
"Hallo Alice, hari ini ke rumah aku pukul 4 sore yah," ucap Andin di balik telepon.
"Ada acara apaan Din?" tanya Alice.
"Beli baju seragam buat lamaran Angel di butik Bu Ratna," jawab Andin.
"Hah, beneran? Wah aku sepertinya banyak cerita yang terlewat nih," ucap Alice di ujung telepon.
"Memang banyak, makanya jangan sedih terus mikirin Roby berekele. Move on...nanti habis belanja kita hang out jalan bertiga, 2 perawan cuantik dan satu janda kece hahaha." Andin tertawa.
"Duh bangga banget jadi janda. Oke nanti aku ke rumah kamu sebelum pukul 4," ucap Alice.
"Oke, see you soon," ucap Andin.
"See you." Alice menutup telepon.
Waktu cepat berlalu, kini sudah pukul 3. Andin sudah siap, ia sudah memandikan Natasha putrinya. Kemudin ia menunggu adzan Ashar untuk salat, lalu bermake up sedikit. Andin mengajak baby sitter Natasha bagi Andin, Mbak Ayu merupakan bagian dari keluarganya.
Suara mobil terdengar terparkir di depan rumah Andin. Andin sudah mengira itu adalah Alice. Ketika Andin mengintip di jendela, benar saja Alice yang datang. Andin langsung mempersilahkan Alice untuk masuk ke dalam rumah. Luna pun sudah siap, mereka tidak pernah lama-lama untuk mengulur waktu. Mereka langsung menuju butik Bu Ratna. Andin tidak mau membawa mobilnya, sehingga mereka berada di dalam satu mobil yaitu mobil Alice.
"Angel kamu beneran tunangan sama dokter Jimmy?" tanya Alice.
"Iya, memang kenapa? Aneh ya?" tanya Angel.
"Nggak aneh sih, cuma aku terkejut aja akhirnya kamu menerima dokter Jimmy. Waktunya cepat loh, aku hitung-hitung," jawab Alice.
"Nanti habis kita pilih seragam, jalan makan yah. Tapi antarkan Natasha dan Mbak Ayu untuk ke rumah Mamahku, kita harus bicara bertiga," ucap Andin.
"Oke, sudah lama juga kita nggak hang out bareng bertiga," ucap Alice.
Andin bersama yang lain turun dari mobil, kini mereka ada di butik Ratna. Ratna langsung menyambut mereka, karena Ratna sudah tahu acara lamaran dokter pribadi keluarganya.
"Ini pakaian yang menurut aku cocok untuk acara lamaran kamu Lun, dari sini sampai ujung sana. Kamu pilih aja nanti untuk ukuran bisa di carikan," ucap Ratna.
"Pilih aja Lun, kamu sudah tahu ukuran Monica dan kedua keluarga kamu kan?" tanya Andin.
"Iya, terima kasih Andin." Luna memeluk Andin.
"Mbak Ayu, sekalian aja. Mbak pilih untuk Mbak dan kedua putri Mbak Ayu, besok habis acara lamaran Luna selesai kan Mbak Ayu akan pulang, sekalian untuk oleh-oleh mereka," ucap Andin.
"Din, aku temani Luna untuk memilih yah," ucap Alice. Andin menganggukan kepalanya.
"Sini Mbak Natasha sama saya, agar Mbak enak milih bajunya," ucap Andin.
Andin duduk di sofa, sambil bermain dengan putrinya. Ratna pun senang dengan putri Andin yang sudah mulai belajar untuk berbicara. Mereka tertawa mendengar celotehan Natasha.
"Andin." Andin menoleh ke sumber suara yang telah memanggil namanya.
"Irsyad." Andin terkejut dengan kedatangan Irsyad.
__ADS_1
"Aku, tinggal dulu yah," ucap Ratna. Andin dan Irsyad kini hanya berdua. Irsyad mengajak main Natasha, ia tidak sungkan-sungkan untuk menggendong Natasha. Andin melihat interaksi antara Irsyad dan Natasha, Natasha menerima dengan mudah kehadiran Irsyad padahal Natasha takut ketika bertemu dengan orang baru.
"kamu kaget yah, aku ada di sini?" tanya Irsyad.
"Lumayan, padahal tadi pagi kita kan sudah bertemu," jawab Andin.
"Aku ketemu kamu kan memang kesengajaan, seperti sekarang Kak Ratna yang kasih tahu aku bahwa kamu ada di sini. Rasanya aku sudah kangen aja sama kamu," ucap Irsyad sambil menatap Andin dengan senyumannya. Membuat Andin sangat kikuk.
