Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Aku Tidak Akan Menyerahkan Andin


__ADS_3

"Dokter Jimmy, saya minta bantuannya. Tolong datang ke ruang ICU sendirian," ucap Riki di ujung telepon.


"Memang ada apa Dok?" tanya Jimmy.


"Dokter datang aja ke sini dan jangan bicara apapun dengan Angel atau Alice," ucap Riki.


"Baik, saya segera ke sana," ucap Jimmy.


Jimmy bergegas menuju ruang ICU, keluarga dan sahabat Andin masih menunggu di ruang ICU. Mereka bisa bernafas lega setelah tahu detak jantung Andin normal kembali tapi para dokter atau perawat masih belum tahu bahwa Andin sudah sadar.


Luna melihat kedatangan Jimmy. Jimmy sengaja membawa obat dan botol infus sebagai alasan kenapa ia kembali lagi ke ruang ICU.


"Aku kedalam untuk memberikan infusan baru kepada Andin," ucap Jimmy kepada Luna.


"Iya Bang," ucap Luna.


Jimmy masuk ke ruang ICU, ia terkejut tangan Riki mengeluarkan darah bahkan sampai menetes ke lantai.


"Dokter Riki, ada apa lengannya kamu?" tanya Jimmy.


"Dok, tolong cek Andin dulu. Dia tadi jatuh, jahitan operasi rembas ia mengeluarkan darah. Tadi dia mengeluh dingin, tolong hentikan pengarahannya dulu. Kemudian cek seluruh tubuh Andin, aku takut ada bakteri yang masuk," ucap Riki.


"Saya panggil dokter yang lain, darah Dokter itu masih keluar. Pendarahan masih di hentikan," ucap Jimmy.


"Jangan panggil yang lain, aku percaya dengan kemampuan Dokter Jimmy. Berhentikan pendarahan Andin terlebih dahulu setelah itu baru aku," perintah Riki.


Jimmy membuka jahitan operasi Andin, ia berusaha memberhentikan darah. Tidak membutuhkan waktu yang lama karena Jimmy merupakan dokter yang kompeten. Setelah itu barulah Jimmy membersihkan bekas sayatan di pergelangan tangan Riki dengan menggunakan cairan infus kemudian menjahit luka lengan Riki. Terlihat Riki menghela nafasnya sangat panjang.


"Dok, kamu harus minum obat juga untuk mengurangi rasa nyeri," ucap Jimmy.


"Nanti aja Dok, saya mau tanya sesuatu dengan kamu. Angel tunangan Dokter kan, tak sengaja saya mendengar percakapan dokter. Dokter Jimmy pasti tahu tentang Andin, tolong ceritakan kepadaku kehidupan Andin ketika Dokter Jimmy mengenal Andin," ucap Riki.


Jimmy menceritakan semua kepada Riki, tidak ada yang ia lebih-lebihkan atau dikurangi. Bahkan Jimmy menceritakan tentang Roby dan juga Irsyad.


"Astagfirullah, aku tidak menyangka Angel diperlakukan sangat kejam. Angel di SMA siswa terpandai, tercantik, terpopuler, dia kok bisa dikelabuhi cowo berengs*k. Aku akan membantu memenjarakan Roby. Aku tidak akan mengizinkan Andin yang maju sebagai pancingan. Jika ia tertarik dengan perempuan cantik, aku akan menjebaknya dengan perempuan cantik tapi mengerikan," ucap Riki.


Ayah Riki merupakan konglomerat, bisnisnya ada di mana-mana. Saingan menjadi musuhnya, oleh sebab itu Ayah Riki mempekerjakan preman yang paling ditakutkan di Jakarta. Preman cantikpun ada.


"Irsyad ada di depan?" tanya Riki.


"Ada Dok, dia menunggu Andin sepertinya. Putri Andin dekat dengan Irsyad," ucap Jimmy.


"Hmmm, aku tidak akan menyerahkan Andin ke tangannya. Aku yang akan menjaga Andin dari Irsyad. Andin adalah calon istriku jangan harap laki-laki lain bisa menyentuh Andinku lagi. Aku ucapkan terima kasih," ucap Riki.


"Sama-sama Dok," ucap Jimmy.


Jimmy tidak akan mencampuri urusan percintaan segitiga ini. Riki keluar dari ruang ICU dan berbicara 4 mata kepada kedua orang tua Andin. Irsyad melihat Riki dengan tatapan tajam tapi Riki tidak perduli dengan keberadaan Irsyad.


"Angel, ini putri Andin?" tanya Riki.


"Iya Rik, Natasha namanya," ucap Luna.

__ADS_1


"Hai cantik, mau digendong sama Om Dokter nggak?" Riki merentangkan tangannya.


"Nda mau, Asha nda mau." Natasha menggeleng-gelengkan kepalanya.


'Natasha hanya dekat dengan aku,' ucap batin Irsyad. Irsyad baru melangkahkan kakinya tapi langsung berhenti.


"Asha mau ketemu Bunda?" tanya Riki.


"Au anget," jawab Natasha.


"Kalau mau, Om Dokter gendong. Kita bangunin Bunda." Riki merentangkan tangannya kembali, kali ini Natasha mau di gendong oleh Riki.


Riki menggendong Natasha. Tubuh Natasha di disterilkan terlebih dahulu sebelum memasuki ruang ICU, dipakaikan baju sekali pakai. Riki masuk ke ruang ICU dan mendekati Andin.


"Mbu...Mbu..." ucap Natasha sambil menunjuk ke arah tubuh Andin.


Riki mendekatkan Natasha ke Andin.


"Mbu anun...Asha angen," ucap Natasha.


"Kamu boleh elus pipi Bunda sayang," ucap Riki.


Masih dalam gendongan Riki, Natasha membelai dan mencium pipi Andin.


"Aku dan Natasha menunggu kamu sadar kembali sayang," ucap Riki memegang tangan Andin.


"Kok Mbu belum anun Om Doktel?" tanya Natasha polos.


"Anji." Natasha mengulurkan jari kelingkingnya. Riki tersenyum karena ia mengingat janji dengan Andin.


"Janji." Riki mengulurkan jari kelingking dan menyatukan kelingking Natasha.


Kedua orang tua Andin memang meminta bantuan kepada Riki. Natasha tidak mau pulang, ia ingin menunggu Andin. Riki diminta langsung agar Riki membujuk Natasha agar mau beristirahat.


Riki keluar dari ruang ICU. Mama Andin langsung dukung Natasha. Riki mengelus kepala Natasha.


"Anji Om Doktel, Mbu anun telepon aku," ucap Natasha yang berbica masih cadel.


"Iya sayang, Om akan telepon jika Bunda sudah bangun yah," ucap Riki.


"Da dah Om Doktel." Natasha melambaikan tangan kepada Riki, Riki membalas melambaikan tangannya.


Setelah kedua orang tua Andin sudah pulang. Karyawan pabrik kain menjenguk Andin. Mereka adalah perwakilan dari para pekerja .


"Assalamu'alaikum, Bu Alice, Bu Luna. Bagaimana dengan kondisi Bu Andin?" tanya Yanto kepala satpam pabrik.


"Waalaikumsalam, masih belum sadar Pak. Mohon doakan Bu Andin semoga cepat membuka matanya," ucap Alice.


"Kami di pabrik hari ini menggelar berdoa bersama Bu, setelah pulang kerja," ucap Yanto.


"Alhamdulilah, sampaikan terima kasih kepada para karyawan pabrik," ucap Alice.

__ADS_1


"Kami sayang dengan Bu Andin, Beliau bos yang sangat baik. Tak pernah lupa memberikan bonus kepada karyawan ketika keuntungan dari pabrik naik, bahkan kami diberikan baju dari design Bu Andin," ucap Hardi. Kepala HRD pabrik.


"Pabrik bagaimana Pak Hardi? Tolong pegang dulu yah, kirim laporan pengeluaran dan pemasukan melalui email saya yah Pak," ucap Alice.


"Alhamdulilah, Insha Allah aman Bu Alice. Baik saya akan kirim ke email Ibu," ucap Hardi.


"Laki-laki itu siapa Bu?" Yanto menunjuk ke arah Irsyad.


"Dia Irsyad," jawab Alice.


"Sebelum kecelakaan terjadi, Bu Andin bertengkar dengan dia. Laki-laki itu meminta Bu Andin untuk turun dari mobil tapi Bu Andin tidak mau. Saya tidak berani mendekati mereka, terlihat dari kaca depan mobil Bu Andin sangat marah. Bu Andin melajukan mobilnya sangat cepat dan satu jam berikutnya saya melihat dari berita bahwa Bu Andin kecelakaan," ucap Yanto.


"Jadi Irsyad yang menyebabkan Andin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, keterlaluan dia. Sudah menghina Andin dan ternyata dia penyebab Andin kecelakaan," ucap Luna. Luna ingin menghampiri Irsyad. Tapi lengannya ditarik oleh Riki.


"Biar aku saja yang urus dia. Siapapun yang mengganggu Andin ku berurusan denganku." Riki langsung berjalan mendekati Irsyad. Tangannya sudah mengepal dengan kuat, ia sudah mendengar dari Jimmy bagaimana Irsyad menghina Andin.


Bersambung


Mau double up?


Tapi Komen dan like nya dulu dong ❤❤❤


Love sekebon karet dari Authoress.


Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)


__ADS_1



__ADS_2