Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Hampir Saja


__ADS_3

Andin, Luna dan untung sedang menunggu keempat bodyguard yang telah ditugaskan oleh Andin sampai berhasil, dan bisa menempelkan penyadap suara ke baju Alice ataupun tasnya. Andin menunggu sudah 30 menit tapi belum ada tanda-tanda penyadap suara berbunyi.


Setelah menit ke-40 barulah penyadap suara itu mulai terdengar. Percakapan antara Alice dan Roby bisa terdengar jelas oleh Andin. Andin dan Luna tersenyum, mereka mulai mendengarkan percakapan Alice dan Roby.


"Sayang kamu mau minum apa?" tanya Roby.


"Aku minum jus strawberry aja deh yang," jawab Alice.


Robby memanggil waiters, ia memesan menu dan juga minuman yang sudah di pilih Alice dan juga dirinya, kemudian Roby meminta izin kepada Alice untuk ke toilet.


"Aku ke toilet dulu ya sebentar. Kamu tunggu sebentar di sini," pinta Roby.


Andin mendengar itu semua, Andin langsung menelepon bodyguard salah satu dari mereka harus mengikuti Roby dan stand by handphonenya untuk berkomunikasi.


Terlihat Roby mendekati waiters dan memberikan sesuatu kepada waiters dan waitress itu diberikan uang. Bodyguard lapor kepada Andin tentang apa yang ia lihat.


"Luna sepertinya dia mau menaruh obat perangsang tersebut di minuman Alice," ucap Andin.


"Buat minuman itu tidak di minum Alice Din, bagaimanapun caranya agar Alice tidak meminum minuman itu," ucap Luna.


"Dari mana kita bisa tahu minuman yang dipilih oleh Alice?" tanya Andin.


"Alice sahabat kita Din, kita pun tahu makanan dan minuman kesukaan dia. Tadi juga sudah ia sebutkan minumannya apa yang dia pesan," jawab Luna.


"Jus strawberry," jawab Andin.


"Pak tolong ikuti waiters tersebut dan berikan uang 3 kali lipat yang diberikan oleh Roby. slSuruh jangan menaruh obat tersebut di minuman strawberry," ucap Andin di ujung telepon.


Sebelumnya Andin memang sudah memberikan uang kepada bodyguardnya untuk berjaga-jaga ketika di dalam mereka membutuhkan dan untuk membayar makanan yang mereka pesan. bodyguard tersebut langsung menghampiri waiters, lalu berbicara sedikit alot tapi ketika bodyguard itu menyodorkan uang tiga kali lipat dari yang Roby berikan, maka obat tersebut diberikan kepada bodyguard Andin. Ada uang pasti menang.


"Ibu soal minuman beres, sesuai apa ya Ibu perintahkan kepada saya," lapor bodyguard kepada Andin di ujung telepon.


"Oke bagus, terus pantau mereka berdua," ucap Andin.


Dari penyadap suara tersebut, Andin dan Luna mendengar mereka sedang makan malam dan juga sambil mengobrol ringan yang biasa diutarakan sebagai sepasang kekasih.


"Sayang malam ini agak kemalaman ya pulangnya, aku masih kangen sama kamu," ucap Roby.


"Aku nggak boleh pulang lewat dari pukul 10.00 malam sayang, kamu tahu sendiri orang tua aku kayak gimana," ucap Alice.


"Aku kan tunangan kamu Yang, masa nggak boleh sih lebih sedikit malam pulangnya," terlihat Alice meminum jus strawberry tersebut, Roby tersenyum ketika melihat Alice minum jus strawberry. Padahal di dalam jus strawberry tersebut tidak ada obat perangsang.


'Sebentar lagi kamu akan aku miliki seutuhnya, tapi maaf setelah itu aku akan meninggalkan kamu,' ucap batin Roby.


Dari gerak-geriknya Robi menunggu reaksi dari obat tersebut. Tapi sudah lebih 45 menit obat tersebut tidak ada tanda-tandanya sehingga Roby berpikir bahwa dosisnya kurang karena Alice seperti normal- normal saja tidak ada tanda obat itu bereaksi. Akhirnya Roby mengajak Alice untuk keluar dari restoran tersebut.

__ADS_1


Robi sudah memesan sebuah hotel, bagaimanapun juga malam ini Alice harus ia dapatkan keperawanannya. Itu yang jadi pikiran Roby.


Andin beserta keempat bodyguardnya langsung mengikuti kemanapun Alice dan Roby pergi.


"Sepertinya Roby akan memaksa Alice walaupun Alice tidak meminum obat perangsang itu," ucap Andin.


