. Andin duduk di pinggir ranjang dan diikuti oleh Andin.


Andin menatap Riki dan mengambil tangan Riki.


"Aku percaya dengan Mas, aku tak akan meninggalkan pria culunku dan membiarkan kamu menunggu dan mencari aku lagi karena aku tak kuat jika berpisah lagi dengan cinta pertamaku," ucap Andin.


Ucapan Andin berhasil membuat Riki menangis dan langsung memeluk Andin dengan erat.


"Maafkan aku, telah membuat mu menangis tadi. Aku bersumpah ku hanya menumpahkan benihku hanya dirahimmu. Aku tidak pernah membuang benihku di rahim wanita lain," ucap Riki.


"Tenang Mas, justru masalah wanita itu menarik benang merah. Aku tadi ke perusahaan Papi dan Dariel di sana menemukan signal yang selama ini ia cari untuk meretas bos mafia. Alat yang aku beli berbunyi karena Dariel kebetulan membawa laptopnya yang sudah ia sambungkan dengan alat pusat. Pusat sistem mafia itu ada di sistem perusahan Papi," ucap Andin.


"Jadi selama ini Papi yang berbuat jahat sama kamu dan 2 sahabatmu?" tanya Riki dengan raut wajah syoknya.


Andin menggelengkan kepalanya.


"Tidak Mas, Papi sebagai kambing hitam. Jika bos mafia ini ketahuan maka Papi yang ditangkap karena menggunakan sistem data perusahaan Papi," ucap Andin.


"Lalu siapa penjahat utamanya? Artinya selama ini Papi dikendalikan oleh orang tanpa sadar. Allah telah menghukum Papi, Papi lebih percaya orang lain daripada istri dan anaknya," ucap Riki dengan penuh emosi.


Cup


Andin mencium bibir Riki secara singkat. Sampai Riki langsung terdiam.


"Suamiku emosi banget, jangan emosi Mas. Walaupun Papi berbuat jahat sama kamu, dia tetap Papi kamu Mas, darahnya mengalir di tubuhmu," ucap Andin sambil menyentuh dada Riki.


"Siapa bos mafia?" tanya Riki.


"3 orang Mas, Om Dirga, Om Arga, dan..."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2