"Kamu gombal, sudah berapa banyak gadis yang kamu gombali?" tanya Andin.
"Hanya kamu, karena aku jatuh cintanya sama kamu," jawab Irsyad.
"Natasha, sini sama Bunda. Nanti Om Irsyad kecapean gendong kamu." Natasha menggelengkan kepalanya, ia tidak mau turun dari gendongan Irsyad.
"Natasha sudah suka sama aku, tinggal bundanya Natasha yang belum," ucap Irsyad. Andin malu, apalagi para karyawan Ratna menatap mereka.
'Luna masih lama nggak yah pilihnya?' tanya batin Andin.
"Andin...Andin..." panggil Irsyad.
"Hah, iya ada sapa?" tanya Andin.
"Kamu melamun? Din, besok makan malam sama aku yuk. Gantian, hari ini aku sarapan masakan kamu, besok malam aku yang traktir kamu untuk makan malam," ucap Irsyad.
"Besok aku nggak bisa, ada acara lamaran Luna. Aku akan ke Bogor dan kemungkinan bermalam di sana," ucap Andin.
Andin mengirim pesan singkat kepada Luna.
"Jangan ganggu mereka, mereka sedang pendekatan," ucap Luna.
"Hah! Kalian kok cepat dapat pengganti, para lelaki berkwalitas lagi. Kamu dapat dokter spesialis bedah, Andin dapat lurah." Alice sangat terkejut hari ini, dia benar-benar tidak tahu kedua sahabatnya itu.
Handphone Luna bergetar.
"Lun, sudah milihnya? Jujur dekat dengan Irsyad aku keringat dingin. Aku nggak mau nafsu lebih dominan dari pada akalku." pesan singkat Andin untuk Luna.
"Sudah Din, kita akan segera keluar dari sini," balas pesan Luna untuk Andin.
"Oke yah yang ini Alice, aku suka. Menurutmu?" tanya Luna.
"Oke pilihanmu," jawab Alice.
"Mbak Ayu, sudah?" tanya Luna.
"Sudah Mbak Luna," jawab Mbak Ayu.
Luna memberikan list pesanan semua dan langsung menghampiri Andin.
"Andin aku sudah," ucap Luna.
__ADS_1
"Lun, tolong gendong Natasha sebentar. Aku mau ke kasir," ucap Andin. Luna mengambil Natasha dari gendongan Irsyad. Andin langsung membayar dan meminta agar pesanannya di antarkan ke rumah Andin.
"Aku permisi Irsyad," ucap Andin.
"Kamu nggak sedang menghindar dari aku kan?" tanya Irsyad. Andin menggelengkan kepalanya.
"Aku agak sibuk hari ini karena sahabatku akan ada lamaran besok," ucap Andin.
"Jangan menghindar dariku, karena aku akan semakin mengejarmu dan membuktikan bahwa aku mencintaimu, bukan karena fisikmu yang sekarang, bukan karena kamu terkenal sekarang. Karena wanita yang cantik, kaya dan lebih populer itu banyak di luar sana yang bisa aku dapatkan. Tapi rasa cinta ini susah kurasakan kecuali dengan kamu," ucap Irsyad.
Andin yang melangkahkan kakinya untuk keluar dari butik memberhentikan langkahnya. Luna dan Alice mendengar ucapan Irsyad sangat menyentuh. Karena Irsyad lelaki tampan, mempunyai jabatan, dan kaya tapi menyatakan cinta dengan seorang janda beranak satu.
"Andin, maaf aku ikut campur kali ini. Irsyad pernah cerita bahwa ia bertemu dengan perempuan yang membuang sampah sembarangan di danau, Irsyad juga cerita bahwa ia mencaci maki perempuan itu. Esok harinya Irsyad malah setiap hari selalu ke danau, dia berharap bertemu lagi denganmu, selama 1 bulan ia selalu ke danau. Bahkan Irsyad melukis wajahmu, dan menyuruh satpam danau jika melihatmu harus segera hubungi Irsyad. Sebelumnya aku tidak tahu perempuan yang di cari Irsyad adalah kamu, tapi ketika aku melihat lukisan Irsyad aku baru tahu itu kamu. Lalu aku menyusun acara fashion show agar kalian bertemu lagi seperti pertemuan alami bukan settingan. Padahal itu settingan aku untuk membantu Irsyad. Irsyad benar-benar sayang sama kamu Din," ucap Ratna.
Andin menatap Irsyad, matanya mulai berkaca-kaca. Lidahnya kelu untuk berbicara.
Bersambung
✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤💞