Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Meminta Restu


__ADS_3

"Apa yang kamu katakan Riki?" tanya Andin.


"Aku akan mengikat kamu dengan pernikahan, aku nggak mau hubungan kita disembunyikan lagi. Kini 2 sahabatmu sudah tahu," jawab Riki.


"Aku memang ingin menjadi istrimu Riki, tapi apakah kedua orang tuamu setuju jika kita menikah?" tanya Andin.


"Setuju atau nggak setuju, aku akan tetap menikahimu. Aku nggak mau menunda terlalu lama," ucap Riki.


"Nggak Rik, aku mau kedua keluarga kita merestui pernikahan kita. Aku nggak mau menikah denganmu jika salah satu keluarga kita nggak setuju dan..." Andin memberhentikan kalimatnya.


"Dan apa?" tanya Riki.


"Kamu sudah tahu hubunganku dengan Irsyad sebelumnya? Mungkin kamu mendengar cerita dari sahabatku?" tanya Andin.


"Aku tahu dari dokter Jimmy. Kamu masih memikirkan dia? Masih cinta dengan dia? Kenapa kamu begitu mudah jatuh cinta dengan dia, hanya 1 bulan. Aku menunggu 3 tahun baru bisa menyatakan cinta kepadamu, 9 tahun menunggu kamu baru jawab rasa cintaku. Nggak adil kamu," protes Riki. Wajahnya terlihat sangat cemburu ketika Andin mengucapkan nama Irsyad.


"Aku menjanda sudah 1 tahun lebih. Orang-orang terdekatku mendesak aku untuk menikah agar anakku juga mendapat kasih sayang dari seorang ayah. Tentu saja pria itu harus sayang juga dengan anakku. Karena Irsyad sangat gencar mengejar aku, juga meyakinkan aku dengan ia bisa menerima statusku dan bisa dekat dengan putriku, sehingga aku menerima Irsyad, jujur kala itu ada rasa suka tapi Allah memperlihatkan bahwa Irsyad bukan pria yang baik untukku ketika dia menghina masa laluku, hinaannya itu masuk ke ranah masa lalu pemerkosaan yang Rafif lakukan kepadaku. Sejak hari itu juga aku sudah nggak respect lagi dengannya," jawab Andin.


"Menyebalkan sekali kamu berkata jujur, kamu bilang pernah suka dengan dia. Kamu juga lupa aku, jika aku tak datang kamu masih mau nikah dengan dia kan, mentang-mentang ia tampan. Memangnya aku nggak tampan?" tanya Riki. Dadanya terasa panas ketika Andin berkata jujur.


"Duh kayanya kita berdua mau ke kantin dulu deh cari makan, kalian bicaralah. Tapi ingat kalian jangan terlalu dekat, belum mahram." Luna dan Alice keluar dari ruang rawat inap. Andin menghela nafasnya, karena ia merasa kikuk jika hanya berdua dengan Riki.


Paras Riki sudah terlihat berbeda dibandingkan dengan wajah SMAnya. Karena ia sering berolah raga tubuhnya tidak kurus lagi. Terlihat ada otot-otot tangan, ketika membuka jas dokternya terlihat kemejanya sangat pas di badan Riki. Tubuh yang tinggi tapi berisi, kulit yang putih. Jambang tipis di wajahnya, membuat kharismatik Riki keluar. Jika dibandingkan dengan Irsyad, tubuh Riki lebih berisi, lebih tinggi, wajah memang lebih tampan Irsyad tapi wajah Riki lebih manis daripada Irsyad. Ketika Riki tersenyum ada sepasang lesung pipi yang menghias wajah Riki.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak kepikiran lagi bahwa kamu masih menyukai aku saat itu, tepatnya aku tidak berani berpikir seperti itu. Aku kubur cinta pertamaku ketika Rafif merebut kesucianku. Tetap saja aku tidak akan menikah dengan Irsyad karena dia bukan jodohku. Aku juga belum tahu apakah kamu jodohku Rik, aku lelah dengan sebuah hubungan," Andin memejamkan matanya.


"Aku akan meminta langsung kepada Allah agar dijodohkan olehmu. Hanya kamu satu-satunya wanita yang kuinginkan. I love you Andina Anastashia," bisik Riki di teling Andin. Andin membuka matanya dan menatap Riki dengan senyumannya. Andin mengangkat tangannya dan membelai pipi Riki.