"Iya Andin kita harus bersiap-siap untuk menolong Alice," ucap Luna


Terlihat Roby memarkirkan mobilnya di sebuah parkiran hotel.


"Yang kok ke hotel sih? Bukannya tadi kamu bilang mau langsung mengantarkan aku pulang?" tanya Alice.


"Iya sayang, setelah ini ya. Aku ada janji dengan rekan bisnisku, tinggal tanda tangan kontrak aja kok di hotel ini. Sebentar aja setelah itu baru aku antar kamu untuk pulang," jawab Roby.


Roby menggenggam tangan Alice dan masuk ke dalam hotel tersebut, ia tidak menaruh curiga kepada Roby karena memang di dalam hotel itu ada sebuah restoran juga, tapi Roby langsung mengajak Alice ke sebuah kamar.


"loh kok tanda tangan di dalam kamar sih Yang? Bukannya di restoran?" Alice mulai curiga.


Roby membuka pintu dengan kartu kunci, setelah itu dia langsung mendorong paksa Alice untuk masuk ke dalam hotel itu.


"Sayang kenapa aku dipaksa masuk untuk masuk ke dalam? Aku mau keluar," berontak Alice tapi tangan Alice langsung ditarik oleh Roby dan tubuhnya didorong sampai ke atas ranjang kasur hotel tersebut, Roby langsung membuka pakaiannya.


"Aku tunangan kamu, kamu selalu menolak untuk melakukan hubungan ini. Malam ini kamu tidak boleh menolak aku, aku sudah ingin menciumi seluruh tubuhmu," ucap Roby.


"Aku mohon jangan Roby, kita akan melakukan ini setelah aku menikah. Aku akan memberikan semuanya," ucap Alice.


"Pak tolong masuk ke dalam kamar hotel itu sekarang Pak," ucap Andin panik.


"Iya Bu, tenang Bu ini kami sedang membuka pintu dengan kartu yang kami sudah siapkan dari kampung desain, sedikit lagi terbuka Bu," ucap bodyguard Andin di ujung telepon.


"Roby no! Jangan Roby. Aku mohon," teriak Alice sangat histeris.


Alice sangat ketakutan, bajunya sudah di robek oleh Roby. Roby terus menciumi tubuh Alice. Alice terus berontak.


"Pak saya mohon cepat Pak, teman saya itu sudah sangat ketakutan Pak," ucap Andin di ujung telepon.


"Sudah kebuka Bu," ucap bodyguard.


Terdengar perkelahian antara bodyguard dan Roby. Isakan dari Alice terus terdengar oleh Andin dan Luna. Keempat bodyguard tersebut terus memukul dan menendang Roby. Roby sudah sangat terdesak tetapi dalam desakan tersebut, Roby mengambil sesuatu dari saku celananya. Ternyata dia membawa hand sanitizer dan menyemprotkan ke mata para bodyguard Andin sehingga mata mereka terasa sangat perih.


Roby langsung mengambil bajunya dan langsung lari dari hotel tersebut. Andin melihat Roby yang masih belum mengancingkan bajunya dan langsung masuk ke dalam mobil.


Andin dan Luna langsung masuk ke hotel dan untuk melihat keadaan sahabatnya tersebut.


"Astagfirullah Alice." Andin dan Luna langsung menghampiri Alice dan Luna membuka jaketnya dan memberikan jaket kepada Alice. Alice langsung memeluk Andin.

__ADS_1


"Kita pergi dari hotel ini ya." Andin dan Luna membawa Alice untuk keluar dari hotel dan masuk ke dalam mobilnya. terlihat Alice sangat syok, dia hanya terdiam dan menangis. Luna memeluk erat tubuh Alice walaupun Alice tidak tahu bahwa Luna adalah Angel.


"Kenapa kalian bisa tahu aku di sini?" tanya Alice.


"Aku sudah tahu kelicikan Roby, makanya aku menyewa bodyguard untuk menjaga kamu," jawab Andin.


"Terima kasih Andin kamu telah menyelamatkan aku, Luna terima kasih banyak," ucap Alice.


"Ke rumah aku ya, nanti aku akan menelpon orang tua kamu agar kamu bisa bermalam dulu di rumah aku. Ada sesuatu hal yang aku ingin bicarakan dengan kamu Alice," ucap Andin


Alice pun tidak mau pulang karena hatinya masih sangat ketakutan. Jika ia sendiri di kamar ia mungkin akan histeris karena mengingat kejadian yang hampir merenggut kesuciannya itu. Hampir saja.


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2