"Lega rasanya aku bisa mengatakan kepadamu, ku juga cinta sama kamu Rik," ucap Andin.


"Kamu istirahatlah." Riki menyelimuti tubuh Andin. Ia menemani Andin sampai tertidur, setelah Andin tertidur Riki pulang ke rumahnya. Ucapannya bukan isapan jempol semata. Andin mau pernikahan mereka direstui oleh kedua pihak keluarga. Riki harus berani mengutarakan niatnya, walaupun nanti di tentang.


"Alice, Angel, tolong jaga Andin yah. Aku sudah bilang dengan satpam bahwa Irsyad tidak akan berada di sini lagi," ucap Riki.


"Tenang Rik, Andin aman. Kita yang akan jaga dia. Kami ikut bahagia jika sahabat kami merasa bahagia, Andin berhak mendapatkan kebahagiaan karena dia wanita yang sangat baik," ucap Luna.


***


Tok Tok Tok


Riki mengetuk pintu ruang kerja papi nya.


"Masuk," ucap papi di dalam ruangan.


"Papi, kebetulan juga ada Mami di sini. Aku ingin membicarakan serius kepada kalian," ucap Riki langsung to the point.


"Apa Rik? Mau membesarkan rumah sakitnya lagi? Butuh dana berapa?" tanya papi.

__ADS_1


"Bukan itu Pi, aku ingin menikah." Riki sudah sangat bertekat berbicara mengenai ini. Kedua orang tua Riki sangat terkejut dengan apa yang Riki utarakan.


"Dokter juga? Atau anak dari pengusaha apa? Mungkin Papi kenal dia," tanya papi Riki.


"Bukan Pi, dia adalah teman Riki ketika SMA dulu. Dia sumber semangat Riki sampai Riki bisa menjadi dokter seperti sekarang, dialah yang mendorong Riki untuk menjadi dokter. Tapi status dia sekarang seorang janda beranak satu," ucap Riki.


Papi Riki yang sedang duduk di kursi kerjanya langsung berdiri dan menatap putra kebanggaannya.


"Apa kata kamu janda? Papi nggak setuju, tinggalkan dia. Jangan berani kamu menikahi dia," ucap papi dengan suaranya yang meninggi.


"Aku tidak akan meninggalkan dia Pi, sampai mati aku tidak akan meninggalkan dia. 9 tahun aku mencintai dia, mencari dia selama empat tahun setengah. Kini aku sudah menemukannya lalu Papi menyuruh aku untuk meninggalkannya. Tidak akan Pi... Itu tidak akan terjadi," ucap Riki dengan suaranya yang sudah meninggi pula. Kulit putihnya kini sudah memerah menahan emosi di dadanya.


"Pi, coba lihat dulu wanita yang Riki cintai Pi," bujuk mami Riki.


"Nggak Mi, Papi malu mempunyai menantu seorang janda. Apa kata rekan bisnis Papi nantinya, reputasi Papi akan jatuh," ucap papi menolak.


"Papi bilang malu dengan calon yang aku pilih? Hahaha Papi memang selalu merasa malu, sejak SD sampai SMA memang Papi pernah melihat aku? Nggak Pi, kalian nggak perduli denganku. Kalian hanya perduli dengan Kak Intan, putri kalian yang sudah cerdas dari lahir. Putri kalian yang selalu kalian puji dan dipamerkan kepada teman-teman kalian. Kalian nggak melihat aku, dari kecil aku hanya dirawat oleh baby sitter Mbok laras yang aku anggap sebagai Ibuku." Riki meneteskan air mata.


"Papi, Mami nggak peduli aku, di SMA aku di bully karena sakin kurusnya aku, dan seragamku juga lusuh padahal Papiku seorang miliyader, pengusaha sukses. Hanya dia yang tidak membuli aku, lembut tutur katanya, menyemangati aku ketika aku bercerita tentang kondisi aku yaitu anak yang terbuang dari keluarga. Kalian baru memperhatikan aku ketika aku lulus fakultas kedokteran UNPAD, orang yang berjasa merubah hidupku adalah wanita itu. Aku mencintai dia tanpa syarat," sambung Riki.


Bersambung


Segini dulu yah biar bacanya gemis.

__ADS_1


Jangan lupa komen, aku menunggu tanggapan kalian. Likenya jangan lupa agar novel ini bisa up. Love you sekebon karet reader ❤❤❤


__ADS_2